Lea Michele wanita berusia ( 22 ) tahun, seorang wanita berdarah dingin, dan bekerja sebagai pembunuh bayaran, yang harus mengalami kecelakaan hebat. alih-alih pergi ke alam baka. jiwanya malah terperangah di dalam tubuh seorang gadis yang bernama Carlin Christine. seorang gadis yang sudah menikah. tapi yang tidak pernah di anggap sebagai istri oleh suaminya.
__________________________________________
lantas bagaimana kelanjutan kisahnya, mari kita bersama-sama untuk membacanya. mampukah Lea sang pembunuh bayaran, berperan sebagai Carlin Christine. atau malah sebaliknya...!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ecly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alasan dari pernikahan ini
Lea berdiri di sisi jendela kamarnya, menatap datar kota russia, yang sedang di guyur hujan lebat. dan angin kencang. ia bahkan sudah sejak dari beberapa menit yang lalu hanya menatap pohon-pohon, di depannya yang sedang bergoyang-goyang di terpa angin kencang.. Pikirannya melayang entah kemana.
Klik.
Kelly masuk dengan seorang pelayan, yang membawa nampan berisi cemilan dan segelas susu hangat, yang masih menyembul asapnya.
" Nyonya. "
Lea menoleh, lalu beranjak dari sisi jendela kamarnya. dan mendudukkan tubuhnya! di sofa empuk, yang ada di sudut kamarnya. pelayan itu bergerak cepat, menghidangkan apa yang ada di dalam nampan. setelah itu dia pamit undur diri. meninggalkan Kelly, dan Lea sendirian.
Setelah kepergian pelayan itu, Lea menatap kelly, dengan tatapan tanpa ekspresi apa-apa.
setelah beberapa detik diam membisu, Lea berkata.
" Kelly duduklah aku ingin bicara serius! "
kelly hanya mengangguk, lalu segera duduk di bawah karpetnya. Akan tetapi tiba-tiba.
" Kelly "
Suara berat, dan serak itu membuat kelly terlonjak kaget. belum lagi tatapan tajam dari pemilik suara itu, yang seolah-olah siap mencabik-cabik tubuhnya.
" Iya-iya nyo-nyonya..' apa saya melakukan kesalahan? " tanya kelly dengan suara bergetar, dan meremas tangannya kuat-kuat.
" Aku menyuruhmu duduk di sofa! bukan di lantai. cepat duduk di samping ku, aku ingin! bicara penting.."
" Itu tidak so-sopan nyonya. sa-saya duduk di bawah sa---"
" Kelly Clarkson. " tegur Lea..
Dengan perasaan yang was-was, dan tidak karuan Kelly dengan terpaksa duduk di samping nyonya-nya. kelly tahu hal seperti itu tidaklah benar, dia merasa tidak tahu diri. mengingat status mereka yang berbeda. Tapi mau bagaimana lagi kelly juga tidak punya pilihan lain. Selain mengikuti perintah dari nyonya-nya.
Duar ~
Kilatan, petir yang menggelegar. membuat suasana di dalam kamar nyonya-nya, semakin mencekam bagi kelly. dia seperti sedang berhadapan dengan malaikat maut, yang siap menyabut nyawanya.
Lea mengambil gelas susu, lalu menyesapnya sedikit. kemudian dia memutar-mutar gelas, itu dengan tangannya.
" Nyo-nyonya ingin membicarakan apa? " tanya Kelly, memberanikan dirinya.
" Beberapa waktu yang lalu, kamu pernah bilang akan meminta para pengawal mencari tahu keberadaan orang tua ku. tapi sampai sekarang tidak ada yang mau kamu katakan kepada ku? nggak mungkin kan, para pengawal sekelas keluarga Alexander. tidak menemukan informasi tentang orang tua ku? Ada apa Kelly? " maksud Lea adalah orang tua dari pemilik tubuh itu.
Kelly menelan ludahnya, dia gelisah. Apa lagi sang nyonya, tidak berpaling sedikitpun menatapnya.
