NovelToon NovelToon
Hantu Tampan Si Mesum

Hantu Tampan Si Mesum

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Dunia Lain / Spiritual / Hantu / Suami Hantu
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Angin Siang Itu Berhembus Cukup Kencang, Memainkan Helai Rambut Panjang Milik Jelita Yang Sedang Duduk Santai Di Selasar Universitas. Bagi Jelita, Dunia Hanya Sebatas Apa Yang Bisa Dilihat Oleh Mata Dan Logika. Baginya, Cerita Hantu Hanyalah Dongeng Pengantar Tidur Untuk Orang-Orang Penakut.​"Hari Ini Kita Gak Ada Kelas! Gimana Kalau Kita Ke Gedung Kosong Sebelah," Ajak Salah Satu Teman Jelita Yang Bernama Dinda. Matanya Berkilat Penuh Rencana Tersembunyi.​Jelita Mengangkat Alisnya Sebelah, Menatap Dinda Dengan Tatapan Remeh. "Buat Apa Kita Kesana? Kamu Mau Ngajak Mojok Ya?" Selidik Jelita Sambil Tersenyum Tipis.​"Kamu Kan Gak Pernah Takut Dan Gak Pernah Percaya Hal Kaya Gitu. Kita Mau Tantang Kamu Kesana Untuk Uji Nyali," Kata Dinda Tegas.​"Bener Juga! Lumayan Hiburan Di Saat Lagi Kelas Kosong," Sambung Ira Yang Tiba-Tiba Bergabung, Memberikan Dorongan Ekstra Agar Jelita Terpojok.​Jelita Tertawa Kecil, Sebuah Tawa Yang Mengandung Kesombongan. "Oke, Siapa Takut? Ayok Kita Kesana."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Arjuna membelai pipi Jelita dengan punggung jarinya, lalu turun ke leher Jelita, menyentuh tanda merah yang ia tinggalkan tadi pagi. Tanda itu kini bersinar emas terang, seolah menyatu sempurna dengan kulit Jelita.

​"Lihatlah sekelilingmu... semua ini adalah milikmu. Aku telah menunggu ratusan tahun hanya untuk momen ini," bisik Arjuna. Ia merunduk, napasnya yang harum cendana menyapu bibir Jelita. "Malam ini, tidak akan ada lagi yang bisa memisahkan kita. Kau akan menjadi permaisuriku selamanya."

​Jelita hanya bisa mendesah pasrah, tangannya tanpa sadar meremas bahu kokoh Arjuna. Di dunianya saat ini, ia merasa sangat dicintai dan dilindungi, melupakan sepenuhnya bahwa di luar sana, kedua sahabatnya sedang bertaruh nyawa untuk menyelamatkannya.

Di saat yang sama, Ira dan Dinda berhasil mencapai pintu aula bawah tanah. Namun, pemandangan di depan mereka sangatlah gila. Mereka melihat Jelita sedang berdiri di tengah udara kosong, terangkat beberapa senti dari lantai, dan tampak sedang berpelukan dengan sosok transparan Arjuna yang sangat tampan.

​"Jelita! Jangan dengarkan dia!" teriak Ira.

​Dinda yang berada di belakang Ira kembali terpaku. "Astaga... kalau kelihatannya seperti ini, aku jadi bingung mau menyelamatkan Jelita atau malah iri padanya. Lihat wajah hantu itu saat mencium keningnya, Ira... itu romantis sekali!"

​"Dinda! Fokus!" Ira menyikut rusuk Dinda dengan keras. "Ingat, itu semua palsu! Dia sedang menghisap jiwa Jelita!"

"Ira, lebih baik kita negosiasi saja! Agar Arjuna tetap melepaskan Jelita dengan syarat kita akan mendukung hubungan mereka, tapi Arjuna tidak boleh membawa Jelita ke dunianya. Maksudku, bisakah mereka pacaran beda alam secara LDR saja?"

Ira menoleh ke arah Dinda dengan tatapan seolah sahabatnya itu baru saja kehilangan seluruh kewarasannya. Di tengah ketegangan yang memuncak, usul Dinda benar-benar terdengar seperti lelucon paling konyol abad ini.

"Negosiasi? Kamu pikir ini drama Korea?!" desis Ira, meskipun tangannya tetap menggenggam botol air suci dengan gemetar.

"Tapi lihat, Ira! Dia tidak terlihat ingin membunuh Jelita. Dia cuma terlihat... sangat jatuh cinta dan sangat posesif!" Dinda mencoba bernegosiasi dengan logikanya sendiri. Ia melirik Arjuna yang kini sedang mengelus rambut Jelita dengan begitu lembut.

