"Kamu sudah menganggap anak kita adalah sebuah kutukan, maka suatu hari nanti dia akan benar benar menjadi sebuah kutukan untuk keluarga kamu mas!"
Itu adalah kata kata terkahir Riyanti yang bisa di dengar oleh suaminya Raditya ketika di tepi jurang.
Apa yang terjadi sebenarnya? kenapa bisa seseorang bisa menjadi terkutuk?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengetahui semuanya
Rebecca tak berhenti tersenyum setelah semua surat surat bayi mereka sudah selesai di urus Andar, ada beberapa orang yang bersedia menolong mereka untuk melakukan semuanya, mulai dari pembuatan akta kelahiran, surat keterangan kalau Rebecca pernah hamil bahkan melahirkan di sebuah rumah sakit, dan juga hasil tes DNA palsu yang di buat oleh teman Andar dengan menggunakan darah seorang anak dan orang tuanya tapi di ganti menggunakan nama Andar dan bayi Riyanti.
"Kanaya Amalia Farhan, nama kamu adalah Kanaya, cantik kan nak?" ucap Rebecca yang tidak mau lepas menggendong bayi Riyanti yang di beri nama Kanaya.
"Kamu adalah berkah dalam hubungan rumah tangga mama dan papa, dulu kami begitu kesepian meskipun kami tetap bahagia, tapi kehadiran anak begitu berpengaruh, bahkan papa kamu sekarang sering membawa baju bayi lucu yang dia beli di toko meskipun dia tahu baju baju itu akan kamu pakai masih lama, dia bilang dia suka dengan baju itu jadi dia beli" ungkap Rebecca dan Kanaya hanya menatap wajah Rebecca dengan tatapan polos, matanya juga melirik Sanca yang ikut tersenyum bahagia melihat Kanaya di perlakukan begitu baik oleh pasangan itu.
Ceklek.
"Assalamu'alaikum sayang, lihat aku belikan kamu buah dan juga banyak makanan sehat" panggil Andar yang baru pulang a dari kampus.
"Wa'alaikumussalam, banyak sekali yang kamu beli mas, bagaimana aku memakannya" kaget Rebecca
"Kamu kan ikut program supaya asi kamu bisa keluar, jadi aku belikan makanan sehat dan vitamin dari dokter, aku tidak mau kamu kelelahan dan besok akan ada asisten rumah tangga untuk membantu di rumah, mereka akan membantu memasak dan membersihkan rumah" jawab Andar
"Tapi mas, aku masih mampu dan lagi, dari mana kita akan mendapatkan uang untuk menggaji mereka?" tanya Rebecca.
"Kanaya benar benar berkah dalam kehidupan kita Eca, aku sudah mengajukan pengunduran diri ke kampus dan tadi sudah di tandatangani, dan usaha baru kita sudah dapat ijin beroperasi, kamu ingin aku punya banyak waktu di rumah kan, dan sekarang keinginan kamu terwujud" jawab Andar.
Dia memang sudah merencanakan untuk membuka usaha laundry di dekat rumahnya, di tambah dia juga punya beberapa kos kosan yang di sewa para mahasiswa di kampus tempat Andar mengajar. Rebecca menyetujui itu dan dia juga senang Andar bisa menemaninya merawat Kanaya dan menyaksikan tumbuh kembang anak angkat mereka itu.
"Kenapa?" tanya Andar mengusap punggung Rebecca yang meringis kesakitan.
"Dadaku ngilu sekali mas, mungkin begini ya yang sering di rasakan ibu menyusui" jawab Rebecca
"Apa asinya sudah mulai keluar?" tanya Andar khawatir
"Sudah mas, bahkan tadi sudah aku berikan pada Kanaya makanya Kanaya anteng.
"Kanaya benar benar jadi anak kita sekarang, semoga Kanaya jadi anak yang Soleha" ungkap Andar.
"Aamiin yaa rabbal aalamiin"
Kanaya benar benar di manjakan oleh Andar dan Rebecca, dia tidak pernah mengalami kesulitan apapun juga karena Sanca selalu di dekatnya bahkan setiap kali Kanaya ada dalam bahaya Sanca selalu menolongnya agar tidak di celakai orang orang yang pastinya bisa melihat Kanaya ini bukan anak biasa.
