Masih ingatkah kalian dengan pasangan fenomenal Satria dan Sarah?
Kini mereka sudah memiliki seorang anak laki-laki yang bernama Arkana.
Ya, kehidupan Arkana tiba-tiba saja berubah 360° saat dia harus bertanggungjawab dan menikahi seorang gadis yang tidak di kenalnya sama sekali.
Lalu bagaimana kehidupan mereka, akankah Arkana bisa menjadi suami yang baik, atah malah sebaliknya.
Simak cerita mereka dan sebelum itu baca dulu cerita sebelumnya oke.
My Wife Is, My sugar mommy.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Calon Mertua
Setelah pembicaraan kemarin di kediaman keluarga Rania, yang meminta waktu untuk acara pernikahan Rania dengan Arkana, karena mereka harus menyiapkan semuanya.
Awalnya keluarga Rania meminta waktu 3 bulan untuk semua itu. Tapi keluarga calon mertua Rania meminta waktu satu Minggu hingga mereka sepakat untuk waktu satu bulan.
"Mau kemana, Mi?" tanya Arkana melihat maminya sudah siap untuk keluar.
"Kenapa? Mau ikut?" tanya Sarah balik.
"Gak deh, soalnya pasti mami mau belanja." jawab Arkana karena dia tau jika maminya pasti mau belanja.
"Nah itu tau!" Sarah pergi meninggalkan putranya begitu saja.
Dia bahkan mengendarai mobil sport milik suaminya untuk menjemput calon menantunya, karena hari ini dia akan berbelanja dengan Rania untuk keperluan gadis itu.
"Mau kemana sayang?" tanya Satria yang baru saja pulang jogging dengan Sky.
Dia melihat istrinya sudah tampil sempurna pagi menjelang siang ini. Sky yang melihat itu hanya memutar bola matanya dengan malas.
"Kondisikan mata anda tuan Sky!"
"Kenapa? Apa masalah mu dengan mataku?" jawabnya enteng.
"Ah, sudahlah. Berdebat dengan manusia seperti anda hanya akan membuang banyak energi ku saja!"
"Maka pergilah! Aku bosan melihatmu di rumah temanku!" jawab Sky yang semakin membuat Sarah muak.
"Dan temanmu itu adalah suamiku? Laki-laki yang setiap malam memelukku sampai pagi!" balas Sarah tak mau kalah dengan Sky.
"Ck, dasar wanita tua!" umpat Sky lagi sebelum wanita itu benar-benar pergi.
Sedangkan Sarah, dia berpikir kapan laki-laki menyebalkan itu kembali ke London. Apa dia tidak merindukan istrinya. Bukankah dia sangat mencintai istrinya itu? Tapi kenapa disini terus?
"Ah, sudahlah. Biarkan dia!" gumam Sarah yang melajukan mobilnya menuju rumah calon menantunya.
Menempuh perjalanan hampir satu jam dari pusat kota ke rumah calon menantunya, akhirnya Sarah tiba di rumah Rania.
Mendengar ada suara mobil di depan rumah mereka membuat ibu Rania keluar untuk melihatnya, dan betapa terkejutnya beliau saat melihat siapa yang datang.
"Assalamualaikum, Rania sudah siap?" tanya Sarah ketika melihat calon besannya.
"Hah, ibu cantik kesini lagi?" tanya ibunya Rania menatap Sarah.
"Saya mau ajak Rania belanja keperluannya. Jadi apa Rania sudah siap?" mendengar namanya di sebut membuat Rania keluar dari dalam kamarnya.
"Sayang, cantiknya mami." sapa Sarah ketika melihat calon menantunya itu.
Dia bahkan sampai memeluk gadis cantik itu. Entah mengapa rasanya Sarah bangga memiliki menantu cantik seperti Rania yang bisa dia pamerkan nantinya pada teman-teman arisannya. Lebih tepatnya geng ibu-ibu komplek dulu tempat dimana dia tinggal.
"Udah siap kan? Ayo jalan sekarang. Nanti keburu malam pulangnya!"
"I-ini mau kemana nyonya?" tanya Rania gugup.
"Loh, kok nyonya? Panggil mami oke! Mami, sayang mami!"
"Ta-tapi-"
"Pokoknya harus panggil mami!" tekan Sarah hingga membuat Rania terdiam.
Entah mengapa dia merasa takut dengan calon ibu mertuanya ini. Menurut Rania aura calon mertuanya sangat luar biasa sekali.
"Kalah begitu, izin bawa mantu saya ya buk." pamit Sarah yang akan membawa Rania pergi.
"I-iya, buk." balas ibu Rania.
Kini, Sarah dan Rania sudah berada di dalam mobil menuju kota untuk berbelanja barang keperluan Rania.
Melihat ada mobil mahal masuk ke dalam kampung mereka membuat semua orang penasaran dan mereka bertanya-tanya siapa yang datang ke rumah pak Rahman?
"Itu tadi mobil siapa buk? Calon suami Rania?" tanya Raisa tak suka ketika melihat ada mobil mewah keluar dari kampung mereka yang sudah bisa di duganya jika itu mobil keluarga calon suami Rania.
Karena kemarin pun mobil yang datang mobil mewah juga. Jadi kemungkinan besar seperti itu pikirnya.
"Iya, nak. Tadi maminya Arkana. Katanya mau ngajak Rania belanja keperluan Rania, ibu juga gak tau." jawab ibunya.
"Pantes Rania sombong banget gak nyapa. Belum apa-apa aja udah belagu banget." sahut Raisa.
"Lah, kamu kok gitu ngomongnya?" tanya ibunya tak percaya dengan reaksi Raisa.
"Tau ah, buk. Aku capek habis jogging tadi!" balasnya meninggalkan sang ibu di sana.
***
next my