NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Raga Istri Jendral

Transmigrasi Ke Raga Istri Jendral

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:23.7k
Nilai: 5
Nama Author: Zakiya el Fahira

Lu Mingyu adalah seorang gadis muda yang bergabung di kelompok dunia bawah, tugasnya sebagai mata mata di kelompoknya, Mingyu sudah terbiasa mendapat luka tembak ataupun benda tajam di tubuhnya, bagi Mingyu itu adalah simbol dari sosoknya yang pemberani dan tidak takut pada apapun, selain itu Mingyu juga memiliki sifat yang babar dan juga suka ceplas ceplos saat berbicara, menurut Mingyu yang paling menakutkan bukanlah musuh yang ingin membunuhnya, melainkan jika tidak punya uang, karna Mingyu gadis yang sangat matrealistis.
Dan suatu hari Mingyu tidak pernah terpikirkan kalau dirinya akan masuk ke jebakan lawan, mobil Mingyu berhasil di sabotase, yang menyebabkan remnya blong dan menabrak pembatas jalan hingga meledak, dan api besar itu melalalap habis tubuh Mingyu yang terkunci di dalam mobil.
Dan saat membuka matanya Mingyu berfikir kalau dia sudah berpindah ke alam baka, karna melihat bangunan sekelilingnya di penuhi dengan warna kuning keemasan, di tambah saat dia melihat tam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Sebenarnya Jendral Rong dan Han Bing sudah sejak tadi berada di sana, bahkan Jendral Rong juga mendengar sendiri saat bawahan Su Wan Rou merendahkan Lu Mingyu, awalnya Jendral Rong sudah bersiap untuk memberi pria itu pelajaran, tapi ternyata Mingyu sudah melakukannya lebih dulu, dan akhirnya Jendral Rong tetap diam di tempatnya sembari melihat aksi yang di lakukan oleh Mingyu.

Han Bing yang juga berada di sana, menyayangkan tindakan bawahan Su Wan Rou, karna sudah mencari masalah dengan Nonanya.

Dan saat ini Jendral Rong mengikuti Mingyu yang mengatakan ingin berkeliling di area markas, dari belakang Jendral Rong mengulum senyum, melihat tubuh Mingyu yang mungil hampir tenggelam oleh jubah miliknya.

''Pangeran''

''Hem''

''Selain menguasai tehnik pedang, mereka juga harus bisa menguasai apa?, untuk menjadi anggota militer'' tanya Mingyu.

''Memanah, berkuda, dan yang paling penting mereka harus bisa ilmu beladiri'' sahut Jendral Rong.

Mingyu mengangguk anggukkan kepalanya, dan kembali melanjutkan langkahnya menyusuri area markas.

Beberapa saat kemudian, Mingyu menghentikan langkahnya tepat di area memanah yang terletak di bagian belakang markas.

''Ingin lihat?'' tawar Jendral Rong yang di angguki oleh Mingyu.

Semua orang yang berada di lapangan seketika membungkuk hormat saat melihat kedatangan pemimpin mereka, tapi sedetik kemudian mereka terkejut saat menyadari orang yang berdiri di samping pimpinan mereka adalah Nona Lu yang di kenal bodoh, dan yang semakin membuat mereka kaget, jubah yang di pakai oleh Nona Lu adalah milik pimpinan mereka.

''Kalian lanjutkan lagi latihannya'' perintah Jendral Rong. Dan mereka semua langsung kembali latihan seperti sedia kala.

Beberapa saat kemudian, Melihat Mingyu seperti sangat menikmati melihat para anggota militer yang sedang latihan memanah, dia menyuruh bawahannya untuk mengambilkan Mingyu tempat duduk, dengan sigap orang itu bergegas mencari kursi untuk Mingyu.

Melihat bawahannya kembali dengan membawa kursi, Jendral Rong langsung mengambilnya begitu saja.

''Mingyu, duduklah, nanti kamu lelah'' ucapnya sembari meletakkan kursi di belakang Mingyu.

Mingyu tersenyum. ''Terimakasih Pangeran''

''Sama sama''

Sedangkan bawahan Jendral Rong yang masih berada di belakang mereka hampir pingsan, karna melihat Jendral Rong yang di kenal dingin dan tak berperasaan, ternyata bisa bersikap lembut, dan satu satunya orang yang di perlakukan dengan lembut oleh Jendral Rong hanya Nona Lu.

