NovelToon NovelToon
Jetro, Pengantin Pengganti

Jetro, Pengantin Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Pengantin Pengganti
Popularitas:36.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Jetro Julian Wisesa, pengusaha sukses, masih single.

"Aku yang akan menikahimu."

Febi Karindra, bekerja di kantor polisi, sudah dijidohkan dengan rekan kerjanya hanya bisa mematung. Semua tamu yang awalnya kasihan karena pengantin prianya tidak datang, sekarang menatap iri. Karena pengganti pengantinnya lebih segala galanya dari pada pengantin aslimya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yang diharapkan dari Jetro

"Pengantin laki laki sudah tiba."

"Pengantin laki laki sudah tiba".

Terdengar seruan sahut sahutan, kemudian pihak MC juga mengumumkan hal itu membuat tamu tamu yang sudah gelisah kini tersenyum lega.

"Syukurlah," seru Marlena dengan suara tertahan. Degup jantungnya sudah mulai normal. Ketakutannya sirna

"aku akan menjemputnya," ucap Danu setelah menghembuskan nafas lega.

Wajah Anggareksa juga menunjukkan kelegaan walau terlihat tidak terlalu lepas.

"Aku akan membawa Febi ke tempat akad."

Langkah kaki Anggareksa terasa berat. Dia akan membawa putrinya dalam kesedihan. Tadi saat Cakra belum menampakkan dirinya, separuh hatinya bersorak senang.

Dia seperti laki laki lemah yang plin plan dengan membiarkan semua ini terjadi di depan matanya tanpa melakukan pencegahan sama sekali.

Teman teman Febi yang mendengar pengumuman ini merasakan lutut mereka lemas.

"Do'a kita tidak terkabul, ya?" Hana menatap ke arah teman temannya yang sama dengannya, memancarkan aura kesedihan.

"Semoga mukjizat masih tetap ada. Ini belum berakhir. Moga aja lidah Pak Cakra keceplosan menyebut nama kakaknya Febi," harap Juwita. Dia benar benar tulus menginginkan kebahagiaan Febi.

"Semoga, ya." Cica menimpali.

"Kenapa Pak Jetro tidak melakukan apa apa?" tanya Nashwa gemas. Padahal mereka sudah datang menemuinya, bahkan sampai memberitau laki laki itu kalo Febi juga menyukainya. Masa ngga ada pergerakan sama sekali? Sungutnya dalam hati.

"Iya loh. Kenapa Pak Jetro malah cuek aja . Jangan jangan yang dikatakan Juwita benar," tuduh Cica dengan nada kesal.

Juwita jadi merasa ngga nyaman mendengarnya.

"Aku ngga bermaksud begitu."

"Tenang, ngga ada yang marah sama kamu. Kalo Pak Jetro ngga bertindak apa apa, kata kata kamu memang benar," sahut Hana bijak agar temannya makin ngga merasa bersalah.

"Iya, kita ngga nyalahin kamu, kok. Memang rata rata orang kaya begitu. Suka ghosting," tambah Nashwa.

Juwita tetap saja merasa ngga nyaman.

"Lebih baik kita berdo'a lagi," imbuh Hana yang diangguki keiga temannya.

Mereka pun merapalkan banyak do'a dalam hati agar keinginan mereka terkabul.

Di dalam ruangnya, Febi hanya ditemani muanya. Dia menatap dirinya di cermin.

Haruskah di menikah dengan kekasih kakaknya?

Hatinya sulit untuk tetap bisa ikhlas melakukan pengorbanan sebesar ini.

"Pengantin prianya, kok, belum datang, ya?" tanya mba mua sambil merapikan lagi dandanan Febi.

Febi berharap Cakra merubah keputusannya di detik detik terakhir.

"Nona, kamu pengantin paling cantik yang saya dandani," puji mba muanya polos.

"Nona sangat manglingi," tambahnya lagi.

Febi sama sekali tidak tersanjung dengan pujian mba mua itu, dia malah sedih. Harusnya dia tidak perlu manglingi karena pernikahan ini juga muaranya akan menjadi kehancuran buatnya

Tapi untuk menghargai kerja keras mba muanya, Febi memberikan senyum manisnya

"Makasih, mba."

"Sama sama, nona." Mba mua makin kagum mendengar pujian yang diberikan padanya karena jarang sekali nona nona kaya bersikap ramah dan rendah hati.

