Kamu punya segalanya dalam dirimu. Kamu punya hal paling mulia, yaitu "Perasaan Bahagia". Tak usah berharap pada seorang laki-laki untuk membuat hidupmu bahagia. Karena itu banyak wanita melakukan kesalahan. Temukanlah kebahagiaan pada dirimu sendiri #A.C
"Sekarang yang paling Aku benci adalah diriku sendiri. Terhadap pria sepertimu, Kenapa Aku menyerahkan seluruh hati dan jiwaku hanya untuk dipermainkan berkali-kali. Padahal sepatah katapun, Aku tidak pernah mendengar Kau berkata mencintaiku" (Fani, 21 Tahun, mahasiswa tingkat akhir)
"Dasar, Bodoh ! Kau selalu bilang pada siapapun kalau Aku tidak mencintaimu ya ? Bagaimana bisa, setiap orang mengetahui kalau Aku mencintaimu, tetapi Kau sendiri tidak menyadarinya" (Rendi, 29 Tahun, Presiden Direktur)
Disini ada dua cerita. Jadi, kalau enggak suka season 1 boleh langsung loncat baca ke season 2.
Novel begenre romantis komedi ini, mengangkat kisah tentang dua insan yang saling membenci, seiring berjalannya waktu mereka saling memberi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Citoz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14. Calon Mantu
Pagi ini tidak seperti pagi biasanya. Kalau biasanya fani sangat bersemangat menyambut pagi, Kali ini ia merasa ingin berlama - lama diatas tempat tidur. Kalau ingat kejadian semalam, ingin rasanya dia menenggelamkan diri di dalam sungai. Dia sangat menyesali atas kejadian tadi malam. Bahkan dia tidak dapat tidur nyenyak akibat memikirkannya.
"Bodoh ! Bodoh ! Bodoh ! " teriaknya sambil menepuk - nepuk keningnya.
Mengapa aku melakukan hal bodoh dan memalukan itu ! Arrgghh
Sesal Fani.
"Fani ada apa ? kenapa pagi - pagi begini sudah teriak - teriak ? bodoh ? siapa yang bodoh ? " tanya nenek yang tiba - tiba masuk ke kamar fani karena mendengar teriakannya.
"Fani nek yang bodoh " ucap fani sambil memeluk neneknya sedih.
"Eh, cucu nenek tidak bodoh. Siapa yang bilang cucu nenek bodoh ?" tanya nenek.
"Ga ada nek. Fani sendiri yang bilang fani bodoh " jawab fani.
"Ga boleh bilang bodoh lagi ya. Kenapa fani bisa bilang begitu ? Fani ada masalah apa ? cerita sama nenek. Nenek lihat dari pulang pesta semalam kamu kelihatan sedih " ucap nenek.
Fani ingin sekali bercerita tapi dia tidak ingin itu menambah beban pikiran neneknya.
"Ga ada nek. Fani cuma kecapek'an aja " bohong fani.
"Benar ga ada apa - apa ? " tanya nenek lagi.
"Iya nek " ucap fani dengan senyum yang dipaksakan.
"Nek, fani mau mandi dulu yah siap - siap ke kampus mau bimbingan skripsi, sama mau nganterin kue dagangan kita ke toko - toko " ucap fani.
"Iya, mandi sana. Nenek juga sudah bikin nasi goreng buat sarapan kita " ucap nenek.
"Makasih nenek " ucap fani sambil mencium pipi neneknya dan bergegas mandi.
*******
Fani bersepeda dari satu toko ke toko lainnya untuk menitipkan kue dagangannya.
Yess ! tinggal satu toko terakhir yang belum aku antar
Drrrttt.... Tiba - tiba handphone fani berdering. Fani memberhentikan laju sepedanya. Ia menepi ke pinggir. Fani membaca nama di layar ponsel.
"Halo, ada apa dil pagi - pagi sudah nelpon ? " tanya fani.
"Fan, kamu sekarang dimana ? " tanya balik dila.
"Aku masih diatas sepeda skrg, sebentar lagi aku ke kampus kok. Ini sudah mau sampe ditoko bang Agus, mau nitip sepeda dan nitipin dagangan " ucap nisa.
