NovelToon NovelToon
System Pengasuh: Bangun Shelter & Lindungi Yuki

System Pengasuh: Bangun Shelter & Lindungi Yuki

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Zombie / Time Travel / Sistem / Penyelamat
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: F R E E Z E

Di tengah dunia yang terbelah antara realita modern dan kiamat zombie, Shinn Minkyu—seorang cowok berwajah androgini dengan pesona misterius—mendadak mendapatkan sebuah sistem unik: Sistem Pengasuh.

Dengan kemampuan untuk berpindah antar dunia, Shinn berniat menjalani hidup damai... sampai seorang gadis kecil lusuh muncul sambil dikejar zombie. Namanya Yuki. Imut, polos, dan penuh misteri.

Tanpa ragu, Shinn memutuskan untuk merawat Yuki layaknya anaknya sendiri—memotong rambutnya, membuatkannya rumah, dan melindunginya dari bahaya. Bersama sistem yang bisa membangun shelter super canggih dan menghasilkan uang dari membunuh zombie, keduanya memulai petualangan bertahan hidup yang tak biasa.

Penuh aksi, tawa, keimutan maksimal, dan romansa menyentuh saat masa lalu Yuki perlahan terungkap...

Apakah Shinn siap menjadi ayah dadakan di tengah kiamat? Atau justru… dunia ini membutuhkan keimutan Yuki untuk diselamatkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F R E E Z E, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Senyuman di Tengah Bahaya

Hari itu, langit di dunia kiamat mendung seperti biasa. Tapi buatku dan Yuki, hari itu terasa berbeda. Ada kehangatan yang nggak biasa dari senyumnya waktu dia duduk di atap shelter sambil menggigit roti hangat yang baru aja keluar dari oven otomatis.

“Enak, Minkyu Oppa!” katanya sambil senyum-senyum, pipinya mengembang kayak mochi.

Aku cuma bisa senyum juga. “Ya ampun, kamu tuh makin mirip anak kucing kelaparan.”

Dia ketawa kecil, lalu duduk bersila. “Hari ini kita ke mana? Berburu zombie lagi?”

Aku nyalain hologram dari sistem. Peta muncul, memperlihatkan area sekitar shelter. “Iya, tapi kita ke zona barat. Ada sinyal sistem dari bangunan tua. Mungkin ada upgrade atau barang sisa teknologi yang bisa kita manfaatin.”

Yuki langsung semangat. “Kalau gitu aku siap! Aku udah bawa senjata mainanku!”

Senjatanya tentu aja bukan buat bertarung beneran. Itu cuma tas kecil berbentuk kelinci, isinya snack, mainan kecil, dan senter mini. Tapi buat Yuki, itu kayak perlengkapan perang.

Sebelum berangkat, aku pastiin semua sistem keamanan shelter aktif. Lalu kuambil senjata andalanku: blade plasma ringan dan drone pengintai. Helmku nyala otomatis waktu ku pasang, dan Yuki masuk ke dalam jaket panjangku, duduk nyaman di punggungku kayak koala kecil.

“Yosh, let’s go!”

Kami jalan kaki ke zona barat, lewat reruntuhan gedung-gedung yang udah dipeluk lumut dan tumbuhan liar. Zombie udah jarang di sekitar sini karena efek sistem pertahanan shelter yang ngeluarin gelombang suara frekuensi tinggi.

Tapi begitu mendekati zona target, suasana berubah. Kabut mulai turun. Instingku langsung siaga. “Yuki, jangan turun ya. Pegangan yang kuat.”

“Oke, Oppa.”

Tiba-tiba sistem berbunyi:

"[PERINGATAN: Energi anomali terdeteksi dalam radius 500 meter.]"

“Wah, ini bisa jadi bahaya... atau justru jackpot.”

Kami terus maju, dan di tengah-tengah kabut itu, berdiri satu gedung tua setinggi empat lantai. Tapi yang bikin aneh, bagian dalamnya kayak masih aktif—lampu-lampunya nyala redup dan ada suara-suara mesin samar.

Aku kasih isyarat ke Yuki buat lebih tiarap di belakangku.

Langkah pertama masuk gedung itu langsung disambut sama suara aneh kayak... tangisan?

Yuki mencolek pundakku. “Oppa, ada anak kecil?”

Ku pasang drone buat intai lantai atas. Kamera langsung nunjukin sesosok anak laki-laki, rambutnya acak-acakan, matanya kosong. Tapi bukan zombie.

“Anak itu... manusia?” gumamku.

Sistem langsung kasih notifikasi:

"[Target terinfeksi Type-Virus Beta. Belum berubah total. Butuh intervensi cepat untuk menyelamatkan.]"

Aku nekat naik. Yuki tetap ku gendong. Begitu sampai di lantai dua, si anak itu merangkak ke arah kami dengan wajah antara bingung dan ketakutan.

