Nadia adalah gadis pintar, penurut dan ceria, tetapi sejak mama nya meninggal dunia, ketika nadia ditinggal papanya sebentar kejadian demi kejadian membuat nadia frustasi dan membuat kesalahan besar. sehingga ia harus menikah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mumtazah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemarahan Papa
nadia panik ketika membuka matanya dia tidak berada dikamarnya. nadi takut sangat takut.
"dimana aku, apa yang terjadi tadi malam, apakah aku Baik-baik saja, adakah orang yang menyentuhku, ohh tidak.... aku tidak ingat apapaun" teriak nadia
karena suara nya sangat keras, membuat Marlina bangun.
"hey... sudah-sudah kau aman bersamaku, diam diam diam nadia jangan khawatirkan apapun, kau tetap wutuh" marlina memeluk nadia. merlina tau kalau nadia sangat takut
"marlina, aku teringat kata-kata mu semalam. kau benar, papa dan mama tidak akan sebodoh itu menjodohkan ku dengan laki-laki pilihan mereka" nadia menangis dalam pelukan merlina
"sudah sudah... cepat lah mandi, pulang lah. bibi sumi pasti mengkhawatirkan mu" merlina sambil mengelus rambut nadia
___
saat nadia sampai dirumah, betapa kaget nya nadia sudah melihat papanya duduk dikursi.
"assalamu'alaikum papa" tubuh nadia bergetar semua
"waalaikumsalam, duduklah papa mau bicara" suara papa terlihat tegas
"Papa, maafin nadia" seketika itu nadia langsung meneteskan air mata karena sangat ketakutan.
"papa maafkan, tapi jelaskan semua nya dari awal, sampai kamu berani tidak pulang, dan apa yang kamu lakukan diluar, jangan ada yang di tutupi sedikit saja!!" suara papa lebih keras dan tegas, terlihat sekali papa sangat marah
"pagi-pagi nadia pergi ke kampus, nadia sangat sedih atas bentakan papa kemarin malam. nadia terus kepikiran kenapa papa membentak nadia seperti itu, jadi nadia pergi ke kampus" nadia terhenti karena isak tangisnya
"lalu" suara papa terdengar masih sangat tegas
"saat sampai di kampus semua teman teman nadia lulus termasuk nadia, Teman-teman nadia mengadakan pesta kelulusan. nadia ikut ke pesta, dengan tujuan ingin melupakan sejenak bentakan papa. tetapi bukan melupakan nadia terus teringat karena ini pertama kalinya papa membentak nadia" tangisan nadia semakin pecah
sebenarnya papa sudah ingin memeluk putrinya yang sedang sangat ketakutan.
"lalu apa yang terjadi sehingga kamu tidak pulang?" suara sudah lebih pelan tetapi masih sangat tegas
"dipesta nadia terus saja menangis, tanpa berpikir panjang nadia dengan berani nya meminum minuman keras" tubuh nadia bergetar.
"Apa!!!! bagaimana bisa kau meminumnya. Papa mu setua ini menyentuh nya saja tidak pernah" suara papa sangat keras dan jelas dia marah besar
"maafkan nadia pa, nadia sangat menyesali hal itu, nadia minta maaf pa" nadia sangat ketakutan dan bersujud memegang kaki papa nya, karena nadia tak pernah melihat papanya semarah itu.
papa nadia menangis sambil mengangkat bahu nadia yang sedang bersujud "Nadia, apakah boleh papa tanya sesuatu kepada mu, tetapi jawablah dengan sejujurnya"
"baik pa, nadia janji tidak aka berbohong dan mengatakan semuanya" nadia tetap tertunduk
"Apakah kamu masih menjaga kehormatan mu nak? bibir papa terlihat gemetar dan papa nadia pun menangis
Nadia menangis sejadi jadinya, tangisan nya pecah, air matanya pun tak bercucuran sangat deras.
papa ikut menangis karena melihat jawaban nadia hanya menangis.
"kini papa malu nak, papa tak sanggup jika hanya untuk memandang orang, apalagi kepada gus ilyas dan alif, apa yang aku katakan kepada mereka, bagaimana nanti ketika mamamu bertanya kepada papa tentang semua ini" papa menangis dan menunduk terlihat wajah nya sedih
nadia terus saja menangis. "pa.. maafkan nadia, nadia tau semua ini salah, nadia sangat menyesalinya pa, maafkan nadia pa, nadia bersedia menikah dengan alif, nadia percaya kepada papa bahwa calon suami untuk nadia pasti sudah yang terbaik" nadia memohon
_$___
ko lama up nya...🙃🙃