NovelToon NovelToon
Chasing The Shadow The Valkyrie'S Path

Chasing The Shadow The Valkyrie'S Path

Status: tamat
Genre:Bad Boy / Diam-Diam Cinta / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Cassia Bellvania Anahera adalah personifikasi keanggunan di SMA Kencana, dengan rambut panjang yang menjadi simbol harga diri dan kasih sayang kakaknya, Kalingga. Namun, dunia Cassia yang berwarna merah muda seketika berubah menjadi kelabu saat ia mendapati kekasihnya, Zidane, dan sahabatnya, Elara, mengkhianatinya. Penghinaan Zidane terhadap dirinya—yang dianggap hanya sebagai "pajangan membosankan"—memicu ledakan luka yang mendalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji di balik jaket hitam

Cassia menatap pesan dari Galaksi di layar ponselnya cukup lama. Tawaran untuk masuk ke tim pro adalah impian bagi setiap orang yang mencintai aspal, tapi bagi Cassia, impian itu terasa seperti buah simalakama. Ia menoleh sedikit, melihat Kalingga yang sedang berbicara serius dengan salah satu guru di depan kelas—sosok kakak yang sudah menjadi ayah, ibu, dan pelindung tunggalnya sejak kecelakaan tragis yang merenggut orang tua mereka sepuluh tahun lalu.

Ia ingat betul malam saat mereka hanya bisa menangis di sudut rumah besar itu, dan Kalingga yang baru berusia remaja bersumpah bahwa tidak akan ada lagi anggota keluarga Kencana yang terluka. Balapan resmi memang legal, tapi risikonya tetap sama.

Cassia: Aku nggak bisa, Kak. Kak Lingga sudah memberiku izin untuk tetap memegang Nyx saja itu sudah keajaiban. Kalau aku masuk tim pro, dia pasti akan merasa gagal menjagaku.

Galaksi tidak membalas lagi, hanya memberikan anggukan kecil dari kursinya. Ia mengerti. Ia tahu sejarah keluarga itu sama baiknya dengan Cassia.

Sore harinya, rumah besar keluarga Kencana terasa jauh lebih hangat. Kalingga memesan makanan favorit Cassia dan mereka duduk bersama di ruang tengah yang luas. Tidak ada suasana tegang, hanya ada keheningan yang nyaman.

"Bahu kamu... beneran nggak apa-apa?" Kalingga memecah keheningan, matanya menatap perban yang sedikit terlihat di balik kaos santai Cassia.

"Udah mendingan, Kak. Cuma agak kaku dikit," jawab Cassia sambil tersenyum. "Makasih ya, Kak. Buat semuanya. Terutama karena Kakak nggak marah soal rambut ini."

Kalingga terdiam sejenak, lalu meletakkan sumpitnya. "Dulu, Papa selalu bilang kalau kamu itu berlian. Kakak pikir, berlian harus disimpan di kotak yang rapat supaya nggak hilang. Tapi Kakak lupa, berlian baru bisa bersinar kalau kena cahaya."

Kalingga mengusap rambut pendek Cassia dengan sayang. "Kakak cuma takut, Cassie. Di dunia ini, kita cuma punya satu sama lain. Kalau terjadi sesuatu sama kamu, Kakak nggak akan bisa maafin diri Kakak sendiri ke Papa dan Mama."

Cassia meraih tangan kakaknya, menggenggamnya erat. "Aku tahu, Kak. Karena itu aku nggak akan pernah mengambil risiko yang nggak perlu. Aku balapan bukan buat cari mati, tapi buat merasa hidup. Aku sayang Kakak."

"Kakak tahu. Tapi tetep ya," Kalingga kembali ke mode protektifnya, "Jam sepuluh malam harus sudah di rumah. Dan kalau Galaksi ajak kamu ke sirkuit aneh-aneh, lapor Kakak. Dia itu biang kerok."

Cassia tertawa kecil. "Siap, Kak!"

Namun, kedamaian itu sedikit terusik saat ponsel Cassia bergetar di tengah malam. Bukan pesan dari Galaksi, melainkan dari Zelene (Oracle).

Zelene: Cassie, gawat. Vipers ternyata nggak cuma incar kita. Mereka tahu Kalingga mengelola perusahaan lewat orang kepercayaan. Mereka berencana menyabotase salah satu gudang distribusi perusahaan Papa malam ini untuk balas dendam karena Elara dikeluarkan dari sekolah.

Cassia langsung terduduk tegak. Ini bukan lagi soal ego di jalanan, ini soal warisan orang tua mereka. Ia melirik pintu kamar Kalingga yang tertutup rapat. Kakaknya baru saja bisa tidur nyenyak setelah berhari-hari tegang.

Aku nggak bisa bangunin Kak Lingga. Dia akan langsung lari ke sana tanpa persiapan dan terjebak rencana mereka, pikir Cassia.

Ia meraih jaket Valkyries-nya, memakai helm hitamnya, dan keluar lewat jendela kamar dengan gerakan yang sangat terlatih. Di bawah, Nyx sudah menunggunya di titik buta kamera CCTV.

Saat ia baru saja menyalakan mesin dengan suara seminim mungkin, sebuah motor biru tua sudah terparkir di depan gerbang. Galaksi bersandar di sana, seolah sudah tahu Cassia akan keluar.

"Mau menyelamatkan warisan keluarga sendirian?" tanya Galaksi datar.

"Kakak tahu?"

"Oracle nggak cuma lapor ke lo, Cassie. Dia tahu gue yang bisa nahan lo kalau lo nekat," Galaksi menyalakan mesin motornya. "Ayo. Tapi ingat janji lo tadi siang sama Kalingga. Jangan ambil risiko bodoh. Biar gue yang urus fisik, lo urus jalur pelariannya."

Cassia mengangguk. "Ayo. Demi Papa dan Mama."

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
falea sezi
lanjutt donk seruu
falea sezi
elara jalang gatel g tau diri
falea sezi
nyimak moga bagus q ksih hadiah deh
Paradina
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!