NovelToon NovelToon
Legenda Manik Penciptaan

Legenda Manik Penciptaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Misteri / Light Novel
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Slycle024

Di bawah bayang-bayang aturan feodal-kultivasi, di mana jenius dari kalangan bawah pada akhirnya akan terkubur, Chen Yuan memilih mengamati.

Mengetahui bahwa sang ibu angkat telah dimanipulasi dan bahkan menganggapnya, pecahan kesadaran anak kandungnya sendiri, ia memilih untuk membayar hutang budi itu—bukan dengan darah, tetapi dengan memainkan peran untuk melindungi dan memperbaiki kehidupan saudaranya.

Di dunia yang kejam dan penuh kepentingan, ia memilih mencoba lagi untuk merasakan arti ketulusan, bukan pertukaran.

Demi membuatnya bahagia dan mampu berdiri di dunia ini, ia bahkan mencoba berbagai cara untuk meningkatkan eksistensinya.

Namun semua itu hanyalah awal.

Di balik semua itu, misteri tentang dirinya sendiri sangat rumit, apalagi segala sesuatu di sekitarnya.

Ini adalah kisah tentang seorang pemuda yang ingin mencoba lagi–bukan untuk kekuasaan, melainkan untuk menemukan arti kehidupan yang tak sempat ia miliki.

Kelanjutan World of Cultivation: Aimless Journey

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Slycle024, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lima belas tahun berlalu

Malam hari, di suatu tempat yang tidak diketahui.

Seorang pemuda lima belas tahun duduk di atas batu pipih yang dingin. Ia menatap puncak gunung yang suram seperti hidupnya sendiri, sementara lirih lolos dari bibirnya, 

“Hehehe… hahaha… hancur lagi… dantianku dihancurkan lagi…. kenapa... Kenapa selalu seperti ini?”

Pemuda itu bernama Chen Yuan, anggota keluarga Chen di bagian barat Benua Awan. Meski terlahir dari keluarga kecil, ia terbiasa menelan hinaan apapun. Bahkan di ambang kematian, ia tetap bertahan.

Tepat ketika hendak mengeluh lagi, suara misterius tiba-tiba bergema di telinganya.

“Bocah kecil! Kamu butuh bantuan?”

Dengan tatapan tidak percaya, Chen Yuan menoleh dan mengamati sekeliling dengan waspada, tetapi tidak menemukan apapun. 

Saat ia mulai berpikir keras, suara itu terdengar kembali.

“Berhenti mencari. Di bawah batu.”

Mata Chen Yuan berkontraksi. Ia melompat mundur seperti kucing yang disiram air. Perlahan-lahan, sebuah pikiran liar muncul dalam benaknya.

“Ini pasti harta karun! Pasti sangat mahal!” serunya, disusul tawa penuh harapan. “Hahaha… surga tidak meninggalkanku… akhirnya! Aku pasti akan menuntut balas. Mereka harus membayar semua penghinaan ini!”

Namun, sebelum kegembiraan itu menguasainya, suara itu muncul lagi.

Kali ini lebih berat, lebih dalam, dan penuh arti. 

“Anak kecil, kamu sangat menyedihkan. Apakah pertemuan kita sudah ditakdirkan. Baiklah. Mari buat kesepakatan?” 

Bersamaan dengan kata-kata itu, bayangan transparan muncul, melayang, dan menatapnya dengan senyum yang seolah menyimpan rahasia ribuan tahun.

Chen Yuan menatap bayangan itu.

Hantu? Tidak, kata ibu praktisi kuat masih bisa hidup meskipun tubuhnya hancur. Tunggu… apa dia ingin tubuh sampahku? Sudahlah, ini mungkin kesempatan, lebih baik dengarkan dulu.

“Kesepakatan seperti apa? Apa yang harus aku lakukan?” katanya dengan suara tegas.

“Sangat sederhana,” jawab sosok transparan itu. “Aku hanya ingin kamu pergi ke Keluarga Xia, atau lebih tepatnya, Sekte Tianyuan Sanmai.”

Chen Yuan terdiam kaku. 

Ia menekan amarahnya dan berkata dingin, “Dari semua keluarga, aku paling membenci tiga keluarga utama. Kenapa harus mereka?”

Tetua transparan terdiam beberapa saat. Kemudian, suaranya kelelahan keluar dari bibirnya, “Ternyata banyak hal telah berubah sejak aku terjebak di sini,” Ia menatap Chen Yuan dalam-dalam. “Kau memiliki afinitas terhadap elemen api. Jika kamu bersedia, mengobati kecacatan sekaligus mengajarkanmu cara meramu pil bukan hal yang mustahil bagiku.”

Chen Yuan mengerutkan alis. 

Ia tahu bahwa keluarga Xia, sangat dominan dalam memonopoli seluruh produksi pil di wilayah ini. Kesempatan belajar alkimia memang sangat langka, hampir mustahil diperoleh oleh orang luar. 

Tapi… apakah semudah itu? 

