NovelToon NovelToon
Genius Modern Dinegeri Kuno

Genius Modern Dinegeri Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Ruang Ajaib / Fantasi Wanita
Popularitas:471k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

Qing Lizi, seorang yatim piatu berprofesi sebagai dokter militer genius yang menguasai banyak hal. Selain cantik, ia juga memiliki dedikasi tinggi pada tugasnya.

Gadis berusia 30 tahun yang gemar akan tantangan, memilih bergabung dengan pasukan militer negara setelah mendapat lisensi kedokterannya.

Saking geniusnya, Qing Lizi sudah meraih gelar dokter specialis diusia dua puluh empat tahun.

Kariernya berjalan mulus, bermacam misi telah ia jalani, hidup mapan, banyak teman, digandrungi puluhan pria.

Sayangnya Qing Lizi tak berumur panjang. Ia harus kehilangan nyawa saat bertugas dinegara berkonflik bersama tentara perdamaian.

Namun bukannya pergi kesurga atau neraka, jiwa Qing Lizi malah pindah keabad kuno, menempati tubuh seorang gadis berusia sepuluh tahun.

Suatu hari, Qing Lizi mendapat anugerah sebuah cicin ajaib yang memberinya banyak keutungan.

Bagaimanakah kisah perjalanan Qing Lizi dikehidupan keduanya ini..?

Apa fungsi cincin ajaib yang melingkar dijari manis Qing Lizi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teman Baru

"Ibu, itu kakak Tanghulu..!" seru bocah lelaki berusia tujuh tahunan dari atas kereta, menunjuk tiga sekawan yang sedang membuka lapak.

Si ibu menyembulkan kepalanya dijendela yang terbuka lebar.

"Ah benar...!" balas sang ibu, lalu menyuruh si kusir menepi.

Sang ibu membantu putranya menuruni kereta, lalu menuntun posesif menyambangi tiga sekawan.

Qing Lizi melihat ibu-anak itu, ia masih amat mengenali keduanya.

"Salam nyonya, tuan muda...!" sapa Lizi sopan.

Sang ibu tersenyum ramah, si anak menerbitkan tawa kecil nan riang.

"Berikan kami sepuluh Tanghulu..!" kata si ibu.

"Nyonya, kami memiliki tiga macam Tanghulu. Ada Tanghulu kosong, isian kacang, juga selai buah."

Qing Lizi menunjuk tiga piring kecil dimeja "silahkan nyonya dan tuan muda cicipi..!"

Ibu-anak itu dengan suka hati mengambil satu butir buah dari kedua varian rasa. Untuk yang kosong mereka sudah pernah merasakannya.

Mata jernih si bocah tampan berbinar merekah "ibu, ini enak sekali..!"

Sang ibu mengangguk setuju sembari mengunyah pelan.

"Berapa harga yang isian..?"

"Tujuh wen nyonya...!"

"Kalau begitu berikan aku lima untuk masing-masing rasa."

Jang Jiayi gegas membungkus, Huang Feng menerima pembayaran.

Si ibu dan anak pergi, datang lagi nyonya pembeli yang hari itu.

"Akhirnya kalian muncul juga..!" serunya berjalan cepat mendekati lapak tiga sekawan.

"Aku sampai bosan melewati jalan ini hanya untuk mencari kalian, kenapa baru berdagang lagi..?" oceh ketus si bibi namun terselip canda kehangatan.

"Kami baru mendapatkan buahnya nyonya, maaf jika sudah mengecewakanmu." sahut Lizi.

"Tidak masalah, yang penting hari ini putraku tidak lagi menangis. Berikan aku sepuluh Tanghulu.'

Sama seperti pada ibu dan anak tadi, Lizi menjabarkan varian rasa dan memberikan tester.

Si bibi makin girang, ia membeli lima belas tusuk juga.

Lambat laun customer pun berdatangan. Memborong Tanghulu, jajanan baru yang menggoda minat.

Kali ini satu jam waktu yang dihabiskan tiga sekawan untuk berjualan.

Empat puluh tanghulu kosong menghasilkan dua ratus wen.

Sedangkan enam puluh varian isi, tiga sekawan mendapat empat ratus dua puluh wen.

Lapak dibenahi, ketiganya lalu menuju ketoko material.

Genting serta bata adobe dipesan, berikut kayu kamper dan Zitan, serta bahan bangunan lainnya.

"Kenapa memesannya sedikit..?" tanya Qing Lizi dengan ekor mata meruncing tajam.

