NovelToon NovelToon
[Horror] Ghost In A Flower

[Horror] Ghost In A Flower

Status: tamat
Genre:Misteri / Fanfic / Horor / Tamat
Popularitas:43.3k
Nilai: 4.2
Nama Author: zahroni nurhafid

*KHUSUS PEMBACA UMUR 17+*

Pertemuan mereka berdua membuat roda takdir berputar.
Hari – hari indahnya bermula saat Dion bersama dengannya, mengawali dan menutup hari dengan mengucap namanya yang sudah terukir didalam hati. Tak ada yang bisa memisahkan mereka berdua dari kebahagian itu, hingga suatu saat....
“Lebih baik aku tidak pernah bertemu denganmu.” Gumam Dion
Di malam hari, gelap, tanpa cahaya aku berdiri dan kembali menyesali perbuatanku. Awan besar menutupi rembulan, aku tak dapat berkata – kata lagi tanpa kusadari air mata telah mengalir.
“maafkan aku teman – teman....”
Disini, dikelas ini, diantara jasad seluruh sahabat2ku, aku menangis.
Dengan tatapan kosong dan tubuh bermandikan darah.
“anak iblis”
“Pembunuh”
“Penjahat”
Satu persatu sebutan itu terdengar ditelingaku hingga sampai membuatku lupa akan identitasku sendiri. 1 minggu kemudian Aku terbangun disebuah rumah sakit jiwa tanpa mengingat apapun dan langsung pindah ke kota Lando dan berseklah di SMA Violet

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zahroni nurhafid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13 - Peraturan Mutlak

Diantara Bulan

dan matahari, diantara dinginnya malang dan hangatnya sore, lampu – lampu gedung

sekolah satu persatu mulai dihidupkan menerangi jalan kita berdua.

Antara gelap dan

terang, kami berjalan diantaranya dan terungkap kebenaran baru.

Ibo adalah kakak

kandung dari Diana.

Benar, itu adalah

fakta sebelum Ibo dikeluarkan dari keluarganya atau lebih tepatnya kedua orang

tuanya lah yang menjualnya kepada orang asing. Alasan Ibo masuk SMA ini

hanyalah ingin bersama dengan adiknya setelah sempat berpisah selama  5 tahun.

Mereka berdua

dipertemukan dan disatukan dikelas ini bukanlah suatu kebetulan, karena ini

adalah permintaan langsung dari Ibo serta orang tua barunya itu kepada kepala

sekolah. Tentu saja semua ini dirahasiakan dari para siswa.

Dion :”Truss

kenapa kau bisa tau, Tiana?”

Tiana :”hmm....itu....anu....oh

iya hanya kebetulan saja aku sedang berada di ruang kepala sekolah saat itu,

jadi aku mendengarnya.” Tegas Tiana dengan wajah panik

(Mencurigakan,

tapi itu tidaklah penting yang jelas bahwa aku sekarang merasa sangat tidak

enak pada Ibo)

Aku hanya

mengenal Diana selama seminggu bisa begitu marah dan kesal mendengar kabar

tentangnya bahkan sampai menggulingkan meja tepat dibelakang Ibo, sedangkan

dia, dia yang sudah pernah kehilangan adiknya sekarang harus menerima kepahitan

yang lebih dalam untuk kedua kalinya.

Tak bisa kubayangkan

bagaimana perasaannya pada saat itu tapi ia bisa menahannnya, ia menahan

kepedihan itu seorang diri bahkan ia bisa menghibur seisi kelas dan mencairkan

suasana disana. Berbeda jauh denganku, aku benar – benar seperti bocah yang

tidak bisa mengendalikan emosi aku benar – benar merasa malu dan bersalah

kepada Ibo.

Aku bahkan tak

bisa membayangkan betapa hancurnya perasaan jika dipisahkan dengan adik

tersayang kita. Baik itu dipisahkan oleh takdir, orang tua atau kematian.

Di sudut pandang

Ibo, ia sudah merasakan semua itu.

Yang bisa

kulakukan hanya satu hal.

Dion :”Tiana!” ku

tarik tangan tiana dan menghentikan  langkah kakinya

Tiana :”ada apa?”

Dion :”Diana

masih hidup, begitu juga dengan ketua.”

