NovelToon NovelToon
ME | Possessive BadBoy

ME | Possessive BadBoy

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Fantasi Isekai / Nikahmuda
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Smarrr

Nadia tak suka dengan perjodohan yang orang tuanya berikan padanya dengan Jayden Mahendra.

Jayden san Nadia kini resmi menjadi suami istri, tapi pernikahan mereka masih harus di sembunyikan sampai mereka lulus sekolah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Smarrr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Mela menelan ludahnya dengan kasar, ia benar-benar grogi saat Arga benar-benar sangat dekat deganya.

"Lo kenapa sih? tadi bilang laper, ini makanan udah dateng ya di makan, mau gue suapin?" seru Nadia yang heran melihat tingkah Mela yang baru kali ini salah tingkah.

Arga. "lo kenal sama dia?" bisik Mela melirik ke arah

"Kenal lah, orang dia juga temenya Jay kok, gue tahu soalnya waktu itu mereka di rumah Jay."

Mela ngumpet di balik badan Nadia, " Lo kenapa sih anjir? aneh banget deh, jangan bilang lo naksir sama ini orang?" dengan cepat Mela membungkam bibir Nadia yang ceplas ceplos jika sedang bicara.

"Serius? lo beneran naksir?" bisik nadia bertanya.

"Sampai kapan kalian mau bisik - bisik begini? nanti makanannya keburu dingin dan nggak enak loh," kata Arga dengan lembut.

"Uhuk... uhuk..." Mela tersedak air liurnya sendiri saat mendengar suara Arga yang sangat lembut.

"Mau gue yang suapain atau di suapin sama dia ni?" goda Nadia yang kini tahu bahwa Mela pasti menyukai pria di hadapanya itu.

"Sayang harusnya kamu pengertian dan kasih ruang buat mereka berdua," Jay menarik lengan Nadia agar menjauh dari Mela

"Anjir, apa - apaan sih ini Jay sama Nadia?

malah godain gue begini, kan gue jadi malu," gumam Mela menahan malu.

"Saya makan sendiri aja dok," Mela mengambil paper bag dari tangan Arga dengan begitu cepat.

"Beneran nggak mau di suapin?" Goda Nadia sengaja, karena baru kali ini Mela bisa bersikap salah tingkah.

"Pengen gue tabok banget ini anak," gumam Mela yang menahan amarahnya pada Nadia. Tapi wajahnya harus bisa tersenyum karena kini cowok idamannya kembali berada di depannya.

"Lo aja sini gue suapin, tapi pake sekop!" Ketus Mela tapi tetap tersenyum.

"Heloo.. heloo... Gue datang....!!!" Seru Jesica yang baru saja datang dengan membawa makanan untuk teman-teman nya. "Gue bawa banyak makanan ni, jangan cuma yang sakit aja dong yang makan, yang sehat kan juga butuh makan," Jesica membagikan makanan yang ia bawa berupa burger juga pizza, tak lupa juga dengan minumannya ke semua orang yang ada ruangan itu.

"Wleee," Jesica menjulurkan lidahnya pada Arga mencibir.

Mela yang melihat itu pun tiba-tiba murung, karena merasa Jesica terlalu cantik untuk jadi saingannya.

"Buat aku mana sayang? Tega deh, masa pacarnya yang di kasih sisa," protes Arnold dan Mela melongo tapi juga lega.

Netra Mela kini kembali melirik Arga sekilas. Dan langsung melahap makanannya dengan suasana hati yang ceria.

"Kenapa lo senyum-senyum sendiri?" Tukas Nadia melihat gelagat aneh pada sahabatnya itu.

Tapi bukannya menjawab. Mela melototi Nadia dengan bibir yang menahan untuk bicara karena emosi.

"Ehh.. bisa kali ini Threeple date?" Usul Arnold dan Mela langsung tersedak makanan di dalam mulutnya.

"Uhuk.. uhuk..."

Tapi bukanya membantu, Nadia malah tertawa melihat tingkah random sahabatnya.

Sementara Arga dengan cepat mengambilkan air putih untuk Mela minum sembari menepuk punggungnya dengan pelan.

"Kamu baik-baik aja kan?" Tanya Arga yang selalu bersuara selembut sutra bagi Mela.

"Duh... Suaranya kenapa lembut banget sih?"