Ira memutar bola matanya, namun sebelum ia sempat memarahi Dinda, suara tawa Arjuna kembali menggelegar. Kali ini suaranya tidak terdengar di telinga, melainkan bergaung langsung di dalam dada mereka.

Arjuna memalingkan wajahnya ke arah pintu aula, namun ia tidak melepaskan pelukannya pada Jelita. Matanya yang biru gelap menatap Dinda dengan kilatan geli sekaligus meremehkan.

​"Negosiasi?" Arjuna mengulang kata-kata Dinda dengan nada mengejek yang seksi. "Kau ingin aku berbagi milikku dengan dunia manusia yang membosankan ini?"

​Ia menarik Jelita lebih erat, mencium pundak gadis itu dengan sengaja di depan mata mereka. "Dukungan kalian tidak ada artinya bagiku. Namun... kejujuranmu cukup menghibur, Manusia Kecil."

Arjuna melambaikan tangannya, dan tiba-tiba sebuah garis pembatas berupa asap ungu muncul di antara mereka. Ia menatap Ira dengan serius.

​"Aku akan membiarkannya tetap berada di dunia kalian pada siang hari," ucap Arjuna, membuat jantung Jelita berdegup kencang. "Tapi dengan satu syarat: setiap malam saat bulan terbit, jiwanya harus kembali ke aula ini untuk menemaniku. Dan tanda di lehernya... itu tidak akan pernah bisa dihapus oleh siapa pun, termasuk kakek tua itu."

​"Itu namanya kontrak mati, Arjuna!" teriak Ira. "Jelita akan kehilangan hidupnya secara perlahan kalau setiap malam energinya kau hisap!"

Jelita yang mulai tersadar dari pengaruh hipnotisnya, menatap Ira dan Dinda dengan mata berkaca-kaca. Ia bisa merasakan cinta Arjuna yang besar, namun ia juga tahu itu adalah cinta yang menjerat.

​"Ira... Dinda..." rintih Jelita. Ia menoleh ke arah Arjuna yang tampan namun mengerikan.

"Jika aku setuju... apakah kau berjanji tidak akan pernah menyentuh atau mengganggu sahabat-sahabatku lagi?"

​Arjuna menyeringai kemenangan. "Tentu, Sayang. Selama kau patuh dan hanya memikirkan aku, dunia mereka akan tetap aman."

Dinda menyenggol Ira. "Ira, lihat! Ini kesepakatan yang bagus! Jelita tetap punya teman, dan dia punya pacar pangeran yang tampannya tidak masuk akal. Ini namanya win-win solution!"

​"Dinda, tutup mulutmu!" Ira frustrasi. "Jelita, jangan ambil keputusan saat kau sedang dalam pelukannya!"

Namun, Jelita sudah membulatkan tekadnya. Ia menatap mata biru Arjuna yang dalam, mencoba mencari kejujuran di balik posesifitas pria itu. "Baiklah, aku setuju Arjuna! Aku tetap milikmu, tapi izinkan aku untuk tetap berada di duniaku. Aku tidak akan tega meninggalkan kedua orang tuaku, dan juga... aku tidak bisa meninggalkan sahabat-sahabatku."

Ira terbelalak, hampir saja ia menjatuhkan botol air sucinya mendengar keputusan Jelita. Namun, di sisi lain, Dinda justru menghela napas lega sambil menyeka air matanya, meski penampilannya masih berantakan.

​"Jelita! Apa yang kamu lakukan? Itu perjanjian dengan penguasa kegelapan!" seru Ira tertahan.

Mendengar jawaban Jelita, seringai kemenangan di wajah Arjuna perlahan berubah menjadi tatapan yang lebih lembut, namun tetap dominan. Ia menarik tubuh Jelita hingga tak ada jarak di antara mereka.

​"Pilihan yang bijak, Ratu Kecilku," bisik Arjuna. Suaranya bergetar, mengirimkan sensasi dingin sekaligus hangat ke seluruh tubuh Jelita. "Dunia manusia itu fana, tapi demi keinginanmu, aku akan memberikan kelonggaran."

​Arjuna mengangkat tangan kanan Jelita, tepat di mana gelang hitam itu melingkar. Gelang itu mendadak berpendar merah darah yang sangat terang, menyinari seluruh aula bawah tanah.

Cahaya dari gelang itu merambat naik ke lengan Jelita, menuju tanda merah di lehernya. Jelita memekik kecil saat merasakan sensasi seperti tersengat listrik. Tanda di lehernya kini tidak lagi terlihat seperti memar, melainkan ukiran emas permanen yang sangat cantik namun misterius—sebuah segel kepemilikan.

