NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Raja Mafia

Obsesi Sang Raja Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Mafia / Obsesi / Penyelamat
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Follow IG @Lala_Syalala13

Anya, seorang gadis miskin yang bekerja sebagai pelayan, tak sengaja menyelamatkan Marco Valerius, bos mafia kejam yang sedang sekarat akibat pengkhianatan.

Terpikat oleh kemurnian Anya yang tulus, Marco yang posesif memutuskan untuk "membeli" hidup gadis itu.

Ia menghancurkan dunia lama Anya dan mengurungnya dalam kemewahan sebagai bentuk perlindungan sekaligus kepemilikan.

Di tengah ancaman maut dari musuh-musuh Marco, Anya terjebak dalam sangkar emas, berjuang antara rasa takut dan ketertarikan pada pria yang terobsesi menjadikannya milik selamanya.

Bagaimana kelanjutan ceritanya???

Yukkkk kepoin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OSRM BAB 21_Takut Kamu Mati

Pagi itu langit di atas Isola di Luce tampak sangat bersih, jenis warna biru yang begitu jernih hingga kamu bisa melihat pantulan laut di cakrawala.

Namun bagi Anya ketenangan ini terasa sangat menipu, sejak ia menemukan rahasia di galeri pribadi Marco kemarin, perasaannya campur aduk.

Ia mulai melihat Marco bukan lagi sebagai monster tanpa wajah, melainkan sebagai pria hancur yang mencoba menambal lubang di hatinya dengan cara mengurung orang lain.

Sesuai janjinya, Marco memberikan Anya sedikit kebebasan.

Pagi ini, tidak ada pengawal yang membuntutinya dalam jarak dua meter.

Anya berjalan menyusuri jalan setapak di pinggir tebing, merasakan angin laut yang menghempas gaun katun putih tipisnya.

Jantungnya berdegup kencang, ini adalah kesempatan yang ia tunggu-tunggu.

Sepanjang jalan matanya terus mencari celah, Marco melarangnya ke dermaga, tapi dari ketinggian tebing ini.

Anya bisa melihat ada sebuah perahu motor kecil yang tertambat di sisi lain pulau yaitu sebuah dermaga kecil darurat yang mungkin digunakan staf untuk membuang sampah atau menerima pasokan kecil, penjaganya di sana terlihat lebih sedikit.

"Kalau aku bisa mencapai perahu itu, aku bisa pergi," pikir Anya dan tangannya gemetar.

"Aku bisa kembali ke Jakarta, bersembunyi di tempat yang paling kumuh dan memulai hidup baru tanpa Marco dan tanpa darah."

Tapi kemudian bayangan Maya melintas di pikirannya, juga bayangan Marco yang tidur dengan cengkeraman posesif di pinggangnya tadi malam.

Ada bagian dari diri Anya yang berbisik bahwa melarikan diri dari Marco berarti memancing kemarahan yang akan menghancurkan siapa pun yang membantunya nanti.

Baru saja Anya hendak berbalik untuk menuju ke arah dermaga kecil itu, sebuah suara aneh terdengar dari kejauhan.

Bukan suara ombak, bukan juga suara burung, itu adalah suara desing baling-baling yang berat dan sangat cepat.

Anya mendongak dan dari arah matahari yang sedang naik, tiga buah helikopter hitam tanpa logo muncul seperti serangga raksasa yang lapar, mereka terbang sangat rendah, langsung menuju ke arah vila utama.

"Tidak... tidak mungkin," bisik Anya.

Dunia seolah berhenti berputar selama satu detik, sebelum akhirnya ledakan pertama menghantam sisi barat vila.

BOOM!

Getarannya sampai ke tebing tempat Anya berdiri, membuatnya nyaris jatuh terjerembab.

Asap hitam membubung tinggi ke langit, merusak keindahan Pulau Cahaya dalam sekejap.

Anya melihat dari kejauhan, para penjaga Marco mulai berlarian ke posisi tempur.

Suara tembakan senapan mesin mulai menyalak, bersahutan dengan dentuman meriam kecil dari helikopter.

"Marco!" teriak Anya tanpa sadar.

