Hakikat cinta sesungguhnya akan terungkap dalam kisah ini. Suka, duka, dan lara menyertai drama yang memeluk manja kisah keduanya. Menjaga hati seorang insan hingga raga meninggalkannya. Berawal dari pertemuan di kereta senja kisah seorang wanita pejuang asa untuk agamanya dan seorang abdi negara disatukan dalam ikatan suci keduanya. Prinsip keduanya mengejar asa tidak luput hingga menemukan cinta, menjalani berjuta cerita penuh makna, pelajaran hidup mereka patut untuk dibagikan terkhusus untuk siapapun yang meremehkan kekuatan cinta dan cinta sejati keberadaannya.
Hakikat cinta sesungguhnya tak hanya beradu ketika bersama,
Namun tetap menjaga mahabbah walau tak bersamanya,
Kekuatan cinta bukanlah ketika saling ada,
Namun tetap menjaga rasa cinta dalam hatinya ketika telah tiada,
Hingga ancala dan anila membawa kerinduan keduanya,
Menjadi saksi bisu kekuatan cinta keduanya,
Ketika tak mampu berjumpa menyapa,
Namun tetap disatukan dalam bait pinta dan do'a,
Mengharap kelak disatukan dalam indahnya surga.
Mari membaca novel author, jangan lupa like, komen, vote, dan jadikan novel ini sebagai novel favorit ya... agar tidak tertinggal runtutan ceritanya 😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arrum Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kasmaran...?
"Astaghfirullah...kenapa sih aku tumben banget ngga langsung matiin teleponnya...? uh Aisyah...kesel sama diri sendiri deh huh...!" gerutu Aisyah yang menyesal karena sudah menerima telepon dari Hamdan
"Aisyah kenapa? kok kayak kesel gitu?" tanya Ning Nula yang melihat wajah Aisyah penuh dengan kekesalan
"Ngga...ngga papa Ning aku kesel aja ini baca novel di novel toon ceritanya nggregetin..bikin kesel deh...eh aku baper kebawa ceritanya jadi ikut kesel sama tokoh cowoknya..." jelas Aisyah mengelak
"Ah yang bener...masa sih baca novel hpnya dari arah telinga gitu seperti habis menelpon...bohong yah? siapa hayo...? sejak kapan Aisyah ku pinter boongin aku?" Tanya Ning Nula yang tidak percaya, karena dia tahu betul sikap Aisyah
"Eummmm...cerita ngga ya...?" Tanya Aisyah yang membuat Ning Nula semakin penasaran
"Cerita dong...jangan bunuh aku dengan kekepoan huh..." Gerutu Ning Nula memohon biar Aisyah menceritakan yang sebenarnya
"Aku bingung Ning mulai dari mana...?" jawab Aisyah yang masih memikirkan diceritakan atau tidak
"Ya udah...siapa dulu tadi yang nelpon?" tanya Ning Nula kepo
"Emmm.. Dia...dia..." jawab Aisyah mengambang
"Siapa...sebutin namanya doang kok susah..." jawab Ning mulai kesal
"Bang Hamdan Ning ..." jawab Aisyah singkat karena masih gugup mengakui
"Hamdan? ...emmmm..yang tadi pagi nganterin kamu itu?" tanya Ning Nula meyakinkan
"iya..." jawab Aisyah mengangguk
"Apa kamu suka sama dia?" tanya Ning Nula to the point
"Apa sih Ning ini...nggak lah...aku baru kenal kemarin di kereta masa iya langsung suka!" jawab Aisyah kesal
"Kalo ngga biasa aja dong jawabnya...ini nih berarti ada sesuatu...tambah curiga deh aku!" jawab Ning Nula menggoda
"Biasa aja kok jawabnya..." jawab Aisyah dengan senyum pahitnya
"Ya udah deh...awas aja kalau nanti ketahuan" ancam Ning Nula.
Ting...Ting...suara hp Aisyah tanda ada pesan WhatsApp masuk.