"Itu sudah banyak..!" jawab Huang Feng tersenyum, mengusap lembut pucuk kepala Lizi.

Qing Lizi diam sejenak, sebelum akhirnya ia mengerti akan situasi.

Kemarin Lizi cuma memberi lima puluh tahil, makanya kedua sahabat hanya sedikit membeli material bangunan.

Sebenarnya untuk ukuran rumah desa, empat puluh tahil sudah sangat mewah. Meski bagi orang kaya tetap terlihat kumuh biasa saja.

"Tambahkan material mereka sama seperti punyaku." Lizi mengeluarkan lima puluh tahil, menyerahkannya pada pemilik toko.

"Lizi..!" seru Huang Feng dan Jang Jiayi kompak terkejut.

"Perbaiki rumah sekalian yang luas dan bagus, agar kita bergerak bebas, nyaman dimasa depan."

Transaksi dilakukan, mereka cuma membayar DP.

Pelunasannya itu menjadi urusan orangtua mereka dirumah saat pengiriman material.

Ketiganya lalu berwisata kuliner kaki lima sembari menikmati suasana Ibukota.

"Tolong-tolong...!"

Teriakan panik mengalihkan perhatian tiga sekawan. Mereka menoleh serempak, mendapati kerumunan didepan paviliun Nuwa.

Ketiganya ikut kepo, bergegas lari membelah kerumunan.

Ditengah lingkaran ada seorang pemuda berpakain sutra terkapar ditanah. Mulutnya berbusa, badannya kejang-kejang dengan mata mendelik.

Dua pria berusia kisaran tiga puluhan nampak bingung, panik, cemas. Menahan badan sang tuan yang meronta kuat.

Kelopak mata Qing Lizi menyipit, pemuda itu menderita epilepsi.

"Lepaskan, jangan ditahan pergerakannya...!" pekik Lizi.

Gadis itu mendekat, berjongkok disisi pemuda yang meronta.

Tubuh sang tuan muda makin kejang begitu belenggunya dilepaskan.

Kedua ajudan menegang, memandang gadis cantik disebelah mereka dengan tatapan rumit.

"Jika penyakit tuan kalian kambuh, jangan pernah menahannya seperti tadi. Itu bisa mengakibatkan cidera otot dan jangan memasukkan apa pun dimulutnya, karena akan menghalangi jalan napas."

Qing Lizi melonggarkan kerah dan ikat pinggang si pemuda "miringkan tubuhnya..!"

Kedua ajudan gegas membantu Lizi, memiringkan raga sang majikan kesebelah kanan.

"Bantal, atau apa saja yang empuk untuk alas kepala." pinta Lizi sembari menahan kepala pasien agar tegap sejajar dengan badan.

Satu pelayan berlari kekereta, mengambil bantal kapas empuk.

Lizi mengatur bantal tersebut, meluruskan kaki serta tangan pasien, lalu memberi usapan lembut dipunggung.

Perlahan kejang pasien melambat, cengkraman dan keratan gigi mengendur.

"Obat apa yang dikonsumsi tuan muda..?" tanya Lizi tanpa menghentikan usapannya.

Satu ajudan memberikan resep obat yang tadinya ingin mereka beli dipaviliun Nuwa.

Alis Qing Lizi menukik tajam, melihat nama-nama herbal dan dosis yang tertera.

"Apa ada yang salah nona..?" tanya salah satu ajudan.

Itu adalah resep dari tabib ilahi berharga sepuluh tahil untuk enam kali minum.

"Apa ini dari tabib Gong..?"

Kedua ajudan mengangguk.

Qing Lizi menghela nafas "tuan kalian menderita epilepsi, aku mempunyai obat untuk penyakit ini. Tapi aku tidak tahu apa kalian akan mempercayainya, terlebih tuan muda sudah berobat dengan tabib Gong."

"Nona, tuan muda Xuan sudah sejak kecil menderita sakit ini dan disepanjang hidupnya selalu minum ramuan itu tapi tidak ada perubahan." pelayan itu menatap sedih sang tuan yang sudah tenang pingsan.

"Jika nona memiliki resep lain, sudikah nona memberikannya..? karena selain dengan tabib Gong, tuan dan nyonya besar juga sudah memanggil ratusan tabib biasa."

"Ada kertas dan pinsil arang..?"

Satu pelayan kembali berlari kekereta, Qing Lizi memeriksa bagaimana keadaan tuan muda Xuan.