" Ma-maaf nyonya, tapi saat ini keadaan nyonya sedang sakit? saya tidak bisa mengatakan apa pun! saya takut kesehatan anda semakin memburuk. " kelly menundukkan kepalanya.
Mata Lea langsung menggelap, Saat mendengar ucapan dari kelly. Lea menarik nafasnya dalam-dalam. Untuk mengontrol emosinya.
" Kelly aku tidak mau mendengar alasan apapun! aku juga sudah tidak sakit, cepat katakan kepada ku. mau baik atau pun buruk! Aku akan siap mendengarnya. " tegas Lea.
Kelly menghela nafasnya, dia pun dengan terpaksa mengatakan kepada Lea.
" Mereka...! mereka mengatakan pada saya bahwa ibu-ibu nyonya sudah meninggal dunia. "
Bagaikan tersambar petir di sore hari. Lea hanya diam membisu. dengan perasaan yang bercampur-aduk, ia tidak tahu harus beraksi.
seperti apa' terlebih dirinya sendiri memang sudah di tinggal ke-dua orang tuanya, meninggal dunia. sejak beberapa tahun yang lalu. Lea hanya ingin mengetahui apakah pemilik tubuh itu, masih punya orang tua atau tidak. karena sampai sekarang Lea belum ingat apa-apa tentang Carlin. Dia hanya mengandalkan insting nya saja.
*****
Klik.
" Eh " Kelly tersentak kaget' saat melihat kehadiran Axel. dia dengan cepat membungkukkan badannya, sesaat.
" Apa dia sudah jauh lebih baik? " tanya Axel, dengan suara bariton nya.
" Iya, tuan. Luka di bahu nyonya sudah mengering! "
" Hmm baiklah Kamu, pergilah! "
Kelly hanya mengangguk kepalanya lalu segera pergi dari kamar nyonya-nya.
Axel masuk ke dalam kamar yang sudah 1 Minggu, tidak pernah dia datangi. semenjak istrinya tertembak, dan di rawat di rumah sakit. dia hanya menerima laporan saja dari anak buahnya. karena selama 1 Minggu ini dia juga sedang sibuk. Axel juga baru tahu bahwa istrinya sudah keluar dari rumah sakit, dan sudah ada di Mansion nya, itupun di kasih tau sama Juan.
tap~tap~tap.
terlalu sibuk dengan isi pikirannya, Lea sampai tidak menyadari kehadiran Axel, yang sudah duduk di sampingnya.
" Apa yang sedang kamu pikirkan? " Axel menatap lekat sang istri, mencoba membaca pikiran, istrinya.
" Aaaahh "
Bug~
satu pukulan, mendarat sempurna di wajah Axel. tentu saja itu tidak di sengaja karena Lea reflek, sangking terkejutnya.
Axel sebenarnya kesal karena selalu di KDRT istrinya itu. akan tetapi saat melihat wajah kaget istrinya, dia pun hanya bisa menghela nafas panjangnya, ia tau istrinya benar-benar reflek saja.
" Ck, kenapa kamu suka sekali muncul seperti hantu? apa susahnya mengetuk pintu. trus minta ijin untuk masuk! bukannya malah menyelonong gitu! " semprot Lea.
" Bukannya minta maaf, kamu malah menyalahkan ku. " Axel tidak kalah kesal, baru saja dia datang ke kamar istrinya itu, setelah 1 Minggu, tapi istrinya sudah bikin kesal.
Lea mendengus dingin, lalu bergeser dan menatap ke lain arah, dia malas melihat wajah nyebelin Axel. tapi detik berikutnya Lea
mendekat lagi tangannya langsung mencengkram baju Axel penuh dendam.
" Ngomong-ngomong soal minta maaf, bukannya anda yang seharusnya minta maaf pada saya tuan Alexander.." Lea menatap dingin.
" Hah! "
Axel mengerjap matanya, dia bingung. Apa lagi istrinya sudah ke mode ( saya anda. ) itu artinya sedang marah.
" Ibu saya, beliau sudah meninggal dunia! di saat saya masih koma. tapi anda mau pun yang lainnya, tidak ada niat memberi tahu sama saya tentang itu! Setelah saya sadar dari koma. Apa anda sengaja? " Lea tersenyum sinis.
