"Aku harus menikahi Maura dan membalaskan dendamku kepadanya," Dave mengepalkan tangannya geram setelah ia dinyatakan bebas dari jerat hukum yang menderanya.
Beberapa waktu lalu, dalam keadaan mabuk, Dave menabrak seorang pemuda dan meninggalkannya terkapar seorang diri.
Leo adalah ayah dari Maura yang juga seorang jaksa yang menyelidiki kasus tabrak lari Dave. Leo menyuruh Maura untuk mendekati Dave dan mendapatkan barang bukti agar Dave bisa dijebloskan ke jeruji besi.
"Aku akan menceritakan semua rahasiaku kepadamu, tetapi dua hari lagi kita harus bertunangan," ucap Dave yang sudah tergila gila pada Maura. Tanpa ia sadari, Maura merekam semua ucapannya.
Bagaimanakah kisah cinta antara Dave dan Maura Sanggupkah Dave balas dendam kepada wanita yang masih ia cintai?
Cover Source : Pinterest.
Setting tempat : Paris, Perancis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zinnia Azalea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ulang Tahun Valerie
Hotel Le Bristrol Paris....
Malam itu tampak semua pelayan sedang sibuk mempersiapkan acara ulang tahun Valerie. Koki sedang sibuk memasak di dapur, ada pelayan yang sibuk mempersiapkan jamuan untuk acara nanti, ada juga pelayan yang sibuk menyiapkan lilin di pinggir kolam renang.
Ulang tahun Valerie dirayakan di Hotel Le Bristrol Paris yang berlokasi di Rue du Faubourg Saint-Honoré, Paris, Prancis. Hotel ini terkenal sebagai Hotel favorit untuk selebriti papan atas dan pengusaha di Perancis. Hotel Le Bristrol Paris terkenal sebagai Hotel yang termewah di Paris. Mengingat gedung dan Property nya terbuat dari bahan antik dan unik. Lokasi Le Bristrol Paris sangat dekat dengan Menara Eiffel. Hotel ini memiliki beberapa lokasi untuk resepsi ulang tahun ataupun pernikahan. Namun lokasi yang paling terkenal untuk mengadakan pesta adalah area taman Hotel.
Maura turun dari mobilnya. Setelah itu supir itu segera pamit karena harus menjemput Jaksa Leo di Kantor Kejaksaan Paris. Maura melangkahkan kakinya menuju taman hotel Le Bristrol Paris.
Maura terkagum-kagum dengan dekorasi yang ia lihat, dekor ulang tahun sahabatnya terlihat sangat mewah. Ulang tahun Valerie bertema Aestetic, dengan ribuan lampu menyala berkerlap kerlip melilit setiap pohon yang ada ditaman. Kelopak mawar bertaburan memenuhi kolam renang, dan lilin-lilin tampak menyala berbaris rapi menerangi pinggir kolam renang. Indah sekali !!
Perayaan yang digelar pun sangat ramai dengan hadirnya teman-teman Valerie, dan teman-teman Dave, dan rekan bisnis Albert.
Maura hari ini memakai dress lilac yang bermotif polos. Rambutnya di biarkan terurai dengan rapi make up yang dibaurkannya bernuansa flawless Make up dengan lipstik ombre pink yang semakin mempercantik wajahnya. Tak lupa, ia memakai sepatu high heels pita yang berwarna senada dengan dressnya.
Tampak Valerie baru saja datang ke spot lokasi ulang tahunnya dengan di gandeng oleh ayahnya, Albert dan Eline istrinya. Nampak Dave berada di belakang Valerie, bersama Sekretaris Keenan. Semua tamu yang hadir bertepuk tangan riuh, wartawan yang hadir pun segera memotret secara kontinu, seolah tidak mau kehilangan momen. Albert adalah pemilik TV Swasta Perancis, maka tidak heran jika banyak sekali wartawan yang menghadiri peserta ulang tahun Valerie.
Valerie begitu cantik dengan dress merah maroon yang terbuka bagian bahunya. Rambutnya di gerai panjang, menambah keanggunan siapa saja yang meilhatnya.
"Valerie!!" Maura menyapa Valerie. gadis cantik itu pun langsung menghampiri Maura dan memeluknya.
"Kau cantik sekali Maura!" Valerie memuji Maura dengan tulus.
"Kau juga cantik sekali Val!" Maura dan Valerie berpelukan hingga tubuh mereka berputar-putar di udara.
"Nona jaga sikap anda!" Sekretaris Keenan berbisik. Valerie hanya menyikut lengan Sekretaris Keenan dengan senyum terpaksanya.
Dave hanya diam saja memperhatikan kekonyolan Valerie dan Maura. Matanya memperhatikan Maura dari ujung kaki sampai kepala. Dalam hatinya ia memuji Maura sangat cantik malam ini. Dave jadi teringat dengan Whatsapp yang dikirimkan Maura. Ia sudah membalasnya, namun Maura tidak membalas lagi pesan singkat itu. Maura memandang Dave yang sedari tadi memperhatikannya, mereka bertatap lama, hingga kemudian tatapan itu di akhiri Maura terlebih dahulu.
Seorang pembawa acara naik ke atas panggung, ia mulai membuka acaranya diiringi tepuk tangan yang meriah dari para tamu undangan. Tampak para wartawan yang sangat sibuk memotret setiap aktifitas yang dilakukan keluarga Abellard itu.
