NovelToon NovelToon
DEAL(Kesepakatan Klan)

DEAL(Kesepakatan Klan)

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Mafia / Nikah Kontrak / Cintapertama / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:26k
Nilai: 5
Nama Author: YoshuaSatrio

Pria, 30 tahun. keturunan gelap dari pewaris utama klan, terpaksa menikah untuk memangkas opini keluarga tentang kehidupannya dan demi kesepakatan-kesepakatan lainnya demi menjaga kehormatan klan.

"Bagian mana dari tubuhku yang membuatmu tak pernah berselera untuk menyentuhnya," protes Dorrota sambil menanggalkan seluruh pakaiannya.

"Aku bukannya tak berselera, tapi..."

"Jadi benar kabar yang kudengar, kamu memiliki wanita lain. Ah, bukan! tapi Pria lain!"

"Aku tidak peduli apapun yang kamu pikirkan, kesepakatan tetaplah kesepakatan. Ingat batasanmu!" ucap tegas Math Male meninggalkan Dorrota yang terisak dalam kemarahan dan kekecewaannya.

mampukah Dorrota mengambil hati Math Male?
ataukah Math Male akan menemukan hati yang lainnya?
.......

Hallo reader, karya ini hanya berdasarkan imajinasi author sepenuhnya. jika ada kesamaan nama tokoh, latar atau kejadian, hanya merupakan kebetulan yang tidak disengaja.
selamat membaca,
Salam, author Yoshua,
Semoga Semua Bebahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoshuaSatrio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 14

Semua anggota klan Male ketakutan saat semua pengikut Bongsia Zuba menodongkan senjata aneh yang belum pernah mereka lihat sebelumnya, mereka hanya tahu itu senjata api yang pasti bisa langsung membunuh dengan sekali tembak.

"Kalian menantang pasukan perang kami?!" Redrik berdiri menyiapkan pistolnya yang jelas ukurannya jauh lebih kecil bila dibanding dengan senjata yang dimiliki klan Zuba.

"Aku harap kita selesaikan sesuai kesepakatan. Jangan menimbulkan peperangan di negriku. Jika kalian berani menimbulkan kekacauan sedikit saja di sini, aku tidak akan menyelesaikan kapal yang kalian pesan." Taddeus menengahi dengan kalimat ringan.

"Tuan Taddeus, kerja sama kapal kita hanya merupakan alasanku saja agar bisa mencapai tempat ini. Tempat yang kata orang-orang sangat sulit untuk ditembus. Jadi dengan kata lain, kami mengucapkan terima kasih karena kebodohanmu yang terlalu mempercayai kami." Benedict begitu pongah berujar sambil berjalan mendekati Usstica dan Math.

Math memasang badan, melindungi Usstica. "Jangan bermain-main di sini! Kalian orang asing, jangan sombong dan merasa mengenal baik tempat ini." Math menatap Benedict dengan tajam dan balas mengancam.

"Tidak, kakak ipar. Aku tidak akan menyakiti siapapun. Aku hanya menginginkan gadismu. Dia adalah gadis terpintar dan satu-satunya wanita di sekolah. Salahkah jika aku memiliki ambisi untuk mendapatkannya?" Benedict berdiri tepat berhadapan dengan Math.

Usstica menggeleng ketakutan, "Tidak! jangan lakukan apapun, aku mohon." Usticca menatap Benedict seraya memohon.

Benedict menyeringai memperlihatkan senyum licik, "Bahkan sampai saat aku menghampirimu pun, engkau tetap saja menolakku?" benedict menghela nafas, "Ck! Jadi setelah akhirnya kamu tak bisa hidup bersama pria miskin itu, kamu menyerah pada pernikahan dengan saudaramu sendiri? hidupmu sungguh tak bernilai."

"Jaga bicaramu hey pemuda!" Kallida akhirnya angkat bicara. "Dia adalah putriku yang sangat berharga, seperti apapun dia, dia sangat bernilai untukku. Aku akan merelakan nyawaku untuk menggantinya, tak akan aku biarkan kalian menjadi keluarga!" amarah Kallida terpancar jelas dari sorot matanya.

