Terjebak One Night Stand dengan tamu hotel, yang ternyata sengaja menjebaknya agar bisa menjadikan rahimnya sebagai alat untuk melahirkan anaknya.
Membuat Sandra terpaksa harus terlibat dalam masalah keluarga dari laki-laki yang tak lain adalah bosnya sendiri sekaligus suaminya.
"Aku terpaksa menikahi mu atas permintaan istriku dan kini aku jatuh cinta padamu yang kukira cinta itu tidak akan pernah ada untukmu." Brian
"Apa?! Ternyata aku adalah Wanita Pengganti yang di pilih Saudariku untukmu."Sandra
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dina Auliya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejutan
"Kenapa, Apa kalian kaget? Ini istriku Sabrina dia masih hidup dan belum mati." ucap Brian sambil melingkarkan tangannya di pinggang Sandra sedangkan yang lain terdiam tak dapat berkata apa-apa, perasaan tak yakin yang sekarang mereka rasakan kalau Sabrina benar-benar masih hidup sedangkan Sandra hanya mengerutkan dahinya, tak memahami maksud brian dan apa yang terjadi yang sebenarnya.
Mendengar nama Sabrina, ibu Wulan langsung bangkit berdiri dan berjalan menghampiri Sandra.
"Sabrina, ini benar-benar kamu nak, kamu masih hidup." ibu Wulan menyentuh pipi Sandra dan meraba tubuhnya memastikan bahwa itu benar anaknya, air mata pun mengalir di pipi ibu Wulan saat yakin bahwa itu adalah Sabrina dan langsung memeluk putrinya. Sandra tak merespon apapun kerena dia tak mengenal ibu Wulan sebelum akhirnya ia merasakan kehangatan pelukan seorang ibu yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.
"Inikah hangatnya dipeluk seorang ibu yang selama ini ingin aku rasakan. benar-benar hangat." kata hati Sandra dan membalas pelukan ibunya dengan penuh kasih sayang.
"Ibu" satu kata yang keluar dari mulut Sandra panggilan yang ingin dia katakan selama ini dengan penuh rasa.
"Iya nak, ibu sangat merindukan mu, ibu sangat terpukul saat mendengar bahwa dirimu dinyatakan meninggal, ibu benar- benar belum bisa menerimanya, sampai saat kamu kembali sayang." Wulan kembali memeluk Sandra dan mata Sandra tertuju pada Brian yang hanya mengeluarkan senyuman.
"Ibu, kami kesini juga ingin memberikan kabar buat ibu, kalau sebentar lagi ibu akan menerima cucu lagi dari Sabrina." ucap Brian saat menghampiri kedua wanitanya.
"Maksudmu nak?"
"Sabrina hamil Bu, calon cucu ibu." ucap Brian sambil mengelus perut Sandra.
"Terimakasih nak Brian, kamu sudah memberikan kejutan - kejutan yang membuat ibu sangat bahagia." ibu Wulan pun memeluk Brian dan Sandra bersamaan, merasa bersyukur Karena putrinya kembali.
"Nak ayo ibu antar ke kamarmu, kamu pasti capek diperjalanan, biar ibu buatkan sup untukmu."
"Duluan sayang nanti aku akan menyusul, aku masih ada perlu disini." ucap Brian sambil menatap Bramono.
Sandra dan ibunya pun naik keatas, menuju kamar Sabrina.
"Nak ini kamar mu, ibu tak pernah menyentuh apa yang sudah kamu tata disini, sekarang istirahatlah dulu, ibu akan membuatkan sup untukmu, tunggu sebentar ya sayang." dengan bahagia ibu Wulan pergi ke dapur untuk membuatkan sup buat putrinya dan menyiapkan makan malam untuk mantunya.
Sedangkan Bramono dan kedua saudaranya masih syok dengan apa yang baru saja dilihat dan didengar, dan masih berdiri menatap Brian.
"Apa kalian kaget dengan kejutannya." ini baru permulaan saja, kalian akan mendapatkan apa yang seharusnya Kalian dapatkan." Brian yang duduk di sofa dengan menyilangkan sebelah kakinya dan dengan santainya menunjukan sifat asli Brian yang memiliki posisi jauh di atas Bramono.