'siapa yang pagi-pagi ngechat? paling grup.
pikirnya, tapi tidak seperti biasanya, grup paling mulai ramai pagi atau malem...ini belum juga subuh.'
benaknya mengelak untuk membuka, namun hatinya ingin membuka pesan WhatsApp itu, akhirnya Aisyah membukanya
'Assalamualaikum wr wb. Aisyah save WA ku ya...Hamdan...maaf ya tadi ganggu. nanti kalau ada yang penting aku chat ya... thanks... wassalamu'alaikum wr wb '
Hamdan mengirim pesan WhatsApp singkat disertai tiga foto Aisyah yang dia ambil ketika motornya mogok di hutan, karena pemandangan disana sangat indah. Di foto itu Aisyah terlihat sangat cantik dan anggun walaupun fotonya candeed tapi hasilnya bak fotografer profesional, karena Hamdan emang jago potret.
'Ya Allah...apa ini? kenapa engkau menggoyahkan imanku?' pikir Aisyah
akhirnya Aisyah membuka foto yang dikirim, Aisyah terpukau dengan hasil foto yang dikirim Hamdan, mungkin ini tiga foto terbaik yang Aisyah miliki sekarang. Fit melihat fotonya tanpa disengaja Aisyah menyentuh icon foto profil, akhirnya terlihatlah foto profil Hamdan yang memakai kemeja hitam dengan rambut yang tertata rapi, Aisyah sekejap membayangkan Hamdan ada di hadapannya dengan keindahan parasnya.
"Aisyah...kenapa senyum-senyum gitu?" tanya Ning Nula memecah khayalan Aisyah
Aisyah dengan cepat mengembalikan hpnya ke tampilan wallpaper dan menjawab singkat pertanyaan Ning Nula
"Ngga papa Ning, tadi aku lihat foto-foto zaman dulu, waktu SMP...sumpah lucu-lucu banget temen-temen ku kocak, itu foto pake serokan sampah buat jadi tongsis..." untuk kedua kalinya Aisyah berbohong, karena tidak ingin Ning Nula tahu.
"Aisyah... lagi-lagi kamu berbohong...wajah kamu ngga kaya biasanya loh..." Jawab Ning Nula yang memperlihatkan wajah Aisyah yang seperti sedang berbunga-bunga perasaannya
"Biasa aja kok Ning, mungkin karena aku habis seneng lihat foto-foto lucu" elak Aisyah menutupi
"Asiyah...please deh...wajah kamu ini kaya orang yang lagi kasmaran tau!" jawab Ning Nula singkat
"Ah masa sih Ning...nggak lah...biasa aja... jangan-jangan Ning Nula yang lagi kasmaran nih, kan Ning tau aku ngga gampang suka sama orang...masa iya kasmaran" jawab Aisyah mengelak dan meyakinkan Ning Nula kalau tidak ada apa-apa
"Ah ya sudahlah...nanti kalau beneran lagi kasmaran kelihatan sendiri kok...ya udah siap-siap sholat subuh ya ...sebentar lagi adzban..." perintah Ning Nula yang sebenarnya belum puas, tapi sebentar lagi datang waktu sholat subuh jadi memutuskan untuk menyudahinya
"Ashiap Ning..."
Bersambung....!
kali ini author up 3 episode sekaligus...happy reading...jangan lupa like, vote, komentar, dan dukungannya ya...!!!
apa author gadis...sehingga penggambaran pasutri kurang pas, walau nikah dijodohkan ..tapi gk segitunya jg keles, apa lagi author menggambarkan seorang yg agamis dan keluarga ponpes, harusnya tahu bgmn hub suami dan istri itu. ini belagak gk tahu ....
thor ..coba amati kehidupan guru di sekitarmu ..biar cerita gk terlalu mengarang bebas ..
Aisyah jgn terlalu dibik tdk tahu apa² lah ..bikin dewasa dikit kenapa....
dan maaf, byk yg saya skip....krn bertele-tele...🙏
yg novel, biasa saja...soalnya jadi bertele-tele ....kurang pas kalau dicampur aduk ..