NovelToon NovelToon
Pengganti Yang Dipilih

Pengganti Yang Dipilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat / Misteri
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ayyun

Olivia Nugraha, gadis 18 tahun yang baru lulus SMA, terpaksa menggantikan kakaknya, Olin, untuk menikah dengan Juna demi menjaga nama besar keluarga mereka. Ia mencoba melawan, namun Oma selalu selangkah lebih maju. Pernikahan tetap terjadi.

Sementara itu, keberadaan Olin masih menjadi tanda tanya. Benarkah ia kabur? Atau ada alasan lain di balik menghilangnya? Dan mengapa namanya kembali disebut saat ia resmi menjadi bagian dari dinasti?

Karena mungkin… Olivia tidak pernah benar-benar dipilih untuk menggantikan Olin, tapi ia dipilih karena seseorang sudah mengincarnya sejak awal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Hari berganti hari. Bulan berganti bulan.

Olivia resmi menjadi mahasiswi. Ia mulai terbiasa dengan ritme baru hidupnya—kuliah pagi, rapat sore, dokumen malam. Ia juga mulai terbiasa dengan aturan rumah besar itu. Aturan tak tertulis. Jarak yang dijaga. Peran yang dimainkan.

Termasuk satu hal yang paling aneh di awal pernikahan mereka. Tidur sekamar, namun tidak sekasur.

Awalnya Juna bersikeras tidur di sofa panjang dekat jendela. Tetapi Olivia merasa itu terlalu mencolok. Jika suatu hari Oma atau kerabat datang mendadak, sandiwara mereka bisa runtuh hanya karena posisi bantal.

Akhirnya Olivia membeli satu ranjang tambahan. Ranjang lipat premium—model tanam seperti lemari dinding. Siang hari tersembunyi rapi, malam hari ditarik keluar dengan satu sentuhan. Kasurnya tetap tebal, tetap mahal, tetap elegan. Tidak ada yang bisa menebak bahwa suami-istri itu sebenarnya tidur terpisah.

Kasur utama—yang megah, luas, dan dipilih langsung oleh Oma—menjadi milik Olivia. Ranjang kedua itu milik Juna. Dan entah sejak kapan, pembagian itu terasa… normal.

Namun ada sesuatu yang berubah. Olivia mulai menyadari bahwa Juna sering memerhatikannya diam-diam. Tatapannya tidak lagi seperti dulu—sekadar tanggung jawab pada adik pacarnya. Tidak lagi seperti pria dewasa yang sekadar menjaga anak kecil agar tidak tersesat.

Dulu, saat Juna masih menjadi kekasih Olin, ia memang baik pada Olivia. Sabar. Melindungi. Tapi itu terasa wajar. Sekarang posisinya berbeda. Oliana menghilang dan Olivia adalah istrinya. Perubahan kecil itu perlahan membuat dada Olivia terasa asing.

Suatu waktu, Olivia sempat jatuh sakit. Demam tinggi, kelelahan, hingga harus dirawat beberapa hari di rumah sakit. Di sanalah semuanya terasa berbeda.

Juna tidak pulang. Ia bekerja dari ruang rawat inap. Laptopnya terbuka di meja kecil samping tempat tidur. Ia menjawab panggilan bisnis dengan suara pelan agar tidak mengganggu. Ia hanya pergi ke kamar mandi, lalu kembali lagi.

Saat dokter datang, Juna selalu berdiri di sisi ranjang. Saat Olivia membuka mata di tengah malam, Juna ada di sana. Tidak pernah benar-benar meninggalkan ruangan itu.

Kurang tidur jelas terlihat dari lingkar gelap di bawah matanya, tapi ia tidak mengeluh. Dan untuk pertama kalinya, Olivia melihatnya bukan sebagai suami atas nama. Bukan sebagai pria yang mencintai kakaknya. Melainkan sebagai seseorang yang… memilih tinggal.

Ketika ia akhirnya sembuh dan dipulangkan, malam itu Olivia terbangun lebih dulu. Ruangan kamar mereka sunyi. Ia menoleh ke sudut ruangan.

Ranjang lipat itu terbuka. Juna tertidur di sana, satu tangan terjatuh ke samping, wajahnya terlihat lelah namun tenang. Olivia memandangi siluetnya dalam cahaya lampu redup.

Ada sesuatu yang menghangat di dadanya. Apakah ini nyaman? Apakah ini rasa aman? Atau… Apakah ia mulai jatuh cinta? Ia tidak tahu. Dan ketidaktahuan itu justru membuatnya takut.

Di sisi lain, pesan-pesan misterius itu tidak pernah benar-benar berhenti. Nomor tanpa nama. Kalimat pendek. Peringatan samar. Jangan terlalu percaya.

Kamu hanya pengganti.

Dia tidak pernah benar-benar memilihmu.

Olivia tidak sepenuhnya mengabaikan pesan itu. Ia tetap mencari Oliana secara diam-diam. Menghubungi koneksi lama. Memeriksa kabar dari luar negeri. Menggali informasi sekecil apa pun.

Namun hasilnya tetap sama. Oliana seperti menghilang dari dunia. Tidak ada jejak jelas. Tidak ada kabar hidup. Tidak ada kabar mati.

Dan yang lebih aneh… Oma. Wanita yang dulu begitu keras menjaga nama keluarga, kini tidak pernah lagi menyebut nama Oliana. Tidak ada doa yang diucapkan keras-keras. Tidak ada pencarian terbuka. Tidak ada kemarahan.

Seolah Oliana… tidak pernah ada. Itu yang membuat Olivia paling gelisah. Karena kehilangan tidak mungkin dilupakan secepat itu.

Malam itu, ketika Olivia hampir tertidur, ponselnya bergetar pelan di bawah bantal. Satu pesan masuk. Nomor yang sama. Tangannya ragu sejenak sebelum membuka. Isi pesannya hanya satu kalimat:

Kalau kamu ingin tahu kebenaran tentang Olin, berhenti tidur di kamar itu.

Napas Olivia tercekat. Jantungnya berdegup keras. Perlahan, ia mengangkat pandangannya. Di sudut ruangan, Juna masih tertidur di ranjang lipat itu. Tenang. Tak bergerak.

Olivia menggenggam ponselnya erat. Kebenaran apa? Dan… siapa sebenarnya yang sedang ia tiduri satu atap dengannya?

1
Paradina
semangat kakak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!