Tiana terdiam

dalam beberapa detik, ia tak tersenyum, ia tak marah ia hanya diam dengan wajah

datar.

Tiana :”Dion,

cukup!”

Ku keluarkan

amplop yang kusimpan didalam tasku sejak menghilangnya ketua,

Seketika wajah

Tiana langsung terkejut melihat amplop tersebut,

Dion :”ini adalah

salah satu buktinya, surat ini muncul didepanku sebelum mereka berdua

menghilang.”

Tiana mengambil

surat itu dan membuka isinya,

Tiana :”jangan –

jangan surat ini....”

Dion :”apa kau

mengetahui sesuatu?!”

Tiana

:”enggk....hanya saja kejadian ini hampir mirip dengan tragedi Diary itu.”

Dion :”kupikir

itu tidak mungkin.”

Tiana :”Kenapa

kau berfikir seperti itu?”

(aneh...kenapa

kata – kata itu keluar begitu saja?)

Dion :”Entahlah,

aku tidak tau.”

Tiana :”ini masih

belum pasti, tapi apa yang membuatmu berfikir Diana masih hidup?”

Dion :”malam

sesudah pemakamannya, Diana mengirimkan sebuah pesan kepadaku. Dan juga aku

sempat melihat kedalam peti mati itu dan mayat itu bukanlah teman kita entahlah

siapa itu.”

Tiana :”Kenapa

kau berbuat sejauh itu?”

Dion :”awalnya

aku tak bisa menerima kenyataan itu, namun ketualah yang memberitauku bahwa

Diana masih hidup.”

Tiana menutup

kembali amplop tersebut,

Tiana :”aku sudah

membaca isi surat ini, disini disebutkan tentang ketua. Jadi maksudmu ketua

juga mengalami hal yang serupa dengan Diana begitu?”

Dion

:”Begitulah.......ini adalah salahku, seharusnya aku memberitau kalian semua

sejak awal tentang hal ini.”

Tiana mengusap

rambutku dengan lembut,

Tiana :”ini bukan

salahmu, jangan dipikirkan sendiri sekarang sudah ada aku dan besok sudah ada

kita. Ayo kita pecahkan misteri ini bersama – sama!”

Setelah Tiana

melepaskan tangannya ia pamit pulang padaku,

Dion :”Tunggu!

Biarkan aku menemanimu, perempuan tidak boleh sendirian dimalam hari!”

Tiana :”hahaha

tenang saja, walau begini – begini aku bisa bela diri setidaknya aku cukup

percaya diri tentang perlindunganku, sudah ya sampai jumpa besok, Dion. Besok

kita akan bicarakan bersama dengan kelas kita.”

Tiana melambaikan

tangannya dan berjalan menjauh, jalan menuju rumah kami berdua berlawanan arah

jadi di depan gerbang sekolah inilah tempat kami mengakhiri pembicaraan kita.

Tiana pergi

dengan membawa surat tentang ketua bersamanya.

Setidaknya aku

bisa lega karena ternyata ia tidak marah padaku, besok aku dan Tiana akan

membicarakannya bersama semuanya, sekaligus aku akan minta maaf kepada Ibo.

Sesampainya

dirumah aku baru teringat hari ini orang tuaku lembur bekerja lagi jadi mereka

tidak pulang malam ini. Dengan lelah ku lempar tas ku kedalam kamar dan menuju

kamar mandi. Mandi adalah solusi untuk menenangkan pikiran dari segala masalah.

Setelah selesai

mandi pikiranku dan tubuhku kembali ke kondisi prima lagi. Kulirik kamar

adikku,

(tetap terkunci

seperti biasanya ya)

Setelah mengunci

pintu jendela dan mematikan lampu seisi rumah ku berjalan menuju kamarku,

Saat menaiki

tangga aku merasa ada yang janggal,

Kulangkahkan satu

kaki ku naik ke anak tangga,

*krek......krek...

Entah mengapa aku

mendengarkan 2 langkah kaki disetiap langkahku.

Sekali lagi ku

ambil langkah,

*Krek....krek.....

(sepertinya ada

sesuatu dibelakangku)

Kucoba naik lagi

dan mengintip kamar adikku,

(tetap terkunci

seperti tadi. jadi ini bukan adikku)

Jantungku

berdetak semakin cepat, keringat bercucuran dari kepalaku, aku tak punya cukup

keberanian untuk menoleh kebelakang.