Gumam Mela yang hampir saja pingsan lagi katena perhatian yang Arga berikan.

"Jay, yang ini siapa namanya?" Bisik Nadia bertanya pada Jay.

"Arga, kenapa?"

"Mau ledekin Mela." Bisiknya lagi.

Jay sebenarnya merasa iri pada kedua sahabatnya itu, Mela yang terlihat selalu bersuara kasar saja di hadapan Arga bisa salah tingkah, dan Arnold dengan Jesica hang baru saja jadian bisa semesra itu dan saling memanggil sayang.

Sementara Jay? Nadia selalu memangil namanya Jay, bahkan tidak ada aku kamu, Jay yang walaupun terlihat BadBoy dan sangar tapi ia juga ingin melihat sikap lembut Nadia.

"Keluar dulu ya," Jay keluar begitu saja tanpa basa basi.

"Nyonya boss, susul sana gih, gue yakin dia galau itu," kata Arnold tapi Nadia malah bingung.

"Galau?" Tanya Nadia sambil berpikir.

"Iya udah susul dulu sana, biar Mela kita yang jagain, pokoknya aman deh sama kita," kata Arnold lagi dan di angguki oleh Jesica juga Arga secara bersamaan.

"Iya deh," Nadia meletakkan makanan yang baru saja akan ia makan, tapi kemudian ia bawa lagi karena perutnya yang juga terasa lapar.

Nadia mengejar langkah jay yang lumayan cepat, "Kemana dia? kok cepet banget ilangnya sih?" dumel Nadia melihat ke segala arah.

Tapi Nadia tak putus asa, ia mencari keberadaan Jay di area parkir rumah sakit yang luas dan benar saja,, Nadia melihat Jay sedang duduk di jok depan dengan pintu terbuka.

"Kamu kok di sini?" tanya Nadia menghampiri jayden yang kini seorang diri.

"Kamu kenap nyusul?"

"Bukanya di jawab malah nanya balik."

"Lagi nyari angin aja, di sana sumpek," Jay beralasan.

Nadia menganggukan kepalanya dan berjalan mengitari mobil, kemudian membuka pintu mobil sebelahnya dan ikut masuk.

"Mau pulang?" tanya Jay yang melihatNadia ikut duduk dengan dirinya di mobil.

Nadia menggeleng, "Enggak, mau ikut sama kamu duduk di sini," Jay menarik sudut bibirnya saat mendengar Nadia memaggil dirinya dengan sebutan aku kamu.

"Kamu belum ngambil makanannya tadi, mau nggak? aku bawa satu doang," kta Nadia menyodorkan burger yang ada di tanganya.

"Aku kenyang sayang, buat kamu aja."

Namun jawaban Jay ternyata membuat Nadia cemberut. "Loh kok cemberut? maaf sayang, ada yang salah ya sama jawaban aku?"

"Habis kamu nggak mau makanan dari aku, pasti jijik ya bekas gigitan aku?" rengek Nadia masih dengan cemberut.

sih." "Astaga!!! enggak dong sayang, masa aku jijik

"Ya udah kalau gitu makan," Nadia kembali meyodorkan burger di tanganya, tapi saat jay ingin melahap burger tersebut, Nadia menariknya hingga membuat Jay semakin mendekat ke arah Nadia.

Dan.... Kop. Nadia sukses menyekop bi bir Jay saat cowok itu membuka bi birnya.

Memberikan his apan sebentar lalu melepasnya kembali, dan Jay hanya bisa terdiam karena kaget.

"Baby, kamu taghu bukan kalau aku paling tidak bisa tahan?" pandangan Jay sudah sayu secepat itu hanya dengan Nadia memberikan ci uman kilas.

"Heem..."

"Kalau gitu jangan salahin aku,"

Jay menarik tengkuk leher Nadia dan kini dia yang menyekop bi bir Nadia. Keduanya kembali terlibat pergulatan bi bir di dalam mobil.

Dan tak berapa lama kemudian, penjaga yang sedang berpratoli memergoki keduanya.

Tok tok tok...

Penjaga itu mengetuk kaca jendela mobil jay.

"Selamat siang pak, maaf menganggu aktivitasnya sebentar," ucap penjaga itu tanpa mengurangi sopan dan santun.