Hingga tiba acara tiup lilin dan pemotongan kue. Valerie memotong kue itu dengan anggunnya. Sorakan para tamu terutama Maura yang meledeknya membuat Valerie tersipu. Valerie memotong kue itu, dengan bingung ia melihat semua orang yang berdiri memperhatikannya. Valerie begitu bingung kepada siapa kue potongan pertama akan diberikan, karena saat ini kebetulan sekali ia tidak memiliki seorang kekasih. Matanya tertuju kepada orang tua tercintanya, ia segera berjalan dan memberikan kue pertama itu untuk ayahnya Albert, lalu kue ke dua untuk ibunya, Eline.
"Dad, Mom? Terimakasih sudah merawat Valerie dengan baik," Valerie menatap kedua orang tuanya dengan mata berkaca-kaca.
"Kami sangat menyayangimu, Nak!" Sahut mereka berbarengan seraya memeluk Valerie dengan haru.
"Dave, kemarilah!" Seru Albert saat melihat Dave hanya berdiri di sampingnya. Akhir-akhir ini hubungan Albert dengan Dave memang sedikit merenggang usai insiden yang menimpa Razel.
Dave segera mendekati mereka, dan memeluk Valerie dengan sayang. Semua wartawan sibuk mengabadikan moment itu. Acara ulang tahun Valerie sendiri disiarkan langsung di TV Swasta milik ayahnya.
"Nona Valerie apa ada yang ingin anda sampaikan? Atau ada permintaan dari nona untuk keluarga?" Tanya MC saat selesai prosesi pemotongan kue.
"Aku ingin sekali melihat kakakku berdansa dengan Maura!" Valerie nyengir kuda seraya tangannya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Maura langsung membulatkan matanya dengan sempurna ketika mendengar pernyataan sahabatnya itu. Ia memelototkan matanya dengan tatapan "Awas saja nanti aku akan membalasmu", Valerie yang melihatnya hanya tersenyum mengejek dan bersembunyi di punggung ayahnya. Dave pun tak kalah kagetnya, ia melihat Valerie dengan tatapan kesal.
"Jangan coba mempermalukanku!" Seru Dave nyaris berbisik.
Becca yang sedari tadi berdiri dengan manager dan asistennya tampak tersenyum sinis, tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Becca memang di undang di pesta ulang tahun Valerie karena ia adalah artis yang kebetulan di sponsori oleh Abellard Company. Bahkan undangannya diberikan langsung oleh Sekretaris Keenan ke lokasi syutingnya.
"Maju.. Maju.. Maju!!" Teriak para tamu undangan.
"Ayolah, tuan muda! Kebetulan adik anda sedang ulang tahun. Apa salahnya menurutinya. Iya kan, Nona?" Seru MC Itu heboh meminta dukungan kepada Valerie.
"Iya, aku ingin sekali kakakku berdansa dengan Maura. Untuk hari ini saja," Valerie memasang wajah memelasnya.
"Dia memang senang bermain-main denganku!!" Gerutu Becca yang sedari tadi menonton adegan kekanak-kanakan Valerie. Asisten dan managernya hanya saling menatap dengan ekspresi bingung.
" Maju.. Maju.. Maju!!" Tamu tampak bersorak dengan begitu hebohnya.
"Ini moment yang sangat langka, kau jangan lupa untuk selalu stand by memotret mereka," ketua wartawan memberikan aba-aba saat Dave turun dari panggung dan berjalan ke arah Maura.
Dave melangkahkan kakinya menuju tempat Maura berdiri, tiba-tiba ia merasa salah tingkah dan begitu nervous. Dave menyodorkan tangannya ke arah Maura, semua tamu tampak heboh dan bertepuk tangan dengan riuh.
"Dansa. Dansa.. Dansa!!"
Maura menatap Valerie yang sedang berada di panggung. Valerie tampak mengatupkan lengannya dengan tatapan memelasnya. Matanya seolah memberikan kode "Aku mohon mau ya berdansa dengan kakakku, jangan mempermalukannya!!"
Sedangkan Becca hanya berdecak kesal seraya melipatkan tangannya di atas perut dengan pemandangan yang menyakiti matanya itu.
Saat datang ke pesta Valerie, Becca berharap menjadi pusat perhatian tamu yang hadir, termasuk Dave. Malam ini ia sudah berdandan dengan sangat maksimal.
"Siapa dia?" Tanya Becca seraya matanya menatap Maura dengan tajam.
"Setahuku dia teman Valerie," manager Becca menjawab sekenanya.
"Kau tidak usah cemburu, Dave tidak mungkin akan menyukai perempuan seperti itu! Tentunya kau sangat melebihi gadis itu dari segala hal. Kau lebih cantik, lebih populer, dan kau seorang selebriti dan dia hanya orang biasa," asisten Becca mencoba menenangkan hati Becca yang tengah bergejolak.
Sementara tangan Dave masih menggantung di udara, Maura menatap tangan itu dan segera menggenggammya dengan kikuk. Dave menggandeng tangan Maura ke area taman yang telah disediakan untuk berdansa. Semua mata dan kamera tertuju pada Dave dan Maura.
"Sangat serasi ya?" Seru seorang tamu.
"Iya, mereka sungguh cocok!!" Tamu lainnya ikut menimpali.
Sementara Becca hanya memutarkan kedua matanya, hatinya merasa bergejolak saat mendengar bisik bisik dari para tamu. Apa ini yang dinamakan cemburu?
Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote untuk mendukung novel terbaru author. Terima kasih 🤗