NovelToon NovelToon
AIRCA [ Bride Replacement ]

AIRCA [ Bride Replacement ]

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Annida Rahman

Antonsen Carl pria berusia 28 tahun, pria sukses dengan segala kemewahan yang dia miliki, akan menikah dalam beberapa minggu lagi

"Berengsek! sialan!! menjijikkan "




Airca Salnont wanita berusia 24 tahun yang baru saja pulang dari paris, dia pulang setelah menyelesaikan pendidikan S2 untuk mencapai cita- cita nya


" kenapa nomornya tidak bisa dihubungi, apa aku pulang sendiri saja?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annida Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14

Antonsen sekarang sedang berdiri di balkon kamar Airca sambil memperhatikan sekeliling rumah itu dari atas.

Ponsel Antonsen bergetar di sakunya

Video call dari Mama

"Mama" Antonsen langsung mengangkat panggilan tersebut

"Antonsen, kamu sekarang ada dimana?"

"Di rumah orang tua Airca"

"Baguslah kalau begitu, mana istrimu?"

"Sedang menyiapkan makan malam"

"Dia istri yang baik kan Antonsen?" goda ibunya dari seberang telpon

"Iya"

"Antonsen?" Antonsen berbalik dan melihat istrinya yang baru masuk kedalam kamar

"Makan malam sudah siap" Kata Airca setelah dia sampai didekat Antonsen, pria menarik Airca dan merangkul pundaknya, Airca kaget dan menatap layar ponsel Antonsen di sana Bella tersenyum menatap nya

"Sayang!"

"Mama" Airca tersenyum dan menyapa ibu mertuanya

"Mamu ke rumah orang tuan mu tapi tidak ke rumah Mama"

"Maaf ya Ma, nanti kapan -kapan Airca ke sana"

"Jangan kapan -kapan besok harus kesini" Airca bingung untuk menjawab dan menatap Antonsen yang tersenyum menatap kearahnya, lalu Antonsen mengalihkan matanya dan kembali menatap layar ponsel

"Iya Mama tenang saja" setelah Antonsen bicara secara tiba-tiba wajah Bella berganti wajah Joshua

"Kakak!!" Airca yang melihat Joshua menarik ponsel lebih dekat dengannya, Antonsen mengerutkan dahinya tidak suka saat Airca mengambil alih ponsel dari tangannya, Antonsen mendekat dan menatap tidak suka sesosok pria tampan di layar ponsel

"My Prince" Pria menatap kesal istrinya yang memanggil Joshua dengan sebutan My Prince

"Kak Airca hai...."

"Hai Joshua, kamu tampan sekali"

"Benarkah? Tidak sia-sia aku perawatan tiga kali dalam seminggu " Airca tertawa pelan mendengar itu, sedangkan Antonsen semakin menekuk wajah nya.

"Ada apa dengan wajahmu kak Antonsen?" Airca melihat Antonsen yang malah semakin cemberut, Airca tidak mau perduli dan kembali tersenyum menatap Joshua

"Dia baik-baik saja"

"Kakak kenapa kamu cantik sekali malam ini?" goda Joshua dengan nada memuji, Antonsen merangkul erat Airca dan mencium pipinya dengan dalam

Airca terdiam kaget dengan perbuatan Antonsen

"Kalau tidak penting aku matikan"

Tut...tut

Antonsen mematikan panggilan video tersebut dan meninggalkan Airca yang masih terdiam beku ditempat

"Cepat kamu bilang akan makan malam" Airca tersadar dan berbalik badan melihat Antonsen yang membuka pintu kamar, dia langsung berlari kecil menyusul pria itu.

**

Antonsen dan Airca turun dari lantai atas dan berjalan menuju meja makan dalam keadaan diam tanpa pembicaraan, tidak ada yang memulai pembicaraan hingga mereka sampai dimeja makan

Di Sana sudah duduk Louis dan Cintya, Antonsen tersenyum dan menyapa ayah mertuanya

"Papa"

"Antonsen" Antonsen tersenyum dan duduk dikursinya, Airca juga duduk di samping Antonsen

"Kamu tidak bekerja Antonsen?"

