NovelToon NovelToon
Pilot'S Barbaric Triplets

Pilot'S Barbaric Triplets

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Konglomerat berpura-pura miskin / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Office Romance
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

💞💞Ini kisah remaja si triple dari "Ratu Bar-Bar Milik Pilot Tampan"💞💞

______________________________________________

"Akankah 'Pilot's Barbaric Triplets' terbang tinggi, atau jatuh berkeping-keping ketika identitas mereka terungkap?

Alvaro Alexio Nugroho (Varo): di mata dunia, ia adalah pewaris ketenangan sang pilot Nathan. Namun, di balik senyumnya, Varo menyimpan pikiran setajam pisau, selalu selangkah lebih maju dari dua saudara kembarnya. Ia sangat protektif pada Cia.

Alvano Alexio Nugroho (Vano): dengan pesonanya memikat, melindungi saudara-saudaranya dengan caranya sendiri. Ia juga sangat menyayangi Cia.

Alicia Alexio Nugroho (Cia): Ia mendominasi jiwa Bar-bar sang ibunya Ratu, ia tak kenal rasa takut, ceplas-ceplos dan juga bisa sangat manja di saat-saat tertentu pada keluarganya namun siap membela orang yang dicintai.

Terlahir sebagai pewaris dari dua keluarga kaya raya dan terkenal, triplets malah merendahkan kehidupan normal remaja pada umumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Saat Cia, Vano, dan Varo memasuki mansion, aroma masakan lezat langsung menyambut mereka. Perut mereka yang keroncongan langsung berteriak minta diisi. Namun, mereka tidak punya banyak waktu untuk bersantai. Mereka harus segera bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah.

"Cepat mandi dan ganti baju," ujar Vano, dengan nada tergesa-gesa. "Kita sudah telat."

Cia menggerutu pelan, tetapi tetap mengikuti perintah Vano. Ia berlari menuju kamarnya dan segera membersihkan diri.

Setelah mandi dan mengenakan seragam sekolah, mereka berkumpul di ruang makan untuk sarapan. Mereka makan dengan cepat dan tanpa banyak bicara. Mereka tahu, mereka tidak boleh terlambat ke sekolah.

"Kita berangkat sekarang," ujar Varo, setelah menghabiskan sisa rotinya kedalam mulut.

Mereka berpamitan kepada Ratu dan Nathan,

"Mam! Pa! Kita pamit ke sekolah!" ujar ketiganya lalu bersalaman bergantian.

"Hati-hati jangan ngebut!" nasehat Ratu.

"Vano jaga adik-adik mu dengan baik!" tambah Nathan pada putra sulungnya yang berjarak hanya hitungan menit dari adik-adiknya itu

"Siap Pa!" lalu mereka bergegas menuju garasi. Mereka menaiki motor masing-masing dan melaju kencang menuju sekolah.

Tiga motor, dengan dua motor sport dan satu metik itu meraung membelah kemacetan pagi Jakarta. Di atas motor itu, tiga remaja dengan seragam SMA memacu adrenalin, terlambat di hari kedua di sekolah baru, bukanlah hal yang baik. Bisa-bisa mereka akan mendapatkan hukuman ganda.

"Sial! Macetnya parah banget!" Cia, dari balik helmnya. Ia melirik jam tangan tangannya dengan panik. Jam menunjukkan sudah lewat dari waktu masuk sekolah.

Vano, hanya mendengus datar di sampingnya. "Fokus menyetir, Cia! Jangan sampai celaka," ucapnya tenang, tapi dengan nada memperingatkan. Ia selalu menjaga kedua saudaranya, memastikan mereka aman dalam situasi apapun.

Varo, mencoba mencairkan suasana tegang. "Santai, guys! Anggap aja ini adegan pembuka film action! Kita kejar-kejaran sama waktu!" Ia memasang senyum andalannya, mencoba menyemangati diri sendiri dan kedua saudaranya.

Harapan mereka untuk tiba tepat waktu pupus saat melihat pintu gerbang sudah tertutup rapat lengkap dengan gemboknya.

Dari jauh mereka melihat sosok yang ia yakini sebagai guru BK yang sedang berdiri tegak di depan meja piket yang tak jauh dari pintu gerbang SMA Garuda. Ekspresi wajahnya datar, tapi auranya memancarkan ketegasan seorang guru BK yang siap menghukum murid-murid yang melanggar.

"Sial kita telat," bisik Cia, kesal, "Bolos bukanlah pilihan yang tepat untuk saat ini, apa lagi jika sampai ketahuan sama Ratu dan Nathan, bisa-bisa hukuman mereka di tambah jadi dua kali lipat, dan itu bukan hal yang baik untuk mereka.

