Menceritakan seorang gadis cantik imut dan polos, yan rela tinggal serumah dengan seorang pemuda berhati dingin hanya untuk melunasi hutang kedua orang tuanya?...
"Nabilah itulah namaku usiaku uda 24 tahun tapi belom nikah,apakah aku bisa melunasi hutang ke dua orangtuaku?...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14
Rendi pun melihat ke arah Nabila, lalu bertanya.
"Benar, Bila, kamu sudah menikah?."
Nabila pun tersenyum mendengar pertanyaan Rendi, lalu berkata.
"Iya, benar kak, aku sudah nikah sebulan yang lalu."
Rendi merasa sangat kecewa mendengar jawaban dari Nabila,hingga akhirnya Rendi isin pamit untuk segera pulan, dengan alasan ada sebuah pekerjaan pentin yang harus di lakukan.
Rendi berjalan keluar dari Restorand, dengan wajah yang sangat marah, sesampai di dalam mobimnya,Rendi mengepalkan tangannya di stir mobilnya,lalu berkata.
"Sudah lama aku mencarimu, tapi setelah bertemu denganmu, ternyata kamu sudah menikah,maaf Bila, karna dari dulu aku mengangapmu hanya sebagai adikku dan sekarang aku ingin kamu menjadi pendampin hidupku, karna tidak ada gadis sebaik dirimu."
Tiga Tahun Yang Lalu.
Rendi dan Nabila adalah seorang teman yang sangat dekat, sangat dekat malah, semua orang di campus mengangap mereka pasangan kekasih, tapi sebenarnya mereka berdua adalah sahabat terbaik,dimana ada Rendi di situ pasti ada Nabila, Rendi selalu mengangap Nabila adalah adiknya begitu pun dengan Nabila dia selalu mengangap Rendi sebagai kakaknya tak lebih.Sampai kedua orang tua mereka ingin segera menikahkan mereka berdua,tapi Rendi dan Nabila sama -sama menolak, bagi Rendi,Nabila sudah di anggapnya sebagai adiknya sendiri.
Rendi dan Nabila terpisah karna orang tua Rendi pindah ke kota B, Rendi otomatis ikut bersama kedua orang tuanya, dan sejak saat itu mereka berdua terpisahkan.
Kembali Ke Cerita Awal
Sepulang dari Restoran, wajah Doni terlihat sangat murung, Doni memikiran pemuda yang tadi menemui Nabila di Restorand, Doni berkata dalam hati.
"Siapa,Rendi ini?,"
Itulah pertanyaan yang ada di dalam fikiran Doni saat ini,Nabila yang melihat wajah murun Doni, berkata.
"Mas, Doni, kenapa?, kenapa wajah Mas Doni murun begitu?,apa Mas Doni sakit atau sedang ada masalah?,. Pertanyaan Nabila.
Doni hanya diam menganguk sambil serius melajukan mobilnya,Nabila kembali bertanya pada Doni.
"Mas, kalau kamu ada masalah,berbagi lah sedikit denganku." Berkata lembut.
"Aku tidak ada masalah, cuman aku kelelahan saja," Ucap Doni tampa berbalik melihat ke arah Nabila.
"Ya, sudah pulang kerja nanti, Nabila pijitin kamu, itung -itung tanda terimah kasih karna sudah mengajakku makan siang di luar," Ucap Nabila lembut sambil tersenyum.
Mendengar ucapan Nabila barusan,Doni merasa tambah kesal, lalu berkata dalam hati.
"Itung -itungan, Nabila, aku tulus melakukannya untukmu, ngak peka banget sih jadi istri."
"Mas, kamu dengar aku kan?," Ucap Nabila sedikit lembut.
"Iya, aku dengar kamu,dan aku ngak mau kembali ke kantor lagi, aku sangat lelah," Ucap Doni pada Nabila.
Di dalam hati, Doni merasa sangat senang, karna nabila akan memijitnya, aku sengaja ngak kembali ke kantor karna aku pengen merasakan, bagaimana rasanya di pijit oleh istri sendiri,Doni merasa sangat berbeda kali ini, hatinya selalu menghangat ketika melihat senyuman manis Nabila.
Sesampai di depan Apartmens, Doni memarkirkan mobilnya di bagian parkiran,mereka berdua pun segera turun dari mobil, kali ini Nabila merasa sangat aneh dengan sikap Doni, di tambah Doni merangkul pinggan Nabila sambil berjalan manuju kamar Apartmens mereka.
Di dalam hati Nabila berkata.
"Mas,Doni,kenapa?,kenapa sikapnya jadi aneh kaya gini,aku merasa seperti ada sesuatu, tapi aku senang dia memperlakukanku seperti ini."
Namun kebahagian itu lenyap seketika ketika Nabila mengingat kalau hubungan mereka hanya sebatas kontrak tidak lebih.
Sesampai di dalam Apartmens,Nabila segera masuk ke dalam kamarnya untu membersikan diri,namum belum sempat Nabila membuka pintu kamarnya Doni memanggilnya.
"Bila," Panggil Doni.
"Iya,ada apa Mas?," Jawab Nabila.
"Malam ini kamu tidur di kamar aku, kamu kan sudah janji mau mijit badan aku," Ucap Doni sambil berlalu masuk ke dalam kamarnya.
Nabila merasa terkejut mendengar ucapan Doni, yang menyuruhnya tidur di dalam kamarnya,di dalam hati Nabila berkata.
"Apa, apa ini ngak salah?, Dia kenapa?, Apa yang terjadi dengannya?, Apa dia ngak salah bicara, menyuruh aku tidur di dalam kamarnya.
Setelah membersikan diri Nabila datang ke kamar Doni,untuk segera memijitnya.
Setelah di pijat oleh Nabila,Doni merasa sangat senang, sementara Nabila yang ingin beranjak dari tempat tidur Doni namun sebelum Nabila berdiri Doni sudah memegan erat tangan Nabila.
"Mau kemana?," Ucap Doni sedikit datar.
"Aku mau kembali ke kamar aku Mas, aku ngantuk," Ucap Nabila.
"Kamu di sini saja temani aku tidur."
"Enggak Mas, aku takut," Ucap Nabila sambil tertunduk.
"Apa!, kamu takut, apa yang kamu takutkan aku ini suamimu," Ucap Doni sedikit berteriak.
"Ingat Mas, kita cuman Nikah Kontrak dan semua itu sudah tertulis dalam perjanjian kontrak kita.
Mandengar ucapan Nabila,hati Doni seperti mendapat hantaman batu besar, dadanya terasa sangat sesak,mandengar semua itu,Doni pun bangun lalu duduk di atas tempat tidurnya lalu berkata.
" Iya, aku sadar, kalau pernikahan kita cuman sebatas kontrak, tapi bisakah kita menjalaninya pernikahan ini seperti pernikahan pada umumnya."
Tampa menjawab ucapan Doni, Nabila lansung mengiyakan ajakan Doni.
"Baik lah,malam ini aku akan menemanimu tidur," Ucap Nabila sambil tersenyum manis ke arah Doni.
tp sya ska thor😘😘😘😘lnjut kn thor syemangatttt
tp sya ska thor😘😘😘😘