setelah menyebrang, aku ingin berkultivasi dengan santai tetapi semua orang memubuat ku bekerja keras, saat aku berkata bahwa aku berkultivasi dengan bekerja keras, orang-orang ngin menghajar ku berkata bahwa aku orang termalas di dunia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kristanto artsx,...., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cap 20. kota tepi selatan
Kota tepi selatan, kota tepi selatan adalah kota yang berdiri di tengah sebuah gunung, sesuai namanya, kota tepi selatan adalah kota yang terletak di daerah paling selatan dari kekaisaran dengga.
Kota ini cukup makmur karena berada dekat dengan perbatasan antara kekaisaran dengga dan kekaisaran Ma di timur dan wilayah monster di selatan.
Karena wilayah perbatasan selatan kekaisaran dengga yang mengikuti bentuk pengunungan lakamon yang merupakan pertahanan alami untuk melawan monster, hal ini membuat wilayah perbatasan ini berkelok kelok, dan wilayah kota tepi selatan kebetulan berada di wilayah paling menjorok ke selatan dari pegunungan lakamon di daerah kekaisaran dengga.
untungnya, sedikit ke barat terdapat kota besar kekaisaran Ma yang lebih menjorok de selatan sehingga kota tepi selatan tak menjadi titik terdepan melawan monster di selatan, malah karena lokasi nya yang tak terlalu jauh dari kota besar kekaisaran Ma, kota ini mendapat keuntungan tameng gratis dan perdagangan yang cukup baik.
Meskipun kota ini hanya kota kecil, kota ini cukup makmur. di kota ini, terdapat 3 keluarga pembangunan fondasi yang menguasai sebagian besar bisnis di kota ini, setidaknya begitulah yang di ketahui ary.
Saat ini, gerbang barat kota tepi selatan, terdapat banyak orang yang masuk dan keluar, gerbang kota itu tingginya hanya 5 meter dan lebar 3 meter, terlihat Cukup kecil karena memang di rancang begitu.
Gerbang kota di rancang kecil agar bisa di buat sangat terbal dan mampu menahan serangan monster.
kebanyakan orang yang masuk dan keluar berjalan kaki. Hal ini karena di tempat ini, menggunakan kereta kuda hanya di gunakan untuk perjalanan jauh di jalan resmi yang aman.
daerah sekitar kota ini masih memiliki banyak monster.
Kebanyakan orang lebih suka berlari, dengan berlari, mereka tak akan mencolok dan mudah untuk bersembungi atau menghindari bahaya.
lagipula mereka adalah kultivator dan mereka tak membutuhkan kereta kuda untuk mengangkut barang, cukup menggunakan kantong penyimpanan untuk membawa semua barang dengan lebih praktis, jika satu kantong penuh, cukup gunakan kantong ke 2.
Saat ini, terdapat antrian yang cukup panjang orang-orang yang ingin memasuki kota.
Antrian ini di maksudkan untuk memeriksa dan memastikan penjahat berbahaya tak dapat memasuki kota, ada juga pemungutan biasa masuk kota bagi pedagang dan pendatang, hanya warga asli kota yang tak perlu membayar pajak, bukan karena di bebaskan tetapi mereka akan membayar pajak dalam jumlah tertentu setiap bulan.
lagipula jika orang yang tinggal di kota ini di tagih setiap keluar masuk gerbang, iya akan bangkrut jika sering keluar masuk.
Saat ini di antara orang-orang yang mengantri, terdapat seorang pria yang berpenampilan compang camping, pria itu memegang sebuah pedang yang dibalut kain di tangan nya.
Meskipun penampilan pria itu compang camping, orang-orang masih dapat melihat tubuh nya yang berisi dan berotot serta wajah nya yang tampan, penampilan nya memberikan kesan sedikit misterius.
Sesaat kemudian, tibalah giliran pria itu untuk di periksa, para penjaga memeriksanya secara singkat kemudian menagih pajak.
Pria itu mengikuti prosedur dengan tenang, sesaat kemudian, pria itu akhirnya selesai di periksa.
saat iya ingin memasuki gerbang, sebuah teriakan terdengar dari belakang.
"Minggir, keluarga Dou mau lewat" Sebuah teriakan keras terdengar dari belakang, disusul sebuah kelompok yang menunggangi kuda melaju kencang menuju gerbang kota.
Mendengar teriakan itu, Orang-orang yang mengantri cukup terkejut, semua orang segera menyingkir dan memberi jalan
Orang orang yang menunggangi kuda terus melaju dari kejauhan dengan kecepatan tinggi.
Pada saat itu, saat semua orang sibuk memperhatikan orang-orang yang menunggangi kuda, namun seorang pemuda berpakaian hitam diam diam menyalip atrian tanpa di ketahui orang-orang.
Dalam sekejap pemuda berpakaian hitam itu sudah mencapai tepat di belakang pemuda berpakaian compang-camping itu dan mendapat giliran pemeriksaan.
Pemuda berpakaian compang camping yang sebelumnya perhatiannya sempat teralihkan ke para penunggang kuda tiba-tiba memiliki ekspresi aneh di wajah nya.
meskipun perhatian nya tertuju pada para penunggang kuda, iya tetap menyadarinya saat pemuda berpakaian hitam itu menyelinap ke depan antrian.
Pemuda berpakaian compang-camping itu menatap pemuda berpakaian hitam dengan aneh.
Pemuda berpakaian hitam itu mengabaikan nya dan dengan tenang menunggu giliran di periksa karena perhatian petugas sepertinya tertuju pada para penunggang kuda dan menghentikan pemeriksaan sementara.
Saat itu, para penunggang kuda akhirnya tiba, mereka melesat melewati kerumunan hendak memasuki gerbang kota.
"Berhenti.... " Saat kelompok itu hendak memasuki gerbang kota, sebuah teriakan tiba-tiba terdengar dari seorang pemuda yang berada di antara para penunggang kuda.