Dengan fasih Lizi menuliskan resep berikut dosis takaran.

Tepat ketika ia selesai menulis, tuan muda Xuan tersadar.

"Dudukkan tuan muda..!"

Dua pelayan sigap mengangkat lalu menopang badan lemas sang majikan.

Lizi menyeka ludah dan muntahan pasien tanpa jijik, dibawah seribu tatapan beragam penilaian dari orang-orang yang menyaksikan.

"Bagaimana perasaan tuan muda..?" tanya lembut Qing Lizi.

"Sudah jauh lebih baik..!" lirih Xuan Fang.

Lizi mengambil botol minum yang sudah ia campur air roh spiritual.

"Pelan-pelan saja..!" komando Lizi saat Xuan Fang meneguk rakus.

Lizi beralih kedua ajudan yang masih menampakkan wajah kesedihan.

"Ingat, jika nanti penyakit tuan muda kambuh, jangan lakukan apa yang tadi aku katakan."

"Baik nona muda, terimakasih..!"

Qing Lizi memberikan pijatan ringan pada jari-jari kaki dan tangan Xuan Fang, sebelum akhirnya pemuda itu kembali bugar dan dapat berdiri tegak.

"Nona, terimaksih karena sudah menolongku, terimakasih..!" Xuan Fang menundukkan kepala.

"Itu sudah menjadi kewajibanku tuan muda, tidak perlu sesopan ini."

"Aku Xuan Fang, jika boleh tahu nona ini----

"Qing Lizi, dan ini kedua sahabatku---

Huang Feng dan Jiayi memperkenalkan diri.

Mereka bertukar beberapa kata, sebelum Xuan Fang memberi kode pada ajudannya.

Satu pelayan maju, menyodorkan kantung uang pada Lizi yang tentu saja langsung ditolak.

"Nona, terimalah. Anggap saja ini hadiah perkenalan kita sebagai teman."

Lizi tetap menolak.

"Baiklah, tapi jika suatu hari kalian membutuhkan bantuanku, jangan sungkan untuk memintanya."

"Baik...!"

