NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Dokter Bedah Jenius Di Dunia Hybrida

Reinkarnasi Dokter Bedah Jenius Di Dunia Hybrida

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Hybrid / Satu wanita banyak pria / Fantasi / Reinkarnasi / Dokter Genius / Harem
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lorong Smartphone

Lilyana Cooper, ialah seorang dokter bedah jenius dengan tingkat keberhasilannya dalam mengobati pasien 99% membuatnya diagung-agungkan sebagai dewi penyembuh oleh orang-orang.

Akan tetapi dalam 1% itu ialah hasil dari kegagalannya, entah kutukan atau apa tetapi ia selalu gagal mengobati orang yang ia sayang, termasuk suaminya sendiri.

Ditengah keterpurukan dan kehilangan orang yang ia mata cintaku, setelah ia gagal menyelamatkannya, tiba-tiba dia terbunuh saat sudah menyelamatkan seseorang ditangan seorang anak kecil, membuatnya langsung mati di tempat berdampingan dengan jasad suaminya.

Bukannya menyusul suaminya dan mati tetapi ia malah terlempar ke zaman kuno dimana semua penduduknya yaitu ras beasthuman, dan ia terlahir kembali sebagai salah satu penduduk disana, sebagai manusia setengah binatang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lorong Smartphone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesta yang penuh praduga

...----------------...

Akhirnya Yuna berdandan bersiap untuk pergi ke pesta setelah berdandan, dengan rambut hitamnya ditata tergerai ke samping, menggunakan anting berlian berbentuk oval, ditambah kalung berliannya senilai 28 karat dengan harga yang fantastis karya dari Johanes Evan, dipadukan gaun hijau satin selutut yang menghiasi tubuhnya.

Ia menahan rasa tidak nyaman bertanya-tanya mengapa gaunnya cukup pendek, setiap kali bertanya ia hanya teringat ucapan make-up stylish nya yang berkata singkat.

"Ini perintah Ceo juga untuk promosi beberapa barang yang sudah melakukan endorse untukmu."

Saat baru saja ia akan masuk ke dalam kediaman mewah yang dimiliki pendiri Matsubui tersebut, tempat pesta sedang berlangsung tiba-tiba langkahnya terhenti merasakan tarikan dari belakang membuatnya bingung.

"Kak Sakao?"

Sakao, manajer Aka-45 hanya terdiam selama beberapa saat sebelum tiba-tiba ia mengeluarkan sesuatu dari sakunya, sebuah Stun Gun berbentuk menyerupai korek ke tangannya.

"Ambil ini, gunakan jika terjadi sesuatu padamu, ini akan membuat orang dengan berat badan setengah ton pun akan pingsan, jangan panik dan gunakan jika terdesak."

Membuat seketika Yuna terdiam bingung bertanya-tanya apa maksudnya mengapa membawa benda yang diperuntukkan untuk melawan preman atau pencuri tersebut diperintahkan untuk dibawa ke pesta mewah yang dikelilingi orang-orang elite seperti ini.

"Untuk apa?" Ia bertanya-tanya ragu-ragu menatapnya linglung entah mengapa merasakan firasatnya jadi buruk.

Sang manajer hanya tersenyum tipis menunduk kaku sebelum mengelus rambutnya menatapnya sendu.

"Kau selalu kuanggap sebagai adikku, maaf tidak bisa berbuat apapun menahanmu agar kau tidak datang kesini,...Aku tau tapi... Ucapannya tiba-tiba terhenti sembari meremas tangannya sendiri.

Yuna hanya bisa tersenyum mulai mengelus tangannya, merasa bersyukur selama ia debut menjadi idol di industri hiburan yang begitu gelap, penuh tantangan membuatnya beberapa kali hampir menyerah, akan tetapi akibat kehadirannya yang selalu menemaninya membuatnya bersyukur karena menjadikannya motivasi semangat.

"Kak, tidak apa-apa, mengapa kau terlihat menakutiku? ini kan hanya sekedar pesta aku baik-baik saja." Balasnya sembari tersenyum berusaha terlihat baik-baik saja.

Akan tetapi malah membuat pria berusia 29 tahun itu tambah menatapnya sendu, ia tiba-tiba tersadar kemudian tersenyum mengangguk.

"Baiklah, di dalam kau harus berhati-hati, jika ditawari alkohol atau makanan apapun dari orang jangan kau makan ya, selalu ingat perintahku?"

Yuna seketika mengangguk cepat menimpali tentu saja ia selalu ingat larangannya, akibat begitu banyak orang-orang bermaksud jahat pada idol sepertinya, membuat sarana makanan menjadi maksud buruk apalagi sekarang saat berada di publik, ia tentu ingat selalu larangannya setiap kali untuk menolak makanan dari orang asing.

"Tentu!"

Seketika ia sedikit menghela nafas lega, kecemasan di dalam hatinya sedikit terangkat melihat keceriaannya walaupun ada rasa sesak di hatinya yang selalu coba ia sembunyikan.

"Jika begitu aku harus pergi, nanti setelah pestanya selesai, aku akan menjemputmu." sembari berbalik berjalan ke arah mobil tempat ia memarkirkan kendaraannya.

Tiba-tiba Yuna terdiam bingung bertanya-tanya apa maksudnya, mengapa ia ditinggalkan sendiri di perayaan tanpa ada seorangpun yang menjaganya, ini pertama kalinya ia melihat dan mengalaminya idol atau seorang artis ditinggalkan seorang diri, dan sekarang ia mengalaminya, rasanya pikiran buruk timbul tetapi ia selalu coba tepis dan berpikir positif.

