NovelToon NovelToon
Pedang Pembasmi Iblis

Pedang Pembasmi Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Action / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan / Balas Dendam
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: FAUZAL LAZI

Han Chuan adalah seorang anak desa yang ceria dan penuh semangat. Ia menghabiskan hari-harinya dengan melukis pemandangan dan bermain bersama teman-temannya di bukit kecil dekat desa. Hidupnya sederhana dan bahagia hingga suatu hari, segalanya berubah menjadi mimpi buruk. Saat sedang bermain bola bersama teman-temannya, langit tiba-tiba menggelap. Suara raungan aneh menggema dari hutan, dan makhluk-makhluk iblis menyerang desa tanpa ampun. Anak-anak yang bermain bersamanya menghilang satu per satu, ditelan oleh iblis saat di bersama ibunya. Ketika Han Chuan turun dari bukit, yang tersisa hanyalah pemandangan mengerikan desa hancur, dan jasad para penduduk berserakan. Dalam keputusasaan, ia juga menyaksikan ibunya yang ternyata seorang dewa yang turun tangan melawan para iblis. Namun malang, sang dewa tewas ditusuk dari belakang dan tubuhnya dilahap utuh oleh iblis. Rasa sakit dan amarah yang tak tertahankan membangkitkan kekuatan tersembunyi di dalam diri Han Chuan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FAUZAL LAZI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Ling Shura yang melihat Han Chuan sudah semakin jauh pun tidak mau kalah. Ia bertekad untuk mengejarnya demi mendapatkan inti iblis penentu kemenangan.

“Dia sangat cepat, tapi aku juga bisa,” gumamnya pelan.

Ia langsung membentuk segel tangan, dan sebuah jimat muncul di telapak tangannya.“Teknik rahasia, jimat kecepatan,” gumamnya.

Jimat yang ia pegang langsung hancur, dan energi spiritual di dalamnya meledak keluar lalu masuk ke dalam tubuhnya. Aliran energi itu menyebar ke seluruh ototnya. Ling Shura segera memasang kuda-kuda, lalu tubuhnya melesat ke depan. Setiap langkah yang ia injakkan meninggalkan bayangan dirinya sendiri yang tertinggal sesaat di belakang.

Setelah beberapa saat, Ling Shura sudah berada di belakang Han Chuan.“Hemm,kau pikir cuman kau saja yang bisa lari cepat,” teriak Ling Shura dengan penuh semangat.

Han Chuan yang mendengar teriakan itu menoleh ke belakang dan tersenyum kecil.“Ingin adu kecepatan, ya? Coba saja,” teriaknya balik.

Han Chuan langsung memusatkan energi spiritual di kedua kakinya. Kilatan petir langsung menyambar di setiap langkahnya, tanah di bawah kakinya bergetar, dan dalam sekejap sosoknya melesat dengan sangat cepat, jauh lebih cepat dari sebelumnya.

Ling Shura yang melihat itu langsung terkejut dan membuka mulutnya lebar-lebar.“Hah, kecepatan macam apa itu,” ucapnya dengan nada tidak percaya.

Ia kemudian mengeram kesal.“Aaarrgg, siapa takut adu kecepatan, Han Chuan sialan” geramnya.

Ling Shura kembali memacu kecepatannya dan melesat semakin kencang, tetapi ia tetap berada di belakang Han Chuan. Lama-kelamaan, jarak mereka semakin jauh. Langkah Han Chuan semakin cepat dan sosoknya makin kecil di kejauhan, hingga akhirnya benar-benar meninggalkan Ling Shura dengan jarak yang sangat jauh.

Sementara itu Han Chuan masih terus melesat, mengikuti jejak energi yang ia lihat dengan teknik Mata Langit miliknya. Akhirnya langkahnya berhenti tepat di mulut sebuah gua yang sangat besar. Jejak energi berwarna merah terlihat dengan jelas oleh pandangan Mata Langitnya.

“Energinya menuju ke sini, ya,” gumamnya.

Belum sempat ia melangkah lebih jauh, Han Chuan terkejut saat Ling Shura berlari ke arahnya dan berhenti tepat di depan dirinya. Saat Ling Shura hendak bicara, tubuhnya langsung terjatuh terbaring lemas, napasnya berat dan tersengal.