''Pangeran, siapa bawahan anda yang sangat ahli dalam memanah?'' tanya Mingyu mendongak menatap Jendral Rong yang berdiri di sampingnya.

''Han Bing, bisa di bilang dia ahli dalam segala hal'' jawab Jendral Rong.

Mendengar nama Han Bing, Mingyu tersadar kalau dia tidak melihat keberadaan Han Bing setelah meninggalkan area latihan pedang tadi.

''Pangeran, dimana Han Bing?''

''Ke tahanan bawah tanah'' sahutnya.

Mingyu mengangguk dan tidak bertanya lagi, karna dia bisa menebak apa yang sedang di lakukan Han Bing di sana.

Menjelang fajar Mingyu baru kembali ke kamar tempat dia tidur tadi, dan ternyata itu kamar milik Jendral Rong selama tinggal di markas militer.

Mingyu tidur sampai hari menjelang siang, dan dia terbangun karna mencium aroma wangi masakan, membuatnya merasa lapar dan terbangun.

Ughh

''Sudah bangun''

Mingyu yang masih memejamkan matanya sontak menoleh, kedua mata seketika terbuka lebar melihat keberadaan Jendral Rong duduk di kursi sembari mengaduk sesuatu yang ada di dalam mangkuk.

''Pangeran, sejak kapan anda di sini?, dimana Xiao Fei'' tanya Mingyu merapikan bajunya, lalu turun dari ranjang dan menghampiri Jendral Rong, dan duduk di kursi sebelahnya.

''Pelayanmu sedang pergi ke kebun sayur'' sahut Jendral Rong sembari menyodorkan semangkuk bubur pada Mingyu. ''Makanlah, selagi masih hangat'' ucapnya.

Mingyu tanpa sungkan langsung menerimanya dan memakannya, karna perutnya memang sudah sangat lapar.

Di atas meja juga ada beberapa makanan berat dari berbagai menu, seperti ayam bakar, udang dan sayur sayuran.

''Xiao Fei pergi ke kebun sayur milik siapa?'' tanya Mingyu sembari meletakkan mangkuk kosong bekas bubur di atas meja.

''Milik markas militer, kebetulan markas kami memiliki lahan sendiri, untuk di tanami kebutuhan makanan setiap hari'' jawab Jendral Rong, padahal yang sebenarnya lahan itu milik Jendral Rong pribadi, yang memiliki luas hampir dua puluh hektar, bahkan pohon persik yang di temukan oleh Mingyu kemarin di pinggir jalan, itu juga termasuk milik Jendral Rong, karna tumbuh di kawasan lahan milik Jendral Rong yang terletak di perbatasan desa.

''Wahh,, hebat sekali ya militer zaman dulu, sangat mandiri'' ucap Mingyu spontan.

''Militer zaman dulu?'' beo Jendral Rong.

Sontak Mingyu langsung tersadar dengan apa yang di ucapkannya barusan, dia merutuki kebodohannya karna keceplosan.

"Mingyu, kenapa kamu bisa keceplosan sih, ya Tuhan, jangan sampai pria sialan ini curiga" batin Mingyu.

''Iya, bolehkah saya pergi ke kebun juga, saya penasaran?'' tanya Mingyu untuk mengalihkan pembicaraan.

''Boleh, setelah makan, aku akan mengantarmu ke sana'' sahut Jendral Rong sembari meletakkan udang yang sudah ia kupas ke atas piring Mingyu, dan tatapannya tidak lepas dari wajah Mingyu, membuat Mingyu sedikit gugup.

Seperti yang di katakan Jendral Rong, setelah makan dia membawa Mingyu ke kebun sayur yang letaknya berada di selatan markas militer.

Setiba di sana Mingyu di buat kagum dengan pemandangan lahan di depannya, yang di penuhi dengan berbagai macam sayur dan buah buahan, dan juga bahan bahan untuk masak.

''Waaaahh, luas sekali kebunnya'' seru Mingyu.

Di area lahan Mingyu melihat beberapa orang yang sedang merawat sayuran dan buah buhan.

''Nona''

Xiao Fei yang tadi sedang memetik tomat, langsung menghampiri Nonanya, saat melihat kedatangan Nonanya.

''Pangeran'' Xiao Fei menyapa Jendral Rong sembari membungkuk hormat.

''Fei, kamu sama siapa ke sini?'' tanya Mingyu.

''Tuan Han, tapi Tuan Han sudah pergi'' sahut Xiao Fei.