Harapannya untuk membatalkan pernikahan ini langsung kandas sudah ketika mendengar suara MC yang mengatakan kalo pengantin prianya sudah datang.

Dia sungguhan datang?

Dasar orang gila! batinnya geram dan marah.

Apa yang dia pikirkan dengan tetap datang. Febi memaki dalam hati.

Pintu ruangannya terbuka. Papanya muncul di sana bersama kakaknya.

"Wow..... Kamu cantik sekali, Febi. Cakra pasti ngga bisa berhenti natap kamu, deh, nanti," puji Fiola dengan mata berbinar binar.

Perut Febi mendadak mual. Dia tau, kakaknya sedang menikmati kemenangannya.

"Iya, kan, Pa," ucap Fiola lagi sambil menatap papanya yang berdiri mematung menatap adiknya.

Berbagai perasaan campur aduk di dalam hati dan pikirannya. Dia merasa bodoh karena tidak bisa berlaku adil pada Febi, putri bungsunya.

"Pa." Fiola menyenggol pelan lengannya, menyadarkannya dari keterpakuannya.

"Iya. Kamu pengantin tercantik sayang," puji papanya dengan suara tercekat

Pria yang masih gagah itu walau susah berusia empat puluhan lebih mengulurkan tangannya, yang disambut Febi dengan ragu.

Hati Fiola makin bersorak bahagia apalagi sekarang mereka sudah melangkah menuju tempat akad.

Tatapan para tamu kini terfokus Febi yang sudah memasuki tempat resepsi.

"Dia cantik sekali," puji Adriana terus saja menatap calon mempelai yang akan menikah ini.

"Kamu ngga beruntung, Jetro." Adriana menghembuskan nafas kecewa.

Jetro seolah ngga mendengar, tatapnya terus saja terfokus pada Febi.

Dia cantik sekali.

Seolah ada kekuatan magnet, tatapnya bertemu dengan tatap Febi. Memang ngga lama karena Febi memutuskan tatap itu.

Jetro tanpa sadar tersenyum ketika melihat kilatan kesal di mata itu.

Tapi Kalandra menangkapnya.

Apa yang akan kamu lakukan? Mau melarikan pengantin perempuan ini di tengah kerumunan para tamu dan keluarga besar kamu? tantang Kalandra membatin.

Papi akan berikan setengah saham papi kalo kamu berhasil, janji konyol Kalandra dalam hati.

Ngga jauh dari keberadaan Jetro dan keluarganya, para sepupunya yang memperhatikan tingkah Jetro memberikan komen komen miring mereka.

"Ngga nyangka Jetro bisa segila itu," cetus Jayden yang menggendong putri lima bulannya.

"Aslinya dia memang gila, kan," sambung Fadel.

Gila kerja, sekarang gila karena jatuh cinta.

"Sean dan Abiyan mana?" tanya Ziyan.

"Yang tadi teriak kalo pengantin pria datang, ya." Erland menahan semburan tawa yang siap keluar dari dalam mulutnya.

"Iya," jawab Ziyan sambil nyengir.

"Ide mereka ternyata brilian juga. Ngga nyangka bisa sepemikiran," tukas Dewa dengan kekeh pelannya membuat tawa Erland akhirnya berderai juga.

"Pasti pada kecewa karena zonk," timpal Deva, kemudian tawanya juga berderai.

"Sekarang kita tinggal lihat aksinya Jetro." Quin geregetan, sudah ngga sabar melihat aksi yang sangat ditunggu tunggu.

Di lain tempat Danu kembali ke tempat istrinya dengan wajah pucat.

"Mereka salah orang. Cakra belum datang."

Marlena hampir jatuh kalo saja kerabatnya tidak menahan tubuhnya.

Tubuhnya gemetar dan suhu tubuhnya menjadi dingin.

Padahal Febi paati sudah menunggu di tempat akad yang akan dilangsungkan.

"Ba bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan?"

Danu terdiam mendengar suara gemetar istrinya. Dia meraihnya dalam pelukan.

"Tenanglah. Aku akan mempertanggungjawabkan ini pada Angga."

Marlena hanya bisa menganggukkan kepalanya.

Di tempat akad, Febi ngga tau bagaimana perasaannya saat ini sementara tatap tamu beragam padanya walaupun rata rata kasian karena pengantin prianya ternyata belum datang.