"Mungkin karena manajer sibuk, atau emm... karena disini juga sudah ada banyak penjaga hebat, tidak mungkin ada yang bermacam-macam, lagipula aku punya handphone kan, nanti setelah selesai aku akan menghubunginya." Yuna bergumam lirih sembari memasukkan Stun Gun ke dalam tas yang sudah dipakai olehnya.

Sesampainya masuk ia tiba-tiba terpana melihat interior mewah di dalam rumah, ditambah ornamen pesta yang meramaikan arsitektur rumah yang ada, ia pertama kalinya mengalami pesta semewah ini di dalam hidupnya, yang selalu ia lihat di dalam film

"Mewah sekali, ada juga artis-artis yang selalu ini selalu ada di majalah musiman khusus artis papan atas, aku sangat beruntung terpilih datang kesini!" pandangannya celingukan mengamati setiap orang yang datang seketika senyumnya lebar merasa bersyukur, ia beberapa berterima kasih karena anggota timnya rela untuk menyerahkan posisi ini untuknya.

Tapi ia melihat orang-orang mulai berkumpul masing-masing berbincang, apalagi tokoh-tokoh perusahaan, top jajaran orang terkaya yang selama ini ia selalu liat di koran, tidak luput dari pandangannya membuat tiba-tiba bingung karena satu-satunya ia tanpa partner dan kenalan disini, ia bingung melakukan apa.

Akhirnya ia berjalan ke arah jajaran tempat sampanye berada juga berisi makanan diletakan, saat ia baru mau mengambil sebuah kue pie yang tersedia, tiba-tiba teringat ucapan manajernya.

"Baiklah, di dalam kau harus berhati-hati, jika ditawari alkohol atau makanan apapun dari orang jangan kau makan ya, selalu ingat perintahku?"

Membuat ia mengurungkan niat walaupun ngiler karena melihat tampilan mewah dan cantik kue-kue tersebut.

Tiba-tiba sebuah pelayan pria datang ke arahnya sembari sedikit membungkuk dan tersenyum formal.

"Anda pasti Nona Yuna Adison kan?"

Mendengar namanya dipanggil seketika Yuna menengok bingung kemudian mengangguk membenarkan. "Ya, ada yang bisa saya bantu?"

Pelayan pria dengan name tag, Junior Robert tersebut mengangguk kemudian melanjutkan ucapannya. "Tuan Uchia Tabate memanggil anda untuk datang ke ruangannya."

Seketika Yuna terdiam menatapnya terkejut bertanya-tanya mengapa orang besar sepertinya memanggil orang kecil sepertinya datang. "Haaa?"

Namun pelayan pria bernama Junior itu tidak menunggu reaksinya, mulai berjalan sembari menggeser tangannya ke samping agar mengisyaratkannya untuk mengikutinya.

"Silahkan ikut saya Nona Yuna."

Yuna mau tidak mau mengikutinya walaupun bingung, seketika ia berfirasat buruk saat fokusnya melihat sebuah kamar mewah terpampang di hadapannya.

"Mengapa kita disini?" ia mulai bertanya memastikan apakah perintahnya benar.

Namun pelayan itu tidak menjawab hanya mengetuk pintu, dan membukanya, seketika di dalam ruangan tersebut menampilkan beberapa pria berbagai usia duduk sembari berbincang dan meminum wine.

"Nona Yuna sudah datang sesuai perintah anda sekalian tuan."

Seketika Yuna mematung melihat para orang yang hadir di ruangan ini, tentu ia mengenalinya, ada Saron Sakarov pemilik perusahaan mobil terkenal Toka, Tias Monalog pemilik perusahaan tembaga Neonal, Jacob Nicolas pemilik perusahaan jam tangan Adfaka, dan terakhir Uchia Tabata pemilik perusahaan Mitsubui yaitu otomotif, dan semuanya berusaha diatas 50an.

"Oh ternyata ini idol wanita yang anda maksud?" Seorang pria dari perusahaan tembaga Neonal itu, Tias bertanya.

"Ya, terlihat muda kan? Usianya 17 tahun, Katanya dia masih murni." Uchia membalas menganggukkan kepala mulai membenarkan.

Jacob hanya diam mengamati, pria berusia 56 tahun tersebut terus memerhatikan tubuhnya terang-terangan dari atas dan bawah sembari menggoyangkan winenya, menjilati bibirnya beberapa kali.

Sedangkan Saron mulai terkekeh menatap rekan bisnisnya itu heran.

"Kau yakin? kau selalu mengambil hal muda seperti ini, ini tidak ilegal kan? Tapi aku tidak akan menolaknya."

"Hahaha tentu tidak, aku sudah sepakat mengambilnya setelah mengurus semuanya, si Makaoshi itu sudah setuju setelah aku menjanjikan akan menjadi sponsor perusahaannya untuk beberapa tahun ke depan, jangan khawatir, sekarang kita nikmati pesta ulang tahunku seperti biasa, nikmatilah." Sang ceo Mitsubui terkekeh hanya mengangguk mengiyakan sembari tertawa.

1
Musdalifa Ifa
semoga Lily tidak apa"
Sraine Annase
maaf kak lagi sibuk juga pasca lebaran sama nunggu kontrak juga, 😓 insyaallah deh sehari sekali bisa up
Musdalifa Ifa
jangan lama-lama up nya Thor🙏
Musdalifa Ifa
ada manusia lain yg melintas dunia binatang yah
Musdalifa Ifa: iya Thor seru, semangat up yah 💪
total 2 replies
Sraine Annase
siap kak😁 mungkin akan update dua hari sekali, saya akan usahain biar cepet2, soalnya butuh 1 jam lebih buaat bikin satu chapter 😭
Musdalifa Ifa
rajin dan semangat up Thor ceritanya bagus 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!