Mingyu hanya ber oh ria saja.

''Pangeran, aku boleh mengambil buah di sana?'' tanya Mingyu menoleh pada Jendral Rong.

''Boleh, ambil saja sepuasmu'' sahutnya.

Mingyu seketika mengembangkan senyumnya, dan langsung menarik tangan Xiao Fei agar ikut dengannya.

''Ayo Fei, kita ke sana'' ajaknya.

''Iya Nona''

Dari jauh Jendral Rong tersenyum melihat tingkah Mingyu, yang selalu kalap saat melihat buah buahan.

''Wanita ini, suka sekali buah'' gumamnya.

Saat sedang memperhatikan Mingyu yang sedang memetik buah, tiba tiba Han Bing datang dengan expresi panik.

''Pangeran''

''Ada apa?''

''Orang orang dari kerajaan timur hampir sampai di perbatasan'' ucap Han Bing.

Jendral Rong seketika menoleh.

''Kita ke sana sekarang, dan suruh semua pasukan elite untuk bersiap'' perintah Jendral Rong.

''Baik Pangeran''

Sebelum pergi Jendral Rong menghampiri Mingyu yang masih sibuk memetik buah.

''Mingyu''

Mingyu menoleh. ''Ada apa Pangeran?'' tanyanya sembari berjalan menghampiri Jendral Rong.

''Aku harus pergi ke perbatasan, aku juga tidak tahu kapan akan kembali lagi'' ucap Jendral Rong.

''Apa ada masalah di sana?'' tanya Mingyu lalu menggit buah apel di tangannya.

Jendral Rong menganggukkan kepalanya. ''Kerajaan timur mau menyerang perbatasan, jadi aku dan pasukan lainnya harus mencegah mereka, agar tidak bisa masuk ke kota'' jawabnya.

''Apa kalian akan berperang?'' tanya Mingyu lagi yang berubah serius.

''Hem, kalau mereka tetap memaksa masuk, terpaksa kami akan memilih jalan perang''

Mingyu diam beberapa detik, lalu dia merapikan baju Jendral Rong.

''Pangeran berangkat saja, tapi Pangeran harus berjanji untuk kembali tanpa luka sedikitpun'' ucap Mingyu.

Jendral Rong tersenyum, dan tanpa sadar dia mengusap pucuk kepala Mingyu.

''Aku pastikan, aku akan baik baik saja''

''Hem''

Jendral Rong kembali mengusap pucuk kepala Mingyu, setelah itu dia pergi meninggalkan Mingyu di markas militer, menurut Jendral Rong saat ini Mingyu memang lebih aman berada di markas militer, selain penjagaannya yang ketata, sudah di pastikan musuh agak sulit masuk ke kawasan militer.

1
Nurhayati Nurhayati
lanjut thor
kaylla salsabella
wah... klu tahu istrinya tersenyum pada pria lain Jendral bisa ngamuk
Marsya
hayo istrinya ditaksir cowok lain😉😉😉
Inez Putri
knpa hari ini gak up thuor..
Kusii Yaati
apa mingyu harus menghilang dulu baru kamu akan merasa kehilangan jendral rong?... makan tuh cinta pertama mu 😤
MataPanda?_
terus semangat kak semakin seru😀
Marsya
cinta tanpa disadari lebih menyakitkn disaat org yg dicinta pergi menjauh/Smug//Smug//Smug/
Ai
jangan jangan nanti jemdral rong jadi streees🤣
kaylla salsabella
sebenarnya jendral udah cinta tapi gak sadar...
Murni Dewita
double up thor
Etty Rohaeti
lanjut
Ai
menyesal itu belakangan jendral
Ai
jendral plin plan
tinie
hemm seolah mingyu hilang dan gu nian datang dgn wajah baru nya
Musdalifa Ifa
rasakan itu jendral rong😏😏😏
Marsya
pada kenyataannya sesuatu baru terasa ktika apa yang kita miliki hilang dari pandangan,dan itu yg disbut Penyesalan wahai pangeran Rong/Smug//Smug//Smug/
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Good, Mingyu, Lnjtkn, tinggalkn aja itu Suami Dulhakim, biar Jenderal tau rasa 🤭👍👌
kaylla salsabella
mingyu.... mau Kekaisaran timur dengan cara jatuh ke tebing
Yunita Widiastuti
mingyuuu....ojo balek dolan sing adohhhh
Evi 060989
up lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!