NovelToon NovelToon
Bukan Istri Cadangan

Bukan Istri Cadangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor jahat / Poligami / Selingkuh
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

Lima tahun Hana Ayunindya mengabdi sebagai istri sempurna bagi Arlan Mahendra. Namun, cinta saja ternyata tidak cukup untuk mengisi rahim yang masih sunyi. Di bawah tekanan keluarga dan ego yang terluka, Arlan menjatuhkan vonis paling kejam. Ia akan menikah lagi.

​Maura hadir bukan hanya untuk memberikan keturunan yang didambakan Arlan, tapi juga untuk perlahan menggeser posisi Hana di rumah yang ia bangun dengan air mata. Hana mencoba ikhlas, mencoba menelan pahitnya dipoligami, hingga ia menyadari bahwa keikhlasan tanpa batas hanya akan membuatnya hancur tak bersisa.

​Di tengah puing-puing hatinya, Hana memutuskan untuk bangkit dan menemukan kembali jati dirinya yang hilang. Saat itulah, Adrian Gavriel hadir dan menunjukkan bahwa Hana layak dicintai tanpa syarat.

​Ketika Hana mulai berpaling, mampukah Arlan merelakannya? Ataukah penyesalan datang saat pintu hati Hana sudah tertutup rapat?

Kita simak kisah selanjutnya yuk di Karya => Bukan Istri Cadangan.
By: Miss Ra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

​Pagi itu di gedung Mahendra Group, atmosfer terasa jauh lebih berat dari biasanya. Arlan duduk di kursi kebesarannya, mencoba fokus pada deretan angka di layar laptop yang tampak mengabur di matanya.

Luka memar di wajahnya kini telah berubah menjadi warna kuning keunguan, namun rasa perih yang paling nyata berada di dalam dadanya. Kejadian semalam, saat Hana melangkah pergi dengan Adrian Gavriel, terus berputar di kepalanya seperti kaset rusak.

​Ia merasa terhina. Bagaimana bisa Hana, wanita yang selama lima tahun hanya ia anggap sebagai pengurus rumah tangga yang penurut, kini memiliki keberanian untuk menatapnya dengan pandangan sedingin es?

​Tok ... Tok ... Tok ...

​Ketukan di pintu ruangannya membuyarkan lamunannya. Sekretarisnya masuk dengan langkah ragu, wajahnya tampak tegang seolah sedang membawa kabar buruk. Di tangannya, ia memegang sebuah amplop cokelat besar dengan stempel resmi yang sangat mencolok.

​"Permisi, Pak Arlan. Baru saja ada kurir yang mengantarkan surat ini. Katanya harus diterima langsung oleh Bapak dan bersifat sangat mendesak," ucap sekretaris itu dengan suara pelan.

​Arlan mengernyitkan dahi. "Letakkan di meja. Kau boleh keluar."

​Setelah pintu tertutup rapat, Arlan menatap amplop itu dengan perasaan was-was. Ada firasat buruk yang merayapi tengkuknya. Dengan tangan yang sedikit gemetar, ia merobek segel amplop tersebut. Lembaran kertas di dalamnya ditarik keluar.

​Mata Arlan membelalak saat membaca baris pertama.

​"SURAT PANGGILAN SIDANG - PENGADILAN AGAMA"

​Darah Arlan seolah berhenti mengalir. Di sana tertera dengan jelas namanya sebagai Tergugat, dan nama Hana Ayunindya sebagai Penggugat. Hana benar-benar melakukannya. Dia tidak menggertak.

Dia tidak sedang mencari perhatian. Dia benar-benar ingin memutuskan ikatan yang selama ini Arlan anggap sebagai rantai yang mustahil diputuskan.

​"Sialan!" Arlan mengumpat keras, melempar kertas-kertas itu hingga berserakan di atas meja mahoninya.