Setelah percakapan panjang, kesepakatan pun tercapai.

Chen Yuan mulai menggali tanah di bawah batu, hati-hati setiap inci. Beberapa saat kemudian, jarinya menyentuh sesuatu yang keras—sebuah labu aneh terkubur di dalam tanah.

Aura spiritual yang murni dan kuat langsung menyelimuti sekitarnya. Ia menyingkirkan tanah yang menempel, lalu perlahan membuka tutup labu itu.

Sekejap kemudian, gelombang aneh menyapu tubuhnya.

Rasanya seperti ribuan jarum halus menusuk ke dalam tubuh—bukan rasa sakit, melainkan sensasi seolah jiwanya ditarik ke dalam sesuatu yang tak terlihat.

Melihat itu, tetua transparan berseru dengan suara yang terdengar tulus, “Tenang! Rasakan dengan hati. Hal itu mungkin bisa membantumu terlahir kembali!”

Chen Yuan menelan ludah dan memaksakan diri untuk tetap tenang.

Energi itu berputar di seluruh tubuhnya, menyapu setiap sel dan saraf, seolah menyusun ulang potensi yang tersembunyi di dalam dirinya. Bahkan membuat tubuhnya terasa ringan, hampir melayang. Namun, sesekali muncul sensasi hangat dan menenangkan.

“Bagaimana?” tanya tetua itu.

“Sangat menyegarkan,” jawab Chen Yuan dengan napas bergetar namun puas. “Padahal ini hanya uap kasar.” 

Ia kembali duduk di atas batu pipih, tetap waspada, pikirannya dipenuhi pertanyaan. 

Apa sebenarnya harta di dalam labu itu? Harusnya Qi spiritual tipe penyembuhan tidak langsung menusuk ke dalam kesadaran, benarkan?

Tetua transparan mengamati Chen Yuan sejenak, lalu berkata dengan sedikit pujian, “Sebelum dantianmu hancur, bakatmu cukup baik. Tapi yang benar-benar luar biasa adalah kedewasaan yang terpancar darimu.”

Chen Yuan menyipitkan mata. 

“Kamu bilang akan memberiku kesempatan… bukan hal kecil ini, kan?” katanya dengan rasa penasaran.

Tetua transparan tertawa pelan.

“Aku mungkin hanya memperbaiki pondasimu. Namun dengan pengetahuan yang kumiliki, namamu pasti akan bergema di sepanjang zaman.”

Chen Yuan terkejut. Tunggu! apa maksudnya?

Melihat keraguan yang terpancar dari Chen Yuan semakin besar, tetua transparan terkekeh. Tiba-tiba mengangkat jarinya, menunjuk tepat ke alis Chen Yuan. Sekejap kemudian, kesadaran Chen Yuan seolah diikat. Tubuhnya membeku, tak mampu bergerak.

“Kamu sebenarnya sudah menyadari sejak awal,” kata tetua transparan itu sambil tersenyum. “Tapi kamu terlalu ceroboh.”

“Kau!” Chen Yuan berteriak marah dan panik. “Ingin membunuhku?!”

“Membunuhmu?” Tetua itu tertawa ringan. “Di mataku, kamu bahkan tak lebih dari semut. Nak, ini kebebasan yang aku berikan padamu. Kamu juga tidak perlu berterima kasih padaku.”

“Lebih baik aku mati daripada hidup seperti ini!” teriak Chen Yuan dengan suara bergetar. “Kamu kejam! Kamu pasti akan dihukum oleh surga!”

Tetua itu justru tertawa terbahak.

“Hahaha! Hukuman surga?”

“Betapa menggelikan! Hal paling kejam yang pernah dikutuk manusia… justru adalah surga itu sendiri!”

Ia menatap langit malam dengan penuh penghinaan dan kegembiraan. Suaranya menggema di pegunungan yang suram.

Bulan semakin terang. 

Tawa itu perlahan berhenti. 

Udara mendadak terasa dingin, disertai hembusan angin menusuk. 

Gunakan jiwa sebagai media, kehidupan untuk kematian, kematian untuk kehidupan, pembalikan!

Sebuah mantra bergema dan telapak tangan tetua transparan menempel di alis Chen Yuan. Gelombang panas yang dahsyat mengalir ke dalam kesadaran Chen Yuan dengan ganas.

Chen Yuan mengerang kesakitan. Matanya perlahan terpejam, dunia di sekelilingnya memudar, dan jiwanya terasa terkoyak, bahkan ingatannya sendiri terbakar sedikit demi sedikit.

Entah berapa lama…

Saat berikutnya, tetua transparan dalam tubuh Chen Yuan membuka mata dan berkata dengan nada yang dipenuhi kekecewaan. 

“Tubuh ini terlalu menyedihkan, terlalu mengecewakan…”

Tepat saat itu, sebuah suara dingin tanpa emosi tiba-tiba bergema di benaknya, “Kondisi yang ditetapkan nyonya terpenuhi…”

Tetua transparan itu awalnya terkejut, tetapi segera bereaksi, dan bertanya dengan kaget, “Siapa kau? Aku jelas sudah menghapus kesadaran anak ini. Keluarlah, hadapi…. Ahhh tidakkk!”