Varo mencoba tersenyum menenangkan, meskipun senyumnya terasa kaku. "Oke. Mari kita hadapi guru BK dengan ... pesona Nugroho?"

Cia mendengus sinis. "Pesonamu nggak mempan buatnya, Varo. Dia kebal pesona, gue yakin itu," ujarnya sinis.

Di tengah kepanikan mereka, seorang gadis dengan napas tersengal-sengal berhenti di depan pintu gerbang. Wajahnya pucat, rambutnya sedikit berantakan, Ia tampak seperti habis mengikuti lomba lari maraton.

"Senja!" seru ketiganya berbarengan.

"Eh! Kalian telat juga! Kok bisa barengan gini ya?" sahut Senja, setelah berhasil mengatur napasnya .namun jantungnya masih berdebar kencang.

"Iya! Nih! Berarti Lo memang di takdirkan jadi bestie kita. Btw! Lo, kenapa lari-lari sampai ngos-ngosan gini? Kayak dikejar debt collector?" tanya Cia, penasaran. Ia bingung, ada orang rela lari demi masuk sekolah.

"Angkot yang gue naikin tiba-tiba mogok di pas di simpang tiga sana! Makanya gue lari aja. Eh, ternyata tetep telat," jawab Senja, dengan nada putus asa.

Vano hanya menyimak dalam diam, otaknya berputar cepat menganalisa. "Kenapa Senja naik angkot?" gumamnya dalam hati. Instingnya sebagai pengamat ulung merasakan ada sesuatu yang janggal dengan gadis itu. "Gue harus cari tahu siapa sebenarnya Senja ini."

"Oh, kirain!" balas Cia, mengangkat bahu. "Kalau gitu, ikut kita-kita aja, yuk!" ajaknya, menarik tangan Senja. Insting Cia mengatakan bahwa Senja bisa menjadi teman yang menarik.

"Kemana?" tanya Senja, bingung.

"Ya, masuk kelas lah, kemana lagi?" jawab Cia, seolah-olah pertanyaan Senja sangat bodoh.

"Bagaimana caranya? Kan, pintu digembok?" tanya Senja, polos.

Cia menyeringai misterius. "Gue punya pintu rahasia. Mau ikut nggak? Atau lo mau nungguin guru BK menjemput lo di sini?"

Senja tampak ragu. Ia tidak terbiasa melanggar aturan. Namun, bayangan Bu Fani yang galak membuatnya memilih untuk mengambil risiko. "Emm... baiklah."

Dengan enggan, Senja ikut Cia, Vano, dan Varo menuju tembok belakang sekolah. Tempat itu tampak sepi dan rindang, ditutupi oleh pohon mangga yang besar.

"Mana pintu masuknya?" tanya Senja, celingukan mencari pintu di tembok.

"Nama juga pintu rahasia, mana ada kelihatan, Senja!" cetus Varo, terkekeh geli. Ia melayangkan senyum menawannya pada Senja, mencoba membuatnya merasa nyaman.

"Ayo, cepat sebelum kita ketahuan!" seru Cia, yang entah sejak kapan sudah nangkring di atas tembok setinggi "Cia!" pekik Senja, terkejut melihat Cia sudah berada di atas tembok. Ia merasa ngeri melihat ketinggian tembok itu.

Cia hanya menyengir lebar, seolah memanjat tembok adalah hal yang biasa. "Hmm ... apa kamu bisa manjat?" tanya Vano, dengan nada tenang namun menyelidik. Ia meragukan kemampuan Senja untuk memanjat tembok setinggi itu.

Senja menggelengkan kepalanya dengan gugup. "Ini terlalu tinggi, Vano!" keluhnya. Ia memang tidak pandai dalam hal memanjat atau melakukan kegiatan fisik yang ekstrim.

Vano berpikir sejenak, otaknya berputar mencari solusi terbaik. "Kalau gitu, naik ke atas pundak gue. Nanti dibantu Cia dan Varo," tawarnya, dengan nada tenang dan terpercaya. Ia yakin, dengan kerja sama, mereka bisa mengatasi masalah ini.

Senja tampak ragu, tapi akhirnya mengangguk setuju. Dengan bantuan Varo yang menunduk dan merendahkan tubuhnya, Senja perlahan menaiki pundaknya. Cia yang sudah berada di atas tembok mengulurkan tangannya, menarik Senja ke atas dengan hati-hati.

Setelah beberapa menit yang menegangkan, Senja akhirnya berhasil naik ke atas tembok. Ia bernapas lega, merasa bangga karena telah mengatasi ketakutannya.

"Oke, semuanya sudah naik?" tanya Vano, memastikan tidak ada yang tertinggal.

"Sudah!" jawab Cia dan Varo serempak.

