NovelToon NovelToon
Dia Yang Tak Dapat Kuhindari

Dia Yang Tak Dapat Kuhindari

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Roslaniar

Halllooowww.....para readers yang asyik-asyik mampir yuk dinovelku. Maaf ya kalo banyak typo-typonya.

Haiii....namaku Hanum Anastasya wijaya, saat ini aku sudah menyelesaikan S2 ku diharvard university dan dengan kecerdasan diatas rata-rata yang kumiliki sehingga aku bisa bekerja diperusahaan GMT Coporation perusahaan terbesar diamerika.

Namun saat ini aku harus pulang ketanah air karena desakan mamaku tersayang.

Menjadi anak tunggal merupakan beban yang sangat berat kurasakan.

Ketika tiba ditanah air dan bertemu dengan masa lalu, disinilah ceritaku dimulai...

"Terus maju dengan masa lalu atau meninggalkan masa lalu adalah sebuah pilihan yang menjadikanku tak bisa menghindarinya"
(Hanum Anastasya Wijaya)

"Sekian lama kumencarimu, kini kau datang dihadapanku membuatku tak akan melepaskan dirimu lagi"
(Saputra Mandala)

Penasaran????? dengan cerita mereka dan yang akan terjadi dengan mereka selanjutnya???

Baca yuk novel karya pertamaku berjudul "Dia yang Tak Dapat Kuhindari" yang diterbitkan oleh Mangatoon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roslaniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14. Mulai Dari Awal

Sepulangnya dari restaurant XXX, Hanum tidak kembali kekantor melainkan langsung pulang kerumahnya karena sudah badmood.

Sampai dirumah, Mama dan papa Hanum bingung melihat anaknya yang tidak biasanya pulang secepat ini.

"Sayang,,,,,tumben pulangnya cepat". kata mama Hanum

Sambil tersenyum Hanum menjawab "nggak ada ma, Hanum hanya sedikit lelah".

Sementara pak Atma yang hanya sekilas melihat raut wajah anaknya merasa ada yang mengganggu pikiran anaknya langsung berkata "Sayang,,,,setelah lelahnya hilang keruang kerja papa, kita diskusi masalah perusahaan,,,"

"Ok pa...." sambil mencium pipi papa dan pipi mamanya.

Setelah ritual bersih-bersih dikamar mandi, Hanum memakai baju rumah dan naik ketempat tidurnya, bermaksud ingin istirahat. Akan tetapi ciuman sekilas Putra terus terbayang dipelupuk matanya membuat jantungnya berdebar kencang.

Aaaarrrrrgggghhhh...sambil berteriak Hanum menutup wajahnya dengan bantal frustasi.

Sebenarnya aku sangat merindukanmu mas,,,tapi mengingat perkataanmu membuatku tidak bisa memaafkanmu . Perkataan ketika seseorang marah merupakan kata hati orang tersebut, sama halnya dengan perkataan orang yang sedang mabuk. Bathin Hanum.

Setelah cukup lama berguling-guling ditempat tidurnya yang berukuran queen zise, Hanum teringat papanya yang ingin berdiskusi tentang perusahaan. Hanum segera bangun dan berjalan keruang kerja papanya.

Setelah sampai diruang kerja papanya dan mengetuk pintu.

tok tok tok

Ceklek

"Papa sibuk???Hanum menyembulkan kepalanya.

"Masuk aja, nak..."kata papa tanpa mengangkat kepalanya.

Hanum masuk dan langsung duduk dikursi depan papanya.

Papa Hanum segera menutup laptopnya dan memandangi wajah anaknya dalam-dalam seraya berkata "apa ada masalah yang berat dikantor, Hmmmm????"

"Nggak ada pa,,,,cuma Hanum pikir-pikir apa tidak sebaiknya Hanum menangani perusahaan yang dijepang atau yang dithailand aja, ya pa..."

i

"Lho...kok bisa kamu berfikiran seperti itu???papa liat kamu mampu menangani perusahaan yang disini, sejak kamu memimpin perusahaan kita semakin maju bahkan sudah menghampiri kemajuan perusahaan Wiwaro group".

