“Ketika aku masih menjadi Tuan Muda, kalian semua menghormatiku. Namun, setelah dantianku hancur, bahkan keluargaku sendiri menganggapku sampah.”
“Aku telah mengorbankan segalanya untuk kalian. Apakah penghinaan dan pengkhianatan ini balasan yang pantas kuterima?”
Dikhianati sekte, dihina keluarga, dan ditinggalkan orang-orang yang dicintainya, Qin Xuan kehilangan segalanya.
Namun, ketika semua orang menganggapnya tidak berguna, sebuah pagoda misterius justru memilihnya sebagai penguasa.
Mereka telah menghancurkan hidupnya. Kini, Qin Xuan akan membuktikan bahwa mereka telah meremehkan orang yang salah.
🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4: Demi Menyelamatkan Ling'er
“Siapa yang membawa Ling'er, Ibu?”
Qin Xuan segera berdiri ketika melihat ibunya masuk dengan wajah pucat. Liu Qingyue mencengkeram lengan putranya, berusaha menjelaskan apa yang baru saja terjadi meskipun napasnya masih tersengal.
“Tetua Kedua, Qin Huai. Dia datang bersama beberapa orang dan membawa Ling'er dengan paksa.” Suara Liu Qingyue bergetar.
“Katanya, Ling'er akan diserahkan kepada Sun Guangde dan putranya. Ibu sudah berusaha menghentikan mereka, tetapi tidak berhasil.”
Wajah Qin Xuan langsung mengeras.
Sun Guangde merupakan salah seorang tetua Keluarga Sun yang terkenal kejam. Bersama putranya, Sun Youcai, lelaki itu telah banyak melecehkan perempuan di Kota Qingquan.
Mereka berani bertindak sesuka hati karena memiliki kedudukan dalam keluarga serta hubungan dengan Tetua Zhu dari Sekte Di Yuan.
Qin Xuan juga mengetahui bahwa kedua lelaki itu sudah lama mengincar Ling'er.
Adiknya masih terluka parah. Bahkan untuk bangun dari tempat tidur pun Ling'er membutuhkan bantuan. Membayangkan gadis itu berada di tangan Sun Guangde dan putranya membuat kemarahan Qin Xuan semakin sulit ditahan.
“Ibu, aku akan membawa Ling'er pulang.”
“Xuan'er, hati-hati. Keluarga Sun memiliki banyak pendekar kuat. Ibu takut sesuatu terjadi padamu.”
Qin Xuan menggenggam tangan ibunya sebentar. “Aku mengerti. Ibu tunggu di sini.”
Ia segera meninggalkan rumah.
Selama bertahun-tahun, Qin Xuan mengirimkan berbagai sumber daya kepada Keluarga Qin. Ia berharap keluarganya bisa hidup lebih baik dan ibunya tidak perlu menghadapi kesulitan.
Namun, setelah dirinya kehilangan kedudukan di Sekte Bintang Langit, orang-orang yang dahulu menerima bantuannya justru memperlakukan mereka seperti orang asing.
Sekarang mereka bahkan menyerahkan Ling'er demi keuntungan sendiri.
Qin Xuan mempercepat langkahnya. Ia tidak ingin membuang waktu memikirkan pengkhianatan itu sebelum memastikan keselamatan adiknya.
Ketika tiba di gerbang Keluarga Sun, dua penjaga langsung menghadangnya dengan pedang terhunus.
“Berhenti! Kau tidak boleh masuk!”
“Di mana adikku?” tanya Qin Xuan.
Salah seorang penjaga mendengus. “Siapa yang peduli dengan adikmu? Pergi sebelum—”
Qin Xuan menghantam keduanya dengan telapak tangan. Mereka terlempar beberapa meter dan jatuh sambil memuntahkan darah.
Ia menginjak dada penjaga yang paling dekat.
“Di mana Ling'er?”
Penjaga itu ketakutan ketika melihat tatapan Qin Xuan. Ia segera menunjuk sebuah bangunan bertingkat di bagian dalam kediaman.