Deg~
" Hey, aku----! "
" Dan sekarang saya tahu, kenapa saya bisa menikah dengan bajingan seperti anda! tuan Axel Alexander. " Lea menatap penuh benci.
Tangan Axel menyentuh tangan Lea yang masih mencengkram kuat bajunya. Jujur saja dia sedikit sesak nafas.
" Apa yang kamu tahu? "
Axel bertanya setenang mungkin, meski dia tak nyaman dengan cara bicara, tatapan penuh benci dari istrinya. selain itu dia sangat terkejut dengan apa yang di katakan istrinya.
" Kita menikah karana anda membutuhkan istri untuk memenuhi syarat sebagai pemimpin Alexander bukan? "
Deg..
" Carlin...! "
" Untuk memenuhi syarat itu..! anda akhirnya mancari perempuan bodoh dan lemah. yang berasal dari keluarga biasa, trus anda memilih saya! tapi, waktu itu saya menolak anda bukan? "
" Carli--- "
" Anda tidak terima dengan penolakan saya. lalu anda mengancam akan menghancurkan usaha milik orang tua saya! karena itu orang tua saya memaksa saya menikah dengan anda. anda benar-benar sangat menjijikan tuan Axel Alexander! " ucap Lea berapi-api.
" Carlin aku menikah dengan mu, bukan karena ----"
" Cukup...saya tidak butuh kata-kata sampah' anda, cepat keluar dari kamar saya sekarang. " usir Lea.
Axel sendiri sangat terkejut, selama ini Carlin tidak pernah tahu kenapa dia menikahinya.
terlepas dari dia yang sudah pernah mengancam orang tua Carlin.
" Dari mana dia tahu tujuanku itu? " Axel bertanya-tanya, soal keluarganya sendiri juga tidak tahu alasan Axel menikahi Carlin.
" Carlin kamu salah pa----"
" Keluar atau ku hancurkan tubuhmu! "
teriak Lea dengan keras..
Tunggu dulu... bagaimana Lea bisa mengetahui semua itu. Jawabannya : karena Lea sudah menemukan catatan buku diary milik Carlin Christine, di ruang kerjanya.
*****
( beberapa hari sebelumnya, masih di waktu Carlin di beri tahu soal ibunya yang sudah meninggal dunia. )
" Apa sebenarnya kamu dan yang lainnya, juga tahu? tapi kalian memilih tutup mulut. karena di ancam sama Axel? "
Setelah sekian lama menyimak cerita dari kelly, hanya kata-kata itu yang keluar dari mulut Lea.
" Saya dan para pelayan di mansion ini tidak tahu, nyonya. mungkin para pelayan yang di luar mansion ini yang tahu, dan tuan melarangnya karena kondisi nyonya yang benar-benar belum pulih. "
Lea menatap dalam mata kelly mencoba mencari kebohongan, di dalamnya tapi tidak ada! Itu artinya kelly tidak sedang berbohong
padanya.
" Sekarang tunjukkan pada ku, di mana ruang kerja ku! aku mau ke sana? "
Kelly yang awalnya cemas, jadi semakin cemas saat melihat respon dari nyonya-nya yang seperti mati rasa, dan tidak perduli. Seharusnya kan marah' sedih nangis atau apalah karena sudah kehilangan ibunya. akan tetapi nyonya-nya malah seperti biasanya hanya menampilkan wajah datar dan dingin saja.
Hah- kelly saja yang tidak tahu, bahwa Lea sudah ngamuk-ngamuk kepada Axel karena tidak memberi tahunya tentang itu.
" Kelly kamu mau tidak mengantar ku, ke ruang kerja ku! " Lea sedikit meninggi suaranya.
Kelly tersentak kaget' " Ah Iya nyonya, baik saya akan mengantar anda nyonya! "
Akhirnya Lea beranjak untuk menuju ke ruang kerjanya, bersama kelly. Hujan di luar masih.
tapi sudah tidak sederas tadi.
yaaahhh mungkin cuma kebetulan sama aja kali yAA