Setelah melewati beberapa prosedur dan pemeriksaan, Jay juga membuktikan bahwa dia dan Nadia sudah resmi menikah, belum lagi juga harus melibatkan Arga sebagai salah satu pemegang aham terbesar di rumah sakit itu karena Jay meminta bantuan pada Arga agar segera datang ke tempat security. Maka dengan itu Jay dan Nadia di bebaskan.

"Rumah lo gede Jay, deket sini juga ada hotel malah milih tempat parkir," cibir Arga yang tidak takut mendapatkan tatapan tajam oleh Jayden.

Sedangkan Nadia tertunduk malu, dan mereka bertiga kembali masukl ke dalam rumah sakit.

Baru saja Masuk ke dalam ruangan, Arld tertawa terbahak bahak saat jay dan Nadia masuk.

'Ha ha ha ha ha...... bisa bisanya Lo Jay, kali ini lo bukan bos gue ya, "Arnold juga tak mau ketinggalan

Menggpoda.

"Potong gaji!" ketus Jay dan langsung duduk menarik lengan Nadia agar ikut duduk di sampingnya.

"Area parkir bergoyang nggak tuh? Viral! Sepasang pengantin baru terciduk."

Bugh.

Jay melempar bantal di sofa itu ke arah Arnold.

"Tambah satu lagi, PECAT!" tegas jay dengan tatapan tajamnya.

"Ahh.. nggak asik ahh Jay mah, orang bercanda juga, bercanda boss, bercanda ya, damai dong kita ya, janji deh di ulangin lagi, ehh... Maksudnya nggak di ulangin lagi," rengek Arnold.

"Sayang kalau kamu di pecat di perusahaan Jay.

Kamu pindah kerja di perusahaan aku aja," ucap Jesica dengan seringaian di bibirnya.

"Jesica!!!"

"Jayden!!!"

Keduanya saling bertatapan tajam. Hingga membuat Argga dan Mela bingung harus memihak kemana, sementara Arnold kini ikut bingung.

"Sabar ya sayang, tau sendiri kan Jay kaya gimana orangnya," Arnold mencoba meredakan juga memisahkan kedua orang tersebut yang sudah akanadu banteng.

"Sayang," panggil Nadia yang langsung membuat Jay menoleh ke arah istrinya tersebut.

"Biasanya kan aku yang kaya anak kecil, kok sekarang jadi kamu sih?"

"Iya maaf sayang,"

Ketiga orang yakni, Arga, Arnold dan Jesica melongo saat mendengar Jayden dengan mudahnya meminta maaf pada Nadia.

"Kalau bucin emang beda ya?" cibir Jesica yang masih tak mau kalah.

"Dok aku nggak apa-apa kan? Boleh pulang kan hari ini juga?" Kini suara Mela memecah keheningan yang tiba-tiba tercipta.

Arga meletakkan punggung tanganya di kening Mela, membuat jantung cewek itu berdetak 50 kali lebih cepat. Rasanya mau keluar dari tempatnya saat kulit tangan Arga bersentuhan dengan keningnya.

"Nggak panas sih, kamu sudah merasa lebih baik?" Tapi wajah Mela yang mendadak merona membuat Arga menempelkan telapak tangannya di pipi Mela.

"Duh.... Jangan pingsan please!" Gumam Mela yang malah tak kuat dan pingsan lagi.

"Ehhhh... Kok pingsan lagi?" Arga terlihat panik,Nadia menghampiri Arga juga Mela yang untuk kedua kalinya pingsan lagi.

"Dia nggak apa-apa kok dok, liat ni ya, aku punya jurus ampuh buat bangunin dia," bisik Nadiake Arga tapi Arga malah bingung.

"Diem ya," kata Nadia tanpa bersuara.

"Oke!" Jawab Arga dengan bahasa isyarat.

"Bangun, Arga nya juga udan pergi kok, mau gue anter pulang nggak lo?"

"Hah seriusan?" Jawab Mela lalu bangun seketika.

Sayangnya dia harusnya menanggung malu karena Nadia membohongi dirinya. "Sia lan lo ya! Bisa-bisanya lo bohong sama gue anjir awas ya lo nanti Nadia !!" Bisik Mela ngumpet di belakang badan Nadia.

1
S.Marrr
Halloweeww gGuysss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!