Diantara

kegelapan ini, ku ambil nafas panjang.

Huffttt

Ku langsung

berlari ke kamar dengan sekuat tenang dan langsung menutup pintu kamar.

*Ceklak

Ku kunci pintu

kamar,

Bersandar dipintu

sambil menenangkan diri,

(sepertinya sudah

aman. Jangan dia kembali lagi?!)

(Kenapa dia

kembali lagi?!)

(Bukankah ia

sudah mendapatkan kepalanya kembali?!)

Ku berjalan

mundur memandang pintu dan langsung terjun ketempat tidur menutup diri dengan

selimut.

*srat....srat....srat...

Terdengar suara cakaran

dibalik pintu kamarku,

Semakin lama

suara cakaran itu semakin cepat dan kuat,

Kututup telingaku

dengan bantal namun tetap saja suara cakaran itu terus menjadi – jadi tak dan

tak kunjung berhenti,

Kupejamkan mataku

dan memaksakan diri mencoba untuk tidur,

Setelah beberapa

menit suara cakaran itu menghilang, lenyap begitu saja.

(apakah dia sudah

pergi?)

Ku hela nafas

lega,

*Brrr.....Brrr.Brrrr

Tiba – tiba suara

hp ku bergetar terus menerus,

(Kapan terror ini

akan berakhir?!)

Ku abaikan hp ku

yang terus bergetar itu dan kembali mencoba untuk tidur,

Entah sampai

berapa lama, aku memejamkan mata dan terus berusaha menenangkan diriku, aku

bahkan tak bisa membedakan apakah saat itu aku bermimpi atau masih tersadar.

Suara HP ku pun

sudah menghilang,

Saat kupikir

semua sudah baik – baik saja,

Didalam kesunyian

itu, selain suara jarum jam yang berdetak ku dengar suara lainnya.

Sebuah langkah

kaki tepat disamping tempat tidurku.

Itulah hal

terakhir kudengar sebelum akhirku aku kehilangan seluruh kesadaranku.

Ke esokan

harinya, kulihat HP ku

[56 panggilan tak

terjawab dari Tiana]

Disamping Hpku

ada sebuah amplop baru lagi,

(Tiana?! Jangan –

jangan?!)

Kucoba hubungi ia

berkali – kali namun tak ada jawaban sama sekali,

Saat aku sedang

berusaha menghubungi Tiana tiba – tiba ada pesan masuk dari Ibo,

[Semuanya

berkumpul di kelas pukul 6 pagi, Tiana menghilang.....]

1
Park Kyung Na
💪💪
Park Kyung Na
mampir
Author yang kece dong
Aku mampir kakak 🤗
demit bahagia
uuuhhh mantaaap kak, feedback ya. jangan lupa mampir
ISTRI MUDAKU MAFIA
Santai Dyah
dah tamat semua nih
Zahroni Nur Hafid: hooh kk, dh tamat. lgi kerjain proyek baru
total 1 replies
Ryoka2
Queen System hadir lagi Thor 👍
Aris Pujiono
semangat kak
Aris Pujiono
lanjut terus kak
Aris Pujiono
semangat kak
Aris Pujiono
bikin penasran...makin gimana gitu
~🌹eveliniq🌹~
hadir membawa support selalu
Zahroni Nur Hafid: makasih evelin
total 1 replies
Aris Pujiono
bikin senyum2
Aris Pujiono
bikin sdih
Aris Pujiono
seru sekali
Aris Pujiono
keren
senja
yg ini hiatus?
Love You
Mantap kakak.
Ella
aku mampir karya mu Thor.
Zahroni Nur Hafid: Welkom2 kk bella.... sampe novel lama ku jg di datangi kk bella, makasih kk
total 1 replies
FCK131404W
seru atau enga saya baca
kalo seru saya supor
kalo enda seru saya like
FCK131404W
seru atau enga saya baca
kalo seru saya supor
kalo enda saya like
Zahroni Nur Hafid: waw serba support ya...wkwk makasih KK bot, btw sekarang aku lgi fokusin ke novel sebelah [One Of Us]....... tpi makasih supportnya bikin makin smangat nih mantap
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!