“Di sana! Mereka membawanya ke sana!”
Qin Xuan menghabisi kedua penjaga tersebut, lalu berlari menuju bangunan yang ditunjuk.
Teriakan peringatan segera terdengar. Belasan penjaga Keluarga Sun bergegas menghadangnya.
Mereka bukan penjaga biasa. Sebagian besar telah mendekati Alam Bela Diri Sejati, dengan kekuatan fisik antara tiga ribu lima ratus hingga empat ribu lima ratus kilogram.
Namun, kekuatan mereka masih jauh di bawah Qin Xuan.
Pedang Iblis Hitam muncul di tangannya. Api hitam menyelimuti bilahnya ketika ia menerjang barisan penjaga. Setiap ayunan pedang merobohkan orang yang mencoba menghadangnya. Beberapa penjaga terbakar oleh api hitam sebelum sempat mendekat.
Qin Xuan tidak berhenti sampai berhasil mencapai bangunan utama.
Di dalam sebuah ruangan, Qin Huai sedang berbincang dengan Sun Ming, Tetua Keempat Keluarga Sun.
“Kalau urusan ini selesai, kami berharap Keluarga Sun membantu Qin Xingqiong masuk ke Sekte Di Yuan,” kata Qin Huai.
Sun Ming mengangguk. “Selama Sun Guangde puas dengan pemberian kalian, bantuan itu bisa diatur. Tapi bagaimana kalau Qin Xuan datang membuat masalah?”
Qin Huai tertawa meremehkan.
“Dantiannya sudah hancur. Sekte Bintang Langit juga telah mengusirnya. Dia tidak mungkin berani melawan kita.”
Belum selesai ia berbicara, seorang penjaga yang tubuhnya hangus terlempar masuk dan menghantam lantai.
Kedua tetua itu terkejut.
Qin Xuan muncul di ambang pintu dengan Pedang Iblis Hitam di tangan.
“Qin Xuan!” Sun Ming termundur tanpa sadar.
Qin Huai segera berdiri. “Berani sekali kau masuk ke sini!”
“Di mana Ling'er?”
“Adikmu sedang bersama Sun Guangde dan putranya di lantai atas,” jawab Qin Huai dengan senyum mengejek.
“Keluarga Sun sudah berjanji membantu Qin Xingqiong masuk ke Sekte Di Yuan. Jadi, jangan coba-coba merusak kesepakatan ini.”
Qin Xuan menatapnya tajam. “Kau menyerahkan adikku kepada dua bajingan itu hanya agar Qin Xingqiong bisa masuk Sekte Di Yuan?”
“Memangnya kenapa?” Qin Huai mendengus. “Masa depan Qin Xingqiong jauh lebih penting daripada adikmu.”
Qin Xuan langsung menerjang.
Qin Huai mengerahkan seluruh energinya. Enam bayangan banteng muncul di belakang tubuhnya ketika ia bersiap menghadapi serangan tersebut.
Dalam dunia kultivasi, kekuatan fisik seorang pendekar sering diukur menggunakan jumlah banteng. Satu banteng melambangkan kekuatan sekitar lima ribu kilogram. Dengan demikian, enam banteng milik Qin Huai setara dengan tiga puluh ribu kilogram.
Kekuatan itu cukup besar bagi seorang pendekar Alam Bela Diri Sejati.
Sayangnya, Qin Xuan kini memiliki kekuatan sekitar delapan banteng, atau empat puluh ribu kilogram, meskipun masih berada di Alam Penguatan Tubuh.
Pedang Iblis Hitam menembus pertahanan energi Qin Huai sebelum lelaki tua itu sempat menyelesaikan serangannya.
Bilah pedang menghantam Dantiannya.
“Aaakh!”
Qin Huai terhuyung. Energi yang baru saja dikerahkannya langsung menghilang. Ia memandang Qin Xuan dengan wajah tidak percaya.
“Mustahil! Bukankah Dantianmu sudah hancur?”
“Di mana tepatnya Ling'er?” desak Qin Xuan.