"Hanum hanya jenuh aja disini pa,,,,"

"Hanya jenuh atau ada masalah yang lain???"sambil menatap dengan menyelidik.

"E.....e.....a...anu pa..i..itu..."Hanum tergagap

Pak Atma mengangkat sebelah alisnya sambil terus menatap dengan intens sehingga membuat Hanum menceritakan tentang pertemuannya dengan Putra..Akan tetapi tentu saja Hanum tidak menceritakan tentang ciuman dari putra.

Hanum memang sangat dekat dengan papanya, meskipun dengan sang mama juga sangat dekat akan tetapi jika menyangkut hal-hal yang sangat prinsip Hanum lebih suka bercerita dengan sang papa mungkin karena sifat papanya yang tenang dan bijaksana namun terkadang kejam dan tegas jika menyangkut bisnis. Berbeda dengan sang mama yang sangat keras dalam menghadapi sesuatu yang dianggapnya masalah pribadi.

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

Karena permintaan maafnya tidak sesuai dengan ekspektasinya, maka Putra tidak kehilangan akal, kali ini dia bertekad memperjuangkan cintanya.

Dia kemudian memikirkan cara bagaimana mendapatkan kembali cintanya yang sempat hilang lalu muncul kembali dan sekarang ada didepannya lagi, meskipun ada sedikit keraguan didalam hatinya karena kesalahan yang dilakukan oleh mamanya tercinta dan diperparah dengan tidak mendengarkan penjelasan dari Hanum.

"Akan kumulai dengan mengunjungi om Atma toh sudah lama juga tidak bertemu dengan beliau". batin putra sambil senyum-senyum sendiri.

Keesokan harinya pagi-pagi tampak Putra sudah siap dengan pakaian casualnya dan segera keluar dari apartemennya menuju lift. Kemudian masuk kedalam lift dan memencet tombol basemen tempat parkiran.

Skip

Tiba didepan pintu gerbang sebuah rumah mewah kemudian menurunkan kaca mobilnya dan menyapa satpam yang berjaga "pagi pak...saya ada janji dengan pak Atma".

Satpam memperhatikan sejenak kemudian mempersilahkan "Oh....silahkan pak".

Putra pun masuk dan memarkirkan mobil mewahnya didepan rumah pak Atma dan kemudian memencet bel.

ting tong ting tong

Pak Atma yang kebetulan berada diruang keluarga menikmati teh panasnya kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan kearah pintu, karena semua ARTnya sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

Ceklek

Pak Atma terkejut dengan kedatangan Putra pagi-pagi.

"Assalamualaikum om..."sapa Putra

"Waalaikumsalam...masuk nak Putra..."

"I...iyya om...e...e ..maaf om mengganggu pagi-pagi".

"Nggak apa-apa nak putra,,,,tumben kerumah om" . kata pak atma dengan penasaran

Hanum yang barusan pulang jogging melihat mobil yang diparkir didepan rumahnya pagi-pagi. Dalam hati bertanya siapa yang datang bertamu pagi-pagi dihari minggu???

Hanum segera masuk kedalam rumah dan seketika mematung melihat orang yang membuat moodnya rusak akhir-akhir ini. Tanpa menyapa dia Hanum melewati dua orang yang sedang berbincang-bincang.

Dimeja makan mama dan bi Ina sedang menyiapkan sarapan dengan berbagai menu.

Kemudian Hanum duduk dan langsung memakan buah apel dimeja makan.

Mama hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan anak semata wayangnya. "Lho Num,,,,mandi dulu gih, baru sarapan bersama,,,,"

"Baik ma..."Hanumpun segera kekamarnya mandi dan berganti pakaian

Setelah semua berada dimeja makan termasuk Putra yang datang bertamu pagi-pagi, merekapun sarapan sementara putra selalu memandangi Hanum yang terlihat cuek dan tidak peduli, hal ini tak luput dari penglihatan mama dan papa Hanum.

