NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Pendekar Naga

Reinkarnasi Pendekar Naga

Status: tamat
Genre:Action / Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:16.6k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Jian Yi dan para rekannya gugur setelah menantang kekuatan besar Kekaisaran Pusat. Pertempuran itu seharusnya menjadi akhir dari segalanya bagi mereka.

Namun saat kesadaran Jian Yi memudar, sebuah keajaiban terjadi. Berkat campur tangan Raja Naga, mereka diberi kesempatan kedua—sebuah reinkarnasi yang mengubah takdir mereka.

Terlahir kembali di dunia yang sama namun dengan kehidupan baru, Jian Yi menyimpan satu janji dalam hatinya: membalas kehancuran yang dialaminya dan melampaui semua batas kekuatan.

Kali ini, dia tidak akan jatuh lagi.
Tapi di dunia yang dipenuhi kultivator kuat, sekte kuno, dan kekaisaran yang menguasai segalanya …

Mampukah Jian Yi benar-benar bangkit, menuntut balas, dan mencapai puncak kekuatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9: Bayang Masa Lalu

​Malam kian larut, menyisakan sunyi yang hanya dipecah oleh suara jangkrik di kejauhan. Di paviliun pribadinya, Jian Yi tidak tidur.

Ia duduk di ambang jendela, membiarkan cahaya rembulan menyapu wajahnya yang tenang namun menyimpan gurat kesedihan yang tak kasat mata bagi orang biasa.

​Tatapannya kosong, menembus cakrawala seolah ingin melihat melampaui batas provinsi.

​"Sekte Jian-Gi-Tu-Bo ..." bisiknya lirih. Nama itu terdengar sedikit aneh, kombinasi nama masa kecilnya dengan sahabat-sahabat senasib sepenanggungannya dulu: Coi Gi, Shi Tuzhu, dan Gi Jibo.

​Senyum pahit terukir di bibirnya. "Bagaimana kabar kalian, kawan? Maafkan aku ... aku mengingkari janji untuk sekadar datang dan melihat anak-anak kalian tumbuh besar."

​Dari beberapa gulungan informasi yang ia 'pinjam' secara diam-diam dari ruang kerja ayahnya, Jian Yi tahu bahwa sekte yang mereka bangun bersama sebelum ia pergi itu kini telah bertransformasi menjadi raksasa.

Sekte Jian-Gi-Tu-Bo kini berdiri sejajar dengan Akademi Cahaya Langit, Salah satu institusi pendidikan pendekar teragung di kekaisaran.

​"Aku bangga pada kalian. Kalian berhasil membuktikan bahwa bocah jalanan pun bisa menggenggam langit," gumamnya. Namun, tak lama kemudian, bayangan lain muncul.

Sosok muridnya yang setia, Dugu Xiao, dan wajah cantik milik Ling'er, roh pedang sekaligus belahan jiwanya. "Di mana kalian? Apakah naga air Ao Kuang masih bersama kalian, atau kalian masih menunggu di sisa-sisa medan perang itu?"

​Menepis melankolisnya, Jian Yi bangkit dan duduk bersila di tengah ruangan. Ia memejamkan mata, memicu sirkulasi Qi di dalam tubuhnya.

Di dunia baru ini, perjalanan menuju puncak masih sangat jauh.

​Berikut adalah tangga kekuatan yang harus ia daki kembali:

1.​Pendekar Pemula: Baru mengenal Qi dan teknik dasar.

2.​Pendekar Terlatih: Mahir dalam satu atau dua teknik, Qi mulai stabil.

3.​Pendekar Ahli: Kuasai beberapa gaya bertarung, Qi cukup kuat untuk bertahan.

4.​Pendekar Master: Memahami esensi Qi, bisa mengembangkan teknik sendiri, dihormati di satu wilayah.

5.​Pendekar Grand Master: Menguasai Qi hingga puncaknya, kecepatan dan kekuatan super manusia, hampir tak tertandingi di satu provinsi.

6.​Pendekar Agung: Mampu mengubah medan perang, satu serangan bisa menghancurkan gunung kecil, dihormati di seluruh kekaisaran.

7.​Pendekar Suci: Bisa berinteraksi langsung dengan Qi alam, umur panjang.

8.​Pendekar Dewa: Memahami hukum alam semesta, bisa menciptakan ruang terpisah, menjadi legenda hidup.