Tahun berlalu begitu cepat bahkan Kanaya kecil banyak membuat kedua Orang tuanya terkejut setiap kali Kanaya menunjukkan pertumbuhan yang begitu pesat, Kanaya bahkan sudah bisa berjalan di usia sepuluh bulan, berbicara lancar di usia empat tahun dan bisa membedakan warna dengan tepat.
Andar dan Rebecca awalnya mengira itu karena kecerdasan Kanaya yang memang di atas rata rata, tapi perkiraan mereka ternyata salah setelah mereka melihat bagaimana Kanaya melayang di kamarnya di tengah malam sambil tertawa sendirian.
Dari sanalah mereka sadar kalau Kanaya punya pendamping dan Sanca mulai menampakkan dirinya pada kedua Orang itu yang awalnya begitu ketakutan tapi berusaha tenang setelah Sanca menceritakan apa yang terjadi pada Kanaya.
"Itulah yang terjadi, jangan takut padaku karena aku tidak akan menyakiti kalian ataupun mengganggu kalian, aku di sini karena Kanaya saja dan akan melindungi dia dari orang orang itu" ungkap Sanca.
"Kanaya tidak akan pernah bertemu dengan orang orang itu, aku tidak mau anakku mereka sakiti lagi" ucap Andar
"Aku akan melindungi Kanaya, tenanglah" jawab Sanca
"Tapi mas, ayah kandung Kanaya ternyata di pengaruhi ilmu hitam, itu artinya dia tidak salah kan?" tanya Rebecca
"Tetap saja dia kejam karena sudah membuang Kanaya bahkan membuat istrinya meninggal, aku tidak akan membiarkan Kanaya bertemu dia" jawab Andar
"Takdir yang akan menentukan, karena sumpah Riyanti pasti akan terjadi, Kanaya benar benar akan menjadi kutukan untuk orang orang yang sudah menyakiti ibunya dan dirinya" ucap Sanca
Mereka tidak sadar kalau pembicaraan mereka di dengar oleh Kanaya yang mengintip dari balik pintu, dia kaget karena dia baru mengetahui kenyataan kalau ternyata dia bukanlah anak dari Andar dan Rebecca, usianya sudah masuk sepuluh tahun saat itu dan dia sudah mengerti maksud dari semua yang di katakan Sanca.
"Aku akan tetap menjadi anak kalian ma, pa, tapi aku juga akan menjalankan sumpah mama Riyanti, memberikan kutukan yang nyata untuk orang orang itu yang sudah membuat aku kehilangan ibuku" gumam Kanaya pergi dari sana agar Sanca tidak menyadari kalau Kanaya sudah tahu tentang masa lalunya.
Masa anak anak, remaja bahkan dewasa sudah di lalui Kanaya bersama kedua orangtuanya, mereka bahagia dan selalu saling mendukung bahkan saling membantu hingga sekarang Andar memiliki usaha laundry yang begitu sukses hingga memiliki banyak cabang dan di percaya banyak artis juga para pengusaha besar.
Kanaya belajar banyak hal dari hidupnya sekarang, kasih sayangnya pada Andar dan Rebecca juga tidak bisa di bandingkan dengan apapun, mereka akan selalu menjadi orang tua Kanaya yang begitu baik dan begitu menyayangi Kanaya, hingga sekarang Kanaya sudah masuk usia dua puluh tahun dan sebentar lagi akan lulus dari kampus tempat dia belajar.
"Kanaya, ini untuk kamu" ucap seorang lelaki yang mengintip di balik pintu kelas Kanaya.
"Irsyad, kamu bawa apa?" tanya Kanaya menghampiri temannya Irsyad.
"Ini ada kue keju buatan ibuku, kamu coba ya dan berikan untuk Tante Rebecca juga" jawab Irsyad
"Alhamdulillah, usaha kue kering ibu kamu semakin lancar ya? beliau sering kirim juga ke rumah" ucap Kanaya
"Alhamdulillah Kanaya, berkat kamu yang mengijinkan kue kue mama di titipkan di tempat Laundry Om Andar, sekarang jadi banyak yang pesan karena mereka suka dengan rasa kue kering mama" jawab Irsyad
Mereka berjalan ke arah depan kampus karena mereka akan pulang, keduanya adalah teman masa kecil dan di semester ini, mereka akan melakukan magang di sebuah pabrik roti di kampung Ciremai, kampung tempat Raditya berada bahkan pabrik yang di pilih Kanaya juga adalah pabrik roti Raditya.
Srak.
"Aaakhhh!"