NovelToon NovelToon
Toxic Love

Toxic Love

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Terlarang / Keluarga / Romansa / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mizzly

"Kalau kamu cinta sama aku, buktikan dong! Kamu wanita pertama dalam hidup aku, Luna. Apa kamu tidak mau menjadikan aku lelaki pertama yang pernah tidur denganmu?"

Saat Noah meminta pembuktian cintaku padanya, aku bisa apa selain dengan bodohnya memberikan keperawananku padanya? Semua atas nama cinta. Cinta yang bagaimana? Cinta yang penuh dengan toxic?

Diilhami dari kisah nyata pergaulan anak muda jaman sekarang. Mohon bijak menyikapinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizzly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Noah yang Marah

Luna

Aku menghela nafas dalam. Noah tuh memang agak keras kepala. Jika ada kemauan sulit untuk ditolak.

"Aku harus setoran sama dosen pembimbing aku, Sayang. Waktuku semakin sempit. Banyak bahan referensiku yang kemarin direvisi. Jangan sekarang ya," bujukku dengan baik-baik.

"Kemarin kamu bilang aku boleh lihat, sekarang kamu tolak. Enggak jelas deh!" gerutu Noah.

Aku tersenyum dan mengusap pipi Noah dengan penuh kasih sayang. "Noah Sayang pacarku yang baik dan pengertian deh," bujukku lagi.

Noah memanyunkan bibirnya. "Aku tuh pengennya sekarang. Masa' sih pengennya sekarang baru nanti dilaksanakannya? Udah enggak pengen lagi dong," rajuk Noah.

Sebenarnya aku memang tak mau lagi melakukan hal itu. Aku sendiri tak tahu bagaimana cara membujuk Noah. Aku sudah berjanji pada diriku untuk tidak mengecewakan Mama lagi. Bagaimana cara menolak Noah ya?

"Tuh malah melamun. Kamu kenapa sih, Lun? Kamu tuh agak berbeda deh hari ini. Kamu diomelin sama Mama kamu ya kemarin?" selidik Noah.

"Ah enggak, kok. Mama mana pernah mengomeli aku, Sayang. Aku hanya lagi mikirin skripsi aku yang banyak revisi," bohongku.

"Skripsi 'kan masih lama, Lun. Nanti aku bantu deh, yuk sekarang ke kostan kamu yuk!" kata Noah agak sedikit memaksaku.

Aku menghela nafas dalam. "Enggak bisa, Sayang. Maaf."

Noah menatapku dengan tatapan kecewa. Tanpa banyak kata, ia berdiri dan meninggalkanku di ruang perpustakaan. Aku menatap kepergian Noah dengan tatapan yang sama seperti Mama setiap kali Papa pergi meninggalkan rumah.

Noah pasti marah sekali padaku. Tak pernah Noah semarah ini sebelumnya padaku. Aku memejamkan mataku dan menutupi wajahku dengan kedua tanganku. Konsentrasiku kini buyar, tak lagi fokus dengan skripsi yang kukerjakan.

Kira-kira berapa lama ya Noah akan marah padaku?

Huft ... lebih baik aku pulang saja. Percuma berada di perpustakaan kalau pikiranku tak lagi fokus. Aku meminjam buku yang belum selesai aku jadikan referensi pada petugas perpustakaan lalu pulang ke kostan.

Aku melewati kamar sebelah yang selalu sepi. Aku bahkan meragukan apakah sebelah kamarku ada penghuninya. Dari keterangan pemilik kost sih, penghuni kamar sebelah adalah karyawan kantoran yang suka pulang malam bahkan pagi. Sepanjang aku kost belum pernah sekalipun aku bertemu dengan tetangga sebelah kamarku.

Aku masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhku di atas karpet. Pikiranku terasa mumet. Baru saja aku ingin hidup lebih baik agar tidak merasa bersalah pada Mama, Noah malah marah padaku.

Aku seperti berada di sebuah persimpangan. Jika mengikuti Mama, jalanku akan lurus namun aku akan berjalan seorang diri, tak ada yang menemani. Seperti Mama yang ditinggalkan Papa. Namun jika aku memilih menuruti Noah, jalanku akan berliku tetapi ada Noah yang selalu berada di sisiku. Aku tak akan sendirian.

Arghh!

Kesal sekali aku!

Aku harus apa dong?

Jadi anak baik, atau jadi pacar yang baik?

Aku mengeluarkan ponselku dari dalam tas. Tak ada pesan sama sekali yang masuk. Hanya group chat kelas saja yang ramai membahas tugas.

Lelah dengan semua masalah, aku sampai tertidur di atas karpet. Aku terbangun hampir jam 9 malam. Kembali kulihat ponselku, siapa tahu ada pesan dari Noah.

Hasilnya nihil.

Noah benar-benar marah padaku. Biasanya dia rajin mengirimiku pesan sekedar mengirim stiker lucu atau menanyakan apakah aku sudah makan atau belum. Kini tak ada pesan dari Noah. Kekasihku benar-benar marah padaku.

Suara perutku yang belum diisi sejak siang membuatku tersadar kalau aku belum makan karena memikirkan Noah. Aku malas makan ayam goreng buatan Mama. Aku mau makan kwetiauw goreng saja di abang nasi goreng yang terletak di seberang kostan.

Kuambil cardigan panjang dan berjalan menuju tukang nasi goreng. Aku menunggu pesananku dibuat sambil duduk manis di bangku plastik yang disediakan. Kutatap miris aplikasi bergambar gagang telepon warna hijau di ponselku. Benar-benar tak ada satupun pesan dari Noah. Mau kirim pesan duluan, aku gengsi.