Aku tempel alat pendeteksi virus ke lengannya. Hasilnya menunjukkan dia masih bisa diselamatkan.

“Yuki, kita harus bawa dia ke shelter. Bisa?” tanyaku.

Yuki mengangguk pelan. “Kita nggak boleh ninggalin siapa pun.”

Aku tersenyum. “Kamu makin pinter aja, ya.”

Tapi begitu mau pergi, kami disambut kejutan.

"BRAAAK!!!"

Dinding lantai bawah dihancurkan makhluk besar berbentuk manusia, tapi badannya membesar nggak wajar. Salah satu tipe zombie yang paling bahaya: "Mutant-Class Hulk".

“Gawat,” desis ku. Aku langsung mundur ke tangga darurat, nembak drone ke arah makhluk itu buat ngulur waktu.

Yuki berpegangan erat di leherku. Anak laki-laki itu ku gendong di lengan kiri.

Aku aktifin sistem tempur.

"[Sistem Aktif: Mode Survival Kombinasi - 75% Daya Tersisa]"

Tangga bergetar keras. Makhluk itu naik!

“Pegangan kuat ya!” Aku melompat dari jendela lantai dua ke atap mobil rusak di bawah, lalu lari sekuat tenaga lewat gang kecil menuju shelter.

Mutant itu ngejar, tapi kecepatannya berkurang karena tubuhnya terlalu besar.

Yuki berbisik, “Oppa, boleh aku kasih nama buat dia?”

“Hah? Siapa?” tanyaku sambil ngos-ngosan.

“Anak itu. Namanya... Kiro!”

Aku ketawa kecil. “Oke, Kiro.”

Sampai shelter, aku langsung aktifin proteksi maksimal. Gerbang ditutup, laser pengaman aktif, dan drone-drone kecil melayang buat patroli.

Yuki bantu ngelepas jaketku sambil menatap si anak.

“Dia sakit ya?”

“Iya, tapi kita bisa bantu,” kataku sambil masukin data Kiro ke sistem medis otomatis. Mesin mulai bersinar biru, menyelimuti tubuh Kiro.

Yuki duduk di lantai, memperhatikan sambil mainin bonekanya. “Kira-kira... nanti kalau Kiro sembuh, dia bisa main sama aku nggak?”

Aku duduk di sampingnya. “Pasti bisa.”

Yuki menoleh ke arahku. “Minkyu Oppa... makasih ya.”

“Hah? Kenapa tiba-tiba?”

“Karena udah ngelindungin aku. Dan sekarang nolongin orang lain juga.”

Aku bengong sebentar. Lalu nyengir. “Kamu tahu nggak, kamu ini bukan cuma lucu, tapi juga bikin orang dewasa belajar jadi lebih baik.”

Yuki ketawa pelan. “Tapi aku masih suka ngambek kok!”

“Nah itu.”

Kami duduk di depan alat medis, nungguin Kiro sadar. Di luar, suara zombie masih kadang terdengar. Tapi shelter ini... rumah kami. Tempat di mana sedikit demi sedikit, senyuman muncul meski dunia udah hancur.

Dan petualangan kami belum selesai.

Masih banyak misteri.

Masih banyak anak-anak lain yang mungkin perlu bantuan.

Dan tentu saja... ibu Yuki yang masih belum ketemu.

1
Pakde
up dong
F R E E Z E: Gass Lanjut...
F R E E Z E: ingin up? jangan lupa giftnya atau bisa iklannya yang free 10x author langsung crazy up kak^^ ty
total 2 replies
Selly AWP
like,subscribe,follow,iklan untukmu thor. semangat terus ya
Selly AWP
mama si cowok tampan 🤣
F R E E Z E: wkwkwk
total 1 replies
Selly AWP
Halo Thor aku sudah mampir ya. like and ads untukmu
F R E E Z E: okey terimakasih sudah mampir ya...^^
total 1 replies
Bintang Ray234🌸🌸
Hai kak, aku mampir dan ayo mmpir balik ke cs cinta yang diawali dengan permen + jnlp like&komen terima kasih🙏
F R E E Z E: done🙏🏻
F R E E Z E: okey... siap 🙏🏻
total 2 replies
Pakde
lanjut dong
Pakde
up dong
F R E E Z E: gass...🔥
total 1 replies
natanatasasa
kocak bener ya ampunn🤣🤣

mampir kak
F R E E Z E: okey/Good/
total 1 replies
Pakde
lanjut
F R E E Z E: siap...🤗
total 1 replies
🐌KANG MAGERAN🐌
mampir kak, semangat dr 'Ajari aku hijrah' 😊
Little Fox🦊_wdyrskwt
sudah semua iya jangan lupa mampir juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!