NovelToon NovelToon
WAJAH BERBAYAR: KONTRAK KEMBARAN

WAJAH BERBAYAR: KONTRAK KEMBARAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ai_Li

Terjerat utang ratusan juta dan ancaman pernikahan paksa, Alisha kehilangan segalanya termasuk kenangan dari kekasihnya. Di tengah keputusasaan, ia bertemu Aruna, wanita kaya berwajah identik yang menawarkan kontrak gila: Bertukar hidup demi pelunasan utang.

Alisha terjun ke dunia mewah yang palsu, namun tantangan sesungguhnya adalah kakak laki-laki Aruna. Pria dingin namun sangat penyayang itu mulai mencurigai perubahan pada "adiknya" sosok yang kini tampak lebih lembut dan tulus. Di balik kemegahan yang dingin, Alisha menyadari bahwa menjadi orang lain jauh lebih berbahaya daripada menjadi miskin saat ia mulai mempertaruhkan hatinya pada pria yang kini menjadi pelindungnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai_Li, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ban 14: Kakak

"Aruna? Siapa Aruna? Dan... aku siapa?"

Pertanyaan itu meluncur dari bibir Alisha dengan nada bergetar, seolah ia benar-benar tersesat di dalam kepalanya sendiri. Gathan membeku. Ketakutan terburuknya menjadi kenyataan. Tanpa sanggup menahan diri, Gathan langsung merengkuh tubuh ringkih itu ke dalam pelukannya. Sangat lembut, seolah Alisha adalah porselen retak yang bisa hancur kapan saja.

Alisha tersentak. Ia bisa merasakan detak jantung Gathan yang tenang namun kuat, serta aroma maskulin yang menenangkan.

"Ini Kakak, Na. Aku kakak kamu, Gathan. Apa kamu benar-benar tidak ingat?" bisik Gathan. Ada nada perih yang ia tutupi dengan sisa-sisa suara dinginnya.

Sesuai instruksi Aruna untuk tidak terlihat mudah percaya, Alisha mulai berontak.

"Lepas! Tolong! Siapa kamu?! Jangan sentuh aku!" teriaknya histeris.

Keributan itu membuat Baskara, Elena, dan Clarissa menerobos masuk. Elena mencoba mendekat dengan wajah memelas. "Aruna, Sayang, ini Mama..."

"Aku tidak kenal kalian! Pergi! Tolong pergi!"

Alisha meringkuk di sudut ranjang, memeluk lututnya dengan tubuh gemetar hebat sebuah akting ketakutan yang luar biasa natural.

Dokter ahli psikis yang baru masuk segera meminta semua orang keluar. Namun, Gathan menolak mentah-mentah. Tatapan dinginnya menusuk sang dokter.

"Periksalah adik saya. Saya tidak akan mengganggu. Saya akan tetap di sini," ucapnya tegas sembari mengatur jarak agar tidak terlalu dekat namun tetap bisa mengawasi.

Setelah pemeriksaan panjang dan Alisha mulai tampak tenang, ruangan itu kembali hening. Alisha menatap Gathan yang sedari tadi tak memalingkan wajah darinya sedikit pun. Benar kata Aruna, orang ini sangat protektif, batin Alisha.

"Maaf... aku merepotkan," ucap Alisha lirih dengan nada menyesal yang dibuat-buat.

"Aku tidak bermaksud membuat keributan. Aku hanya... aku tidak mengenal kalian dan aku takut untuk percaya."

Melihat pertahanan Alisha mulai melunak, Gathan mendekat perlahan. Ia menarik sebuah kursi, lalu mengeluarkan ponselnya.

"Kakak paham," ucapnya dengan senyum hangat yang jarang ia tunjukkan pada siapa pun.

Gathan menggeser layar ponselnya, menunjukkan galeri foto. Ada foto mereka sedang tertawa di bawah hujan salju, mendaki gunung, hingga saat mereka berlatih menembak bersama. Video-video pendek menunjukkan betapa kompaknya kakak beradik ini. Alisha terpaku. Ia melihat kembaran wajahnya dalam foto-foto itu tampak sangat bahagia bersama Gathan.

"Apa semua itu aku? Aku melakukan semua itu?" tanya Alisha pelan.

Gathan mengangguk, lalu membelai lembut tangan Alisha.

"Apa semua ini belum cukup menjadi bukti kalau kamu adalah Aruna, adikku?"

Alisha terdiam sejenak, menetralkan detak jantungnya yang mendadak liar karena sentuhan lembut itu.

"Jika kamu masih ragu, kamu bisa ikut kakak pulang. Kakak akan menunjukkan semuanya padamu agar ingatanmu kembali lebih kuat," bujuk Gathan.

Alisha perlahan memegang lengan Gathan, membuat pria itu sedikit terkejut namun tampak senang.

"Aku akan mencoba percaya. Mungkin... mungkin dengan pulang ke tempat yang Kamu bilang, aku bisa mengingat siapa diriku. Aku akan ikut."

Mata Gathan berbinar lega. "Kakak... panggil aku Kakak."

"Hm, baik... Kak," jawab Alisha canggung.

Gathan kembali menarik Alisha ke dalam pelukannya. Kali ini Alisha tidak berontak, namun ia bisa merasakan jantungnya berpacu di atas normal. Bukan karena takut, tapi karena rasa bersalah yang besar dan aura Gathan yang begitu kuat. Ia tahu, mulai detik ini, hidupnya bukan lagi miliknya. Ia telah resmi menjadi Aruna Ardiansyah.

1
Anisa Muliana
🔥🔥
Anisa Muliana
seru banget thor🔥🔥
Ai_Li: Terima kasih kak
Semoga betah bacanya yaa hehehe
total 1 replies
Rania Venus Aurora
Hallo..👋🏻
Ai_Li: Mohon saran dan kritikannya ya kak
Supaya bisa jadi lebih baik
total 3 replies
Anisa Muliana
domisili Jember kak..😊
Ai_Li: Masya Allah jauh ya
Salam dari Medan ya😇
total 1 replies
Ai_Li
Yukk komen para daerah asal kalian dimana 🤭🥰
Anisa Muliana
seruuuuu banget ceritanya thor😍
semoga bisa bertahan sampai akhir ceritanya y thor..
semangat ✊✊
Ai_Li: Oiya kak, terima kasih sarannya 🥰
total 3 replies
Ai_Li
Jangan lupa like yaa dan tinggalkan komentar
Ai_Li
🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!