“Hehhh… hahhhh… Han Chuan, kecepatanmu tidak masuk akal sehatku,” ucapnya sambil terbaring dan berusaha mengatur napas.

Han Chuan yang mendengarnya hanya tersenyum kecil. Ia memutar bola matanya dengan malas.

“Siapa suruh kau mengikutiku, jadi sekarang kau sendiri yang kelelahan,” gumamnya pelan.

Ling Shura yang merasa Han Chuan mengatakan sesuatu langsung bangkit dan menghampirinya.

“Kau bilang apa barusan,” tanya Ling Shura sambil menatap Han Chuan dan mengangkat alisnya.

Han Chuan hanya menggelengkan kepala dan menjawab singkat,“Bukan apa-apa.”

Ia kembali fokus ke arah gua, lalu mengeluarkan peta dan melihatnya sekali lagi.“Jadi memang ini tempatnya,” gumam Han Chuan pelan.

Ling Shura ikut melirik peta itu.“Jadi tujuan kita sama,” ucapnya sambil menatap ke arah gua tersebut.

Han Chuan segera menyimpan kembali petanya dan menatap sekeliling dengan tajam. Dari kejauhan, ia melihat sesuatu bergerak cepat ke arah mereka. Energi spiritual hitam dan putih tertinggal di belakang sosok itu seperti jejak yang membelah udara.

Sementara itu Long Shen masih berlari mengikuti arah peta miliknya.“Hemm, kurasa aku tidak salah lagi,” gumamnya pelan.

Dari kejauhan, ia melihat dua orang berdiri di depan mulut gua.

“Siapa itu, sepertinya aku mengenal salah satu dari mereka,” batinnya.

Ia pun mempercepat langkahnya.Saat tiba, Long Shen langsung melihat Han Chuan yang tersenyum ke arahnya.“Long Shen, kita bertemu lagi ya,” ucap Han Chuan sambil melambaikan tangannya.

Long Shen yang kini sudah berada di depan mereka berjalan dengan santai.“Tidak kusangka tujuan kita juga sama ternyata,” jawabnya sambil mendekat ke arah Han Chuan.

Pandangan Long Shen kemudian tertuju pada Ling Shura.

“Han Chuan, siapa ini,” tanya Long Shen sambil melirik Ling Shura.

Han Chuan mengikuti arah pandang Long Shen dan hanya tersenyum kecil.“Aku tidak tahu, entah anak nakal mana yang mengikuti ku,” jawab Han Chuan sambil sedikit bercanda.

Ling Shura yang mendengar itu langsung mendekat dan tanpa aba-aba memukul kepala Han Chuan.“Enak saja kau memanggilku anak nakal dan pura-pura tidak kenal,” ucapnya kesal.

Ia lalu berdiri di depan Long Shen.“Perkenalkan, aku Ling Shura, murid dari Penguasa Istana Pedang Matahari,” ucap Ling Shura sambil menjulurkan tangannya.

Sementara itu Han Chuan mengelus kepalanya sebentar, lalu kembali memusatkan perhatian ke arah mulut gua dan menatap ke dalamnya dengan seksama.

Long Shen yang melihat tangan Ling Shura terjulur tersenyum ramah dan menjabatnya.“Namaku Long Shen, salam kenal,” jawabnya.

Setelah itu, pandangan Long Shen ikut tertuju ke arah mulut gua, sama seperti Han Chuan dan Ling Shura, sementara itu aura energi spiritual yang samar terasa semakin kuat dari dalam gua yang terus menjalar keluar.

Kemudian Han Chuan menoleh ke belakang dan menatap Ling Shura serta Long Shen secara bersamaan. Keduanya ikut menatap Han Chuan yang sedang memperhatikan mereka.“Ada apa,” tanya Long Shen singkat.

Namun Han Chuan tidak menjawab. Ia justru berbalik arah.

“Yang terakhir telur busuk,” ucapnya sambil langsung menggunakan Gerakan Guntur dan melesat masuk ke dalam gua dengan kecepatan tinggi.

Ling Shura dan Long Shen yang mendengarnya langsung ikut masuk ke dalam gua dan bergerak dengan kecepatan mereka masing-masing.