Namun sebelum ia selesai berbicara, sesuatu kekuatan yang mengerikan menekannya, merantai jiwa primordial tetua transparan hingga tidak bisa berkutik sedikitpun.

“Tuan Anda kembali…”

Sesaat kemudian, Chen Yuan, dalam keadaan linglung terbangun oleh sebuah suara yang sangat familiar. Dia membuka matanya dan menyadari bahwa ada pecahan ingatan milik orang lain yang sangat berantakan.

“Tuan…”

Suara itu terdengar lagi. Kali ini, Chen Yuan mendengar dengan sangat jelas, dan dia berkata, “Siapa kamu? Ingatan berantakan siapa ini?”

“Saya Xiaoshi! Roh manik dunia tersegel,” Suara familiar itu terdengar lagi di benaknya. “Lima belas tahun lalu, nyonya menggunakan bunga darah asal untuk membentuk tubuh baru untuk anda. Namun, saat itu anomali terjadi, dan tubuh anda menyusut menjadi seorang bayi.”

Chen Yuan menggertakan gigi, tampak kebingungan, tetapi dia bisa merasakan kekuatan luar biasa yang tersegel.

Tubuhku… bayi? Bagaimana bisa? 

Ia menatap tangannya, mencoba memastikan sesuatu.

Apa mungkin tubuhku hancur saat menembus alam kelahiran jiwa? Mungkinkah kekuatan besar yang tersegel dalam tubuhku… itu jiwa baru lahir milikku? 

Alisnya berkerut. 

Tapi… kenapa aku tidak ingat? Apa yang terjadi lima belas tahun lalu?

Ia bertanya dengan rasa penasaran, “Nyonya yang kamu maksud itu Mu Lanxing? Lalu, kenapa aku merasa ada beberapa ingatan yang hilang?”

“Benar Tuan,” kata Xiaoshi. “Nyonya juga berpesan bahwa setelah Tuan mencapai alam semi-surga, datanglah ke wilayah selatan benua jika ingin mengetahui kebenaran. Selain itu, nyonya memperingati agar Tuan selalu menjaga diri dengan baik, terutama dari para bunga.”

Mendengar itu, dahi Chen Yuan berkedut. 

Padahal pernikahan kami hanya kesepakatan belaka, aku juga sudah menolaknya, lalu kenapa dia masih begitu agresif seperti ini… apakah dia ingin balas dendam? 

Alisnya berkerut. 

Tunggu… ini pengalihan… bagaimana mungkin? Haruskah aku bertanya lebih lanjut?

Menghela nafas dalam-dalam, dia bertanya, “Berikan aku informasi yang bisa di akses saat ini, terutama tentang kejadian masa lalu.”

...

Setelah mendengar informasi dari Xiaoshi, Chen Yuan menyadari bahwa ia harusnya bangun setelah umur 20 tahun. Namun karena kejadian tidak terduga, Xiaoshi memaksanya bangun lebih awal, menyebabkan sebagian ingatannya hilang.

Selain itu, Xiaoshi juga tidak bisa membuka portal ke dunia kecil secara sembarangan, terutama di benua Awan. Hal ini membuatnya tidak puas. Bagaimanapun, semua harta yang ia miliki ada di dalam sana.

Secara garis besar dia paham apa yang terjadi.

Meskipun ia tidak tahu alasan Mu Lanxing melemparnya ke benua Awan bagian barat. Namun untuk kasus manik dunia tersegel, ia sangat paham.

Melirik isi ruang penyimpanan yang dijadikan liontin sebuah kalung, senyum tipis muncul di bibirnya. 

Setidaknya aku bukan anak terlantar yang miskin. Tapi… kenapa Chen Yuan saat ini tidak menyadarinya?

Setelah beberapa kali menyusun semua tragedi, Chen Yuan menyadari bahwa terlalu banyak informasi yang kabur. Ia menatap langit malam dan kesepian terpancar dari sorot matanya.

Lanxing oh Lanxing, kenapa kamu seperti ini? Kau bahkan mengambil otoritas Xiaoshi dariku…Wanita jahat… kau pasti akan menyesal nanti.

Apakah tujuan dia agar aku merasakan kasih sayang sebuah keluarga? Ya, ini mungkin… ini juga sangat konyol!

Setelah mengumpat beberapa kali dalam hati, ia telah memantapkan diri dengan sifat dingin dan tenang khas miliknya di masa lalu.

Tiba-tiba, ia merasakan dua praktisi mengamati dari balik pepohonan.

Menarik napas pelan-pelan, Chen Yuan menoleh dan memandang pepohonan di belakangnya. “Hei kalian dua monyet hitam, enyahlah dari sini, aku sedang tidak ingin mengotori tanganku saat ini.”

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!