NovelToon NovelToon
Wanita Yang Kubuat Janda

Wanita Yang Kubuat Janda

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Angst / Amnesia
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora.playgame

Bagaimana rasanya dicintai oleh orang yang telah merenggut kebahagiaan keluarga kecilnya? Dan bagaimana jika ia juga terlanjur mencintai pria yang telah menghilangkan nyawa suaminya?
Dalam keadaan amnesia total, Raya menjalani hidupnya dalam ketidaktahuan akan siapa dirinya yang sebenarnya. Di balik kehangatan dan kemewahan hidup yang diberikan oleh pria di sisinya, tersembunyi kebohongan besar yang merenggut masa lalunya.
Ketika benih cinta mulai tumbuh di atas tanah kebohongan dan rasa bersalah, kenyataan kelam perlahan terkuak. Bisakah cinta bertahan saat fakta terungkap bahwa pria yang dipujanya adalah dalang di balik kehancuran hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13: Negosiasi

"Namanya Surya Darma. Dia mantan wartawan tabloid kriminal yang dipecat lima tahun lalu karena kasus pemerasan. Sekarang, dia bekerja secara independen sebagai 'pengumpul informasi' atau penyelidik swasta gelap di kalangan kelas atas."

Aris mengerutkan dahinya. "Bagaimana bisa orang seperti dia terlibat dalam kasus kecelakaan ini?"

Hendra menarik napas panjang sebelum menjelaskan, "Malam saat kecelakaan itu terjadi, Surya ternyata berada tidak jauh dari persimpangan jalan lingkar. Dia sedang mengintai seorang politisi yang menginap di hotel dekat lokasi. Saat mendengar dentuman keras, Surya langsung menuju lokasi kejadian dan mengambil beberapa foto sebelum ambulans dan polisi tiba."

Mata Aris membelalak tajam. "Dia memfoto lokasi kejadian?"

"Bukan hanya foto kendaraan yang hancur, Pak," lanjut Hendra dengan nada sangat serius. "Surya sempat memfoto wajah Anda saat Anda keluar dari mobil sports dalam keadaan terluka dan terhuyung-huyung. Dia juga merekam kondisi mobil Anda yang mengeluarkan bau alkohol menyengat sebelum tim kita datang membersihkan area tersebut."

Jantung Aris serasa berhenti berdetak. Keringat dingin merayap di tengkuknya.

"Awalnya, Surya tidak menyadari siapa Anda karena malam itu hujan sangat deras dan kondisi sangat kacau," sambung Hendra. "Namun, setelah melihat berita tentang proyek investasi mega Anda di media massa beberapa hari kemudian, dia mulai mencocokkan foto-foto malam itu dengan wajah Anda. Dia lalu melakukan penyelidikan mandiri, melacak rumah sakit tempat Ibu Raya dirawat, hingga akhirnya mengetahui bahwa Anda menyembunyikan istri dari pria yang Anda tabrak."

"Bangsat..." umpat Aris kasar. Suaranya bergetar menahan amarah yang meluap-luap. "Jadi selama ini dia mengintai rumahku?!"

"Benar, Pak. Surya sadar bahwa dia sedang memegang rahasia terbesar dari seorang pengusaha papan atas. Paket yang dikirimkan ke rumah Anda kemarin hanyalah tes ombak, sebuah gertakan untuk melihat sejauh mana Anda akan panik jika Ibu Raya mengetahui keberadaan nama Ardiansyah."

Aris berdiri dari kursinya kemudian melangkah ke arah jendela besar seraya mengepalkan kedua tangannya.

Pria bernama Surya ini bukan sekadar ancaman biasa. Dia adalah bom waktu yang bisa meledakkan seluruh dunianya, merusak reputasi bisnisnya, menjebloskannya ke dalam penjara, dan yang paling menakutkan... membuat Raya membencinya seumur hidup.

"Apa yang dia inginkan, Hendra?" tanya Aris tanpa menoleh.

"Uang, Pak. Hanya uang," jawab Hendra mantap. "Pagi ini, tim saya berhasil meretas salah satu akun pesan tertutup milik Surya. Dia sudah menyiapkan draf dokumen pemerasan yang rencananya akan dikirimkan langsung ke email pribadi Anda jika Anda tidak merespons teror pertama."