​Ia mengepalkan tinju. Rasa malu dan murka bercampur menjadi satu. Baginya, perceraian ini bukan soal kehilangan cinta, tapi soal kegagalan ego. Seorang Mahendra digugat cerai oleh istri yang dulu ia remehkan?

Berita ini akan menjadi santapan empuk media bisnis dan menghancurkan reputasinya yang sudah mulai goyah.

​"Kau pikir kau bisa menang, Hana?" desisnya dengan rahang mengeras. "Kau pikir pria Gavriel itu akan terus membentengimu?"

​~~~

​Berbeda 180 derajat dengan kegelapan yang menyelimuti Arlan, di lantai teratas gedung Gavriel Corp, sebuah transformasi besar sedang berlangsung.

​Ruang rapat eksekutif yang biasanya bernuansa kaku dan tegang, kini terasa penuh energi. Di depan layar proyektor yang menampilkan grafik pertumbuhan investasi, berdiri seorang wanita yang memukau setiap pasang mata di ruangan itu.

​Hana Ayunindya tidak lagi mengenakan celemek atau pakaian rumah tangga yang membosankan. Hari ini, ia mengenakan power suit berwarna biru gelap yang membalut tubuhnya dengan sempurna.

Rambutnya disanggul modern, menyisakan beberapa helai yang membingkai wajahnya yang berseri.

​"Strategi diversifikasi aset yang saya ajukan bukan hanya soal menambah angka di neraca keuangan," suara Hana terdengar jernih dan mantap, bergema dengan penuh percaya diri. "Ini adalah soal bagaimana kita membangun kepercayaan pasar bahwa Gavriel Corp bukan sekadar pengembang properti, melainkan pengelola ekosistem gaya hidup masa depan."

​Hana menggerakkan laser pointer-nya dengan luwes. Ia menjelaskan detail celah pasar yang selama ini diabaikan oleh para kompetitor, termasuk celah yang ditinggalkan oleh Mahendra Group karena manajemen mereka yang mulai kacau.

​Para direksi, yang sebagian besar adalah pria-pria senior berpengalaman, tampak mengangguk-angguk kagum.

Mereka tidak hanya terpesona oleh kecerdasan analisis yang dipaparkan, tetapi juga oleh pancaran kecantikan dan karisma Hana yang sangat alami. Ia bukan sekadar membacakan data, ia menguasai panggungnya.

​Di ujung meja, Adrian Gavriel duduk dengan posisi bersedekap. Sepasang matanya tidak pernah lepas dari Hana. Ada gurat kebanggaan yang tak tersembunyi di wajahnya.

Adrian tahu Hana cerdas, tapi melihat wanita itu meledak dengan potensi penuhnya seperti ini membuatnya sadar bahwa ia telah menemukan permata yang selama ini terkubur di bawah tumpukan debu di rumah Mahendra.

​"Kesimpulannya," Hana menutup presentasinya dengan sebuah senyum tipis yang mempesona, "jika kita mengambil langkah ini sekarang, Gavriel Corp akan memimpin pasar dalam dua kuartal ke depan."

​Hening sejenak, sebelum akhirnya ruangan itu dipenuhi oleh tepuk tangan riuh. Salah satu direktur senior berdiri.

​"Luar biasa, Nona Hana. Saya sudah puluhan tahun di industri ini, tapi cara Anda melihat peluang sangatlah tajam. Adrian, kau benar-benar beruntung memiliki Sekretaris Utama sekaligus Konsultan Strategis seperti dia."

​Hana menundukkan kepala dengan anggun sebagai tanda terima kasih. "Terima kasih, Pak. Ini semua berkat dukungan tim dan kepercayaan dari Pak Adrian."

​Setelah rapat berakhir dan para direksi keluar dari ruangan sambil masih membicarakan presentasi tadi, Adrian bangkit dari kursinya dan berjalan mendekati Hana.

​"Kau melakukannya lebih baik dari yang aku bayangkan, Hana," ucap Adrian dengan suara rendah yang hangat.

