NovelToon NovelToon
Pria Titisan Raja

Pria Titisan Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:32.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Kalandra Wiranata adalah seorang Petugas Pemadam Kebakaran yang bertugas di sebuah Kota kecil.
Kota tempat tinggalnya itu terletak cukup strategis karena tepat berada di tengah - tengah dari lima Kabupaten di Provinsi itu.
Karena tempatnya yang strategis, Timnya kerap kali di perbantukan di luar dari Kotanya.
Timnya, bukan hanya sekedar rekan kerja. Mereka sudah seperti keluarga kedua yang di miliki oleh Kalandra.
Karna sebuah kejadian, Kalandra pun di pertemukan dengan seorang wanita yang ternyata merupakan jodohnya.
Selain perjalanan karir dan cinta, ada sebuah rahasia yang akhirnya terungkap setelah selama ini selalu membuatnya penasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Si Paling Mengerti

"Kita ngecamp lagi, Bang?" Tanya Naina.

"Padahal masih siang loh, keburu kan, kalo kita langsung muncak?" Imbuhnya.

"Iya, memang keburu kalau kita muncak sekarang." Jawab Kalandra sembari mulai menyusun frame tenda di lokasi camp teratas yang ada di Gunung itu.

"Terus? Kenapa gak lanjut aja sih, Bang. Jadi Abang punya waktu buat istirahat sebelum kerja." Tanya Naina yang tak habis pikir. Padahal, lusa pagi Kalandra sudah harus kembali bekerja.

Kalandra pun berdiri dan menghampiri Naina. Ia lalu membantu melepaskan tas carier yang masih di pakai Naina.

"Kamu bilang, pingin lihat sunrise dari puncak gunung ini, kan? Terus, kenapa sekarang buru - buru? Padahal besok kita bisa menikmati sunrise di puncak gunung." Kata Kalandra.

Naina pun terdiam, ia tak menyangka jika Kalandra masih mengingat apa yang ia ucapkan sebelum mereka berangkat mendaki.

Jika saja tidak hujan kemarin, harusnya pagi ini mereka sudah menikmati sunrise di puncak gunung. Mengingat kondisi yang tak memungkinkan, Naina pun harus kembali memupus harapannya bisa menikmati sunrise dari puncak gunung.

Siapa sangka, jika pria di hadapannya yang kini berstatus kekasihnya itu malah mewujudkan keinginan yang semalam sudah ia kuburkan.

"Gak apa - apa kan, kalau kita pulangnya molor? Nanti biar Abang yang tanggung jawab kalau Ayah dan Bunda marah." Kata Kalandra sambil mengusap kepala Naina yang masih terdiam di tempatnya.

Kalandra kemudian meletakkan tas Naina dan kembali menyusun frame untuk mendirikan tenda.

Buggh!

Tiba - tiba Naina memeluknya dari belakang.

"Makasih ya, Bang. Karena udah mau mewujudkan keinginanku. Padahal kan lusa pagi Abang udah harus kerja lagi." Lirih Naina yang merasa terharu.

Kalandra pun tersenyum sambil mengusap tangan Naina yang melingkar di perutnya.

"Hm'm. Lagi pula, pendakian kali ini gak terlalu menguras tenaga kok. Kita banyak istirahat." Jawab Kalandra.

"Mau aku bantu?" Tawar Naina.

"Enggak usah, Sayang." Jawab Kalandra yang kembali membuat Naina terdiam dengan wajah memerah. Jantungnya bak sedang di tembaki jutaan kembang api yang meledak tanpa henti.

"Duduk aja di sana, ya." Kata Kalandra yang sampai tersenyum sendiri saat melihat wajah Naina yang memerah.

Naina pun menurut, ia segera berpindah dan duduk di dekat tas carier mereka sambil melihat Kalandra yang sedang memasang tenda sendirian.

"Na, tolong ambilkan Abang minum." Pinta Kalandra.

Naina pun segera menuruti permintaan Kalandra dan memberikan satu botol air mineral pada pria tampan itu.

"Terima kasih ya, Sayang." Ucap Kalandra saat menerima botol air mineral dari Naina.

"Astaghfirullah..." Lirih Naina.

"Kenapa kok istighfar? Ada sesuatu?" Tanya Kalandra yang celingukan melihat sekitarnya.

"Iya. Jantungku gak aman kalo Abang panggil gitu." Jawab Naina.

"Panggil apa? Sayang?" Tanya Kalandra yang terkekeh.

"Yasudah, Abang panggil Cinta kalau gak mau di panggil Sayang." Ujar Kalandra yang malah menggoda Naina.

"Panggil Nana aja deh, Bang. Aku takut tiba - tiba jantungku meledak nanti." Kekeh Naina yang menular pada Kalandra.

"Ada - ada aja kamu ini." Kata Kalandra sambil geleng - geleng kepala.

Kalandra pun kembali melanjutkan pekerjaannya. Tak butuh waktu lama, Kalandra pun menyelesaikan tenda yang ia buat dan segera memasang flysheet seperti biasanya.

"Ya Allah, kemana lagi anak itu? Di tinggal meleng sebentar aja, udah ilang." Gerutu Kalandra yang mencari keberadaan Naina.

Gadis yang semula duduk di belakangnya, tiba - tiba saja sudah tak nampak keberadaannya. Mungkij karena ia terlalu fokus mendirikan tenda, hingga tak sadar jika Naina beranjak dari tempatnya.

"Eh! Udah jadi aja, tendanya." Kekeh Naina.

"Dari mana aja? Jangan suka tiba - tiba ngilang gitu dong, Na. Mau tanganmu Abang ikat sama tangan Abang?" Omel Kalandra yang malah di sambut tawa oleh Naina.