Saat aku mengangkat wajahku dari ponsel, aku melihat Ariel. Sahabatku itu mengenakan dress tanpa lengan yang belum lama ia beli bersamaku. Jaket jeans yang dikenakannya tak bisa mengecoh mataku yang mengenali baju baru miliknya.

Mau kemana anak itu malam-malam?

Aku baru saja hendak berdiri dan menawarinya makan kwetiauw saat sebuah mobil berhenti di depan Ariel. Anak itu terlihat bicara sebentar dengan pengemudi mobil lalu naik mobil dari pintu satu lagi.

Loh kok Ariel pergi sih? Siapa yang pergi bersamanya? Aku merasa Ariel semakin mencurigakan.

"Mbak, ini kwetiauwnya," kata abang penjual nasi goreng mengagetkanku.

"Oh iya, Bang. Ini uangnya." Kuberikan uang lima puluh ribuan yang kemarin Mama beri untukku. Uang hasil lembur Mama yang disisihkan untukku.

🤍🤍🤍

Sudah lebih dari tiga hari Noah marah padaku. Tak ada pesan sama sekali dari Noah, apalagi telepon masuk. Ini kali pertama kami bertengkar lama.

Aku mulai dihinggapi rasa takut. Aku takut kehilangan Noah. Kalau tak ada Noah, siapa yang akan menemaniku nanti?

Ariel? Aku sendiri sangat curiga dengan apa yang ia lakukan.

Mama? Mana ada waktu Mama untukku? Setiap hari hanya sibuk dengan bekerja.

Papa? Sudahlah, semenjak marah-marah waktu itu Papa tak pernah lagi menghubungiku.

Kenapa sih semua orang marah padaku? Apakah salah aku ingin menjalani hidupku dengan caraku sendiri?

Sepertinya, aku harus membuang egoku jauh-jauh. Aku tak bisa terus seperti ini. Membayangkan Noah pergi dan marah padaku sudah membuat aku merasa tertekan dan hidupku tak tenang.

Aku jadi sulit berkonsentrasi dengan skripsiku. Aku selalu membayangkan Noah marah dan akhirnya meninggalkanku. Aku tak mau itu. Aku sangat mencintai Noah. Aku bahkan telah memberikan mahkota yang selama ini aku jaga untuk Noah. Aku tak bisa sampai kehilangan Noah.

Dengan perasaan takut kehilangan, aku mengambil ponselku dan mulai menghubungi nomor Noah. My Love, begitu nama Noah yang tersimpan di ponsel milikku. Panggilanku tak kunjung diangkat, membuatku menunggu dengan cemas.

Aku ingin baikan dengan Noah. Aku nggak mau terus menerus bertengkar seperti ini. Tak ada kabar dari Noah benar-benar membuatku gila dan merasa kalau aku sudah sangat ketergantungan dengannya.

"Iya, hallo," jawab Noah dengan nada malas.

"Hallo, Sayang. Kamu dimana?" tanyaku dengan nada yang dibuat seceria mungkin.

"Kenapa nanya-nanya? Bukannya kamu udah enggak cinta sama aku?" tanya Noah dengan nada ketus.

"Kata siapa aku enggak cinta sama kamu, Sayang. Cuma kamu yang aku cinta, serius deh. Kamu dimana? Kita makan siang bareng yuk!" ajakku.

"Beneran masih cinta sama aku?" tanya Noah, nada suaranya kini terdengar lebih lembut, tak seketus sebelumnya.

"Benar dong. Yuk kita makan siang bareng!" ajakku sekali lagi.

"Aku di kampus. Kamu ke kampus saja!"

Aku tersenyum mendengar nada suara Noah yang kini sudah terdengar lembut lagi. Pertanda Noah sudah tak marah. "Iya, aku ke kampus sekarang. Aku mandi dulu ya, tunggu sebentar!"

"Oke!"

****

1
Bun cie
karya yg bagus..dismpaikan dengan gaya bahasa yg baik , ada pembelajaran yg bisa diambil.
terimakasih kak author..sukses u karya2 selanjutnya🙏💐
Maria Ulfa
wah...
MAYZATUN 🥰🥰🥰al rizal
🥰🥰🥰😍
indira kusuma wardani
Luar biasa
Ran Aulia
terima kasih kak, ceritanya bagus 🥰🥰🥰🥰
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
lambemu mas 👍
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
aku suka ama kamu sumpah...
keren sih jadi cowok 😁
fujichen
sosor terussss,,,
kaget pas bilang mantan narapidana🙃
fujichen
bagus rina
fujichen
kok papa bisa bener sich,,,,
fujichen
kasihan c Luna kena jebakan Batman
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
astagaaa ketagihaannn🤣🤣
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
Ya kali Bahri bs terpengaruh sama Luna..Luna ga sehebat itu juga kali bs mempemgaruhi Bahri..🤣
sirik aja kamu Zah, klu udh pikirannya negatif yaa susah deh🤦‍♀️
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
astagaa emang gaya hidup Luna kayak apa🙄
Rina jg fun2 aja sama Luna, Bahri jugaa..loe aja yg sirik Zizah
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
ehek..ehekk😄😄
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
astagfirullah..teenyata azizah kok bgitu yaaa
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
astagfirullah..kok kakak nya sendiri malah bilang gitu...emang dia mau juga kalau dipoligami sama suamia nya🤪
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
Manaa tuh istri siri yg suka gonta ganti...kawin aja lagi sana.
sskarang aja bilang kesepian ga ada teman..telat Pak🤪
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
khilaf tapi kok berkali kali 🤪🤣
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
laki2 yg selalu ngintip yaa..yg luna merasa diawai laki2 inikah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!