Di masa lalu, Sheng Long adalah Kaisar Iblis Kuno terkuat yang pernah ada. Kekuatannya begitu mengerikan hingga seluruh ras bersatu hanya untuk satu tujuan—menyegelnya selamanya.
Menolak tunduk pada takdir, Sheng Long membelah jiwanya dan bereinkarnasi demi menghindari segel tersebut. Ia terlahir kembali sebagai putra Keluarga Shen, namun dengan harga yang kejam. Kekuatan masa lalunya tersegel, tubuhnya lemah, dan ia dicap sebagai tuan muda sampah yang sakit-sakitan.
Menganggap keberadaannya sebagai aib, keluarganya menikahkannya dengan seorang gadis sederhana yang tak memiliki latar belakang apa pun. Namun justru dari gadis itulah, Shen Long merasakan kehangatan dan ketulusan yang tak pernah ia miliki sebelumnya. Untuk pertama kalinya, ia merasakan arti kebahagiaan.
Sayangnya, kebahagiaan itu menjadi dosa di mata keluarganya.
Didorong oleh iri dan kebencian, mereka merebut gadis itu dari hidupnya. Tindakan kejam tersebut menghancurkan segel yang membelenggu jiwa Sheng Long. Kaisar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14: Perjamuan Darah di Langit Terlarang
Langit planet itu kini tidak lagi berwarna biru, melainkan berubah menjadi kelabu gelap yang pekat, tertutup oleh ribuan kultivator yang datang dari segala penjuru. Mereka seperti kawanan belalang yang menutupi matahari, membawa pusaka-pusaka suci, binatang buas tunggangan, dan formasi tempur raksasa.
"Iblis! Hari ini kau akan jatuh di tangan aliansi seribu sekte!" teriak seorang pemimpin kultivator yang menunggangi burung phoenix api.
Shen Long berdiri tegak di tengah kepungan itu, kakinya menginjak udara seolah itu adalah tanah padat. Ia melirik lautan manusia di depannya dengan tatapan yang sangat rendah.
"Seribu sekte? Sepuluh ribu sekte pun hanya akan menjadi pupuk bagi tanah ini." jawab Shen Long dingin.
WUSH!
Shen Long menghilang. Detik berikutnya, ia muncul di tengah-tengah formasi burung phoenix. Tanpa menggunakan pedang, ia hanya mengepalkan tangan dan menghantam udara.
BOOM!
Gelombang kejut dari pukulan itu meledakkan puluhan kultivator di sekitarnya hingga menjadi kabut darah. Burung phoenix api yang perkasa itu menjerit sebelum kepalanya hancur diremas oleh tangan kosong Shen Long.
"Maju! Jangan biarkan dia bernapas!" teriak para kultivator lainnya.
Gelombang musuh pertama melesat maju. Ribuan tombak energi menghujam dari segala arah. Shen Long hanya memutar pedang Pembantai Surga di tangannya. Setiap dentingan pedangnya memotong senjata lawan sekaligus membelah tubuh mereka dari kepala hingga pinggang.
Darah mulai turun dari langit seperti hujan lebat.
Shen Long terus menari di antara kematian. Ia menangkap kepala seorang kultivator ranah Jiwa Sejati, membenturkannya ke kultivator lain hingga keduanya hancur berkeping-keping. Ia tidak menunjukkan kelelahan; setiap nyawa yang ia cabut justru memberi makan pedangnya, membuat aura merah di tubuhnya semakin berpendar terang.
"Gunakan Formasi Penyegel Dewa!" teriak seorang tetua dari kejauhan.
Ratusan kultivator tingkat tinggi mulai melingkar, merajut jaring-jaring cahaya keemasan yang berusaha mengikat tubuh raksasa Shen Long. Rantai-rantai energi sebesar batang pohon melilit lengan dan kaki Sang Kaisar Iblis.
"Hahaha! Hanya ini?" Shen Long tertawa mengejek. Ia mengerahkan sedikit energi dari tubuh aslinya. Otot-ototnya menegang, dan dengan satu sentakan kuat—
PRANG!
Rantai-rantai suci itu hancur berantakan. Kekuatan balik dari hancurnya segel itu membuat ratusan kultivator yang merapalkannya memuntahkan organ dalam mereka dan jatuh dari langit seperti serangga yang mati disemprot racun.
Namun, musuh tidak berhenti. Gerbang-gerbang teleportasi terus terbuka di angkasa, memuntahkan lebih banyak lagi pasukan. Pasukan kavaleri terbang, pemanah dengan anak panah penghancur gunung, hingga monster-monster raksasa yang dijinakkan oleh sekte-sekte kuno.
"Kalian tidak mengerti ya?" Shen Long mengangkat pedangnya tinggi-tinggi. "Bagi kalian, ini adalah perang untuk bertahan hidup. Bagiku... ini hanyalah cara untuk merayakan kembalinya raga asliku."
Shen Long memutar pedangnya dengan kecepatan yang menciptakan pusaran angin hitam. Angin itu menyedot para kultivator di sekitarnya masuk ke dalam pusaran, di mana tubuh mereka dicabik-cabik oleh jutaan tebasan pedang tak terlihat.
Langit kini dipenuhi oleh potongan tubuh dan senjata yang patah. Bau anyir darah memenuhi atmosfer, membuat siapa pun yang memiliki akal sehat akan gemetar ketakutan. Namun, para kultivator ini telah dicuci otak oleh rasa takut dan keserakahan mereka sendiri.
"Mati satu, tumbuh seribu! Serang!"
Shen Long menyeringai. Ia menatap lautan musuh yang seolah tak ada habisnya itu dengan nafsu membunuh yang semakin memuncak.
"Bagus... semakin banyak kalian datang, semakin banyak makanan untuk pedangku. Mari kita lihat, berapa lama planet ini bisa menampung tumpukan mayat kalian!"
Ia melesat kembali ke dalam kerumunan, setiap tebasannya menciptakan garis kematian yang membelah barisan musuh sejauh sepuluh mil. Ini bukan lagi pertempuran; ini adalah penggilingan daging berskala planet.
Di tengah pembantaian itu, Shen Long berhenti sesaat. Ia merasakan sebuah getaran yang sangat familiar dari arah cakrawala—sebuah aura yang sangat ia benci di kehidupan masa lalunya.
"Jadi kau masih hidup, dasar pencuri..."