Alicia Harold hanya ingin menikmati malam terakhirnya sebelum menjadi mahasiswa.
Namun karena terlalu bosan di acara keluarga, gadis barbar itu diam-diam mabuk dan berakhir jatuh ke dalam pelukan seorang pria dingin yang paling ingin ia hindari.
Bryan Bright, calon kakak iparnya dan dosen di Imperial College University.
Sejak malam itu, kehidupan Alicia berubah menjadi mimpi buruk. Dosen killer itu seperti bayangan yang tak pernah bisa lepas darinya. Alicia terus berontak, menghindar, dan menjaga batas.
Namun bagaimana jika tanpa sadar batas itu perlahan berubah menjadi perasaan?
"Amit amit, aku tidak mungkin suka si Bryan mulut harimau itu!" kesal Alicia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JDPDK Bab 13 - Backstreet
Setibanya di rumah Alicia masuk lebih dulu, meninggalkan kak Annie dan kak Shaka yang masih berada di halaman mansion. Sepanjang jalannya masuk, Alicia sering kali menoleh ke belakang. Pikirannya masih dipenuhi oleh kisah percintaan sang kakak.
Alicia masih yakin betul bahwa kak Shaka adalah jodoh yang terbaik untuk kakaknya, bukan si manusia harimau itu.
'Hais, ini semua gara-gara siluman itu. Aku jadi tidak bisa fokus pada hidupku sendiri!' batin Alicia sangat kesal. Harusnya sekarang ia bisa menikmati waktunya sebagai mahasiswa baru, memiliki kehidupan kampus yang lebih bebas dari masa SMA.
Tapi kak Annie malah menitipkannya pada Bryan, dan pria itu memiliki kelemahannya. Jadi bukannya menikmati hidup, Alicia justru harus berpikir mati-matian untuk menendang pria itu pergi dari hidupnya dan keluarganya.
'Ah entahlah,' pusing Alicia.
Keesokan harinya Alicia pergi ke kampus dengan menggunakan taksi, karena mobilnya masih berada di depan gedung Prodi. Ia juga tak bisa mengatakan apapun pada Prilly tentang hal itu, sebab segala hal yang menyangkut Bryan masih ia rahasiakan.
"Kenapa tidak bilang kalau malas nyetir? Kan aku bisa jemput," ucap Prilly begitu mereka bertemu di lantai dasar. Keduanya berjalan menuju ruang kelas.
Namun belum sempat Alicia menjawab, sudah lebih dulu terdengar suara seorang pria memanggil namanya.
"Alicia," panggil pria tersebut.
Alicia dan Prilly sama-sama menoleh ke belakang, suara itu jelas tak asing bagi mereka berdua. Dan saat melihat siapa yang memanggil, ternyata benar bahwa suara itu adalah milik Leo. Teman semasa SMA mereka. Meskipun sama-sama mengambil jurusan manajemen bisnis tapi mereka berbeda kelas. Alicia, Prilly dan tiga serangkai sialan itu kelas B. Sementara Leo dan beberapa teman mereka masuk di kelas A.
"Leo," Alicia dan Prilly sama-sama memanggil.
"Pril," balas Leo setelah berdiri tepat di hadapan kedua gadis itu.
"Ah kenapa kita tidak satu kelas? Kemarin Vero dan yang lainnya menggangguku dan Alicia lagi." Prilly mengadu.
Leo malah terkekeh, "Percuma juga ada aku, Alicia tidak butuh bantuan."
Alicia pun tertawa mendengarnya, "Leo, malam sabtu nanti kita ke klub ya? Waktu itu kalian berpesta tanpa aku," ajak Alicia, ia bahkan langsung memeluk lengan Leo. Baginya Leo juga adalah sahabat sama seperti Prilly.
"Tidak usah banyak janji, kita liat saja nanti apa kamu bisa pergi atau tidak."
"Bisa bisa, nanti aku akan bilang menginap di rumah Prilly," balas Alicia.
"Aku terus yang kena, senangnya sama-sama tapi susahnya aku tanggung sendiri," keluh Prilly.
Kini Leo dan Alicia yang sama-sama tertawa.
Pemandangan itu dilihat juga oleh Veronica dan teman-temannya yang lain. Dulu semasa SMA ia pun memperebutkan Leo dengan Alicia, tapi sekalipun Leo tak pernah melihat ke arahnya.
Kini Veronica telah bertekad untuk mendapatkan pria yang jauh lebih baik dari Leo, yaitu Bryan Bright.
"Cih! Dasar wanita gatal," gerutu Geby.
"Ayo kita ke kelas saja, Ver," ajak Sania kemudian.
"Ayo," balas Veronica dan mereka akhirnya pergi dari sana. "Setelah kelas selesai, temani aku ke prodi ya. Aku harus sering-sering bertemu dengan pak Bryan," timpal Veronica yang mulai bisa kembali tersenyum.
Tiap kali membayangkan mampu mengalahkan Alicia, rasanya Veronica senang sekali.
"Tentu saja, kami pasti akan selalu menemanimu. Dan kurasa bukan hal sulit bagimu untuk mendapatkan pak Bryan," balas Geby lalu terkekeh senang.
Sania juga ikut merasakan kebahagiaan tersebut. "Nanti kalian akan menjalani hubungan backstreet di kampus, ih manisnya," ucap Sania pula.
Dan Veronica makin tersenyum membayangkan semua itu.
dia harus masuk ke kandang harimau 🤣🤣🤣
kalo pak bry tau bisa mulai cemburu dalih disiplin?🤭🤭🤭
ehh siluman sudah berwajah garamg waduhh ,,,,ambyar seolah dunia nya runtuh 💪 sangat pastinya ,,,