Arjuna merunduk, membungkam bibir Jelita dengan ciuman yang lebih dalam dari sebelumnya. Kali ini bukan ciuman yang memaksa, melainkan ciuman yang "mengikat" jiwa Jelita agar selalu kembali padanya setiap kali matahari terbenam.

Seketika, aura kemegahan aula itu mulai memudar perlahan. Dinding-dinding marmer kembali berubah menjadi tembok beton gedung tua yang berdebu. Cahaya lilin kristal digantikan oleh sinar rembulan yang masuk melalui celah jendela.

​Arjuna perlahan melepaskan dekapannya, tubuhnya mulai menjadi transparan seiring dengan mendekatnya waktu fajar di cakrawala.

​"Pergilah bersama mereka," ucap Arjuna sambil menoleh sekilas ke arah Ira dan Dinda dengan tatapan dingin. "Tapi ingat janjimu. Saat bayangan malam menyentuh bumi, kau adalah milikku sepenuhnya. Dan jangan pernah mencoba untuk menghapus tandaku... atau mereka yang akan menanggung akibatnya."

​Sosoknya menghilang menjadi partikel debu biru, meninggalkan keheningan di ruang bawah tanah yang pengap itu.

Jelita jatuh terduduk di lantai, napasnya terengah-engah. Ira dan Dinda segera berlari menghampirinya. Dinda langsung memeluk Jelita erat-erat.

​"Jel! Kamu gila, tapi... kamu keren! Kamu baru saja pacaran resmi dengan pangeran hantu paling tampan se-kabupaten!" celetuk Dinda, mencoba mencairkan suasana meskipun ia masih gemetar.

​Ira membantu Jelita berdiri, matanya tertuju pada tanda emas di leher Jelita yang kini tidak bisa ditutupi lagi oleh syal manapun. "Kita harus pulang, Jel. Ayah dan ibumu pasti mencari. Tapi... bagaimana kita menjelaskan tanda ini? Dan bagaimana hidupmu setelah ini?"

​Jelita menyentuh lehernya, merasakan sisa kehangatan ciuman Arjuna. "Aku tidak tahu, Ira. Yang aku tahu, hidupku tidak akan pernah sama lagi. Aku manusia di siang hari, tapi pengantin kegelapan di malam hari."

1
Ani Suryani
merah merah karena hantu
Mingyu gf😘
Arjuna jahat
Mingyu gf😘
sadar jelita sadar
Stanalise (Deep)🖌️
Ya, kalau setannya kayak gini visualisasi nya siapa yang ga kepincut. Beneran 🐊 nih the mycth
Stanalise (Deep)🖌️
Tapi thor, sebenarnya nih si Jelita dia emang bisa nglihat atau ngga Thor? #Bertanya dengan nada lembut. 🥺
Greta Ela🦋🌺
Jangan woi. Hantu ini gak tahu tempat, dah tahu sekarang lagi jam kuliah malah diganggu
Greta Ela🦋🌺
Ya wajib lah dengerin dosen. Kocak amat lu
Greta Ela🦋🌺
Hantunya ganteng gini mah🤣
Greta Ela🦋🌺
Hantunya ini ngada2 ya🤣
Blueberry Solenne
Cape banget Ini yang Jadi temen-temennya, harus rebutan Jelita sama Hantu
Wida_Ast Jcy
tidak semudah itu juga kali. kalau teror berakhir otomatis ceritamu tamat donk. ya kan thor
Wida_Ast Jcy
Bukan masalah begitu jelita. namanya juga sahabat mungkin mereka ingin membantu. dan kesian harus membiarkan dirimu
studibivalvia
merinding tapi bikin terang-sang ya kan jel? 🤣
chemistrynana
ALAMAKK TAKUTNYA
arunika25
memangnya hantu tampan itu lebih menakutkan dari hantu biasa. suka posesif gitu padahal baru ketemu.😱
Ani Suryani
hantu cabul
CACASTAR
jujur cerita ini rada bikin merinding tapi campuran romantika saat penggambaran tokoh ya muncul..hantu kok tampan sih
CACASTAR
kenapa jadi gerah bacanya yaaa🤭
CACASTAR
kak Jing Jing ilustrasinya bikin salfok 😄
Blueberry Solenne
Leluhur si Jelitanya jahat banget, wajar lah si Arjuna nuntut haknya, eweh tapi serem ya bagaimana mungkin dua makhluk beda alam bersatu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!