Qin Huai masih terpaku pada kenyataan bahwa Qin Xuan mampu mengalahkannya dalam satu serangan.
Qin Xuan mengayunkan pedang dan memutuskan salah satu lengannya.
Jeritan Qin Huai memenuhi ruangan sebelum ia jatuh pingsan.
Qin Xuan berbalik kepada Sun Ming.
“Sekarang giliranmu yang menjawab.”
Sun Ming gemetar hebat. Ia bahkan tidak mampu mempertahankan sikap seorang tetua.
“Lantai paling atas! Sun Guangde dan Sun Youcai membawanya ke kamar di lantai paling atas!”
Qin Xuan segera berlari menuju tangga. Ia menaiki lantai demi lantai tanpa berhenti. Ketika mendekati lantai teratas, ia mendengar suara seorang gadis meronta dari balik pintu.
Qin Xuan mengenali suara itu.
Ling'er.
Ia menghantam pintu hingga hancur.
Di dalam kamar, Ling'er terikat di tempat tidur. Pakaiannya berantakan, sementara Sun Guangde dan Sun Youcai berdiri di dekatnya dengan pakaian yang tidak lengkap.
“Kakak! Tolong aku!”
Air mata mengalir di wajah Ling'er. Melihat kakaknya datang, ia berusaha bangkit meskipun tali yang mengikat tubuhnya membuatnya tidak mampu bergerak.
Qin Xuan merasakan dadanya sesak.
Ia sudah berjanji akan melindungi adiknya setelah kejadian di Sekte Bintang Langit. Namun, belum lama mereka pulang, Ling'er kembali berada dalam bahaya.
Sun Youcai segera bersembunyi di belakang ayahnya.
“Ayah, ada Qin Xuan!”
Sun Guangde justru menatap Qin Xuan dengan angkuh.
“Untuk apa kau datang? Bukankah Dantianmu sudah hancur?” Ia tersenyum menghina. “Pergilah. Jangan mengganggu kesenangan kami.”
Qin Xuan tidak menjawab.
Ia langsung menerjang dan menghantam dada Sun Guangde dengan telapak tangan.
Lelaki itu terlempar ke belakang dan memuntahkan darah. Sebuah pelindung logam yang tersembunyi di balik pakaiannya pecah akibat serangan tersebut.
Sun Guangde memandangi pecahan pelindung itu dengan wajah pucat. Tanpa benda tersebut, serangan Qin Xuan pasti sudah merenggut nyawanya.
“Bagaimana mungkin kau masih sekuat ini?”
Qin Xuan berjalan mendekat sambil mengangkat Pedang Iblis Hitam.
“Tunggu!” Sun Guangde berteriak. “Tetua Zhu dari Sekte Di Yuan adalah saudara angkatku! Kalau kau membunuhku, dia pasti akan membalasnya!”
“Kalau Tetua Zhu ingin membalas kematianmu, suruh saja dia datang!”
Qin Xuan mengayunkan pedangnya.
Kepala Sun Guangde terpenggal dan jatuh ke lantai.
Sun Youcai menjerit ketakutan. Ia berlari menuju pintu, tetapi Qin Xuan segera mengangkat tangan untuk menyerangnya.
Sebelum serangan itu mengenai Sun Youcai, sebuah aliran energi datang dari samping dan menahannya.
Qin Xuan menoleh.
Seorang pemuda berwajah tampan berdiri di dekat pintu dengan pedang di tangan.
“Qin Xingqiong.”
Qin Xingqiong memandangi jasad Sun Guangde, lalu menatap Qin Xuan dengan marah.
“Kau membunuh Tetua Ketiga Keluarga Sun! Apa kau ingin menyeret seluruh Keluarga Qin ke dalam masalah?”
“Mereka menculik Ling'er,” jawab Qin Xuan. “Kau sendiri mengetahui rencana mereka, bukan?”
Qin Xingqiong tidak membantah.