"Dari sebelah situ tuh, Bang. Tetangga yang di depan tenda kemarin, ternyata ngecamp di sana." Kata Naina.

"Belum muncak juga, dia?" Tanya Kalandra.

"Belum. Katanya nyari sunrise." Jawab Naina.

"Emang sunrise di Gunung ini the best. Makanya banyak yang rela ngecamp lagi buat nunggu sunrise." Kata Kalandra.

"Aku jadi makin penasaran, selama ini cuma bisa lihat fotonya aja. Dulu pernah kesini, tapi gak bisa muncak karena hujan badai." Kata Naina.

"Hm'm. Besok In Syaa Allah, kamu bisa lihat langsung. Mudah - mudahan cuaca cerah." Kata Kalandra yang di aminkan oleh Naina.

Naina dan Kalandra kemudian mulai membereskan barang - barang mereka. Naina pun mulai menyusun peralatan masak di tempat awal saat mereka menginap di bawah.

"Abang mau kopi gak?" Tanya Naina yang berada di bawah Flysheet.

"Susu jahe aja, Sayang. Masih ada kan?" Jawab Kalandra dari dalam tenda.

"Oke." Kata Naina sambil tersenyum.

Panggilan dari Kalandra, entah mengapa selalu membuatnya tersipu. Padahal, ini bukan kali pertama ia berpacaran. Tetapi, kali ini terasa berbeda.

"Apa mungkin karena pacaran sama yang lebih tua, ya?" Batin Naina.

Saat bersama Kalandra, ia selalu merasa menjadi seorang adik. Pria itu seperti bisa menghilangkan bebannya sebagai anak pertama.

Tentu Naina juga merasakan beban sebagai anak sulung. Meskipun berlimpah kasih sayang, namun tuntutannya juga tidaklah sederhana.

Ia di tuntut sesempurna mungkin sebagai seorang anak dan sebagai seorang kakak dari kedua adiknya. Ia seolah di tuntut untuk selalu mengerti keadaan, tanpa ada yang mengerti bagaimana keadaannya.

Ia bak di kejar - kejar tanggung jawab yang kian menumpuk, tanpa mendapatkan hak yang seharusnya ia rasakan penuh. Tak ada tempat bercerita, ia terbiasa menanggung semuanya dalam kesunyian.

"Kenapa melamun?" Tanya Kalandra sembari mengusap kepala Naina.

"Enggak ada apa - apa." Jawab Naina sambil tersenyum.

"Cerita sama Abang kalau ada yang membebanimu, ya." Kata Kalandra.

"Yah, walaupun Abang gak akan banyak membantu, tapi seenggaknya kamu gak sendirian dan menanggungnya dalam diam." Imbuh Kalandra yang membuat Naina kembali tercengang.

"Apa Abang bisa baca pikiran atau isi hati orang lain, ya?" Batin Naina.

"Hey! Kenapa, sih? Lihat hantu? Apa Abang kayak hantu?" Tanya Kalandra yang kemudian mengambil alih pekerjaan Naina. Ia menuangkan air yang sudah mendidih ke gelasnya dan gelas Naina.

"Gak apa - apa. Speechless aja, kok kayaknya Abang bisa tau apa yang aku rasain." Jawab Naina, masih dengan tatapan herannya.

"Mungkin kita jodoh." Jawab Kalandra yang membuat mereka berdua terkekeh.

"Terlalu dini untuk menyimpulkan jodoh atau enggak." Kata Naina.

"Kenapa? Ini kan salah satu doa juga." Sergah Kalandra.

"Kita jalani dulu aja. Kita hadapi rintangannya. Barang kali, Abang akan menyerah menghadapiku yang sering menyala - nyala ini, di pertengahan nanti." Kekeh Naina.

"Ch! Tenang aja, Abang ini orang yang pantang menyerah. Api yang berkobar hebat saja bisa Abang padamkan. Masak hatimu enggak?" Jawab Kalandra yang membuat Naina tertawa.

"Pantang pulang sebelum padam!" Timpal Naina yang membuat mereka berdua tertawa.

1
Ita Xiaomi
Kalandra kalimat terakhir tlg direvisi bs bikin emosi nih😁
Ita Xiaomi
Daddy berkelit aja tuh 🤣
Nurlaila Elahsb
fans ya😀di maklumi aja na😊
Dewi kunti
mengantar yaaa
Nuri 73749473729
ada2 aja kamu kal... lanjut💪
Esther
bagi coklatnya Naina, jangan dihabiskan sendiri nanti sakit gigi😄😂
Nifatul Masruro Hikari Masaru
duh kal. bikin orang bete aja kata terakhir nya
Mulyani Asti
seru
Ita Rcwt
ga sabar ini nunggu lanjutannya😊
Nifatul Masruro Hikari Masaru
langsung dapat gelar mommy aja nih
Atik Kiswati
semoga langgeng sampe nikah ya....
Nuri 73749473729
lanjut thor💪
Dewi kunti
pacarnya boleh Nemu dihutan itu🤭🤭🤭🤭
Kristiana Subekti
semangat up nya thor 🥰
Faqisa Sakila
yg dsni happy2..
yg crita stunya ko serem sih thor..
doble up donk
Nifatul Masruro Hikari Masaru
wiiiih langsung gercep
Priyatin
mau .... ayo bang 🥰🥰🥰🥰
Priyatin
hah. ek kok aku yg kaget bang 😄😄😄
Atik Kiswati
lnjt..
Nuri 73749473729
nah tu na... mau dikenalin sama camer lanjut💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!