Vano mengintip dari balik tembok, memastikan keadaan aman untuk melompat. "Oke, clear! Siap untuk terjun?"

Cia melompat lebih dulu, mendarat dengan sempurna di atas rumput yang lembut. "Asyik!" serunya, dengan nada riang.

Varo menyusul, dengan gaya cool-nya. "Easy peasy!" serunya, mengangkat kedua tangannya.

Senja tampak ragu untuk melompat. Ia takut jatuh dan terluka.

"Tenang aja, Senja. Gue bakal lindungi lo," ujar Vano, dengan nada meyakinkan. "Pegangan yang erat, dan lompat aja. Gue janji nggak bakal lepasin lo."

Senja menelan ludah, mencoba memenangkan rasa takutnya. Ia memejamkan matanya dan melompat, mempercayakan keselamatannya pada Vano.

Mereka berdua mendarat dengan selamat di atas rumput, dengan posisi yang cukup dekat. Senja merasakan jantungnya berdegup kencang, bukan hanya karena takut, tapi juga karena merasakan sentuhan Vano.

"Lo nggak apa-apa?" tanya Vano, menatap Senja dengan tatapan khawatir.

Senja mengangguk, wajahnya merona merah. "Gue nggak apa-apa," jawabnya, gugup.

Begitu mereka hendak melangkah, sebuah suara serak yang menusuk jiwa mengejutkan mereka.

"Kalian bertiga! Berhenti di situ!"

Jantung Cia, Vano, Varo, dan Senja serasa berhenti berdetak. Mereka menoleh ke arah sumber suara dan melihat Bu Fani berdiri di dekat pohon mangga, dengan tatapan murka dan tangan berkacak pinggang. Aura kekuasaan seorang guru BK terpancar kuat, membuat mereka gemetar ketakutan.

Cia mengerutu pelan, "Sial!" lalu berbalik dengan memasang wajah tanpa dosa. "Eh, Ibu! Cantik bangat hari ini!" ujarnya, dengan senyum semanis madu. Ia berharap, pesonanya bisa sedikit meredakan amarah Bu Fani.

Bu Fani, yang telah bekerja di SMA Garuda hampir dua puluh tahun, merasa seperti mengalami Dejavu. Seketika nama Ratu terlintas di benaknya.

Bersambung ...

1
Muft Smoker
waah waah ad yg cemburu nii ,,
🤭🤭

kak dtggu next bab ny yx ,,
cerita ny baguuuus ,,
Surya
ya Thor lebih tegas lagi Cianya
Surya
lanjut kak keren banget ceritanya
Juli Restiarini
lanjutnya jangan lama2 lgi seru ni
riniandara: mohon maaf belum bisa up rutin karena, author lagi berduka ayah author meninggal dunia.
total 1 replies
Surya
Cerita yang menarik untuk di baca.. karakter yang kuat aku sih suka kak terima kasih
Surya
Varo kebagian juga, aku mu juga dong di angkat jadi cucunya Opa Anggara/Facepalm//Grin/
Surya
ancaman pamungkas buat Cia kocar kacil /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Surya
wah bab pertama sih udah keliatan seru banget karakter utamanya dapat bangat. semoga kedepannya lebih seru semangat kak./Heart//Heart//Heart//Rose//Rose//Rose/
mimi
gak tau aja Bu Fani kalau ini triplenya Ratu dan Nathan /Facepalm//Facepalm/
mimi
lanjut kak, semakin menarik kak triple Alatas dan Nugroho ini mah di lawan./Facepalm//Facepalm//Facepalm/
_bunda@dlan_
thour karakter x cia lebih ditegassin lgi donk, kyak ibunya 🤣
mimi: setuju lebih greget lagi Thor
total 2 replies
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
mimi
salah cari lawan ini mah
mimi
seru banget aku suka
mimi
wah triple bereaksi nih pasti seru banget... semangat ya thor awalnya sudah menarik dan penasaran aku suka karakter tokoh yang kuat.
riniandara
Jangan lupa tinggalkan jejak yang teman-teman/Applaud//Pooh-pooh/
riniandara
Hay semua! apa kabarnya. Semoga semua dalam keadaan sehat dan mudah rejeki ya. terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca karya sederhana author semoga menghibur. jika kalian suka jangan lupa like dan kasih vitamin yang banyak buat author supaya rajin dan semangat untuk up/Applaud//Applaud/ terimakasih.
Muft Smoker: siap kak author ,,
semangat truus ,,
total 3 replies
Mama lilik Lilik
ini kisah anak² ratu dan Nathan ya KK author, hmmm sepertinya menarik 👍💪semangat kk, terimakasih 🙏
riniandara: iya kakak. terima kasih supportnya/Applaud//Applaud//Kiss/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!