Aris memutar tubuhnya dan menatap Hendra dengan mata yang memancarkan kegelapan. "Orang seperti Surya tidak akan pernah puas dengan satu kali pembayaran, Hendra. Sekali kita memberinya uang, dia akan terus memeras kita seumur hidup."

"Saya tahu, Pak. Lalu apa perintah Anda?"

Aris diam sejenak, dan menimbang segala resiko dalam kepalanya. Naluri bisnis dan kekuasaannya menyuruhnya untuk bertindak tegas dan menutup mulut orang itu selamanya. Namun, ia tidak boleh membuat kesalahan kedua yang bisa meninggalkan jejak berdarah baru.

"Atur pertemuan malam ini," perintah Aris tegas. "Tapi jangan di tempat umum. Cari lokasi yang tertutup dan aman. Dan Hendra... kamu yang akan menemui dia secara langsung atas namaku. Bawa syarat yang tidak bisa dia tolak."

Malam harinya, sekitar pukul sebelas malam, hujan gerimis kembali membasahi sudut-sudut kota. Angin laut yang dingin bertiup kencang di sekitar area dermaga kapal barang tua yang sudah tidak beroperasi di pinggiran pelabuhan.

Suasana di tempat itu sangat sepi, hanya diiringi oleh dentuman ombak yang menghantam tiang-tiang pancang beton.

Sebuah mobil sedan hitam ber kaca gelap terparkir di dalam gudang tua yang remang. Di dalam mobil, Hendra duduk tenang di kursi belakang, sementara dua orang pengawal bertubuh tegap bersiap di luar kendaraan.

Tak lama kemudian, suara deru mesin sepeda motor tua terdengar mendekat. Surya Darma menghentikan kendaraannya di luar pintu gudang, lalu melangkah masuk dengan santai.

Pria itu mengenakan jaket kulit hitam yang sama seperti di rekaman CCTV pos. Wajahnya menyunggingkan senyuman culas yang penuh percaya diri, dan merasa dirinya sedang memegang kendali penuh atas nasib seorang jutawan.

"Wah, tempat yang sangat klise untuk sebuah pertemuan rahasia," kekeh Surya seraya mengibaskan sisa air hujan dari jaketnya. Matanya melirik ke arah dua pengawal yang berdiri di samping mobil sedan. "Di mana bosmu? Apakah si pengusaha sukses Aris Prakasa terlalu takut untuk menemui orang kecil seperti saya secara langsung?"

Pintu belakang sedan hitam terbuka. Hendra melangkah keluar dengan tenang, merapikan setelan jasnya, lalu berdiri menatap Surya dengan tatapan dingin tanpa ekspresi.

"Pak Aris tidak punya waktu untuk menemui pemeras kelas teri seperti Anda, Surya," ujar Hendra datar, suaranya terdengar begitu berwibawa.

Senyum culas di wajah Surya sedikit memudar, menggantikannya dengan tatapan sengit. "Pemeras kelas teri? Hati-hati dengan mulutmu, Tuan Sekretaris. Di dalam flashdisk yang saya simpan, ada foto-foto yang bisa membuat bosmu meringkuk di dalam penjara atas tuduhan pembunuhan tidak sengaja dan mengemudi dalam keadaan mabuk! Belum lagi reaksi wanita amnesia itu kalau tahu pria yang menidurinya adalah pembunuh suaminya!"

Mendengar ucapan lancang itu, mata Hendra berkilat tajam. Salah satu pengawal di sampingnya bergerak maju satu langkah, namun Hendra mengangkat tangannya, memberi isyarat untuk menahan diri.

"Langsung pada intinya, Surya," kata Hendra dingin. "Berapa angka yang kamu inginkan untuk menutup mulut sampahmu itu?"

"HA HA HA HA..."

Surya tertawa renyah karena merasa posisinya di atas angin. Ia lalu melangkah mendekati Hendra dan mengangkat tiga jarinya. "Tiga miliar rupiah. Uang tunai, dalam mata uang Dolar Singapura. Dan saya minta jaminan bahwa saya tidak akan dilacak setelah uang itu saya terima."