​Hana menghela napas lega, pundaknya yang tadi tegang perlahan meluruh. "Aku sangat gugup, Adrian. Jantungku rasanya mau melompat keluar tadi."

​"Tapi tidak ada satu orang pun yang menyadarinya," Adrian tersenyum, menatap Hana dengan binar apresiasi. "Kau tampak... sangat berkuasa di sana tadi. Dan cantik, tentu saja."

​Pipi Hana merona merah mendengar pujian jujur itu. "Terima kasih. Oh ya, pagi tadi kurir sudah mengonfirmasi bahwa surat pendaftaran sidang sudah sampai ke tangan Arlan."

​Raut wajah Adrian berubah sedikit lebih serius. "Dia pasti sedang mengamuk sekarang. Kau sudah siap menghadapi konfrontasi di pengadilan nanti?"

​Hana terdiam sejenak, menatap ke arah jendela besar yang memperlihatkan pemandangan kota. Ia teringat kembali semua hinaan, perselingkuhan, dan rasa sakit yang ia telan selama lima tahun.

​"Aku tidak hanya siap, Adrian. Aku sangat menantikannya," jawab Hana tegas. "Aku ingin secara sah menghapus nama Mahendra dari identitasku. Aku ingin dunia tahu bahwa Hana yang dulu sudah mati, dan wanita yang berdiri di depanmu sekarang tidak akan pernah membiarkan siapapun menginjaknya lagi."

​Adrian mengangguk, lalu tangannya bergerak secara impulsif menyelipkan sehelai rambut Hana ke belakang telinga. Gestur itu sangat lembut, membuat Hana terpaku sejenak.

​"Jangan khawatir. Aku akan ada di sana, di barisan paling depan untuk mendukungmu. Dia tidak akan menyentuhmu seujung kuku pun."

​Hana merasakan kehangatan yang menjalar di hatinya. Perlindungan Adrian terasa begitu tulus, sangat kontras dengan kepemilikan posesif Arlan yang menyesakkan.

​Di tempat lain, Arlan masih menatap surat perceraian itu dengan tatapan kosong. Tiba-tiba ponselnya berdering. Itu dari Dani, asisten sekaligus sahabatnya.

​"Halo, Dan?"

​"Ar! Lu udah dengar berita terbaru? Kabar soal lu digugat cerai Hana sudah mulai bocor ke beberapa investor. Mereka mulai bertanya-tanya soal kestabilan internal keluarga lu. Apalagi beredar rumor kalau Hana sekarang jadi 'tangan kanan' Adrian Gavriel di proyek ekspansi terbaru mereka."

​Arlan menggeram. "Bagaimana mereka bisa tahu secepat itu?!"

​"Media punya telinga di mana-mana, Ar. Dan jangan lupa, performa Hana di rapat Gavriel Corp tadi siang kabarnya sangat fenomenal. Para pemegang saham kita yang juga punya saham di sana mulai membanding-bandingkan kalian."

​Arlan melempar ponselnya ke sofa. Ia merasa seperti dikepung dari segala sisi. Hana yang dulu hanya bisa memasak di dapur, kini menjadi ancaman nyata bagi kerajaannya di dunia bisnis.

​"Kau ingin bermain perang, Hana?" desis Arlan sambil menatap surat sidang itu dengan dendam. "Akan kuberikan perang yang tidak akan pernah kau lupakan."

​Arlan tidak menyadari bahwa setiap langkah yang ia ambil karena kemarahan justru akan membawanya semakin dalam menuju lubang kehancuran yang ia gali sendiri.

Sementara itu, Hana telah melangkah jauh ke depan, meninggalkan masa lalunya yang kelabu menuju cahaya kemenangan yang kian benderang.

...----------------...

**Next Episode**....

Jangan lupa baca karya terbaru Miss Ra yaaa...