9.​Pendekar Mistik: Mampu membengkokkan kenyataan, kekuatan yang tak bisa dijelaskan oleh ilmu pengetahuan.

10.​Pendekar Legenda Sejati: Kekuatan tak terbatas, mampu menciptakan dunia baru, hanya ada satu atau dua dalam sejarah dunia.

Saat ini, secara fisik Jian Yi berada di Ranah Pendekar Terlatih tahap Puncak.

Meski secara teknis ia setara dengan Lu Feng dan A-Lang, pengalaman bertempur puluhan tahun dan efisiensi aliran Qi-nya membuat Jian Yi tetap menjadi predator paling berbahaya di antara mereka.

Jika ia mau, ia bisa menumbangkan seorang Pendekar Ahli tahap awal hanya dengan sebatang lidi.

​Matahari baru saja menyembul dari balik bukit saat ketenangan meditasi Jian Yi hancur berkeping-keping.

​BRAKK!

​Pintu kamarnya terbuka lebar. Dua sosok kecil melesat masuk bagaikan peluru meriam yang dibalut pakaian sutra mahal. Mereka adalah adik-adik Jian Yi—Jian Xiao (7 tahun) dan si bungsu Jian Meimei (3 tahun).

​"KAKAK! BANGUN!" teriak Jian Xiao sambil melompat ke atas ranjang, hampir saja menginjak perut Jian Yi jika kakaknya itu tidak bergeser secara refleks.

​"Main! Kakak main!" Jian Mei, yang masih sedikit cadel, langsung memeluk kaki Jian Yi dengan erat, menempelkan pipinya yang tembam ke betis kakaknya.

​Jian Yi menghela napas panjang, namun matanya memancarkan kehangatan yang tak bisa ia sembunyikan.

Kini, ia memiliki dua makhluk kecil yang memandangnya seolah dia adalah pusat alam semesta.

​"Xiao, Meimei ... ini masih sangat pagi," ujar Jian Yi, suaranya mencoba terdengar tegas namun gagal total.

​"Ibu bilang hari ini Kakak akan pergi ke turnamen! Sebelum pergi, Kakak harus jadi kuda-kudaan dulu!" Xiao menarik-narik tangan Jian Yi dengan penuh semangat.

​"Kuda! Kuda!" Meimei ikut bersorak, mulai mencoba memanjat punggung Jian Yi yang masih duduk bersila.

​Jian Yi menatap langit-langit kamarnya, membayangkan para musuh besarnya di masa lalu akan tertawa terbahak-bahak jika melihat sang legenda sedang dijadikan tunggangan oleh dua bocah.

Namun, ia justru tertawa kecil. Ia merebahkan tubuhnya, lalu dengan lembut mengangkat Meimei ke pundaknya dan membiarkan Xiao bergelantungan di lengannya.

​"Baiklah, kuda ini hanya punya waktu 30 menit sebelum dia harus berubah menjadi harimau di arena," ucap Jian Yi sambil mengacak rambut Xiao.

​Tawa renyah anak-anak itu memenuhi ruangan, menghapus sisa-sisa kesedihan malam sebelumnya.

Bagi Jian Yi, turnamen hari ini bukan hanya soal harga diri keluarga, tapi soal melindungi dunia kecil yang penuh tawa ini agar tetap aman dari siapa pun yang mencoba mengusiknya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

​𝗝𝗔𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗟𝗨𝗣𝗔 𝗧𝗜𝗡𝗚𝗚𝗔𝗟𝗞𝗔𝗡 𝗝𝗘𝗝𝗔𝗞 𝗗𝗘𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗟𝗜𝗞𝗘 ... 𝗛𝗘𝗛𝗘🏁

1
Nanik S
Lanjut terus
Agen One
UP nya santai dulu ya🙏
Agen One
😅
Agen One
🍗
Agen One
🔥🙏
Agen One
🙏
Agen One
👍🙏
Agen One
🚹🙏
Agen One
🤭🙏
Agen One
🙏
Agen One
/Smile/
Agen One
🙏
Agen One
😅
Agen One
🔥🍗
Agen One
👍🍗
Agen One
🚹🍗
Agen One
🍗
Agen One
🤭/Smile/
Agen One
😅🙏
Agen One
🔥🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!