Acara sarapan akhirnya selesai. Dan ketika mereka sudah duduk diruang tamu, Putra kemudian meminta ijin kepada mama dan papa Hanum yang membuat Hanum membulatkan matanya dengan sempurna.

"Om,,,,,tante,,,,kalo boleh, saya ingin mengajak Hanum jalan-jalan sebentar".

"Boleh nak, silahkan,,,,pastinya Hanum tidak keberatan". kata mama Hanum yang memang sangat menginginkan Hanum segera memiliki pendamping hidup.

"Tapi ma,,,,,Hanum hanya ingin istirahat dirumah". tolak Hanum

"Num,,,,jalan-jalanlah sayang,,,,nikmatilah hari liburmu diluar rumah". kata papa Hanum dengan lembut.

"Baiklah,,,sebentar aku ganti baju dulu". jawab Hanum dengan terpaksa dan membuat Putra berbinar seketika.

Setelah berganti baju dan pamit pada kedua orang tuanya Hanum keluar diikuti Putra. Mereka kelihatan sangat serasi dengan penampilan mereka yang memakai pakaian casualnya.

1
Diana Berly
Luar biasa
irma hidayat
bagus ceritanya
irma hidayat
Buruk
Qilla
Ra genah
Qilla
pinter tapi gimana ya si Hanum ini
Lina Suwanti
mampir author,saya tertarik membaca karena lht babnya yg ga terlalu panjang...
Dewilakstri Astini
Luar biasa
fian widy
👍
Heryta Herman
hhuuuh...semudah itu??? masa bodoh laah...
Heryta Herman
gimana sih orru nya hanum ini...ibunya putra sdh menghina anakmunpak,bu...dan tdk ada permintan maaf atau niat baik daei mereka..untuk apa menerima putra jadi menantu?...aaah sdh laaah..terserah author
Heryta Herman
bodo amat lah...
Heryta Herman
terserah author lah...kita ga stuju dgn putra pun,bisa apa...males lah...kaya ga ada orang lain lagi selain putra...
Heryta Herman
yaaaahh..jngn semudah itu hanum menerima putra kembali...
males aku...lbh baik dgn anand yg mencintai hanum apa adanya
Heryta Herman
hihihi...rasain lu putra..kelimpungan kan...makanya jngn sombong jadi orang....
Heryta Herman
dasar duda ga tau diri kau putra...
bagus tindakan mu hanum..
mampuslah lu putra...
Heryta Herman
malas laaaah...semudah itu hanum melupakan kesilapan orang yg sdh menghina nya...dimana harga dirimu hanum...mana nyonya okta yg sombongnya ga ketulungan itu...kenapa tdk beeani minta maaf...hhuuuuhhh...malas malas malas baca
Heryta Herman
hamum...tegas jngn mau di lecehkan...mana harga dirimu hanum...ayoo semangat...hempaskan segala lalat" yg mengganggu..hehehe../Grin/
Heryta Herman
rasain lu nyonya okta dan putra yg terhormat....mana mau taroh tu muka ....
hanum...jngn mau beehubungan dgn putra...merwka kluarga toxic
Heryta Herman
kluarga putra ripikal orang kaya egois.. dia pikir,harta adalah segalanya...merwka lupa akan kuasa yg maha Esa...
lily
tidak membenarkan tindakan mamanya putra karna tiap ibu pasti ingin yg terbaik untuk anaknya ,, harusnya di terima dlu, trus di selidiki dlu calon menantunya itu seperti apa , tidak semua yg kaya itu menjamin akan hidup tanpa kekurangan dan tidak semua yg miskin itu morotin tpi emang ada tpi gk semua intinya selidiki dlu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!