NovelToon NovelToon
Si Imut Milik Ketua Mafia

Si Imut Milik Ketua Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Kriminal dan Bidadari / Diam-Diam Cinta / Kisah cinta masa kecil / Mafia / Cinta Murni / Berbaikan
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Elrey

Caca, gadis kecil ceria, berteman dengan Rafi tanpa tahu bahwa dia adalah putra kepala mafia Bara Pratama. Meskipun dunia mafia penuh bahaya dan banyak orang melarangnya, persahabatan mereka tumbuh kuat hingga menjadi cinta. Bersama, mereka berjuang mengubah organisasi mafia menjadi usaha hukum yang bermanfaat bagi masyarakat, menghadapi musuh dan masa lalu kelam untuk membangun masa depan bahagia bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elrey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERCAKAPAN MALAM DENGAN BARA

Setelah acara pengumpulan barang untuk program bantuan selesai, banyak warga kampung yang datang untuk mengambil barang yang mereka butuhkan.

Bu Siti bahkan langsung mendapatkan pekerjaan sebagai penjaga toko kecil yang baru akan dibuka keluarga Rafi, dan dia bisa tinggal di rumah kontrakan yang disediakan secara cuma-cuma sampai dia bisa berdiri sendiri.

“Saya tidak bisa berterima kasih cukup banyak untuk semua bantuan kalian,” ujar Bu Siti dengan air mata bahagia sebelum pulang. “Kalian benar-benar orang-orang baik.”

Malam itu, Caca sedang membantu Mama Lila membersihkan dapur ketika Pak Bara mengajaknya untuk keluar ke teras belakang rumah. Udara malam segar menyegarkan dan langit sudah mulai berbinar-binar.

“Kamu tahu tidak, Caca,” ujar Pak Bara sambil melihat ke arah langit. “Program bantuan yang kamu dan Rafi rencanakan hari ini telah membuat saya berpikir banyak tentang masa lalu saya.”

Caca berdiri berdampingan dengannya, mendengarkan dengan seksama.

“Ketika saya pertama kali mengambil alih bisnis keluarga, saya berpikir hanya bisa melindungi orang-orang dengan kekuasaan dan kekerasan,” lanjutnya dengan suara yang penuh beban. “Tapi hari ini saya melihat bagaimana dengan hanya sedikit kebaikan dan kerjasama, kita bisa membantu lebih banyak orang daripada yang saya bayangkan.”

“Bu Siti bukan satu-satunya orang yang kesusahan di kampung, Pak,” ujar Caca dengan lembut. “Kalau kita bisa terus membantu mereka, kampung ini akan menjadi tempat yang lebih baik untuk tinggal.”

Pak Bara tersenyum dan menatapnya dengan mata yang penuh rasa hormat. “Itu pikiran yang sangat bijak untuk anak seusiamu, Caca. Kamu tahu tidak, orang-orang yang dulu pernah menjadi bagian dari kelompok saya – yang datang membawa bantuan hari ini – mereka juga ingin berubah. Mereka sudah lelah dengan hidup yang penuh kekerasan.”

“Saya melihat mereka dengan mata sendiri, Pak. Mereka tampak sangat sungguh ingin memperbaiki diri,” jawab Caca.

“Saya ingin kamu berbicara dengan mereka besok,” ujar Pak Bara dengan suara tegas. “Mereka lebih mudah menerima nasihat dari orang yang tidak terlibat langsung dalam dunia saya dulu. Dan saya rasa kamu bisa membantu mereka memahami bahwa ada cara lain untuk hidup.”

Saat itu Rafi datang membawa tiga gelas teh hangat. Dia mendengar pembicaraan mereka dan langsung menyetujui. “Itu ide yang bagus, Ayah. Caca sangat pandai berkomunikasi dengan orang-orang dan membuat mereka merasa nyaman.”

“Selain itu, saya ingin kamu berdua tahu tentang rencana saya yang baru,” ujar Pak Bara sambil mengambil tempat duduk di kursi teras. “Saya ingin mulai mengubah semua bisnis keluarga menjadi yang benar-benar hukum. Mulai dari usaha properti, kuliner, hingga pembangunan infrastruktur kampung. Tapi ini tidak akan mudah – banyak anggota lama yang mungkin tidak setuju dengan perubahan ini.”

“Kita akan membantu Pak untuk meyakinkan mereka, kan Caca?” tanya Rafi sambil memegang tangan Caca.

“Tentu saja! Kita bisa menunjukkan pada mereka bahwa bisnis yang hukum bisa memberikan keuntungan yang lebih baik dan membuat hati kita lebih damai,” jawab Caca dengan penuh semangat.

Pak Bara mengangguk dengan senyum. “Saya tahu dengan dukungan kalian berdua, saya bisa melakukan hal yang benar. Saya berjanji pada diri sendiri bahwa Rafi tidak akan pernah harus menjalani hidup yang sama seperti saya dulu. Dia akan menjadi pemimpin yang membawa kebaikan bagi semua orang.”

Mama Lila keluar dan bergabung dengan mereka di teras. “Kalau kita bekerja sama, tidak ada yang tidak bisa kita capai,” ujarnya dengan suara hangat.

Mereka duduk bersama menyaksikan langit berbintang, berbincang tentang rencana masa depan – membangun sekolah baru, rumah sakit kecil untuk warga kampung, dan pusat pelatihan kerja agar orang-orang bisa memiliki keterampilan untuk bekerja.

“Kamu berjanji padaku ya, Caca,” ujar Rafi dengan suara pelan sambil melihatnya langsung ke mata. “Kamu akan selalu ada di sini untuk membantu kita mewujudkan semua impian ini?”

“Selamanya, Rafi,” janji Caca dengan senyum lebar. “Kita sudah membuat janji persahabatan sejak kecil, dan itu janji yang akan saya jaga selamanya.”

Pak Bara melihat kedua anak muda itu dengan hati yang penuh rasa syukur.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!