Anastasya atau biasa dipanggil Ana, seorang wanita berusia 24 tahun yang tengah mengejar gelar S1.
Pertemuan pertamanya dengan seorang laki laki membuat hidup Ana berubah. Nathaniel Francisco, seorang dosen berusia 30 tahun yang terobsesi dengan dirinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18
Setelah satu Minggu Ana libur dari kuliahnya, hari ini Ana kembali memulai kembali sebagai mahasiswi.
Pagi ini Nathan sudah menjemput Ana, ia ingin memastikan Ana baik baik saja.
" Pak Nathan .. " ucap Ana saat melihat Nathan yang turun dari mobil
" Harus banget pakai pak lagi ? "
" Ga enak kalau cuma nama, apalagi sama yang lebih tua "
Nathan mengalah, ia pun langsung membiarkan Ana masuk kedalam mobilnya.
" Pak, saya ga dapet tugas kan karena izin kemarin? " tanya Ana
" Kamu baru tanya ini saat kamu akan masuk kelas saya Na ? "
" Ya iya dong, kan hari ini bapa itu dosen saya lagi. Ga usah ya pak, kan saya habis sakit pak "
" Ya ga apa apa sih kamu ga dapat tugas, tapi ya nilai kamu berkurang aja "
" Loh ko gitu, ya tau gitu kemarin pas sakit saya kerjain aja "
" Ya siapa suruh kamu ga nanya Ana "
" Jadi nyesel saya kemarin jadi pacar bapa, gajadi lah saya gamau pacaran sama pak Nathan "
Nathan langsung menoleh, sedangkan Ana ia sudah memalingkan wajahnya kearah jendela.
" Yaudah saya bantu aja gimana biar tugasnya selesai? " Rayu Nathan
" Engga usah, saya bisa minta bantuan sama Reyhan "
" Na.. "
" Bapa kan dosen saya, ga mungkin lah saya minta bantuan sama dosen saya apalagi tugasnya dari bapa "
" Ya tapi kan ada Fitri, kenapa harus Reyhan ? "
" Suka suka saya dong Pak "
Nathan menghembuskan nafasnya kasar, entah kenapa pagi ini Ana begitu menyebalkan.
Begitu sampai dikampus Ana memperhatikan sekelilingnya, ia takut jika ada yang melihat dirinya turun dari mobil Nathan.
Tak ada ucapan apapun, Ana langsung turun begitu saja dari mobil Nathan.
" Aneh, ada apa sama Ana ya " ucap Nathan bingung
Ana menemui Fitri yang sedang berada di kantin, ia pun langsung duduk disampingnya.
" Sayangku sudah masuk, kangen tau " ucap Fitri sambil memeluk sahabatnya itu
" Kasian sahabat gue jadi sendirian karena gue sakit "
" Gimana gimana ? Ada kemajuan ga sama Pak Nathan ? "
" Engga ada, kemajuan gimana "
" Ya kan kemarin aja tuh lo sama dia kaya udah deket banget Na, kenapa sih udah lo terima aja gitu "
" Kemarin itu gue cuma pacaran satu Minggu Fit, itu juga karena gue kalah taruhan aja. "
" Nah waktu kalian pacaran satu Minggu itu sempet itu gaa "
" Itu apaa ? "
" Ah lo ga paham masa sih Na "
" Gausah mikir aneh aneh deh lo "
Fitri terkekeh, tak lama Reyhan datang dan ikut bergabung bersama keduanya.
" Hai Fit, Na " sapa Reyhan
" Lo udah masuk Na ? Alhamdulillah deh kalau lo udah sehat " ucap Reyhan
" Alhamdulillah Rey, udah "
" Sorry ya kemarin ga sempet jenguk Na, soalnya kita juga ga tau kan lo dirawat dimana. "
" Ga apa apa santai aja Rey "
" Lo lagi ngerjain tugas Na ? "
" Iya nih Rey, tar yang ada gue ga dapet nilai "
" Lo ga usah kerjain, gue udah siapin buat lo Na "
Reyhan mengeluarkan kertas yang memang ia siapkan untuk Ana, ia pun memberikan kepada Ana.
" 2 tugas dari Pak Nathan, soalnya pas lo ga masuk kebetulan Pak Nathan juga ga masuk kemarin Na "
" Emang Iyah dia ga masuk ? "
" Iyah Na, katanya sih ada urusan keluarga " ucap Fitri
" Thanks ya Rey "
" Sama sama Na "
" Yaudah yuk ke kelas, tar kita malah telat lagi " Ajak Fitri
Ana, Reyhan dan Fitri segera pergi ke kelas menaiki lift.
