Mencintai dan dicintai, memang menjadi harapan bagi setiap orang. Namun, bagi seorang Alexander Matthew harus selalu bisa dengan bijak untuk menyikapinya.
Hal yang paling sulit bagi Alex dalam mencintai yaitu memulainya. Terutama untuk membuka kembali hatinya setelah membereskan yang lama.
Pada akhirnya, hanya tiga hal yang berarti dalam hidup Alex yaitu seberapa banyak dia mencintai, seberapa lembut dia menjalani hidup, dan seberapa ikhlas dia melepaskan sesuatu yang tidak dimaksudkan untuknya.
Kini hati Alex pun berakhir pada satu wanita yang mampu membuat dia hanya ingin hidup bersamanya untuk selamanya.
"Meski banyak wanita di luar sana yang lebih baik, lebih cantik mungkin, atau lebih sexy, aku tidak peduli! Bagiku, hanya kamu wanita satu-satunya yang terbaik dari semua wanita di luar sana, dan hanya denganmu, aku ingin menghabiskan sisa hidupku!"
"Dasar gombal! Sejak kapan Tuan Muda sepertimu bisa berkata semanis ini?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon intanpermata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MBW #13
Alex membuka dan membaca semua informasi tentang Amanda yang ia dapat dari Dion dengan seksama.
"Dia baru saja dipecat dari Kafe Rosella tempatnya bekerja karena terpergok sedang berselingkuh dengan atasanyan?" Tanya Alex sambil membaca berkas tersebut dengan mengernyit lalu menatap Dion.
"Betul Bos! Dan yang memecatnya adalah istri dari atasannya." Jawab Dion.
"Kamu yakin?" Tanya Alex sambil menatap Dion dengan serius karena ia merasa aneh dan hatinya merasa sangat tidak yakin kalau Amanda wanita yang seperti itu.
"Tidak Bos! Ini hanya kesalah pahaman saja." Jawab Dion kemudian menceritakan detail kejadian yang telah ia ketahui.
"Hmm, begitu rupanya." Ucap Alex menanggapi Dion. Tebakan Alex memang benar, luka memar dipipi Amanda akibat tamparan dari orang terdekat atasannya yaitu istri dari atasannya.
"Dan menurut informasi lain mengenai Amanda, ibunya sudah meninggal sebulan setelah melahirkannya dan belum lama ini ayahnya juga meninggal, Bos. Jadi sekarang ini dia hidup sendirian saja tidak punya saudara. Tapi, dia punya tiga teman dekat yang sangat baik kepadanya." Ucap Dion memberi tau Alex seketika membuat Alex tersadar dari lamunannya dan menatap Dion.
"Begitu ya?" Ucap Alex menanggapi perkataan Dion dan ia pun menjadi teringat dengan mendiang ibunya yang telah lama meninggal juga kakeknya yang sudah meninggal. Meski ayah Alex masih hidup tapi Alex telah menganggapnya sudah mati sejak ia masih kecil.
Ayah Alex pergi begitu saja tanpa memikirkan keadaanya bahkan tidak pernah menanyakan kabarnya semenjak kepergian ibunya hingga saat ini. Dan belum lama ini Alex mendapat kabar kalau ayahnya sudah menikah lagi dan memiliki dua orang anak.
Alex kemudian kembali membaca berkas yang berisi informasi tentang Amanda.
"Dia masih kuliah?" Lanjutnya sambil melirik Dion.
"Betul Bos! Umurnya tahun ini genap dua puluh satu tahun. Dia gadis yang lumayan pintar, oleh karena itu dia bisa kuliah disalah satu universitas terbaik dikota ini dengan bantuan beasiswa. Tahun ini dia akan lulus kuliah Bos." Jawab Dion dan Alex sedikit mengangguk menanggapi Dion.
"Baiklah, ini sudah cukup, terimakasih!" Ucap Alex kembali memberi perintah dan Dion paham betul kalau Alex merasa belum puas dengan informasi yang ia berikan ini.
"Sama-sama Bos!" Jawab Dion.
Alex menutup berkas tersebut dan Dion berpamitan lalu segera beranjak pergi untuk melakukan pekerjaan yang lain.
Alex menyandarkan punggungnya kebelakang dan pikirannya saat ini tertuju kepada Amanda. Entah mengapa, hati dan pikiran Alex saat ini hanya tertuju kepada Amanda?
Apa benar kalau aku menyukainya? Tanya Alex dalam hati.
