NovelToon NovelToon
Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2

Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Petualangan / Contest / Kultivasi / Pendekar / Fantasi Timur
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Bang Fuadi

Aku Juli si Dewa Pengetahuan, begitulah mereka mengenalku di kehidupan sebelumnya. Aku manusia terakhir yang berdiri diantara langit dan bumi yang bertarung seorang diri selama 100 tahun melawan lima Dewa Kaisar Siluman,

Tujuan perjuanganku hanya satu! Yaitu untuk mengubah dunia menjadi tempat yang lebih baik bagi umat manusia, akan tetapi perjuangan ku sia-sia karena musuh yang sebenarnya bukanlah mereka..

Setelah aku berpetualangan di Dunia Timur aku menyadari satu rahasia, musuh yang sebenarnya ialah 9 Dewa Kegelapan, Dewa yang sangat mengerikan, Dewa yang tidak kenal belas kasihan, Dewa yang suka menindas dan membunuh Dewa Dewa yang lemah.

Sahabat! Aku Juli berjanji! Akan mengumpulkan kalian semua.. Perjuangan masih belum berakhir, sebelum dunia ini aman sejahtera dan makmur sentosa.. atau kita mati bersama dengan damai..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Fuadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13. Hana dan Roh Penyelamat

Malam hari dalam Hutan Belukar Wilayah Reruntuhan Naga Hitam,

Cahaya Bulan Purnama bersinar terang menyinari bumi, panorama malam terlihat indah dan menentramkan jiwa, suara lolongan serigala terdengar sayup-sayup dari kejauhan saling bersahutan, suara jangkrik merah terdengar di berbagai tempat saling sambung menyambung meramaikan suasana malam, Kunang-Kunang Emas terbang indah menerangi hutan dengan lampu-lampu kecil mungil di abdomennya, cahaya kecil itu cukup untuk membuat penerangan sejauh tiga meter jangkauannya.

Hana bersembunyi di antara dahan pohon, sekilas ia terpesona dengan keindahan cahaya kunang-kunang yang bertengger di ranting pohon dekatnya, Hana terus menatap keindahan cahaya hingga menurunkan kewaspadaannya terhadap hukum alam yang berlaku di Benua Barat,

Cahaya kelap kelip Kunang-Kunang Emas yang bertengger di dekat Hana menerangi tubuh kecilnya sampai ia terlihat puluhan meter jauhnya, penerangan ini justru membahayakan dirinya dari para siluman pemburu malam.

Dalam kegelapan diantara dedaunan rimbun, empat bola mata merah mulai mengintai Hana yang sedang terpana menatap indahnya Kunang-Kunang Emas, pergerakan kedua sosok siluman dalam kegelapan sangat perlahan, gerakan kakinya saja bahkan tidak menggoyangkan cabang yang dipijaknya, dalam gerakan diam-diam keduanya menerkam Hana secara bersama.

Wuss wuuss

Bruak! Bruk!

Tiba-tiba, dua ekor siluman Kalong Bertaring ganda berpangkat perak setinggi dua meter menerkam kaki Hana, “Ah.. Mahluk apa ini?” Teriak Hana terkejut bukan main,

Wuss!! Buk! Buk!

Dengan cekatan Hana membalik badan, secepat kilat menendang wajah Kalong Bertaring yang hendak menggigitnya.

Aik! Aik! Aik!

Kek! Kek! Kek!

Tendangan Hana tidak membuat dua kalong itu jatuh ataupun kesakitan, tapi cukup untuk membuat dua siluman itu terkejut sampai kaki Hana terlepas dari cengkraman jari-jari sayap mereka,

Hana perlahan mundur kearah sisi batang pohon, ia mencoba beralih pada cabang sebelahnya, sementara kedua Kalong terus mendekatinya perlahan, Hana terlihat gugup namun terus mencari cara untuk meloloskan diri,

‘Apa yang mesti ku lakukan? Tendangan ku bahkan tidak membuat mereka bergeming’, batin Hana yang mulai mencari celah untuk melompat ke bawah pohon, dan harus juga terhindar dari sambaran dua Kalong Siluman di depannya.

Grrr… Grr…

Tiba-tiba Hana terkejut saat menoleh ke bawah, di bawah pohon telah dipenuhi oleh segerombolan Serigala Ghaib berpangkat perunggu, sementara serigala lainnya terus berdatangan, pada dasarnya para serigala dapat mencium aroma daging manusia dari kejauhan satu kilometer jauhnya.