Hendra menatap Surya tanpa kedipan mata. "Tiga miliar adalah angka yang sangat kecil bagi Pak Aris. Tapi apa jaminannya bahwa Anda tidak akan kembali meminta tiga miliar berikutnya enam bulan lagi?"

Surya tersenyum penuh kemenangan. "Saya seorang profesional dalam bisnis ini. Setelah saya menerima uang itu, saya akan pergi keluar negeri dan tidak akan pernah menginjakkan kaki di kota ini lagi. Seluruh file asli, salinan digital, dan negatif foto kecelakaan itu akan saya serahkan malam ini juga."

Hendra diam selama beberapa detik, seolah sedang mempertimbangkan penawaran tersebut. Kemudian, ia merogoh sisa kantong jasnya dan mengeluarkan sebuah dokumen tebal serta sebuah tablet digital.

"Pak Aris menyetujui angkamu," ucap Hendra tenang.

Mata Surya seketika berbinar cerah. "Bagaimanakah proses pemindahannya?"

"Tiga miliar rupiah sudah disiapkan di dalam rekening penampung lepas pantai di Jenewa atas nama kamu. Kamu bisa mengaksesnya detik ini juga melalui tablet ini," terang Hendra seraya menyodorkan tablet tersebut. "Tapi... ada syarat mutlak yang harus kamu tandatangani di atas kertas perjanjian ini."

Surya mengambil tablet itu dengan tidak sabar. Tangannya gemetar saat melihat angka saldo yang tertera di layar, sebuah nominal fantastis yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya dalam hidupnya.

"Perjanjian apa ini?" tanya Surya seraya melirik lembaran kertas tebal di tangan Hendra.

"Itu adalah surat pernyataan pengalihan hak kepemilikan seluruh dokumen dan perjanjian kerahasiaan (Non-Disclosure Agreement) dengan klausul eksekusi," jelas Hendra dengan suara yang mendadak berubah menjadi sangat dingin dan penuh ancaman. "Jika kamu menandatangani ini dan menerima uang tersebut, kamu secara hukum dan faktual telah mengikatkan diri. Namun, jika dalam kurun waktu kapan pun di masa depan, baik satu hari, satu tahun, atau sepuluh tahun lagi, ada satu saja bocoran informasi, foto, atau kabar tentang kecelakaan itu yang mencuat ke publik..."

Hendra melangkah satu pukulan lebih dekat ke arah Surya, dan menatap tepat di dalam manik mata pria itu.

"...maka bukan hanya uang itu yang akan ditarik kembali secara otomatis oleh sistem perbankan kami, tetapi tim keamanan internasional kami akan memastikan kamu, serta seluruh anggota keluargamu yang tinggal di desa terpencil di Jawa Tengah, menghilang dari muka bumi tanpa jejak."

Bersambung...

1
YuWie
aris jg menderita..klo mental raya sdh kuat..jujur saja pak aris.. drpada broken semuanya
YuWie
masih di kota yg sama mana bisa sembunyi terus menerus pak aris..pindah gih ke luar negri
YuWie
lhaa gimn.. katanya semua sdh dijauhkan..kok malah terbaca tuh berita
YuWie
Luar biasa
YuWie
dang nikahi raya nya pak aris.
YuWie
klo ingatan raya kembali, apa jadinya pak aris
Aurora: kita cari tau jawaban di next episode-episode berikutnya...😃🤗
total 1 replies
YuWie
kebetulan ya ris..cintamu kau dptkan 😁
Aurora: Xixixi... hanya terbalut banyak boong 😅😅
total 1 replies
YuWie
pandangan pertama langsung jatuh cinta, suami nya pas is death..mmg jodohmu si raya ini pak arus..tapi sayang nya..jalannya tragis.
Aurora: yup, cinta pada pandangan pertama tak jarang terjadi 🤗
total 1 replies
YuWie
mabuk kok nyopir sendiri pak aris...
YuWie
secantik apa wanita itu aris..sehingga membuatmu falling inlove in first moment
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!