Ini tidak mungkin!
Selama dua tahun ini setelah ia putus dengan Veronica, ia sulit sekali untuk memberikan perhatian kepada orang lain terutama pada seorang wanita. Bahkan ia menilai semua wanita itu sama saja. Mereka hanya sampah yang mampu melakukan apapun demi uang dan tidak sungguh-sungguh dengan perasaannya.
Namun, kenapa dengan Amanda ia berpikiran beda. Alex ingin sekali mengenal lebih dekat Amanda.
Alex masih duduk termenung diruang kerjanya. Ia merasa ada yang aneh dengan dirinya. Bahkan ia sampai hampir menciumnya.
***
"Akhirnya kamu bangun juga Nona Amanda." Ucap Bi Salma dengan tersenyum ketika melihat Amanda membuka matanya.
"Bibi?" Amanda yang baru saja membuka matanya tampak terkejut karena yang dilihat pertama kali adalah Bi Salma.
"Kenapa aku bisa disini?" Tanya Amanda sambil mengedarkan pandangannya melihat setiap sudut kamar yang sudah tidak asing lagi baginya. Lalu Amanda bangkit dan duduk dibantu Bi Salma.
"Tuan Muda Alex yang membawamu kesini." Jawab Bi Salma dengan tersenyum dan membelai lembut wajah Amanda.
"Hah?" Amanda terbengong. Ia pun mengingat kejadian beberapa jam yang lalu sebelum ia dibawa ke Villa ini.
'CEKLEK!'
Terdengar suara pintu terbuka dari luar. Alex masuk dan berjalan mendekat ke arah ranjang yang ditempati Amanda.
Bi Salma dan Amanda menoleh kearah Alex bersamaan.
"Sudah bangun?" Tanya Alex dengan menatap Amanda.
"Emm..ya, terimakasih banyak sudah menolongku, dan..aku minta maaf tadi ....."
"Lupakan!" Sahut Alex memotong ucapan Amanda.
"Bi, bawakan makanan untuknya!" Lanjut Alex menyuruh Bi Salma.
"Baik Tuan Muda." Jawab Bi Salma dengan tersenyum.
"Nona Amanda, tunggu sebentar ya, Bibi siapkan makanan untukmu dulu!" Lanjut Bi Salma sambil bangkit dari duduknya.
"Tidak perlu Bi! Aku tidak lapar. Terimakasih banyak atas kebaikan kalian, aku ..."
"Makanlah dulu! Setelah itu kamu boleh pergi!" Sahut Alex kembali dengan cepat memotong Ucapan Amanda.
Kemudian Alex berbalik dan bergegas keluar dari kamarnya. Bi Salma tersenyum menatap Amanda. Ia kembali duduk disampingnya dan meraih tangan Amanda.
"Nona Amanda, Tuan Muda Alex tidak bisa dibantah dan Tuan Alex tidak biasanya bersikap seperti ini. Kamu tunggu dulu sebentar ya, Bibi ambilkan makanan untukmu!" Ucap Bi Salma dengan lembut sambil menggenggam tangan Amanda.
Amanda terdiam sejenak mencoba mencerna perkataan dari Bi Salma. Bi Salma segera beranjak keluar dari kamar Alex dan turun kebawah untuk menyiapkan makanan untuk Amanda.
Apa maksud dari Bibi ya? Gumam Amanda bertanya dalam hati yang tidak mengerti maksud dari ucapan Bi Salma.
Amanda menghela nafasnya. Ia kembali teringat dengan kejadian beberapa waktu yang lalu. Perlahan ia mengusap pipinya yang masih terasa perih karena tamparan dari Vina istri mantan atasannya. Ia sudah dipecat dengan tuduhan yang membuatnya merasa sangat terhina.
"Aku harus cari kerja dimana lagi?" Gumam Amanda dengan sedih. Ia harus memulai lagi untuk mencari pekerjaan baru.
Amanda beranjak keluar dari kamar Alex dengan pelan karena tubuhnya masih sangat lemas. Saat menuruni tangga, kakinya tergelincir.
"Aaahk!"
"Ya ampun nona Amanda!" Pekik Bi Salma yang melihat Amanda hampir terjatuh dari tangga. Alex yang sedang membaca majalah duduk di sofa ruang tengahnya mendengar suara Bi Salma, ia menutup majalahnya dan meletakkannya dimeja lalu beranjak menghampiri Bi Salma.
...*****...