"Keluarga ini benar-benar berbeda dari yang lain, di sini bahkan perempuan dengan jelas menampakkan keberanian bersikap kurang ajar terhadap laki-laki," sahut Benedict dengan tatapan sinis.

"Tuan muda Benedict, aku rasa memang aku salah menilai keluarga kalian sejak awal. Aku pikir kalian adalah keluarga, tapi ternyata kalian datang hanya untuk menyatakan perang." Taddeus membuka suara.

"Dia meremehkan kita secara terang-terangan, salahmu yang membawanya ke sini!" Protes Redrik menunjuk Taddeus. "Pasukanku sudah bersiap jika memang mereka sengaja ingin membuat keributan." Redrik bersiap dengan keputusan Mattew dan Taddeus.

"Baiklah, aku minta maaf karena lalai. Sepertinya peperangan memang harus terjadi kembali setelah sekian lama." Taddeus mengucapkan penyesalan dan kali ini siap membela tanahnya sendiri.

"Kalian pikir kami sebodoh itu? jauh di luar tembok istana kalian, pasukanku telah memporak-porandakan seluruh wilayah. Kalian masih yakin ingin melawan kami?" gertak Bongsia Zuba.

"Tuan Mattew!!! Pedesaan kacau, tiba-tiba muncul perompak dari segala arah!" seorang ajudan melapor dengan tergesa.

Mendengar laporan dari salah satu orangnya, Mattew berdiri tegang, begitu juga para pengurus dan tetua lainnya. Kecemasan para anggota klan Male pun mulai terlihat jelas, saat kedua klan saling menodongkan senjata.

"Baiklah! Aku akan menerima pernikahan ini! Hentikan semua peperangan, aku mohon Benedict." Usstica memberanikan diri membelah semua kecemasan keluarganya.

"Usstica! Kamu yakin!?" Sahut Math sambil menatap Usstica . "Jangan memaksa diri, semua akan ada jalan baiknya."

"Tidak, kakak. Aku tanggalkan status putriku karena perbuatanku. Jadi ijinkan aku menebus semua kesalahanku," pinta Usstica yang tentu saja disambut baik oleh Benedict.

"Aku sangat jatuh cinta padamu, Usstica. Aku tidak akan menyia-nyiakan perkawinan ini," ucap Benedict begitu lembut.

.

.

.

Sementara itu di area camp, Mesh Mayya tengah duduk di depan perapian, membantu orang-orang lainnya menyiapkan makan siang.

Miltus menghampirinya dan duduk di sampingnya. "Adikmu sudah mulai membaik, demamnya sudah turun, siapkan air hangat dan makanan untuknya." Miltus begitu memperhatikan semua orang-orang di sana.

"Terima kasih tuan." Mesh menjawab dengan hormat, lalu beranjak.

Miltus meraih lengan Mesh, membuat langkah Mesh terhenti. Miltus tersenyum manis menatap Mesh, "Jangan memanggilku Tuan, kita sama derajat di sini. Panggil saja namaku Miltus."

Mesh menatap sekilas wajah Miltus, lalu menunduk setelahnya. "Hmmm, terima kasih, Miltus."

"Dia spesial, sama seperti Usstica, hanya saja gadis ini seperti menyimpan banyak rahasia." pikir Miltus sambil memperhatikan Mesh yang melangkah menuju bilik tempat sang adik dirawat.

"Nona muda sepertinya sangat lama, apa terjadi sesuatu?" anak buah Miltus mendekati Miltus.

"Hmm? Entahlah, mungkin ada hal lain yang harus ia lakukan. Kita tunggu..."

"Tuan! Tuan! Tuan Miltus! Perkampungan banyak pembantaian. Aku tidak mengerti apa yang terjadi, tapi sepertinya perampokan." Anak buah Miltus lain berlari mendekat dengan napas yang terengah.

"Katakan dengan jelas, ada apa?" sahut Miltus.

"Ada bangsa asing, menyerang desa. Banyak sekali penduduk yang terluka. Anehnya tak ada satupun pasukan dari negri ini yang keluar."

