ini karyaku yang ke enam, mohon dukungan nya ya....
*************
Eltav Aarav Exellenza (baxter), seorang cowok berusia 17 tahun dan hidup seorang diri dengan ketiga maid nya meskipun ia masih memiliki keluarga. keluarga nya tidak peduli pada nya kecuali abang nya apalagi ia baru mengetahui bahwa diri nya hanyalah seorang anak angkat.
ia sangat tertutup dan enggan menceritakan kisah hidup nya pada orang lain termasuk sahabat satu satu nya. ya, hanya sahabat nya lah yang mau berteman dengan nya sedangkan yang lain hanya menganggap nya seperti sampah, namun semua itu tidak pernah di hiraukan oleh nya.
hingga suatu saat, ia menemukan dua anak kecil yang berbeda usia yang tertidur di bawa guyuran air hujan tepat di depan gerbang rumah nya.
siapakah dua anak kecil tersebut? apakah Eltav akan menolong dan merawat mereka atau akan membiarkan nya begitu saja? silahkan ikuti kisah nya dan jangan lupa berikan like, komentar, subcribe dan vote ya, terima kasih dukungan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FZR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MK 14 |DUO KECIL MENEMANI DADDY|
Eltav keluar dari mobil dengan tangan nya yang di rangkul oleh Zufa meski Zufa sendiri malu untuk merangkul nya, tapi karna desakan dari Divya membuat nya mau tidak mau menuntun Eltav masuk rumah, sedangkan Eltav hanya pasrah dan menuruti apa yang kakak nya ucapkan meskipun menurut nya berlebihan.
Semua nya telah berkumpul di ruang keluarga termasuk kedua anak nya yang berada dalam pangkuan orang tua nya dan kala melihat Eltav datang, tangis mereka pun pecah dan meminta untuk di turunkan.
"daddy" panggil kedua nya sambil berlari ke arah Eltav.
Eltav pun berjongkok dan dengan senang hati menyambut kedua nya masuk dalam pelukan nya, mereka menangis dalam pelukan nya hingga sesenggukan.
"mereka sudah dari tadi pagi menunggumu bahkan mereka tidak mau makan dan hanya mau minum susu, awal nya mereka juga gak mau minum susu karna bukan kamu yang buatkan tapi mommy bilang nanti kamu marah mereka langsung mau, tapi tetep gak mau makan" jelas Lyora.
"terima kasih mom pa bu yah, udah jagain mereka" ucap Eltav.
"mereka cucu kami nak, jadi tidak ada alasan bagi kami untuk tidak mau menjaga mereka" ucap bu Ika.
"bagaimana keadaanmu son?" tanya Darion.
"sudah lebih baik pa"
"iya, tapi kata dokter nya harus banyak istirahat, jangan banyak pikiran dan kelelahan sama kurangi kerja yang berat" ucap Veer.
"ya sudah, kamu istirahat dulu gih sayang nanti waktu makan malam mommy bawakan ke atas" titah Lyora.
"gak perlu mom, nanti El turun aja"
"kan kamu gak boleh capek capek sayang, apa kamarmu pindah ke bawah aja?" tanya Lyora.
"gak perlu mom, gak capek kok"
"ya sudah kalo begitu"
"daddy ke kamar dulu ya, mau istirahat, kalian sama buna dulu oke" ucap Eltav pada kedua anak nya.
"mau itut daddy" ucap Fayren sambil mengangkat kedua tangan nya minta di gendong.
"Fey juga mau ikut daddy" ucap Feyza.
"ya sudah ayo" ucap Eltav sambil menggendong Fayren.
"eh kalian di sini aja sama buna ya, daddy kan mau istirahat biar cepet sembuh" ucap Zufa, namun duo kecil menolak dan mengeratkan pegangan mereka pada Eltav.
"sudah tidak apa apa, mereka biar sama aku aja"
Zufa pun mengangguk dan membiarkan mereka ikut dengan Eltav. Eltav pun pergi ke kamar nya bersama kedua anak nya, mereka mengerti keadaan daddy nya yang butuh istirahat jadi mereka hanya diam dan ikut berbaring di sisi sang daddy hingga mereka bertiga pun terlelap bersama.
✴✴✴
Makan malam pun tiba, Eltav pun turun sambil menggendong Fayren dan menggandeng Feyza. Eltav meletakkan putra nya di kursi bayi dan mendudukan putri nya di kursi tepat di samping nya.
"daddy cuap" pinta Fayren.