Sementara itu Han Chuan sudah berada di dalam gua. Tiba-tiba ia berhenti dan mengaktifkan Teknik Mata Langit miliknya.“Lorong ini, ya,” gumamnya saat melihat tiga lorong bercabang di dalam gua.

Tanpa ragu, Han Chuan langsung mengambil lorong tengah karena ia bisa melihat jejak energi spiritual dengan jelas mengalir keluar dari lorong tersebut.

Tak lama kemudian Ling Shura datang menyusul dan juga masuk ke lorong tengah. Berbeda dengan mereka, Long Shen justru berhenti dan menatap tiga lorong itu dengan kebingungan.

“Ini yang mana satu,” gumamnya sambil menoleh ke kiri dan kanan.Akhirnya ia mengambil jalur kanan.“Pasti aku tidak akan salah,” gumamnya lagi sebelum langsung melesat ke lorong kanan.

Saat Han Chuan semakin masuk ke dalam lorong, ia dikejutkan oleh banyak mayat iblis yang mati berserakan di lantai gua. Bau darah dan sisa energi spiritual yang kacau memenuhi udara. Pandangannya kemudian tertuju pada seekor ular yang sangat besar, membuka mulutnya lebar dan terus menghisap energi spiritual di sekitarnya. Aliran energi itu terlihat jelas seperti arus yang ditarik paksa ke dalam mulut ular tersebut.

“Apa yang terjadi di sini, dan auranya sangat mengerikan,” gumam Han Chuan sambil bersembunyi di balik sebuah batu besar.

Matanya kemudian menangkap sosok seorang perempuan yang berdiri dengan tatapan kosong.“Xue Lin, kenapa dia di sana dan kenapa dia tidak bergerak sedikit pun,” batinnya terkejut.

Pandangan Han Chuan menyapu seluruh ruangan dan kembali menemukan sosok lain yang ia kenal.“Wan Ju juga sama, apa sebenarnya yang terjadi,” gumamnya lagi.

Saat Han Chuan hendak bergerak untuk menyerang ular tersebut, tiba-tiba tubuhnya ditarik ke belakang oleh seseorang.

“Jangan bergerak dulu, Han Chuan. Mereka masuk dalam ilusi ular itu,” ucap Ling Shura sambil menarik Han Chuan.

Perkataan itu membuat Han Chuan terkejut dan menoleh ke arahnya.“Bagaimana kau tahu mereka terkena ilusi,” tanya Han Chuan dengan nada penasaran.

Ling Shura membusungkan dadanya.“Karena aku ahli dalam ilusi,” jawabnya dengan penuh percaya diri.

Han Chuan hanya menatapnya dengan ekspresi malas, lalu kembali mengalihkan pandangannya ke arah ular raksasa tersebut, serta ke arah Xue Lin dan Wan Ju yang masih terjebak dalam ilusi tanpa bergerak sedikit pun.

1
Nanik S
Long Shen..untung sdh datang
Nanik S
Ilusi Iblis
Nanik S
Gaaaas Poooool
Nanik S
Han Chuan.... memang lumayan konyol... 🤣🤣🤣
Nanik S
Jatah membunuh Binatang Iblis
Nanik S
Sekte Langit Iblis lagi... Bantai saja semua Han Chuan
Nanik S
Siapa sebenarnya Long Shen
Nanik S
Bsi Ling ditelan Harimau Iblis
Nanik S
Mantap Poooool 💪💪💪
Nanik S
Joooooooooss 👍👍👍
Nanik S
Para Orang Tua juga ikut tegang
Nanik S
God Job
Nanik S
Lha kenapa Han Chuan tidak ada reaksi di balik tentang Inti Iblis
Nanik S
Sekte Langit Iblis
Nanik S
Mengapa mesti ada Kontrak hidup mati
Nanik S
Bsi Ling... Dendam karena kalah dan malu
Nanik S
Apa mereka tdk menyadari adanya kelompok sekte Iblis
Nanik S
Han Chuan... 💪💪💪
FAUZAL aut
kristal?
Nanik S
Han Chuan... jenius krn Anaknya Dewi Bulan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!