"Aduh... kamu tunda dulu ke kampusnya. Pulang dulu gih ! Di gerbang kampus banyak wartawan. Mereka mau wawancarain kamu kayaknya " ucap dila khawatir.
"Aduh gimana dong.. ! Ya udah matiin dulu ya dil teleponnya. Aku tahu harus bagaimana ! " ucap fani langsung mematikan teleponnya.
Satu - satunya cara adalah meminta pak rendi mengklarifikasi semuanya ! Gawat kalau begini. Ini mengganggu privasiku ! repot sendiri aku dibuatnya !!! arrgghh
Sesampai di toko bang Agus, fani buru - buru memarkir sepedanya.
"Bang nitip sepeda yah !" ucap fani sambil buru - buru berlari menuju halte.
"Iya fan " ucap bang Agus.
Setelah itu bang Agus kebingungan dibuatnya.
Anak itu buru - buru banget mau kemana sih? cuma nitip sepeda doang, lalu keranjang kue yang dibawanya tadi mana kok ga dititipin disini. Haduh, kacau ! fani - fani ntar pelanggan saya pada nanyain.
*******
Di dalam bis fani sudah tidak sabar untuk segera sampai ke perusahaan Mandala Putra Group. Tangan kanannya terus meremas ujung bawah kemeja yang dipakainya.
Tunggu Apa yang aku pangku ini ? kenapa terasa berat ?
Fani melihat ke bawah.
Astaga !!! Saking buru - burunya aku lupa menitipkan keranjang kue yang terakhir. Aduh, nenek bisa marah besar ini ! semua ini karena ulah presdir sialan itu ! semenjak mengenalnya hari - hariku selalu sial argghh !!!
"Arggghhh !!! " teriak fani tanpa sadar di dalam bis.
Semua mata didalam bis tertuju pada fani.
"Kamu tidak apa - apa dek ?" tanya bapak disebelah fani kebingungan.
Mungkin bapak ini pikir aku kesurupan kayaknya
"Tidak apa - apa pak. Saya tidak kesurupan kok. Bukan maksud saya, saya waras dan tidak gila. Eh, gini pak maksud saya... "
Aduh kenapa aku jadi belibet gini sih ngomongnya !
Tiba - tiba fani melihat gedung mandala putra group di samping jendelanya.
"Bang berhentiiiii ! " teriak fani.
Fani langsung turun dari bis, dan meninggalkan bapak yang masih kebingungan itu.
******
Sesampai di gedung Mandala Putra. Fani langsung masuk menuju lift ke lantai 10, ruangan pak presdir.
Fani berlarian mau menerobos masuk ke ruangan presdir melewati resepsionis di lantai 10 itu.
"Maaf mbak apakah anda sudah membuat janji sebelumnya ? " tiba - tiba suara mbak resepsionis itu menghentikan langkah fani.
Fani menoleh.
"Oh, Nona fani. Pacarnya pak rendi. Silahkan masuk ! " ucap wanita itu terkejut.
"Aku bukan pacarnya mbak !" ucap fani.
"Ah, nona fani masih main rahasia - rahasian segala padahal pak rendi sendiri semalam sudah mengaku didepan publik ! " ucap wanita itu.
Ah, nanti dulu aku jelasin ke mbak ini. Aku punya pekerjaan yg lebih penting sekarang. Sekarang aku harus beresin ke inti masalahnya dulu.
Fani langsung masuk ke ruangan presdir.
Seperti biasa ada rendi yang duduk dikursi sibuk menandatangani berkas, dan berdiri disampingnya pak roy, sang sekretaris.
Rendi mendongak. Ekspresinya datar seperti biasa.
"Tidak bisakah kau mengetuk pintu dahulu sebelum masuk ? Siapa yang mengijinkanmu masuk tanpa izin ? Apakah resepsionis didepan ? " tanya rendi.
Fani mendekat ke mejanya, di hentakkannya di atas meja rendi keranjang kue yang sedari tadi dia pegang.
"Kalau iya kenapa ? Apa kau akan menghukumnya karena membiarkanku masuk ? Mengapa kau suka sekali menghukum orang hanya karena masalah sepele "Rendi" ? " ucap fani dengan sorot mata tajam dan sengaja menekan kata rendi.
