NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Tiri

Obsesi Sang Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Bad Boy / Enemy to Lovers / Saling selingkuh / Ibu Tiri / Konflik etika
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lalalati

Bian menjalani kehidupan remajanya dengan sempurna. Ia cewek cantik dan bergaul dengan anak-anak paling populer di sekolah. Belum lagi Theo, cowok paling ganteng dan tajir itu kini berstatus sebagai pacarnya dengan kebucinan tingkat dewa.

Namun tiba-tiba kesempurnaan masa remajanya itu runtuh porak poranda setelah kedua orang tuanya memutuskan untuk bercerai dan bertukar pasangan dengan sepasang suami istri dengan satu anak laki-laki yang juga muncul sebagai guru baru di sekolahnya bernama Saga, cowok cassanova tampan dengan tubuh tinggi kekar idaman para wanita.

Di tengah masalahnya dengan Saga yang obsesif, hubungannya dengan Theo terus merenggang. Alasannya karena Theo selalu mengatakan hal yang sama, 'harus nemenin mama.'

Semakin hari Bian semakin curiga. Hingga ia mengetahui bahwa Theo...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalalati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Partner Ranjang

"Bagus ya, jam segini baru pulang," sindir Saga. Ia sedang menuruni tangga ketika Bian tiba di rumah pukul 23.30.

Saga menggunakan pakaian kasual dan sporty dari ujung kaki ke ujung kepala, nampak rapi dan tampan. Ia tak nampak akan tidur dengan pakaian itu.

"Mending gue, jam segini baru pulang. Lo? Jam segini baru mau pergi," ujar Bian menyindir balik Saga.

"Kakak pergi ada keperluan mendesak. Kamu? Baru pulang setelah bolos seharian. Hp juga gak bisa dihubungi. Daddy marah banget sama lo."

"Daddy tahu gue bolos?" tanya Bian gelisah.

"Ya tahulah. Walikelas kamu 'kan pasti nelpon daddy buat nanyain kenapa lo gak masuk sekolah. Dasar, kamu ganggu daddy sama ibu yang lagi honeymoon aja. Daddy pasti kepikiran. Apalagi pas chat kamu, nelpon kamu, HP kamunya malah gak aktif."

Bian benar-benar merasa bersalah. Ia menyesal karena tidak mengabari sang ayah. Harusnya tadi pagi ia katakan saja bahwa ia sakit dan meminta sang ayah untuk meminta izin kepada walikelasnya untuk tidak masuk hari ini. Karena terlalu fokus pada kencan sehariannya bersama Theo, Bian jadi tidak terpikirkan apa pun.

Ia hanya berpikir, biarlah setelah ini ia menerima semua konsekuensi dari bolosnya hari ini. Tapi ternyata konsekuensinya sangat membuat Bian menyesal. Bian memang tak pernah bolos sekali pun. Ini pertama kalinya.

"Ya udah. Kamu kabarin daddy terus tidur sana, besok masih sekolah."

Bian sedikit merasa aneh. Ia kira Saga akan merecoki Bian lagi, meminta Bian untuk bercumbu dengannya lagi. Nyatanya Saga malah pergi begitu saja. Syukurlah, pikir Bian.

Bian pun pergi menaiki tangga. Ia tak mempedulikan Saga yang malah akan pergi di jam yang sudah larut ini. Padahal besok Saga pun harus ke sekolah untuk mengajar.

Saga tiba di sebuah club malam langganannya. Ia memesan minuman dan duduk di kursi bar.

"Pesen yang sama kayak dia." Terdengar suara seorang wanita. Saga menoleh dan melihat seorang perempuan cantik dengan pakaian terbuka duduk di sampingnya. "Sorry gue telat," ucapnya.

"Kapan sih seorang Leona on time?" sindir Saga.

"Dasar lo. Gue cuma telat 15 menit."

"Tapi kebiasaan lo ini gak pernah bisa ilang dari kita kuliah."

"Iya juga sih. Tapi cuma pas janjian sama lo aja deh kayaknya."

"Jadi lo ngediskriminasi gue?" tanya Saga berpura-pura marah.

"Iya, kali," jawab Leona asal.

"Jadi, ada apa lo ngajak gue ketemu? Gue males sebenernya. Besok gue harus ngajar pagi-pagi."

