NovelToon NovelToon
Rumah Tanpa Cahaya (Pelukis Buta Itu Ibu Tiriku)

Rumah Tanpa Cahaya (Pelukis Buta Itu Ibu Tiriku)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Ibu Tiri / Orang Disabilitas
Popularitas:31.6k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

"Kamu akan Ayah jodohkan dengan Bian menggantikan Salsa. Daripada kamu di rumah cuma coret-coret kertas nggak jelas, mending ngurusin anaknya tukang kebun itu." ucap Ayah dari seorang gadis yang tengah melukis di sebuah art paper.

"Baik," jawab gadis bernama Aluna Savira Velove itu tanpa perlawanan.

Aluna harus menikah dengan kekasih dari anak tiri Ayah kandungnya. Status calon suami Salsa yang hanya bekerja di kebun buah dan sayuran terbesar di desa itu, membuat perempuan itu menolak saat diajak menikah. Apalagi laki-laki itu juga seorang duda dengan dua anak yang sangat nakal.

Bisa kah Aluna menaklukkan dua anak dari sang duda? Mampu kah dia menjalani pernikahan tanpa cinta dengan sang duda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Raba

"Buat bibilnya Lopa senyum ya, Tante. Jangan cembelut lho. Telus pipinya jangan tembem, tilus aja." seru Elova saat Aluna menggoreskan pensilnya pada buku sketsanya.

"Hidungnya dibikin mancung. Jangan pesek," lanjutnya.

Padahal biasanya Aluna langsung menggunakan cat khusus untuk melukis. Namun kali ini, dia menggunakan pensilnya agar wajah Elova lebih jelas. Namun permintaan Elova sangat banyak, membuat dia tidak bisa fokus. Baru juga menggambar pipi, sudah diminta agar pipinya jangan chubby. Aluna sampai harus menahan tawanya mendengar beberapa protes dari Elova. Bahkan bocah cilik itu sama sekali tak beranjak dari samping Aluna. Padahal Aluna sudah meminta Elova untuk main saja di kebun. Nanti kalau lukisan wajahnya sudah jadi, dia akan dipanggil.

"Ini hidungnya lobak pesek lho. Nanti gambarnya jadi nggak asli dong kalau dibikin mancung," ucap Aluna sambil meraba hidung dari Elova. Aluna melukis Elova sesuai dengan perabaan yang dirasakannya.

"Hidungnya mancung ini kalau sudah besal nanti. Soalnya ini hidungnya tumbuh lebih lama dalipada pipi. Makanya pipi udah gembung, hidungnya masih nyungsep." ceplos Elova membuat Aluna tertawa.

"Astaga... Ya besok kita buat lagi wajah lobak kalau hidungnya sudah mancung. Sekarang bikinnya sesuai dengan rabaan tangan Tante," ucap Aluna memberikan penjelasan.

"Kan Tante nggak bisa lihat. Kalau diubah-ubah terus, nanti gambarnya jadi acak-acakan." lanjutnya.

"Tante mau ndak dipinjami matanya Lopa? Bial bisa lihat sebental saja," ucap Elova dengan polosnya.

Deg...

Kata-kata Elova itu sungguh menusuk relung hati dari Aluna. Perempuan itu sungguh terharu dengan ucapan Elova. Walaupun Aluna tahu kalau Elova pasti hanya asal berucap demi lukisannya jadi sesuai keinginannya. Keluarganya saja tak pernah mengatakan hal seperti itu. Matanya tiba-tiba langsung berkaca-kaca. Suaranya serak, tak bisa menjawab apa yang diucapkan oleh Elova. Aluna segera menarik nafasnya kemudian membuangnya perlahan. Saat ini Elova malah menatap Aluna yang seperti ingin menangis.

"Tante kok mau nangis? Jangan dong, nanti Lopa dimalahi sama Papa. Dikila Lopa ini nakal," pekiknya pelan agar Bian, Oma, dan Opanya tidak mendengar ucapannya.

"Ini nggak nangis, lobak. Tante tuh kelilipan," Aluna pun langsung pura-pura membersihkan matanya dengan tangan. Padahal dia tengah menghapus air matanya yang hendak jatuh.

"Benal ya ndak nangis? Lopa tuh anak baik lho, ndak akan bikin nangis olang. Kecuali kalau olang itu nakal kaya si tua tadi," ucap Elova menggebu-gebu.

"Terimakasih ya sudah bela Tante," ucap Aluna sambil mengelus rambut Elova dengan lembut.

"Ndak bela Lopa ini. Lopa ndak suka sama olang jahat makanya balas itu lempal pakai kaleng bekas," ucap Elova sambil mengerucutkan bibirnya karena kesal.

Aluna terkekeh geli saat Elova begitu gengsi mengakui bahwa dia peduli dengannya. Aluna pun segera melanjutkan melukis wajah Elova. Dia hanya berharap dengan rabaan dan insthinknya itu bisa membuat wajah Elova terlihat sempurna dalam bentuk lukisan. Sedangkan Elova memilih diam setelah ketahuan peduli dengan Aluna. Beberapa kali Elova melihat ke arah buku sketsa milik Aruna untuk mengetahui progress gambar wajahnya.

"Lihat itu, Bian. Elova bisa dekat begitu sama Aluna walaupun baru sehari bertemu. Sepertinya Elova sangat menginginkan sosok Ibu," ucap Mama Mila pada Bian yang sedang memantau buah. Bian pun langsung melihat ke arah Elova dan Aluna yang sangat dekat.

"Iya, Ma. Walaupun Elova dan Reyhan masih sering ngomong pedas sama Aluna. Tapi Bian yakin kalau sebentar lagi mereka bisa dekat dengan Aluna," ucap Bian sambil tersenyum tipis.

