NovelToon NovelToon
Menembus Ruang Waktu

Menembus Ruang Waktu

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: astiana Cantika

Ceni yang tak lama ini baru kehilangan sang sahabat untuk selamanya, kini ia harus menelan pahit nya kehidupan karena harus kehilangan untuk yg ke sekian kali nya yaitu sang kakek tercinta.
Sebelum kematiannya, sang kakek sempat memberikan sebuah giok dan cincin dengan ukiran rumit dan kuno, yg kata nya warisan turun temurun.

Bagaimana kah kisah kelanjutan nya.?

Nantikan kisah Ceni di cerita ini.😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon astiana Cantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berpamitan Pergi

Setelah beberapa saat akhirnya masakan yg di masak oleh Ceni dan Zeno pun telah selesai dan saat ini sudah di hidangkan di atas meja panjang dimana kakek Cheng dan Ying Zu duduk.

Kakek Cheng dan Ying Zu menelan ludah mereka melihat makanan yg tampak enak di hadapan mereka.

"Mari kita makan, kakek ini untuk kakek, makan lah." Ucap Ceni menyodorkan mangkuk yg sudah ia isi nasi dan daging beserta tumis sayur.

Dengan tangan bergetar kakek Cheng pun menerima nya.

Zeno pun memberikan sumpit pada kakek Cheng.

Sedangkan Ying Zu dengan malu-malu ia bertanya.

"Nona apa aku boleh makan lagi.?" Tanya Ying Zu sambil menatap makanan di hadapan nya dengan berbinar.

"Kau kan sudah makan banyak tadi di restoran Ying Zu, emang bisa perut sekecil itu menampung banyak makanan.?" Ucap Zeno heran.

Ying Zu pun mengerucutkan bibir nya kala mendengar ucapan Zeno, memang benar tadi ia makan banyak sebelumnya tapi setelah melihat makanan yg menggugah selera di hadapan nya entah kenapa perut nya terasa lapar lagi.

"Sudahlah Zeno kau ini suka sekali menggoda nya." Ucap Ceni.

"Makan lah Ying Zu jangan dengarkan ucapan Zeno, lihatlah tubuh mu yg Kurus itu, kau harus makan masakan ku biar badan mu berisi sedikit." Ucap Ceni pada Ying Zu.

Ying Zu pun dengan sumringah langsung mengambil makanan di hadapan nya.

"Ini enak sekali nona Ceni." Ucap kakek Cheng dengan lahap nya ia makan.

Ying Zu pun tak mau kalah.

"Em kakek benar, ini makanan yg paling enak di dunia ini." Ucap Ying Zu lalu makan dengan cepat seperti orang kesurupan begitu pula kakek Cheng.

"Kau lebay sekali nona Ying Zu." celetuk Zeno tapi tak di gubris oleh Ying Zu.

Akhirnya mereka berempat pun makan dengan diam sambil sesekali Ying Zu dan Zeno berdebat kecil hanya karena memperebutkan sisa daging di hadapan mereka.

Setelah makan dengan penuh drama itu kini mereka sedang berkumpul di ruang tengah rumah kakek Cheng yg sekarang menjelma jadi penginapan Cheng.

"Apakah kakek pernah menikah.?" Tanya Ceni tiba-tiba.

"Pernah, kakek hanya menikah sekali seumur hidup, kakek dan istri kakek sama-sama anak sebatang kara, kami di pertemukan pun di sebuah hutan saat sama-sama sedang berburu di hutan demi kelangsungan hidup." Ucap Kakek Cheng.

"Lalu dimana istri kakek.?" Tanya Ceni lagi.

"Istri kakek meninggal saat melahirkan putra pertama kami, saat itu kakek tidak punya apa-apa karena terlalu miskin dan tak bisa memanggil seorang tabib, dan di saat bersamaan juga putra kakek meninggal setelah beberapa saat di lahirkan." Ucap kakek Cheng sedih.

"Jadi kakek tak menikah lagi.?" Tanya Zeno.

Kakek Cheng hanya menggeleng.

"Kakek terlalu mencintai mendiang istri kakek sehingga kakek memilih tak pernah menikah." Ucap kakek Cheng.

"Lalu bagaimana kakek bisa kenal dengan kakek jenderal.?" Tanya Ying Zu.

"Kakek tak sengaja bertemu kakek mu di pinggir jalan, saat itu dia sedang terluka, kata nya ia di khianati prajurit Nya yg memberontak karena saat itu tidak terima bahwa kakek mu yg baru masuk ke Medan perang langsung di tunjuk menjadi jenderal oleh Kaisar." Ungkap kakek Cheng.

"Oh jadi begitu jalan cerita nya, sejak saat itu kakek Cheng dan kakek ku bersahabat.?" ucap Ying Zu.

Kakek Cheng pun mengangguk tanda membenarkan ucapan Ying Zu.

Setelah berbincang di ruang tengah, Ceni, Zeno dan Ying Zu pun memilih istirahat di kamar mereka masing-masing sebab besok mereka harus melanjutkan perjalanan lagi.

.

.

Keesokan harinya.

Ketiga nya pun sudah siap hendak berangkat ke tempat tujuan.