"Tidak, aku ingin menghabiskan waktu dengan istriku lebih dulu" Antonsen menatap Airca dengan penuh cinta, Airca hanya membalasnya dengan senyuman kecil

"Hai semuanya" Angel datang dan duduk diseberang Antonsen, Antonsen tidak ingin menatap Angel yang terang-terangan menggodanya

"Kamu tidak mengambilkan aku makanan?" Airca menatap Antonsen dan kemudian menatap kedua orang tuanya yang juga menatap dirinya

"Iya" Airca mengambilkan makanan untuk Antonsen

"Terima kasih sayang"

Antonsen tersenyum pada Airca dengan sangat manis, Angel kesal melihat Antonsen yang terlihat sangat mencintai Airca

"Airca apa kamu baik-baik saja? kamu terlihat kurus" Louis bertanya pada putri nya yang akan menyuap makanan kemulutnya, Antonsen menatap Tubuh Airca mendengar pertanyaan Louis

"Aku baik-baik saja" Antonsen jadi teringat perbuatannya pada Airca beberapa hari yang lalu, dimana dia tidak membolehkan wanita itu untuk sarapan.

**

Mereka sudah selesai makan malam, Antonsen sempat berbincang santai dengan ayah mertuanya, dan setelah itu Antonsen pergi ke kamar, Airca sedang sibuk di dapur bersama Cintya dan Angel tidak tahu kemana, dia menyelesaikan makan lebih dulu.

Antonsen masuk kedalam kamar sambil menyelusuri kamar istrinya, dia berhenti didepan sebuah bingkai foto kecil dan mengangkat foto tersebut.

Foto itu adalah foto Airca sewaktu masih kecil

"Dia sangat lucu"

Antonsen meletakkan bingkai foto tersebut dan tiba-tiba merasakan seseorang memeluknya dari belakang, sebuah tangan melingkar di pinggannya dengan erat

Antonsen terdiam dan sedikit tersenyum

" Apa wanita ini mulai menyukaiku?"

Antonsen hanya diam saja seakan menikmati peluk kan tersebut

"Oh Astaga! " Antonsen berbalik dan melihat Airca yang berdiri dengan kaget didepan pintu kamar, Antonsen langsung melihat siapa yang memeluknya

"Maaf" Airca langsung keluar dari kamar sambil menutup cepat pintu kamar tersebut

Dada Antonsen tiba-tiba terpacu dan mendorong Angel menjauh, Antonsen tidak perduli tatapan tidak suka Angel atas sikapnya, dia berlari keluar untuk menyusul istrinya, entah apa yang ada dipikiran Antonsen, dia merasa menjadi seorang suami yang tertangkap sedang selingkuh oleh istrinya, dan itu terasa tidak nyaman

Airca berjalan cepat untuk keluar dari rumah, dia ingin pergi ke taman untuk mencari udara segar, Dadanya tiba-tiba saja menjadi sesak semenjak melihat Antonsen dan Angel berpelukkan

Dia sudah hampir sampai tapi sebuah tangan menariknya kembali kelantai atas

"Antonsen" Airca mencoba menarik tangannya tapi percuma, Antonsen sangat kuat, dan tak sengaja Cintya melihat adegan tersebut

"Ada apa?" Antonsen berhenti menarik Airca dan menatap ibu mertuanya

"Tidak ada apa-apa Mama, aku hanya ingin membawa Airca untuk tidur " Airca menatap cepat Antonsen mendengar hal itu

"Baiklah, kalau begitu Mama pergi lebih dulu" Cintya pergi dari sana dengan segelas air putih ditangannya, setelah kepergian Cintya, Airca mencoba kembali menarik tangannya tapi Antonsen malah menariknya lebih cepat

"Lepas"

"Kamu jangan berisik, Mama sama Papa lagi tidur" Airca menekuk wajahnya dan mengikuti kemana Antonsen membawanya

Mereka masuk kembali kedalam kamar dan melihat Angel yang dengan santai nya berbaring di atas kasur.

