NovelToon NovelToon
Antagonis Pria Itu Milikku!

Antagonis Pria Itu Milikku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Identitas Tersembunyi / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Balas dendam pengganti / Mengubah Takdir
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Fasha mengamuk setelah membaca sebuah novel, bukan karena ceritanya buruk, tapi karena tokoh antagonis pria yang ia sukai, mati mengenaskan tanpa keadilan.

Tak disangka, Fasha malah mendapati dirinya telah bertransmigrasi ke dalam novel itu, tepat di tubuh gadis yang akan segera kehilangan suara… dan dijual sebagai istri pada pria yang sama.
Untuk mengubah takdir, Fasha hanya punya satu tujuan yaitu menyelamatkan Sander dari kematian tragisnya—meski itu berarti harus menikah dengannya terlebih dulu.

Karena kali ini, penjahat itu… adalah suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 - Aku Akan Mati, ya?

“Fasha, jangan lakukan panggilan video hanya untuk hal seperti ini.”

“Sander, maukah kamu main game potong buah denganku?”

Sander mengangkat pergelangan tangannya, melirik jam. Waktu kerja seharusnya sudah berakhir.

“Tidak. Istirahatlah.”

Fasha pergi sambil meloncat kecil, tablet itu masih dipeluk di dadanya. Sebelum menutup pintu, ia tak lupa membentuk isyarat hati ke arah Sander.

Begitu kembali ke kamar, Fasha segera membuka situs pendaftaran yang pernah ia gunakan di kehidupan sebelumnya. Tak ada kabar apa pun. Akhirnya ia memilih mendaftar di platform komik dengan reputasi tinggi dan menggunakan nama pena Lily.

Setelah semua data dasar terisi, ia mulai menggambar ulang karya yang dulu pernah ia buat.

Lampu meja di samping ranjang memancarkan cahaya kuning temaram. Fasha begitu tenggelam dalam gambar-gambarnya hingga lupa makan dan minum.

Saat ia akhirnya menyelesaikan satu bagian, jarum jam sudah menunjuk pukul empat pagi.

Fasha mendesah, menekan dadanya yang terasa nyeri ketika berbaring. Ujung jarinya mengetuk pelan, lalu ia cepat-cepat memejamkan mata, seolah takut jika tidak segera tidur, tubuhnya benar-benar akan menyerah.

***

Ding dong. Ding dong. Ding dong.

Fasha masih meringkuk di balik selimut yang hangat. Dengan mata setengah tertutup, ia meraba tablet yang terus berbunyi.

Sambil memaksa membuka mata, ia melihat pesan dari platform komik tempat ia mendaftar semalam.

[Yuni: Halo, seniman berbakat Lily. Saya Yuni, editor dari Airo Manhua. Kami melihat komik Anda yang baru diperbarui memiliki gaya dan tema yang sangat menarik. Kami ingin mendiskusikan kontrak dengan Anda.]

Airo Manhua adalah salah satu platform teratas di industri, dengan sistem bagi hasil yang sangat menguntungkan.

Yuni tak melihat alasan bagi Lily untuk menolak.

Fasha mengusap pelipisnya yang berdenyut, bangkit sambil menguap berkali-kali, lalu membalas dengan mata masih menyipit.

[Lily: Halo. Jika menandatangani kontrak, saya harus memastikan hak cipta tetap milik saya. Platform hanya memegang hak distribusi. Apakah itu memungkinkan?]

Di kehidupan sebelumnya, karyanya laris dan menghasilkan banyak uang. Ia tak mungkin sembarangan menandatangani kontrak.

[Yuni: Saya perlu mengonfirmasi hal ini lebih lanjut. Akan saya kabari secepatnya.]

[Lily: Baik.]

Fasha duduk sebentar sebelum menuju kamar mandi untuk menyegarkan diri. Ia memutuskan mulai sekarang sebaiknya menggambar di siang hari saat Sander tidak di rumah.

Begadang terlalu membebani tubuhnya yang rapuh—seperti rumah tua yang diterpa badai terus-menerus.

***

“Hah…?”

Fasha menatap jam dinding dengan mata terbelalak. Sudah pukul sepuluh pagi, tapi Sander masih ada di rumah.

“Fasha..”

“Hm?” Fasha berjalan tertatih dengan sandal, lalu menjatuhkan diri di samping Sander. Kepalanya miring, matanya sayu, seolah seluruh tenaganya telah terkuras.

Sander mendengus pelan. Keadaan Fasha jelas tidak normal, seperti seseorang yang semalaman tidak tidur.

“Berikan konsol game-nya.”

Fasha langsung duduk tegak. Matanya bergerak cepat, lalu bibirnya mengerucut. Ia meraih pergelangan tangan Sander dan menggoyangkannya pelan.

“Sander… jangan ambil itu.”

Tatapan Sander turun ke tangan yang memegang pergelangan tangannya, lalu kembali ke wajah Fasha.

Lingkaran hitam di bawah mata gadis itu sangat jelas. Program anti-kecanduan pun tak cukup menahan kebiasaan begadangnya.

“Kamu tidur tidak semalam? Jam berapa tidur? Apa main game itu menyenangkan?”

Tiga pertanyaan beruntun membuat Fasha kehilangan kata-kata.

“Itu… terlalu cepat, aku tidak mengerti,” gumamnya, lalu buru-buru menambahkan, “lagipula, game itu tidak sebagus kamu.”

Sander jelas paham—Fasha sedang mengalihkan topik.

“Fasha, aku tidak ingin melihat kejadian seperti ini lagi. Jangan terlalu banyak main game.”

“A-choo!”

Fasha buru-buru mengambil tisu, menutup hidungnya. Bersin datang bertubi-tubi.

Tepat tujuh kali.

Sander menatapnya dengan wajah semakin gelap.

Fasha menggigit bibir, lalu mendekat, matanya berkaca-kaca. Air mata jatuh satu per satu, membasahi kaki celana Sander.

Tatapan mereka bertemu dalam jarak yang terlalu dekat. Sander bahkan bisa melihat bulu-bulu halus di pipi Fasha.

Napas yang tertahan saling bersinggungan.

Pergelangan tangan yang tadi digenggam terasa mati rasa.

Rasa panas merambat di ujung jari Sander. Ia refleks menarik tangannya kembali, meski sebenarnya ingin menahannya.

Namun Fasha lebih cepat.

Ia meraih jari-jari itu, membalikkan telapak tangan Sander, lalu menempelkannya di dekat pelipisnya.

“Sander… aku akan mati, ya?”

Dengan suara lirih, Fasha menggesekkan pipinya ke telapak tangan itu, menghirup aroma dingin yang menenangkan. Tubuhnya tampak lemas, seperti bunga yang layu karena kelelahan—namun tetap bergantung penuh padanya.

Dan untuk sesaat, Sander benar-benar kehilangan kendali atas detak jantungnya sendiri.

1
hile sivra
pantes pas liat riwayat bacaan ada yang update tapi kok asing, ternyata ganti gambar sampul toh /Facepalm/
Lynn_: Udah terkontrak ka, jdi covernya ganti🙏😇
total 1 replies
hile sivra
haduuh tanggal 2 maret up nya, bisa 2 hari lagi ga sih thoorr/Scowl/
Lynn_: Makasih udah baca dan komen ya kak🙏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!