Ia memang mengetahui bahwa Ling'er diserahkan kepada Keluarga Sun sebagai bagian dari kesepakatan. Dengan bantuan Sun Guangde, ia berharap dapat masuk ke Sekte Di Yuan dan menjadi murid pribadi seorang tetua.
Kini, dengan kematian Sun Guangde rencananya telah hancur.
“Semua sudah diatur demi kepentingan keluarga,” katanya dengan kesal. “Kau justru datang dan menghancurkan semuanya!”
Qin Xuan menatapnya dengan jijik. “Kau tahu apa yang akan mereka lakukan kepada Ling'er, tapi kau masih membela mereka?”
“Jangan menguji kesabaranku, Qin Xuan!”
Qin Xingqiong menghunus Pedang Rohnya. Energi mengalir deras dari tubuhnya hingga tujuh belas bayangan banteng muncul di belakangnya.
Qin Xuan terkejut.
Tujuh belas banteng berarti kekuatan sekitar delapan puluh lima ribu kilogram. Padahal, dua bulan sebelumnya Qin Xingqiong baru memiliki kekuatan dua belas banteng.
Bagaimana dia bisa meningkat secepat itu?
Qin Xingqiong tidak memberinya waktu untuk berpikir.
Ia menerjang dengan pedang terangkat.
Qin Xuan segera menyambut serangannya. Kedua pedang beradu keras hingga lantai di bawah kaki mereka retak.
Kekuatan Qin Xingqiong jauh lebih besar. Qin Xuan terdorong mundur beberapa langkah, tetapi ia berhasil mempertahankan keseimbangan.
Qin Xingqiong hendak menyerang lagi ketika melihat sebuah retakan kecil pada Pedang Rohnya.
Ia tertegun.
Pedang Roh merupakan senjata berharga yang jauh lebih kuat daripada pedang biasa. Namun, hanya dengan sekali benturan, pedang hitam Qin Xuan telah merusaknya.
Tatapannya beralih kepada Pedang Iblis Hitam.
Senjata itu pasti bukan pedang biasa.
Keserakahan mulai muncul di wajahnya.
“Rupanya kau masih memiliki barang sebagus itu,” katanya.
“Serahkan pedangmu dan tinggalkan Ling'er di sini. Aku bisa meminta keluarga melupakan perbuatanmu hari ini.”
Qin Xuan tidak menjawab tawaran tersebut.
Di belakang Qin Xingqiong, Sun Youcai sudah hampir mencapai tangga.
Qin Xuan mengangkat Pedang Iblis Hitam seolah hendak menyerang sepupunya. Namun, ketika Qin Xingqiong bersiap menangkis, ia justru melemparkan pedang itu ke arah Sun Youcai.
Bilah hitam melesat melewati Qin Xingqiong, menembus tubuh Sun Youcai, lalu menancapkannya ke dinding.
Sun Youcai tewas seketika.
“Qin Xuan!”
Qin Xingqiong meraung marah.
Energi merah menyerupai darah mulai menyelimuti tubuhnya. Melihat perubahan itu, Qin Xuan akhirnya memahami alasan peningkatan kekuatan sepupunya.
Qin Xingqiong memiliki Tubuh Pembunuh Haus Darah, tubuh istimewa yang memungkinkan pemiliknya berkembang semakin cepat melalui pembunuhan.
“Sekarang kau akan mati!”
Qin Xingqiong mengangkat Pedang Rohnya. Energi merah berkumpul di sepanjang bilah, kemudian membentuk cahaya pedang sepanjang hampir sepuluh meter.
“Tebasan Haus Darah!”
Serangan itu melesat dengan kekuatan yang jauh melampaui kemampuan fisik Qin Xuan.
Qin Xuan mengulurkan tangan. Pedang Iblis Hitam terlepas dari dinding dan kembali ke genggamannya.
Ia berdiri di depan Ling'er, memastikan tubuhnya berada di antara adiknya dan serangan yang datang.
Api hitam menyala di sepanjang pedang.
“Jurus Pertama, Teknik Pedang Gelombang Api!”
......................
Bersambung...