"Nak Brian, apa maksudnya aku ini ayah mertua mu, tidak seharusnya kamu bersikap begini pada ku." Bramono tak berani menyombongkan diri di hadapan Brian karena tahu dia tidak ada apa-apanya di banding kan Brian.
"Oya, tapi aku tak pernah menganggap kamu adalah mertuaku, kamu hanyalah setitik noda yang harus segera aku bersihkan sebelum terlihat."
"Nak, tolong maafin bapak, bapak gak ada niatan untuk menipumu, setahu bapak nak Sabrina masih suci, karena bapak sangat ketat mengawasi Sabrina."
"Benarkah, Tapi aku tak percaya itu, yang aku tahu kamu sudah menipuku."
"Tapi nak Brian mencintainya kan, sampai sekarang nak Brian akan mendapatkan anak ke dua dari Sabrina."
"Itu hanya bonus untukku karena mendapatkan gadis bekas" Brian pun menarik nafas panjang dan bangkit berdiri. "Kita bahas besok lagi, aku tak ingin berdebat malam ini, tunggu saja apa yang akan ku lakukan padamu besok." Brian pun pergi ke kamar untuk menemui Sandra.
Di kamar ibu Wulan sedang menyuapi Sandra, dengan wajah bahagia ibu Wulan, terus memandangi putrinya yang sedang mengunyah makanan.
"Bu sudah, perutku sudah kenyang." Sandra menghentikan suapan ibunya.
"Maafkan ibu nak, kalau terlalu banyak menyuapi mu makan, tinggallah disini beberapa waktu, ibu masih merindukanmu."
"Kami akan menginap beberapa malam disini Bu, jangan kuatir ibu bisa bersama dengan Sabrina sepanjang hari." Saut Brian saat menghampiri Sandra dan ibu mertuanya.
"Terimakasih nak, kamu memang menantu ibu yang paling pengertian, Oya maafkan ibu karena terlalu bahagia, ibu sampai lupa kalau kalian pasti capek, kalau begitu ibu keluar dulu biar kalian bisa istirahat. Nak Brian kalau mau makan, sudah ibu siapkan di meja makan." ibu Wulan pun pergi dari kamar meninggalkan Sandra dan Brian dan menutup pintunya.
Brian pun melepas jas dan kemejanya memperlihatkan tubuh Brian yang memiliki dada bidang dan otot perut yang terbentuk.
Sandra Langsung memeluk Brian seketika dan menyembunyikan wajahnya di dada Brian.
"Mas...."
"Ada apa sayang?"
"Apa ini keluarga Sabrina? kenapa mereka kaget melihatku, apa benar Sabrina sudah meninggal?"
"Apakah sayang ingin tahu yang sebenarnya?" Sandra pun mengangguk.
"Kalau begitu lepaskan pelukannya dulu." Sandra pun langsung melepaskan pelukannya dan kembali menatap Brian.
Brian pun berjalan Menuju ranjang dan merebahkan tubuhnya disana
Sandra yang masih penasaran membuntuti Brian dan ikut merebahkan tubuhnya dekat Brian dan kembali memeluk tubuhnya.
"Mas, katanya mau jujur, kok malah tidur." Sandra menggoyang tubuh Brian agar membuka matanya.
"Besok ya, ini sudah malam, mas ngantuk." mendengar ucapan Brian wajah Sandra berubah cemberut
"Besok sayang juga tahu, sekarang tidur saja dulu, kasian anak kita kalau ibunya tidur larut malam."Brian membalas pelukan Sandra dan memilih memejamkan mata dan membiarkan Sandra sibuk dengan pertanyaan yang tak bisa di tebak olehnya sendiri.
To Be Continued ☺️☺️☺️☺️
Kasian sandra yg tidak tau apa2
Trus brian knpa pulsa terus manggil sandra dgn sabrina??
Sukses thoor & lanjut.
Masa harus kehilangan keduanya pula.
Sukses thoor & lanjut.
next
Semangat mama semoga misimu berhasil 💪💪💪😘😘
Lanjut thorr 🙏👍💪😘
kenapa akhir-akhir ini sering telat up nya
tetap semangat Thor 😘😘❤️🙏
Biar tidak ada yang menyakiti Sandra lagi.
Sukses thoor & lanjut.
Sukses thoor & lanjut.