Meskipun ia ingin bebas, melihat tempat itu diserang membuat rasa takut akan kehilangan Marco tiba-tiba mencuat lebih kuat daripada keinginannya untuk lari.

Ia berbalik dan mulai berlari menuju vila, melawan arus akal sehatnya yang menyuruhnya pergi ke dermaga.

Di dalam vila, suasana sudah seperti neraka, Marco sedang berada di ruang tengah ketika rudal pertama menghantam.

Kaca-kaca besar yang sangat ia banggakan hancur berkeping-keping, berubah menjadi proyektil mematikan.

Marco berhasil berguling ke belakang sofa marmernya, namun serpihan kaca menggores pipi dan lengannya.

"Tuan! Kita diserang habis-habisan! Mereka menutup semua akses udara!" teriak Bram melalui radio komunikasi yang sudah terdistorsi suara ledakan.

Marco mengumpat, ia mengambil senapan serbu dari balik lemari rahasia.

Matanya tidak mencari musuh, matanya mencari satu hal. "Anya! Di mana Anya?!" teriaknya.

"Terakhir terlihat di jalur tebing timur, Tuan!"

Marco langsung berlari keluar dari reruntuhan ruang tengah, ia tidak peduli pada peluru yang menghujani atap vilanya.

Pikirannya hanya tertuju pada gadis itu, ia baru saja mulai merasa Anya menerimanya, ia baru saja merasa memiliki "cahaya" itu kembali, dan sekarang Antonio mencoba merampasnya dengan cara yang paling kasar.

Saat Marco sampai di teras depan, ia melihat Anya sedang berlari ke arahnya.

Wajah gadis itu pucat, rambutnya berantakan tertiup angin dan debu ledakan.

"Anya! Berhenti di situ!" teriak Marco.

Namun tepat saat itu salah satu helikopter menukik rendah, seorang penembak jitu di pintu heli mengarahkan moncong senjatanya ke arah Marco.

Marco melihat kilatan cahaya dari lensa teropong musuh dan tanpa berpikir dua kali, ia melompat ke arah Anya, menerjang tubuh gadis itu hingga mereka berdua terguling ke balik pilar batu besar di taman.

Taktaktaktaktak!

Peluru-peluru besar menghantam pilar itu, menciptakan percikan api dan debu semen yang menyesakkan napas.

Marco mendekap Anya dengan seluruh tubuhnya, melindungi kepala gadis itu dengan tangannya yang besar.

"kamu bodoh! Kenapa kamu malah lari ke sini?!" bentak Marco di telinga Anya.

Suaranya penuh amarah, tapi matanya memancarkan ketakutan yang luar biasa.

Anya terengah-engah, air mata mulai mengalir di pipinya.

"Aku... aku tidak tahu! Aku cuma takut kamu mati, Marco!" seru Anya dengan raut wajah ketakutannya.

Mendengar itu Marco tertegun sejenak di tengah hujan peluru, ia menatap mata Anya yang penuh ketakutan sekaligus kekhawatiran yang jujur.

Sebuah senyum pahit muncul di wajahnya yang berdarah. "Ternyata kamu benar-benar peduli padaku, hah?" serunya dengan senang.

"Jangan bercanda sekarang!" teriak Anya sambil menutup telinganya saat ledakan lain menghantam taman bunga di dekat mereka.

"Dengar," Marco memegang bahu Anya dengan sangat kuat.

"Antonio tidak akan berhenti sampai tempat ini rata dengan tanah dan dia ingin menunjukkan padaku bahwa aku tidak punya tempat persembunyian. Di bawah pilar ini ada pintu rahasia menuju terowongan bawah tanah yang langsung menuju ke dermaga belakang, kamu harus masuk ke sana sekarang." seru Marco dengan serius.

Anya menggeleng. "kamu juga ikut!"

"Aku harus menahan mereka di sini, Anya. Jika aku ikut masuk, mereka akan melacak kita berdua dan meledakkan terowongan itu saat kita di dalam. Aku harus menjadi umpan," kata Marco.

Dia menarik sebuah tuas tersembunyi di bawah lantai marmer, dan sebuah lubang kecil terbuka.