Didalam lift Ana menyadari sesuatu, namun Ana mencoba mengabaikannya.
" Lo berangkat naik motor tadi Na ? " tanya Fitri
" Engga, gue naik ojek online " jawab Ana
" Yaudah lo pulang sama gue aja Na, daripada lo naik ojek online" ucap Reyhan dengan cepat
" Boleh deh " Ana mengangguk
" Ekhm ciee " goda Fitri
" Apasih Fit, kan cuma temen aja "
" Temen lama lama demen " goda Fitri kembali
" Ehh tapi beneran deh makasih banyak lo Rey, gue jadi ga perlu bikin tugas jadinya "
" Sama sama Na, santai aja "
Begitu pintu lift terbuka ketiganya langsung turun bersamaan menuju kelas mereka, begitu sampai di kelas disana nampak heboh menghampiri Ana.
" Anaaa lo udah sehat ? " tanya Ayu teman kelasnya
" Udah Ayu " jawab Ana
" Sorry ya kita ga bisa jenguk, sumpah kita ga tau dimana lo dirawat "
" Iya ga apa apa ko, aman aja "
" Tapi Na kemarin Lo beruntung banget sih Na, digendong sama Pak Nathan "
" Iyah Na, gila gue iri banget "
" Beruntung banget lo Na "
Ana hanya tersenyum menanggapi ucapan teman temannya.
" Na, leher lo kenapa itu ? ko ada merah " ucap salah satu teman kelasnya
Ana langsung menarik bajunya, ia mencoba menutupinya.
" Iya gatel terus mungkin iritasi" ucap Ana
" Yaampun Na "
Ana merasa sudah menutup dengan rapih dengan alasa bedak dan bedak, tapi ternyata ada sisi yang masih terlihat.
Karena ulah Nathan kemarin membuat Ana harus kesusahan menutupnya.
" Naaaa... " Fitri berbisik
" Ssttt " Ana memberikan kode
Tak lama Nathan masuk kedalam kelas, kedatangannya itu seperti angin segar bagi mahasiswi lainnya.
" Selamat pagi, hari ini kita akan adakan kuis. Saya ingin semua ponsel di letakkan diatas meja saya " ucap Nathan
Semua muridpun terkejut, semua langsung membuat keramaian.
Daridepan Nathan melihat Ana yang duduk bersebelahan dengan Reyhan, tentu saja hal itu memicu kecemburuan Nathan.
Sebelum memulai Nathan mulai mengabsen satu persatu, bersamaan para mahasiswa maju untuk meletakkan ponselnya.
" Harus banget sebelahan sama dia ? " bisik Nathan begitu Ana meletakan ponselnya
Ana tak menjawab, ia langsung kembali ke kursi miliknya.
Nathan menatap sinis kearah Ana, bisa bisanya gadis itu mengabaikan ucapan Nathan.
Setelah semua ponsel terkumpul, Nathan langsung memberikan soal.
" Waktunya 60 menit, bagi yang ketahuan bekerja sama atau terdengar suara saya akan mengambil kertas kalian dan kalian tidak akan mendapatkan nilai " ucap Nathan
Sambil menunggu Nathan mulai berkeliling, hingga ia berhenti tepat disebelah meja Ana.
Ana sedikit melirik kearah Nathan, lalu Ana mengabaikannya.
Setelah berkeliling Nathan kembali duduk di kursinya, ia terus memperhatikan Ana yang tengah mengerjakan soal di mejanya.
Saat mengerjakan soal Ana mendapati ada kesalahan, ia pun berbicara kepada Fitri untuk meminjam Tipe-X atau sejenisnya.
Hal itu menjadi celah Nathan, Nathan bangun dan menghampiri meja Ana.
" Kamu lupa Ana, saya bilang ga boleh ada suara selama ujian " Nathan mengambil kertas ujian Ana
" Saya cuma mau pinjam tip-x pak "
" Saya ga menerima alasan Ana "
Ana menatap sinis kearah Nathan, Ana akan membuat perhitungan kepada laki laki itu nantinya.
Kelas Nathan pun telah usai, Ana berencana untuk menemui Nathan untuk membahas masalah ujian tadi
" Gue mau ke tempat Pak Nathan dulu, nanti gue nyusul lo di kantin Fit " kata Ana dan Fitri mengangguk
Saat Ana hendak menuju ruangan Nathan, Ana melihat Nathan yang tengah asik berbincang dengan seorang wanita.
Wanita itu sesekali menepuk lengan Nathan, entah kenapa Ana merasa kesal dan tak suka.