Leona hampir tersedak minuman yang sedang ia sesap. "Gue masih gak percaya. Seorang Sagara Putra Mahameru jadi guru? Gue jadi curiga, di sekolah lo ngajar atau ngegodain murid-murid lo?"

"Semuanya juga demi dapetin simpatinya Om Sandy. Mau gimana pun, Om Sandy harus warisin perusahaan dia ke gue. Secara dia gak nikah, gak punya anak, terus gue lihat dia belum punya orang yang bener-bener dia percaya buat jadi penerus dia nantinya. Jadi apa pun bakal gue lakuin, bahkan syarat konyol dianyang nyuruh gue jadi guru, gue jabanin."

"Ambis banget sih lo. Padahal perusahaan nyokap sama bokap lo jauh lebih menjanjikan."

"Ini bukan tentang menjanjikan atau enggak. Tapi tentang passion gue."

"Fine. Lo emang konsisten sih kalau masalah itu."

"Lo sendiri gimana? Kenapa lo malah jadi Sekretaris? Bukannya kerja di perusahaan bokap lo?" tanya Saga.

"Masalah balik ke perusahaan bokap, itu bisa kapan aja. Tapi belajar ngelola bisnis dari seorang Julia Aldion? Kapan lagi."

"Apa spesialnya sih seorang Julia Aldion yang terkenal workaholic itu?"

"Dia wanita keren banget sih buat gue. Dia role model gue. Independent woman, businesswoman, dan di tengah-tengah semua kesibukan dia, dia gak pernah lupa perannya sebagai seorang ibu. Padahal anaknya udah 17 tahun, tapi dia benar-benar masih sesayang dan seperhatian itu sama anaknya."

"Dia punya anak umur 17 tahun? Masa sih? Bukannya dia masih muda?"

"Muda kelihatannya. Tapi tetep aja umurnya udah 40 tahun."

"Serius? Gak kelihatan ah. Gue kira dia masih 30 tahunan."

Leona menyeringai. "Lo orang keberapa ya yang bilang gitu? Gak nyalahin juga sih, orang emang dia masih kelihatan muda banget."

"Dia punya anak tapi suaminya ke mana?"

"Udah cerai lama banget. Dulu hak asuh anaknya jatuh ke bapaknya. Terus pas anak mereka 10 tahun, mantan suaminya meninggal dan anak itu balik lagi tinggal sama Julia."

"Gue penasaran, siapa suami dari workaholic macam dia?"

"Orang biasa. Bukan pengusaha apa pun. Yang gue tahu mereka nikah cuma karena Julia hamil. Seudah itu anak itu tinggal sama mantan suaminya sampai anak itu umur 10 tahun. Seudah itu anaknya tinggal sama Julia sampai sekarang. Kayaknya lo kenal deh sama dia. Dia kelas 11 jurusan musik di SMK Seni Manohara. Namanya Theo. Anaknya ganteng dan dia juga terkenal di youtube."

"Theo?" ujar Saga langsung mengenalinya. "Theodore Bima Aldion. Gue kenal banget sama dia. Dia pacarnya adik tiri gue."

"Serius? Dunia sempit banget," ujar Leona. Kemudian dengan tatapan dan senyum nakal, Leona bertanya, "by the way, ngomong-ngomong soal adik tiri lo, pasti lo udah lakuin sesuatu sama dia. Iya 'kan?"

Saga meneguk cairan terakhir yang terdapat di gelasnya. "Kepo banget sih, Le. Udah jangan ngomongin dia. Entar lo cemburu lagi."

"Hey, kita bukan punya hubungan kayak gitu ya," sanggah Leona.

"Terus hubungan kayak gimana yang kita punya?" pancing Saga.

Leona pun meneguk seluruh isi gelasnya. Ia mendekat pada Saga. "Hubungan sebatas... partner ranjang." Leona bangkit dari duduknya dan meraih tangan Saga. "Cukup ngobrol-ngobrol sebagai temen curhatnya. Sekarang, waktunya kita enak-enak."

Saga pun membiarkan Leona membawanya. "Dengan senang hati, Le. Gue bakal puasin lo malam ini," bisik Saga sambil meremas pinggang Leona dan berjalan menuju parkiran.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!