"Rendi ? " ucap rendi sambil mengerinyitkan alisnya.
"Iya kenapa ? dulu aku memang magang dikantor ini. Tapi sekarang kamu bukan atasanku lagi ! " ucap fani.
Sudah kuduga ! selain arogan kamu juga gila hormat !
Rendi berdiri dari duduknya. Dia melangkah beberapa langkah kedepan.
Besar juga nyali wanita ini !
Batin Rendi.
"Roy kamu keluar dulu ! " ucap rendi.
"Baik tuan ! " ucap roy sambil bergegas pergi.
"Untuk apa kau datang ke sini ? " tanya rendi pada fani. Suaranya sarat penuh amarah.
"Untuk apa ? Aku mohon kamu memberikan klarifikasi pada wartawan tentang hubungan kita. Bilang bahwa itu hanya candaan semata ! " ucap fani.
"Cih ! kau yang memulai semuanya ? Aku hanya menemanimu bermain ! " ucap rendi angkuh.
"Hei ! kau bahkan mencium keningku tanpa izin ! " ucap fani kesal.
"Jadi kau minta ganti rugi ? " tanya rendi sambil menaikkan salah satu alisnya.
Mendengar ucapan rendi, emosi fani semakin meledak - ledak. Dia berjalan mendekati rendi. Ditariknya kerah baju rendi.
"Aku hanya minta kau mengklarifikasi semua itu. Apa itu sulit ? Kau enak seorang presdir, tidak ada yang berani mengusikmu. Dan aku ? bahkan untuk ke kampuspun aku tidak tenang karena wartawan selalu mengejarku ! " ucap fani berapi - api.
Tiba - tiba pintu ruangan terbuka.
"Apa yang sedang kalian lakukan disini ?" tanya seorang wanita yang tau - tau sudah berdiri di depan pintu.
Perempuan paruh baya itu berpakaian sangat elegan. Memakai dress dibawah lutut milik brand ternama. Dengan aksesoris yang dikenakannyapun tidak terlihat berlebihan tetapi sekali dilihatpun orang sudah tahu yang dikenakannya adalah barang mewah. Walaupun tidak muda lagi, tapi parasnya masih terlihat cantik.
Siapa wanita ini ?
Batin Fani.
"Mama !!!" ucap rendi.
"Mama ???" ucap fani terkejut.
Astaga !!! Mana ada orangtua yang rela melihat kerah baju anaknya ditarik gaya preman begini ! Mana ini mamanya ! mana mungkin aku menang melawan emak - emak. ribet urusannya !
Fani melepaskan cengkraman tangannya dari kerah baju rendi. Ditepuk - tepuknya kerah baju rendi.
Rendi bingung mendapat perlakuan fani yang tiba - tiba berubah.
"Ini tadi kerah baju rendi, maksud saya kerah baju pak presdir kotor ada debunya bu " ucap fani dengan tersenyum sumringah.
"Oh..." ucap mama rendi sambil berjalan mendekati mereka.
"Eh tunggu dulu, wajahmu tidak asing. Seperti pernah melihatmu disuatu tempat ?" ucap mama rendi.
"Ah, tidak. Ibu pasti salah lihat. Kita baru bertemu pertama kalinya ini " ucap fani sambil mencoba memalingkan wajahnya.
"Tidak.. tidak.. Ibu yakin pernah melihatmu tapi dimana ya " ucap mama rendi.
Mama rendi memandang wajah fani. Tiba - tiba ia terkejut dan berteriak.
"Astaga ibu ingat ! kamu calon mantuku ! " ucap mama rendi girang.
Fani diam membatu.
Calon Mantu ? Astaga apalagi ini ! hiks..
# Makasih buat pembaca setiaku.. jempol dan komentar kalian selalu jadi amunisi buat lanjut nulis episode selanjutnya 🙏😊 love you all 😘
ITU MMG SENGAJA KEYLA LKUKAN BIAR LO GK RAYAIIN ULTAH FANI
PERLU MANDI KEMBANG 7 RUPA, 7 WARNA & 7 TAMAN NI FANI BUAT ILANGIN APESNYA..😂😂😂😂😂😊