Blurb -

Arumi Nadya Karima merasa dirinya adalah wanita paling beruntung, dilahirkan dari keluarga kaya, cantik, dan menikah dengan pria yang dicintainya sejak masa kuliah, Gibran Erlangga. Selama dua tahun pernikahan, Gibran selalu tampak penyayang dan perhatian.

Namun, semuanya berubah ketika Arumi menemukan rahasia tersembunyi di ponsel suaminya - Gibran telah berselingkuh dan mengaku tidak pernah mencintainya.

Dengan hati yang terluka parah, Arumi memutuskan untuk menjauh dan membuktikan dirinya sebagai pengusaha yang mampu. Di Semarang, ia menemukan kekuatan baru dan bertemu seseorang yang mengubah pandangannya tentang cinta.

Namun, ketika masa lalu kembali menghantui, apakah Arumi akan mampu melangkah maju atau terjebak dalam luka yang tak kunjung sembuh?

Baca kisah perjuangan seorang wanita untuk menemukan kebahagiaan sejati dalam novel ini.

Kita simak kisah selanjutnya di cerita Novel \=> Pernikahan Sandiwara.

By: Miss Ra

~~~

Selamat membaca semuanya....

1
mama
ujian preet han..jgn goblok 2x lah jd cwe🤣..mulut suami km licin kyk minyak goreng kok dipercaya🤭
Lee Mba Young
setelah koar koar cerai ada yg bantuin akhirnya di bujuk dikit lngsung luluh sebegitu bucin pa bgitu enak goyangan suami smp gk mau cerai.
nnti kl gk adil jng nangis minta cerai lagi nikmati saja toh di keloni juga kan dpt burung nya juga kan. sakit ya telen saja.
awas habis ini jng cerai jng jd wanita labil.
Lee Mba Young
🤣🤣 ngapain kemarin koar koar cerai trus sekarang batal. hrse terima saja poligami nya kebiasaan wanita indo yg lemah. setelah koar koar cerai smp sidang di rayu dikit langsung luluh. iku ae belum di keloni nnti di keloni lngsung gk jd cerai. 🤣.
sebegitu murah nya Hana Hana.
habis ini jng nyusahin yg Bantu kamu supaya bisa cerai.
cinta semu
buat Hana tegar Thor ...
Miss Ra: 💪🤗
siaaaappp
total 1 replies
Mundri Astuti
sakit kamu mah Arlan, ntar anak yg dikandung Maura taunya bukan anaknya ni y, nangis" dah situ saat itu terkuak
Mundri Astuti
mudah"an Adrian bisa jadi tameng buat Hana, hancurin perusahaannya Arlan aja Adrian biar tau rasa dia
Sasikarin Sasikarin
kok di buka pernikahan sandiwara dah terhapus
Miss Ra: iya kak maaf yah...

mnurutku ceritanya kurang bagus dan menarik...
takutnya nanti seperti beberapa karya gagal retensi yg sudah aku buat tpi mengecewakan..

nanti aku buatkan cerita yg lebih menarik lainnya yaa...

🙏
total 1 replies
Mundri Astuti
ayo Hana kamu harus kuat, tunjukkan ke Arlan bahwa kamu bisa berdiri diatas kakimu sendiri dan bahagia tanpa nama besar Arlan dan keluarganya
Himna Mohamad
kereeen
Sasikarin Sasikarin
lanjuuuuuuut 💪
Lee Mbaa Young
lanjuttt
Miss Ra: /Chuckle//Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
Himna Mohamad
lanjutt thoor kereen ceritanya
Miss Ra: siaaappp 💪

/Heart//Kiss/
total 1 replies
Yantie Narnoe
semangat up nya...💪💪
Miss Ra: siaaaappp

💪
total 1 replies
Yantie Narnoe
lanjut..💪💪💪
Soraya
mampir thor
Miss Ra: siaaaapppp 💪
total 1 replies
Himna Mohamad
lanjut kk
Miss Ra: siaaapppp💪💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!