Airca sungguh tidak menyangka, Angel akan sangat agresif hingga melakukan hal itu, Antonsen menarik Airca lebih dekat dan memeluk pinggangnya

"Sekarang aku minta kamu keluar" Antonsen masih mencoba menahan kesabarannya, Angel seakan tidak dengar dan malah menggoda Antonsen dengan gaya sensual

"Sayang ayo sini, apa kamu tidak rindu pada diriku" Airca menatap Antonsen setelah mendengar itu, Antonsen menyadari tatapan Airca padanya dan langsung menyanggah perkataan Angel

"Aku tidak pernah tidur dengannya" kata Antonsen dengan tegas, Airca hanya diam dengan mengalihkan matanya menatap Angel

"kakak aku mohon keluar "

"Aku tidak mau! aku akan tidur disini malam ini" kata Angel sambil memakai selimut yang ada ke tubuhnya, Antonsen kesal melihat itu dan langsung menarik Airca

Cup

Antonsen tiba -tiba mencium bibir Airca didepan Angel, Angel yang melihat itu marah dan menyibak selimut dengan kasar

"Antonsen" Antonsen tidak menghiraukan dan masih mencium gencar bibir istrinya, Airca terdiam terpaku merasakan cumbuan Antonsen pada bibirnya, bibir Antonsen membelai lembut bibir Airca yang membuat wanita itu sedikit menikmatinya

" Antonsen!" Angel berdiri dengan kesal mendekati Antonsen dan Airca yang sedang berciuman

Dia mencoba menarik Antonsen menjauh dari Airca, tapi Antonsen tidak ingin mengakhiri ciuman tersebut dan mendekap erat tubuh istrinya, Angel berdecak kesal melihat itu

"Antonsen!!" Antonsen bukannya berhenti dan malah semakin liar mencium Airca, Airca bahkan hampir kewalahan mengimbangi ciuman tersebut.

Angel juga semakin marah dan kesal melihat itu, dia membanting jam kecil di atas nakas lalu keluar dari kamar, Airca yang melihat Angel keluar mencoba menarik bibirnya menjauh dari bibir Antonsen yang masih mencumbu mesra bibirnya

Antonsen yang merasakan pergerakkan Airca mengeratkan dekapannya dan mencium lebih dalam wanita itu

Airca hanya bisa diam saja dengan sisa nafas di paru-parunya, setelah sudah hampir kehabisan nafas dia memukul pelan pundak Antonsen, Antonsen yang mulai sadar menarik bibirnya, dia menatap Airca yang menarik nafas dengan cepat.

Dan saat Airca menatapnya, Antonsen dengan cepat melepaskan dekapannya,

"Kamu jangan salah sangka, aku melakukan ini agar wanita itu pergi dari sini"

1
Vin G
*not bad
Vin G
creek nya terlalu lemah dan cegeng
Vin G
kunci cadangan
Endang Anwar Rahmawati
suka dengan ceritanya
Rosikh Nurhayati
ngakak bgt sih nick
Rosikh Nurhayati
ciieee ciiieee
Rosikh Nurhayati
ciieee mulai pelukan
Rosikh Nurhayati
wkwk duuuh bang anton
Rosikh Nurhayati
adiknya lucuuuu
ratih
keren
Yernanita Tanjung
cerita novelnya mirip dgn benih sang pewaris wkwkwk😂😂 terkadang heran sma penulis kenapa Bisa sama yak ? terkadang nama toko juga sama,atau beda nma tokoh dgn alur yg hampir mirip... itu yg buat saya terkadang sulit membedakan,cerita ap Yg barusan saya baca.. judul berbeda tapi alur yg sama😂
Aisyah Hayati
bisa jadi, er. 😆
lina Lailyinayati Lina
lugas
Vivi
mulutnya disumpal sapu tangan, gimana dia gigit?
TyRa NuRuL HiDaYah S
tongseng tongseng uwu uwu....

autor hebat,,,


cup...
cup..
cup...

hihihi
Purnama Dewi
jiaaahhhhhhhhhhh goreng terooossss.. dasar plangton😂🤣😂🤣
Purnama Dewi
wes angel angel
Eunike Eunike
anthonsen seneng bgt rasanya klo pnya suami yg over bgtu rasanya gmna gtu...
Nana effendy
adik yg berbakti😂
Nana effendy
tuman
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!