"Tidak, Marco! Aku tidak mau kehilangan kamu!"

Anya mencengkeram kemeja Marco, pada titik ini, ia sadar bahwa ia telah terjebak dalam lingkaran obsesi yang aneh.

Ia benci apa yang Marco lakukan, tapi ia tidak bisa membayangkan hidup tanpa pria yang telah menjadi satu-satunya pelindungnya.

Marco mencium bibir Anya dengan kasar dan penuh gairah yaitu sebuah ciuman yang terasa seperti perpisahan.

"Pergilah Anya, jika aku selamat, aku akan mencarimu tapi jika tidak... pergilah ke Swiss, ada rekening atas namamu di sana yang datanya ada di kalung yang kamu pakai. Hiduplah dengan baik dan jadilah cahaya, seperti kata ibuku." ucapnya dengan tulus.

Marco mendorong Anya masuk ke dalam lubang gelap itu dan langsung menutup pintunya kembali sebelum Anya sempat memprotes.

Anya jatuh ke dalam terowongan yang lembap dan gelap, ia terisak memukul-mukul pintu besi di atasnya, namun pintu itu tidak bisa dibuka dari dalam.

Di atas sana ia bisa mendengar suara tembakan yang semakin menjadi-jadi dan teriakan Marco yang memerintah anak buahnya.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

JANGAN LUPA FAVORIT KAN CERITANYA, ULASAN DAN BINTANGNYA, VOTE, LIKE DAN HADIAHNYA YAAAAA,, DITUNGGU MAWARNYA BIAR TAMBAH SEMANGAT BUAT NULISNYA

KOMEN GIMANA YA SAMA CERITANYA

1
💝F&N💝
bagus👍😅😅❤️❤️❤️
Salsa Selvi
semoga pasukan Marco berhasil melumpuhkan Antonio bersama yg lain nya ya tor
Salsa Selvi
tor selamat kan Marco ya tor sama Anya
Salsa Selvi
tor kata nya Marco si raja mafia kok selalu kalah cepat sama Antonio sih tor disini aku kasihan sama Marco tor ditambah lagi Anya ngk pernah mau nurut sama perkataan Marco
Salsa Selvi
semangat kk nulis nya
tapi di sini yg bikin aku kesel Anya ngk mau dengerin omongan Marco
Salsa Selvi
menarik cerita nya kk
Lala_Syalala: terima kasih kak untuk ulasan baiknya, semoga selalu suka ya sama ceritanya 🙏🙏😊😊
total 1 replies
Atik Marwati
Marco benar benar mengorbankan nyawanya untuk anya🥰🥰
Atik Marwati
semangat Anya...jangan mau kalah oleh kejahatan 🥰🥰
Wiemiey Erwina Ddc
alur cerita menarik..aku harap Marco dan Anya bersatu menjadi pasangan suami-isteri..saling melindungi..vest ,🫶
Lala_Syalala: terima kasih kak untuk ulasan baiknya, semoga selalu suka ya sama ceritanya 🙏🙏😊😊
total 1 replies
💝F&N💝
👍👍👍👍👍
💝F&N💝
bagus😅👍
ceritanyabagus
💝F&N💝
bagus
imel
ntar ketahuan lagi sama Antonio 🤭
dyah EkaPratiwi
alhamdulilah selamat
dyah EkaPratiwi
semoga tidak tertangkap
Atik Marwati
semoga aman
imel
astagaaa jantungku jedag jedug 🤣
Wulan Sari
cerita yg ini bikin deg2 an semoga ga ketahuan 🤲
Wulan Sari
ceritanya semakin menarik ke sini semakin menarik bikin penasaran saja lho tp yg penting nt di akhir cerita happy end semangat 💪 salam sukses selalu ya Thor 👍❤️🙂🙏
Wulan Sari: cip 👍 semangat 💪 karya lainnya 😘🙏
total 2 replies
Wulan Sari
yaaaaa semoga Marco tidak di temukan Thor cerita selanjutnya ya Thor ibu mohon 😀🤭.....
ibu kasih bunga wes Thor 🌹lanjut lg seru nih salam👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!