1
Memyr 67
𝗍𝖾𝗁 𝗍𝗎𝖻𝗋𝗎𝗄 𝗂𝗍𝗎 𝗆𝗂𝗇𝗎𝗆𝖺𝗇 𝗍𝗁𝗈𝗋. 𝖺𝗉𝖺 𝖽𝗂 𝗌𝗂𝗍𝗎 𝖺𝖽𝖺 𝗆𝗂𝗇𝗎𝗆𝖺𝗇 𝗍𝖾𝗁 𝗍𝗎𝖻𝗋𝗎𝗄, 𝖻𝖾𝗋𝗀𝖾𝗇𝗍𝗈𝗇𝗀 𝗀𝖾𝗇𝗍𝗈𝗇𝗀?😄😄
Memyr 67
𝗇𝖾𝗇𝖾𝗄 𝗄𝖺𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗇 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗄𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖺𝗉𝖺 𝗄𝖾 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗊𝗂𝗇𝗀? 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗐𝖺𝗅𝗂𝗄𝗈𝗍𝖺 𝗂𝗍𝗎 𝗒𝗀 𝗆𝖾𝗇𝖽𝗎𝗄𝗎𝗇𝗀.
Memyr 67
𝗇𝖺𝗆𝖻𝖺𝗁 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝗎𝖺𝗇𝗀𝗇𝗒𝖺 𝗅𝗂𝗓𝗂
Memyr 67
𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗄𝖺𝗇𝗀. 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗉𝖾𝗇𝗀𝖾𝗆𝗂𝗌 𝗀𝗂𝗅𝖺
Memyr 67
𝖺𝗄𝗎 𝗆𝖺𝗎 𝗃𝗎𝗀𝖺 𝗍𝗁𝗈𝗋. 𝗉𝗂𝗅 𝗉𝖾𝗅𝗎𝗇𝗍𝗎𝗋 𝗅𝖾𝗆𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺. 𝖼𝗈𝖻𝖺 𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗅𝗂𝗓𝗂, 𝖻𝖺𝗁𝖺𝗇 𝖻𝖺𝗁𝖺𝗇 𝖽𝖺𝗇 𝖼𝖺𝗋𝖺 𝗆𝖾𝗆𝖻𝗎𝖺𝗍𝗇𝗒𝖺. 🤣🤣🤣
Memyr 67
𝖾𝖼𝗂𝗒𝖾 𝗉𝖽𝗄𝗍 𝗒𝗈𝗋𝖺𝗇 𝗆𝖺 𝗃𝗂𝖺𝗇
Memyr 67
𝗃𝖾𝗅𝖺𝗌 𝖻𝖾𝖽𝖺 𝗃𝖺𝗎𝗁. 𝖽𝗂 𝗋𝗎𝗆𝖺𝗁 𝗄𝖺𝗇𝗀 𝖼𝗎𝗒𝖺𝗇, 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂𝗇𝗒𝖺 𝖽𝗂𝗃𝖺𝖽𝗂𝗄𝖺𝗇 𝖻𝗎𝖽𝖺𝗄. 𝖽𝗂 𝗋𝗎𝗆𝖺𝗁 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀𝗍𝗎𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗋𝖺𝗍𝗎. 𝖺𝗇𝗍𝖺𝗋𝖺 𝗋𝖺𝗍𝗎 𝖽𝖺𝗇 𝖻𝗎𝖽𝖺𝗄 𝖻𝖾𝖽𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗌𝖺𝗇𝗀𝖺𝗍 𝗃𝖺𝗎𝗁 𝗄𝖺𝗇𝗀 𝖼𝗎𝗒𝖺𝗇, 𝗀𝗈𝖻𝗅𝗈𝗀 𝖻𝖺𝗇𝗀𝖾𝖽 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗅𝖺𝗄𝗂.
Babe Babe
sepertinya ceritanya menarik
SENJA
udah mau mati masih aja jahat astaga 😤🤮
SENJA
bener juga sih 🤣
Babe Babe
aku baru baca
SENJA
jahat perdana mentri, memang pantes disiksa 😤
Memyr 67
𝗁𝖾𝗁𝖾𝗁𝗁 𝗂𝗋𝗂 𝖽𝖾𝗇𝗀𝗄𝗂 𝖺𝗃𝖺 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌. 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗌𝖺𝖽𝖺𝗋 𝖽𝗂𝗋𝗂𝗇𝗒𝖺 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝗄𝖺𝗋𝖾𝗇𝖺 𝗃𝖺𝗁𝖺𝗍 𝖺𝗃𝖺, 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝖾𝗇𝖾𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗒𝗀 𝗌𝖺𝗇𝗀𝖺𝗍 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗂𝖻𝗎 𝗊𝗂𝗇𝗀 𝗅𝗂𝗓𝗂, 𝗆𝖾𝗋𝖺𝗌𝖺 𝗁𝖾𝖻𝖺𝗍
Memyr 67
𝗆𝖺𝗎 𝖻𝖾𝗇𝖼𝗂 𝗃𝗎𝗀𝖺, 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖺𝗉𝖺? 𝖽𝗂𝖺 𝗄𝖺𝗇 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗍𝖺𝗎 𝖺𝗉𝖺𝗉𝗎𝗇 𝗍𝖾𝗇𝗍𝖺𝗇𝗀 𝗅𝗂𝗓𝗂 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗆𝗀
Memyr 67
𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗉𝖺𝗉𝖺 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁𝗇𝗒𝖺 𝗌𝖺𝗆𝖺. 𝗒𝗀 𝗉𝖾𝗇𝗍𝗂𝗇𝗀 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝗌𝖾𝗋𝗂𝗇𝗀 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗍𝗎𝗅𝗂𝗌 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁𝗇𝗒𝖺. 𝖻𝗂𝗄𝗂𝗇 𝖻𝗂𝗇𝗀𝗎𝗇𝗀 𝗋𝖾𝖺𝖽𝖾𝗋.
Shena R
Kerana uang ada lah segalanya 🤭🤭🤭
Memyr 67
𝗎𝗅𝖺𝗋 𝗉𝗎𝗍𝗂𝗁 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗆𝖺𝗁𝗄𝗈𝗍𝖺 𝗆𝖾𝗋𝖺𝗁. 𝗆𝖾𝗋𝖺𝗁 𝗉𝗎𝗍𝗂𝗁 𝖽𝗈𝗇𝗀. 𝖻𝖾𝗇𝖽𝖾𝗋𝖺 𝗂𝗇𝖽𝗈𝗇𝖾𝗌𝗂𝖺. 𝗁𝖾𝗁𝖾
Shena R
Wow💪😍🤭
Datu Zahra
Terharu, Lizi baik banget ❤️❤️❤️
Osie
lizi mau donk satu pil nya buat benerin jari tanganku yg putus pasca laka lantas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!