"ya udah sini"
Mereka pun makan malam dengan tenang sambil memperhatikan Fayren yang makan sangat lahap di suapi oleh Eltav yang juga bergantian dengan diri nya sendiri, namun berbeda dengan Feyza yang makan sendiri namun tampak tidak nafsu makan apalagi melirik adek nya yang bersemangat di suapi sang daddy.
Eltav yang peka terhadap keinginan kedua anak nya pun mengerti dengan apa yang di inginkan putri nya, Eltav pun mengambil alih sendok dari tangan putri nya.
"ayo daddy suapi, gak usah lesu gitu nanti cantik nya hilang"
Feyza pun tersenyum dan membuka mulut nya, beruntung makanan Eltav sudah habis jadi ia hanya fokus menyuapi putra putri nya.
Selesai makan malam, Eltav pergi ke dapur untuk membuatkan susu untuk kedua anak nya yang sangat suka susu.
"bik Mita" panggil Eltav.
"cari siapa El?" tanya Divya yang menghampiri nya ke dapur.
"bik Mita ke mana?"
"oh, baru aja pergi sama ayah dan bu Ika"
"ke mana?"
"belanja bulanan kata nya, kenapa?"
"padahal gue yang mau belanja bulanan" gumam Eltav.
"apa? Lo ngomong sesuatu El?"
"gak, susu mereka sudah habis dan gak ada stok lagi, ini yang terakhir"
"sudah di beliin sama bu Ika"
"uang nya?"
"papa yang kasih"
"oh"
Kemudian mereka pun pergi ke ruang keluarga di mana semua nya berkumpul di sana.
"sudah di minum obat nya son?" tanya Darion.
"susah pa"
"Eltav ke kamar dulu ya semua nya, selamat malam"
"iya, kamu istirahat aja"
"daddy ikut"
"ayo"
Eltav pun pergi ke kamar nya bersama kedua anak nya. Sesampai nya di kamar, ia meminta kedua anak nya untuk tidur sedangkan ia akan bekerja sedikit.
✴✴✴
Regan dan yang lain nya masih di ruang keluarga sambil berbincang ringan, tiba tiba ponsel Regan dan Abigail cs bergetar secara bersamaan yang ternyata notif dari Eltav untuk meminta nya dan Abigail cs datang ke kamar nya karna ada yang ingin ia bicarakan.
Regan dan Abigail cs pun izin untuk istirahat lebih awal, setelah itu mereka pergi ke lantai dua, bukan ke kamar mereka melainkan ke kamar Eltav.
Tok tok tok
"masuk"
Ceklek
"ada apa memanggil kami El?" tanya Regan.
"kalian tidak mau menjelaskan apa yang terjadi tadi di sekolah ?" tanya balik Eltav.
"di sekolah biar jadi urusan kami saja, lo cuma cukup istirahat aja" jawab Regan.
"ada murid baru di kelas lo nama nya Roy Jhonson, untuk sekarang dia tidak ada cari masalah" jelas Devan.
(mungkin dia nunggu gue) batin Eltav.
"ada yang lain?"
"seperti nya dia mengincar Zufa" jawab Devan.
"oh jangan harap, lalu bagaimana dengan mereka dan Mifa bang Dev?"
"mereka berubah, hidup mereka sekeluarga sangat sederhana, tapi mereka sudah bisa buka usaha sendiri berkat uang yang lo kasih"
"terus?"
"gue gak mau bahas dia lagi El"
"katakan"
"ck, dia gak berubah dan semakin menjadi"
"masih banyak cewek yang lebih baik di luaran sana bang Dev"
"hm"
"ada tugas El?" tanya Regan.
"terus pantau pergerakan nya dan jangan sampe lengah karna kita tidak tau apa yang di rencanakan nya"
"baik"
"thanks semua nya"
"no problem"
"sudah, lo istirahat aja, liat tuh duo kecil udah tidur" ucap Griffon sambil menunjuk duo kecil dengan dagu nya.
Mereka semua pun keluar dari kamar dan Devan yang keluar kamar terakhir, namun terhenti sejenak mendengar ucapan Eltav.
"dia juga berhubungan dengan Mifa bang, bahkan lebih sering"
Devan hanya diam tidak mengatakan apa pun, setelah itu melenggang keluar dan menutup pintu kamar Eltav. Sedangkan Eltav setelah teman teman nya keluar dari kamar nya, ia pun mengambil botol dot kedua anak nya dan meletakkan nya di atas nakas lalu mengecup kening kedua nya, barulah setelah itu ia berbaring di samping putra bungsu nya dan memeluk kedua nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...