Hana kaget dan semakin gugup saat melihat ratusan serigala terus berdatangan, ‘Apa? Bagaimana caraku meloloskan diri, serigala ini memiliki tinggi tiga meter dan jumlahnya ratusan, aku sudah tidak memiliki kesempatan untuk turun, tapi aku juga tidak dapat meloloskan diri dari kalong’ batin Hana putus asa, air mata tanpa terasa terus membasahi pipi saat harapan semua sirna,

“Ibu… Ayah… maafkan aku, aku memang ditakdirkan untuk mati” gumamnya putus asa sambil mengangkat tinjunya siap melawan dua Kalong Bertaring Ganda.

Aik! Aik! Aik!

Kek! Kek! Kek!

Kalong mulai mendekatinya perlahan, mereka sesekali saling terlihat berkomunikasi satu sama lainnya, hanya saja Hana kini sudah tidak memperdulikannya apapun lagi, air matanya membasahi cadar yang dia kenakan, bibirnya senyum dibalik cadar saat ia mengingat anak gembel yang ditemuinya pada beberapa waktu lalu,

‘Ah.. andai aku segila dirimu.. bisa membuat permainan ‘Syut’ untuk mengalahkan mereka, aku pasti akan melakukannya, aku akan mengikuti cara mu saat ini.. tapi sayang.. aku bahkan tidak menyapa mu kala itu.. dan aku sangat menyesalinya sekarang.. di saat ajal menjemput ku’ Batin Hana penuh linangan air mata di kedua pipinya.

Ooooiiiiii….. Ooooiii….

Tiba-tiba, di bawah cahaya bulan purnama indah di atas sebuah bukit tinggi yang tidak jauh dari sana, seorang anak berusia delapan tahun melambai-lambaikan tangannya, seolah anak itu memanggil-manggil dirinya, Hana senyum saat melihat sosok yang dikenalinya,

“Ah! apa rohmu memanggilku agar aku segera menyusulmu... baiklah..” ucap Hana pelan, ia memejamkan matanya dan menurunkan tinjunya agar Kalong itu cepat membunuhnya, Kalong pun memanfaatkan kesempatan itu untuk bergerak secepat kilat menerkam hana yang lagi tidak waspada itu,

Swwuuussss Swwwwuuuss

Druuup… Druuup…

Dua anak ketapel yang ditembakkan jarak jauh sekaligus meluncur dengan kecepatan tinggi mengenai kepala kedua kelelawar secara bersamaan hingga keduanya terpental jatuh.

BRAK!!! BRAK!!!

Aik! Aik! Aik!

Kek! Kek! Kek!

Kedua kelelawar saat jatuh dan kepala masih dalam kondisi sempoyongan mereka membuka kedua sayapnya serta terbang melarikan diri dari tempat itu.

Wus wus wus Wus wus wus

Hana perlahan membuka matanya melihat apa yang telah terjadi, dan dia sangat terkejut saat melihat kedua Kalong yang hendak menerkamnya beberapa detik yang lalu, kini kedua Kalong itu terbang melarikan diri terbirit-birit, seolah ada monster yang lebih mengerikan muncul ingin menerkam mereka.

Hana mengucek-ngucek matanya, “Apa aku telah mati? dan ini roh ku?” tanya Hana pada dirinya sendiri, namun keterkejutannya tidak hanya di situ, ia masih dikejutkan oleh anak gembel yang masih terus memanggil-manggil sambil melambai-lambaikan tangannya.

Ooooiiiiii….. Ooooiii….

Panggilan anak gembel kali ini menarik perhatian gerombolan serigala yang menunggu Hana dibawah pohon, kini para serigala bergerak serentak kearah anak kecil yang memanggil mereka.

Aaauuunnggg…!!!

Aaauuunnggg…!!!

Hana menyeka air matanya, “Ah! ini bukan mimpi.. aku masih hidup.. apa roh anak itu datang ingin menyelamatkan ku.. ah.. kamu sungguh anak yang malang” Air mata Hana kembali mengalir saat melihat roh anak lemah datang menolongnya,

“Hik.. hik.. aku sungguh sangat menyesal, saat itu aku bahkan tidak menegurmu.. aku tidak menyangka roh mu sangat murni, sehingga bisa turun kembali ke bumi.. mungkin tuhan sangat menyayangimu..” air mata terus mengalir membasahi pipinya, pandangan mata semakin buram, dan ia tidak dapat melihat dengan jelas serigala-serigala yang mengejar anak malang itu.

Aaaauuungggg!!!

Aaaaauuunngg!!!

