seorang gadis berparas cantik yang mempunyai sahabat lelaki dari kecil. gadis itu memiliki perasaan kepada sahabatnya itu. tetapi ia tak berani mengungkapkan perasaannya karna ia takut akan kehilangan sahabatnya itu.
dibalik itu gadis itu juga menyimpan luka yang amat dalam karna kehilangan setengah bagian dari dirinya yaitu kembarannya.
Kehidupannya benar benar di uji ketika calon suaminya yang bernotabe sahabatnya meninggalkan nya untuk selama lamanya.
Dan ia berusaha bangkit untuk masa depannya dan ia memutuskan menjadi seorang dokter.
Bisakah ia bangkit dan menggapai impiannya? Dan bisakah ia membuka hatinya untuk pria lain?
yukkkk kepoin. silahkan mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinda Natesya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
perpisahan sekolah
Alena POV
hari ini hari yang dinanti nanti oleh siswa kelas 12. karna hari ini mereka akan melaksanakan acara tahunan seperti perpisahan sekolah. momen inilah yang paling ditunggu oleh siswa kelas 12 ini. mereka sangat senang dan pasti juga sedihnya.
acara ini dibuat meriah seperti tahun sebelumnya yaitu berbagai macam acara yang akan memeriahkan pesta perpisahan sekolah.
aku terus mencari dimana keberadaan Raka. ya raka sangat sibuk mempersiapkan acara puncak ini. sebagai ketua OSIS ialah yang membuat rancangan rencana dan ia juga harus bekerja keras agar rencananya berjalan dengan lancar.
Dan setelah acara perpisahan ini selesai sekolah akan melaksanakan ujian kenaikan kelas.
"nah ketemu"batinku
aku melihat raka yang sangat sibuk, aku sangat bangga kepada raka.
"disini rupanya, gue udah nyari lu kemana mana" ucap mona kepadaku. aku meliriknya dan tersenyum.
"makanan untuk siapa al" tanya mona yang melihat kotak bekal ditanganku.
"oh ini sarapan buat raka" jawabku
"emangnya raka belum sarapan? " tanya mona
"belum, dia datangnya pagi banget mana sempat sarapan" jawabku yang masih memperhatikan raka
"jadi lu ga datang bareng raka? "
"gak. dia nelfon gue semalam supaya gue diantar sama mang ujang aja hari ini"
mona mengangguk paham dan dia ikutan berdiri disampingku memperhatikan raka yang sangat sibuk.
"al, lu ga kepikiran ya giaman ali bisa pindah kesekolah kita" tanya mona memulai obrolan lagi
"yang gue tau ali pindah kesini karna orang tua nya" jawabku
"tau dari mana al? " tanya mona lagi, ia sangat kepo
"kemarin raka cerita sama gue, kalau ali itu buat masalah disekolah lama nya. terus dia dipindahin kesini " jawabku panjang lebar
"ooo gituuu ya. raka tau dari mana? "
"mungkin dari pak bambang kali. aduhhh mon gue pusing. lu jangan bahas ali dong" ujarku pada mona
"heheheh iya iya maap maap"
aku hanya terdiam dan kembali menatap kearah raka. pekerjaan raka hampir selesai, ia melihat kearahku dan mona sambil tersenyum. tak beberapa lama raka pun menghampiriku "lu dari tadi ya disini" ujar raka
aku mengangguk dan tersenyum.
"hmm hmmm yaudah deh gue kekelas dulu ya, mau mabar sama riski" ujar mona. kebiasaan mona jika jam kosong atau tidak ada kegiatan belajar ia akan menghabiskan waktunya disekolah dengan bermain game bersama riski. mereka berdua sangat antusias jika membahas game.
aku dan raka mengangguk dan mona segera meninggalkan kami.
"lu bawa apaan tu? " ucap raka memulai obrolan lagi karna terpotong oleh mona
aku melirik kotak bekal dan air minum digenggamanku "oh ini sarapan buat lu. gue tau lu belum sarapan kan" ujarku memberikan kotak bekal itu pada raka. raka tersenyum dan mengambil bekal itu. kami mencari tempat duduk agar raka bisa segera menikmati bekal yang aku buat untuknya.
"nasi gorengnya enak banget al, pasti bukan lu yang bikin" ucap raka
aku langsung cemberut " gue lah yang bikin siapa lagi. gue rela lo bangun pagi banget buat bikinin nasi goreng buat lu" jawabku
"ahahahhaha bercanda kok. emang mbok jum kemana? "
"lagi sakit. makanya gue yang bikinin sekalian buat mama. jarangkan gue bikinin sarapan buat mak gue"
raka kembali tersenyum "alhamdulillah ada peningkatan buat jadi istri gue nih" ucap raka pelan
aku yang mendengarnya samar "ha? apa ngomong apa lu tadi? " tanya ku kepo
"ga ada kok. bagi minum dong keselek ni gue" ucap raka mengambil minuman ditanganku.
aku menyerahkan minum kepadanya. ia meneguk minum itu sangat cepat.
"oia lu jangan kemana mana ya. gue hari ini sibuk banget jadi lu ga boleh pergi pergi jauh dari gue. dan kalau ada apa apa lu langsung kabari gue al. paham kan? " ujar raka mulai posesif
aku mengangguk sambil tersenyum "anak pintar" sambung raka sambil mengelus kepalaku.
***jangan lupa like dan comentnya ya gaes. itu membuat author semakin semangat untuk melanjutkan part berikutnya.
thanks gaes
love you more**