"Untung kamu batal nikah sama si penyedap rasa itu. Kalau jadi nikah sama dia, anakmu nggak bakalan diurusin." ucap Mama Mila dengan raut wajah antusiasnya.

"Sama kaya Aluna, suka ganti-ganti nama." gumam Bian sambil mengelus dadanya pelan.

"Walaupun Aluna tidak bisa melihat, tapi dia tak ingin dianggap lemah. Terlihat sekali kalau Aluna itu tak mau dikasihani sama orang di sekitarnya," ucap Mama Mila lagi memuji menantunya.

Mendengar ucapan Mama Mila, Bian hanya tersenyum tipis. Aluna mau belajar menghafal tempat-tempat di rumahnya. Dia tak mau selamanya bergantung atau merepotkan Bian dan keluarganya dengan kekurangannya ini. Dengan keterbatasannya, dia masih mau melanjutkan mimpinya untuk melukis. Padahal lumayan susah melukis dengan posisi mata yang tidak bisa melihat. Sepertinya dia menemukan keberkahan dalam pernikahan dadakan ini.

"Kalau urusan kebun sudah selesai, Bian akan mengajak Aluna ke rumah sakit. Periksa matanya, siapa tahu masih ada harapan untuk sembuh." ucap Bian tiba-tiba.

"Harapan itu pasti ada jika diusahakan," ucap Mama Mila sambil menepuk bahu anaknya.

"Kalau perlu, jual saja salah satu kebun kita untuk pengobatan Aluna. Mama ikhlas," lanjutnya yang tahu bahwa pengobatan mata itu sangat mahal.

"Bian sudah ada uangnya, Ma. Kaya nggak tahu Bian aja," ucap Bian sambil cengengesan.

***

Elova tantrum saat sampai rumah. Dia kesal dengan Aluna yang membuat lukisan tak sesuai keinginannya. Namun Bian malah suka dengan lukisan wajah dari Elova itu. Bahkan dia memajang lukisan yang sudah diberi figura itu di ruang keluarga. Reyhan tak jadi menyusul ke kebun karena Bian memilih pulang cepat. Reyhan yang baru pulang dari sekolah pun menatap bingung pada lukisan wajah adiknya di ruang keluarga.

"Lova, kenapa wajahmu bisa sama persis di lukisan ini? Kamu melukis wajah dimana? Abang mau dong," ucap Reyhan dengan tatapan berbinar cerah.

"Lukisannya telalu asli, plek ketiplek wajah Lopa. Ndak suka Lopa ini,"

"Padahal Lopa maunya pipi tilus dan hidung mancung. Ini pipinya telalu gembul sampai hidungnya nyungsep," rengek Elova membuat Aluna dan Bian yang berada di ruang keluarga hanya bisa terkekeh pelan.

"Ini bagus, Lova. Sesuai aslinya lho," ucap Reyhan memuji lukisan wajah Elova itu.

"Ndak bagus. Telalu asli, maunya palsu aja sih buat senangkan olang."

Pipinya semakin menggembung lucu karena kesal. Aluna tidak marah sama sekali kalau Elova tak suka dengan hasilnya yang terlalu nyata. Aluna hanya menggambar sesuai dengan apa yang dia raba. Reyhan pun duduk di depan Elova yang masih mengerucutkan bibirnya sebal. Reyhan mengelus rambut keriting adiknya itu dengan lembut untuk menenangkan. Sedari pulang sekolah, dia menganggap Aluna tidak ada.

"Siapa yang melukis wajahmu itu? Abang mau, buat dipajang di kamar." tanya Reyhan pada adiknya itu.

"Tante Aluna yang gambal," jawab Elova dengan yakin.

"Apa? Nggak mungkin. Dia kan..."

"Walaupun Tante Aluna nggak bisa lihat, dia punya kelebihan sendiri. Jadi jangan meremehkan oranglain yang punya kekurangan, Reyhan. Buktinya itu lukisan bisa jadi dan sempurna," sela Bian menjelaskan.

Dihh... Lukisan jelek begitu. Nggak jadi aku minta buat,

Lho... Tadi kan Abang bilang...

Cancel... Cancel... Cancel...

1
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
bagus lobak, ay viralkan mereka /Determined//Determined/
Nisa Via
Ayam Dadal tuh yg gimana Lobak 🤔🤔😂😂
Sani Srimulyani
bagus lova kamu emang juara buat orang matikutu.....🤭
Novita Sari
update lagi thor pengen tau aksi heroik lopa..
E F
😄😄💪😍
Sani Srimulyani
waaaah mereka mau ngapain ya......
Sani Srimulyani
jauh amat dari owner ke comel.....galeri jadi gulali.....🤭🤭
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
gulali 🤣🤣, gulali dari gula lobakkm🤣🤣
Ita Xiaomi
Berubah semua penyebutannya 🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Spt Callie dan pistol ajaibnya 😁
Novita Sari
salsa sama mama nya salah pilih lawan....
Sani Srimulyani
wah ganggu nih lova.....padahal papa sama ibu lagi pacaran Lo.....🤭
Nisa Via
pinter nich lobak idenya 😂
Novita Sari
semakin hari semakin gemes lopa.
Ita Xiaomi
Ambigu 🤣🤣🤣
Nisa Via
😂😂😂😂😂ada aja keseruan bocil 2 ini sehingga suasana tegang pun berubah komedi
Novita Sari
lw ada lopa semangat bacanya.ada aza jawaban lopa lanjut thor...
Sani Srimulyani
cari gara2 mulu nih si salsa.....
Novita Sari
jangan jangan salsa yg nabrak.. lanjut thor..
Sani Srimulyani
jangan2 itu salsa lagi .....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!