Beberapa saat kemudian, Hana kembeli menyeka air mata, ia telah bisa menguasai perasannya, tatapan mata tertuju pada bukit anak gembel itu berdiri terakhir kalinya, sekarang di sana sudah tidak lagi terlihat dirinya dan tidak pula terlihat serigala yang mengejarnya.

Hana menarik napas panjang untuk menenangkan dirinya, ‘Mungkin aku telah selamat kali ini dari maut berkat pertolongannya, tapi aku tidak yakin siluman-siluman itu tidak akan berdatangan lagi kepadaku’ Batinnya, sambil kembali bersembunyi di balik rimbunnya daun pohon besar itu.

Aaaauunnngg!! Ung! …Ung!

Aiinngg!! Aiinngg!! …iinngg!!

Sampai larut, dari kejauhan serigala terus melolong seakan tidak henti-hentinya, lolongan serigala terdengar tidak lazim seperti biasanya, nada suaranya terkadang terputus putus dan terkadang seperti serigala kesakitan,

Hana bisa mendengar setiap detik lolongan mengerikan itu, Hana kali ini lebih memilih berdiam diri di kegelapan daripada bermain dengan kunang-kunang yang terus berterbangan hingga larut malam.

**

Larut malam di balik sebuah Bukit Bebatuan wilayah Hutan Belukar.

Di balik Bukit Batu terdapat hamparan tanah bebatuan kering yang tidak ditumbuhi tumbuhan apapun di dalamnya, keadaan ini biasanya dipengaruhi oleh komposisi tanah yang tidak memungkinkan kehidupan, beberapa jam lalu hamparan tanah ini kosong dan tidak ada seekor hewan buas pun di dalamya.

Namun sekarang, ratusan Serigala Ghaip berpangkat perunggu dan perak terkapar pingsan di dalamnya dengan berbagai macam posisi serta kondisi yang sangat mengenaskan, dan hanya beberapa petinggi serigala yang masih sadarkan diri, dan kini serigala-serigala itu menundukkan kepalanya dengan perasaan takut pada seorang anak kecil berusia delapan tahun yang sedang duduk di atas batu besar di bawah sinar rembulan purnama.

“Hm…!!”, Matanya melirik tajam pada seekor Serigala Ghaib berpangkat emas yang telah terkapar di depannya, “Aku mau tau sekarang? Adakah di antara kalian yang masih berminat bermain-main dengan ku?” Tanya anak itu dengan tatapan dingin.

Nguk! Nguk!

Semua serigala yang masih sadarkan diri menundukkan kepalanya ke tanah, mereka bahkan tidak berani menatap mata anak kecil itu yang tidak lain adalah Juli,

“Baiklah! Sekarang kalian ku ampuni, karena walau bagaimana pun kalian itu bukan lah bangsa siluman jahat yang harus ku basmi, akan tetapi aku juga tidak suka jika kalian melakukan kesalahan ini untuk kedua kalinya” ancam Juli hingga membuat tubuh para serigala gemetar hebat.

Juli perlahan menuruni batu tempat duduknya, dan ia berjalan santai melewati serigala-serigala yang terkapar pingsan di lapangan luas itu.

**

1
Zulkifli Ab
u't jalo toh kapai/Joyful//Joyful//Joyful/
Zulkifli Ab
mantap adun/Good//Good//Good//Good/
Agam Batat
up tolong
Hadi Putra
up dere
Hery Setyadi
kok masih blm ad up date...terlebih kejelasan..😭😭😭
AULANY~
aku balik lagi kesini buat liat juli lagi eh ternyata masih hiatus kah😭😭
ahmad ali rifai: sama wee, ini novel ke 2 yg saya baca sampai saya selalu suka novel fantasi
total 1 replies
Kastini
habisi Jul
Hery Setyadi
info thorrr pindahh kemana nich ...judul ap...
Kastini
kangen juli
Rihal WAK LO
Luar biasa
Iwan Permana
mantabz
Kastini
aduh juli ikutan nangis jadi di bilang cengeng
Peniup Salju
kok habis thorr...gimana sih...🤦‍♂️🤦‍♂️🤦‍♂️
Kastini
kingkong di suruh jaga bocil y takut lah Thor bocilnya
Kastini
ayo juli main congklak bareng
Kastini
hahaha berburu
Kastini
hahaha
Kastini
ah Thor bikin yg sesi 2 ya
Feri 12
kkk audio toon nya kapn rilis seperti cerita seri 1 nya
Yatim Yt
lanjut lh tor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!