"Kenapa seperti itu? Adakah ciri khusus mereka yang membuat kita bisa mengenali dari mana mereka berasal?" Miltus bergegas berangkat ke area pertarungan diikuti beberapa anak buahnya.

Tiba-tiba Mesh Mayya berlari melewati rombongan Miltus, membuat semuanya terhenyak menatap Mesh yang melesat dengan sangat cepat.

Miltus mengejar Mesh Mayya, "Hei ... berhenti! Di sana berbahaya!" Miltus mengejar Mesh yang tak mempedulikan panggilannya.

"Wah, benar-benar gadis yang istimewa, kecepatan berlarinya sungguh luar biasa." gumam Miltus mempercepat langkah larinya.

"Apa yang membuatnya melesat cepat seperti itu? aku yakin dia hanya ingin melarikan diri." ujar anak buah Miltus.

"Bukan! Kita harus mencegahnya menuju ke desa, aku rasa dia mengejar sesuatu, entah apa itu." ucap Miltus.

...****************...

To be continue...

1
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
aku pilih met-kaktus adu jotos aja/Chuckle/
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
jadi bayangin kepompong aku
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
otakmu itu yg terlalu
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
nah, kalo gini sih waras
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
ealahhh
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
gak. mesh udah bekasnya kaktus
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
kalo met met tahu si kakatus nana ninu nano nano, habis dia
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
baik apa? udah jadi teh celup gitu /Smug//Smug/
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
ini termasuk klifhanger bukan sih?
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: yg bukan lelaki cadangan itu aku kaya gak bisa menjiwai gitu.
edi juga bilang yg itu lebih seperti tokoh yang sedang bermain peran. sama sekali tidak hidup. makanya abang gak usah intip
aku aja lebih bisa ngerasain sesuatu di setelah kau jandakan
total 10 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
masa tangan laki lembut, Dor?
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
Cerita yang bikin perasaan reader campur aduk... tapi syukurlah semua berakhir dengan damai. walau sebenarnya pengen Kallida dapat hukuman yang lebih🤭 tapi memang dia juga udah berjasa merawat Math dari kecil. semoga Math Dorrota Mesh akur2 yaa,jangan nambah selir Math udah pas tuh kanan kiri wkwk 🤣 Math keren,bisa merubah aturan2 konyol hingga jadi lebih baik 😄ikut seneng juga buat Miltus Usstica,semoga selalu bahagia 🥳
Makasih juga buat bang yosh,keren novelnya, walaupun kadang2 bikin pengen demo wkwk 🤣 semangat terus bang,ditunggu karya2 selanjutnya 😄 jangan bikin yang sad ending Mulu bang hehe
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉: idih idih 🤣🤣
total 2 replies
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
akhirnya kelar juga ya bang 🤭
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
emang paling bener Mattew meninggoy,dia nih biang kerok dari semua kericuhan ini... dibalik sikapnya yang bijaksana,dia juga penuh intrik,bahkan sampai mengorbankan kebahagiaan anaknya sendiri 🙄
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
aku nggak habis pikir sama kakek Mathew, kenapa juga dia mengurung Helena,padahal tau kalo Ted cinta mati sama dia,terlalu kolot sih aturan di klan Male 🙄🙄🙄
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
kekuasaan benar2 bisa membutakan mata seseorang,bahkan sampai tega melukai keluarga sendiri /Frown/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
entah harus seneng atau sedih baca part ini, senengnya akhirnya Math bisa menerima Dorrota,tapi kok dimadu yaa /Frown//Silent/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
bener tuh,semua orang punya rahasia dan kepentingan pribadi,jadi bingung mana yang harus dipercaya
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
haaiishh para lelaki ini seenaknya sendiri menjadikan perempuan jadi taruhannya,nggak like pokoknya /Hammer//Hammer//Hammer/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
sukuriin/Proud//Proud//Proud/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
karma dibayar tunai 😌
tapi masih kurang sebenarnya... masih belum sebanding sama kejahatan yang dilakukan Kallida 😣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!