" Kakek, kami harus pergi, terimakasih sudah memberi tempat kami menginap, ini terima lah kek." Ucap Ceni memberikan sekantong koin emas dan satu kotak kecil tael emas.

"Jangan nak, tidak usah membayar, kalian sudah memberi kakek makan enak juga kakek sangat berterima kasih, kalian sudah kakek anggap cucu kakek sendiri jadi ambillah kembali nak." Ucap kakek Cheng menolak pemberian Ceni.

"Ini untuk bekal kakek biar jadi simpanan kalau sewaktu-waktu kakek membutuhkan nya, terima lah kek agar kami tenang meninggalkan kakek seorang diri di sini." Ucap Ceni membujuk kakek Cheng.

Kakek Cheng terharu mendengar perhatian para anak muda di hadapan nya.

"Dan ini juga dari ku kek." Ucap Zeno memberikan satu batang emas yg ia temukan sewaktu menggali di samping gubuk nya di tanah ilusi.

Mata kakek Cheng pun berkaca-kaca.

"Jangan sedih kek, suatu saat nanti kami akan mengunjungi kakek kembali." Ucap Ceni.

Ceni dan Zeno pun langsung meraih tangan kakek Cheng agar menerima pemberian mereka untuk keberlangsungan hidup kakek Cheng yg sudah tua itu.

Kakek Cheng pun mau tak mau menerima nya .

"Maaf ya kek, aku tak punya apa-apa untuk di berikan Sebab kemarin aku kerampokan." Ucap Ying Zu menunduk dalam karena tak enak hati.

"APAAA, kau kerampokan Ying Zu.?" teriak kakek Cheng terkejut sebab ia tidak tau karena sedari semalam Ying Zu tidak ada menceritakan hal itu.

Ying Zu pun membekap mulut nya karena keceplosan.

Kepalang tanggung kakek Cheng tau, Ceni pun mengiyakan perkataan Ying Zu dan menceritakan kejadian yg sebenarnya dan juga pertemuan pertama nya dengan Ying Zu.

"Kenapa jahat sekali saudara tiri mu itu Ying Zu, padahal kau adalah gadis yg baik." Ucap kakek Cheng Sedih setelah mendengar cerita Ceni sehingga menyebabkan pelayan pribadi yg sudah sedari kecil mengurus Ying Zu tiada.

"Karena itulah aku ingin ke istana mengadu pada kakek jenderal agar meminta titah supaya ibu dan ayah bercerai, selama ini aku selalu di siksa dan di kucilkan di kediaman wakil jenderal, dan aku juga baru tau bahwa ayah hanya memanfaatkan ibu saja agar bisa masuk ke keluarga jenderal dan mengambil alih posisi kakek menjadi seorang jenderal satu-satunya di kekaisaran." Ucap Ying Zu.

"Kakek mendukung mu nak, lakukan lah yg semestinya." Ucap Kakek Cheng menepuk pelan bahu Ying Zu.

"Oh begitu, menarik sekali." Ucap Zeno.

.

Setelah berpamitan, ketiga nya pun menunggangi kuda mereka meninggalkan penginapan Cheng, mereka memilih meninggalkan kota Juanchi dan melanjutkan kembali perjalanan yg tertunda.

"Ying Zu, apakah istana masih jauh.?" Tanya Ceni di sela-sela kuda mereka melambat.

" Setelah melewati kota, biasa nya aku ketika ke istana, bisa memakan waktu 2 hari." Ujar Ying Zu.

"Lalu, kalau memakan waktu lama, kau dan pengawal serta pelayan mu dulu menginap dimana.?" Tanya Ceni lagi.

"Kami akan mendirikan tenda di pinggir hutan apabila masih di batas hutan, kalau sudah sampai kota maka kami memilih mencari penginapan, salah satu nya penginapan kakek Cheng itu pun sudah sangat lama sekali, terakhir aku menginap di kediaman kakek Cheng bersama pelayan ku sudah bertahun-tahun lama nya, dan semalam." Ucap Ying Zu tersenyum getir.

Bersambung.

1
Erna Fkpg
semangat thor kutunggu kelanjutannya 💪💪💪
Mineaa
waaaaaahhhh...... bakalan tambah seru nich part selanjutnya.....
jadi ga sabar.....
Ida Kurniasari
lanjut thorr 😍😍
Ida Kurniasari
seru thor😍
Erna Fkpg
terimakasih thor kutunggu upnya selanjutnya 👍👍👍
Astiana 💕: sip 👍
total 1 replies
Erna Fkpg
GK sabar nunggu kehancuran yin sang
Erna Fkpg
lanjut thor
Erna Fkpg
bagus semoga GK berhenti ditengah jalan
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Sribundanya Gifran
nungguin ya, tunggu aja sampai pesta kembalinya ying zu di kerajaan,
lanjut up lagi thor💪💪💪💪💪
Marsya
jgn2 yg gx slamat cucu kakek jendral alias meninggal trus diganti sama anak kaisar makanya bpaknya gx syang oeg bkan darah dagingnya
Sribundanya Gifran
lanjut
Murni Dewita
zu anak permaisuri yang sengaja di tukar deh
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪
aria
lanjut
Murni Dewita
double up thor
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
Murni Dewita
dikit amat thor
aria
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!