Anggareksa menatap gerah ke arah pintu masuk.

Mana anak itu? Kenapa dia jadi pengecut begini? umpatnya dalam hati Dia merasa ngga tega karena Febi kini jadi fokus tatapan dan bisik bisik para tamu.

Wajah ceria Fiola jadi berubah pucat. Dia meraih ponselnya sambil berjalan agak menjauh dari tempat adik dan papanya berada.

Angkat Cakra!

Angkat! Batinnya berseru gemas. Padahal sudah di depan mata rencananya akan berhasil. Tapi Cakra menggagalkannya!

"Bagaimana, pak? Masih mau tetap ditunggu?" tanya Pak Harto, sebagai wakil dari KUA.

Sebelum Anggareksa menjawab, terdengar derap langkah teratur yang mendekat disertai dengan seruan heboh dari tengah ruangan resepsi.

Fiola ngga peduli dengan apa yang terjadi. Bodoh amat dengan seruan seruan yang mengejek adiknya. Fokusnya hanya pada ponselnya yang belum bisa menghubungi Cakra.

"Aku yang akan menikahimu."

Suara itu? batin Fiola sangat terkejut. Kepalanya berpaling ke arah tempat akad.

Kepalanya makin pusing dengan seruan dan tepuk tangan para tamu. Tangannya yang memegang ponsel seakan hilang daya cengkeramannya hingga ponselnya terjatuh ke lantai.

JETRO??!!!

1
Herman Lim
mn mau Baim sam Dave Sama cew yg sering masuk hotel bareng cow nya
ᴹᴵᴹᴵ a ʙᴊɴ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
gak ada yang mau sama Fiola karena para sepupu Jetro udah tau kebusukan hati Fiola tante🤣cocoknya sama Cakra emang sesama pecundang
Rahayu Ayu
Ga bakalan mau lah Baim sama Dave
lagian kan mereka dah tau gimana sifat aslinya Fiola,
Tri Handayani
mungkin kalau tante adriana tau sifat dan kelakuan fiola dia akan sana kya mama cakra g akan mengharap fiola jadi menantunya.
Ernaaaaa
dah tau kelakuan sifiona mana mau mereka
Susma Wati
fiola dengan keegoisan , kesombongan, dan iri hatinya akhirnya tidak mendapatkan apapun, cakra yang tadinya inginkan fiola apa adanya dan mengajak fiola berjuang untuk mendapatkan restu mamanya akhirnya pun dia menyerah melepaskan fiola dengan semua mimpinya yang ingin mengejar jetro, tapi kalau fiola sadar dengan kesalahan nya apakah cakra masih mau menerima fiola, walau restu mamanya sudah di dapat?
Evi Solina
sisi gelap pramugari YTTA 🤭
🔵MENTARY
mana mau Baim Dave ama Fio bekas kokop Cakra
Ariany Sudjana
bagus semua menolak kalau jalang murahan jadi istrinya 🤭🤭🤣🤣 tapi harus diwaspadai jangan sampai fiola menggunakan segala cara untuk menjebak Jetro, demi bisa jadi nyonya besar di rumah Jetro, maklum kan perempuan peliharaan
Zea Rahmat
baguss.. baim peka klo fiola calon2 playing victim
partini
ko bisa mommy mommy main jodohin aja
Lia Kiftia Usman
baim..dave... sudah tau kartunya fiola.
Zea Rahmat
jgn masuk ke circle Airlangga sm artha mahendra
Zea Rahmat
skakmat🤣🤣🤣🤣
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
Rahmawati
hahahha jetro lebih milih balik, ketimbang jalan bareng fiola.
jalan bareng aja jetro enggan ini malah berharap jadi istri keduanya 😂
Tri Handayani
jelas salah lah'apalagi jetro tau iparnyabisa jadi maut karena jelas-jelas menyukai dan terobsesi.
hansen
bagus cakra tingal kan aja terus kamu sudah buat yang terbaik, moga ada jodoh tu teman sekantor mu juwita🤭
Ariany Sudjana
jelas salah, karena kamu akan berusaha menghancurkan rumah tangga Jetro dan Febi, dasar jalang murahan kamu fiola
Diyah Saja
tapi apes bagi si mamas jetro🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!