NovelToon NovelToon
Istri Bisu Tuan Penguasa Cacat

Istri Bisu Tuan Penguasa Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Mafia / Pengantin Pengganti
Popularitas:23.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Sejak kecil, Kirana Lin dibuang ke desa karena terlahir bisu. Meski tak mampu berbicara, ia memiliki kecerdasan luar biasa dan segudang prestasi.

Dua puluh tahun kemudian, Kirana kembali ke keluarga Lin untuk menggantikan putri angkat mereka menikah dengan Kendra Wu, penguasa keluarga Wu yang lumpuh akibat kecelakaan.

Semua orang mengira Kirana akan menderita di tangan Kendra. Namun, gadis bisu itu justru berhasil membuat sang penguasa jatuh cinta dan membantunya merebut kembali semua yang telah dirampas darinya.

Yuk simak kisahnya! Yang tidak suka langsung skip!👊👊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Orang-orang Picik

Richard langsung berdiri dari kursinya. Wajah pria itu memerah menahan amarah, sementara tatapannya tertuju tajam kepada Kendra yang masih duduk tenang di kursi rodanya.

“Kau jangan terlalu kejam, Kendra!” bentaknya. “Kita ini keluarga. Berani sekali kau mengancam keluargamu sendiri hanya karena masalah investasi!”

Kendra mengangkat wajahnya perlahan. Ekspresinya tetap datar, seolah kemarahan Richard sama sekali tidak cukup untuk membuatnya gentar.

“Paman menyebutnya ancaman?” tanyanya tenang. “Aku hanya memberi tahu apa yang akan terjadi jika kalian mengambil sesuatu yang bukan hak kalian.”

Richard mengepalkan tangannya. “Kau benar-benar tidak punya rasa hormat!”

“Rasa hormat?” Kendra mengulang dengan suara dingin. “Aku sudah menghormati Paman selama bertahun-tahun. Aku membiarkan investasi perusahaanku membantu perusahaan Paman tanpa pernah menuntut apa pun.”

Richard terdiam sejenak.

Kendra kemudian menatapnya lurus. “Tapi jangan mengira karena kita keluarga, aku akan membiarkan siapa pun menginjak kepalaku.”

Suasana di ruangan langsung membeku. Tidak ada seorang pun yang menyangka Kendra akan berbicara setegas itu di hadapan seluruh keluarga.

Henry akhirnya ikut berdiri. Sebagai ayah Kendra sekaligus salah satu orang yang merasa posisinya terancam, pria itu menatap putranya dengan wajah penuh tekanan.

“Kendra, cukup,” katanya berat. “Jangan membuat keputusan yang akan kau sesali. Kau tetap anakku, dan aku masih ayahmu.”

Kendra menatap Henry beberapa detik. “Lalu?”

Henry mengerutkan kening. “Jangan memaksaku menggunakan caraku sendiri untuk menghentikanmu. Apa kau mau menjadi anak durhaka?”

Beberapa orang langsung menahan napas. Bahkan Cassia yang sejak tadi diam mulai menatap Henry dengan dingin.

Kendra sama sekali tidak berubah. “Ayah boleh mencoba, jika aku disebut durhaka biarlah kalau itu pada Ayah asalkan tidak pada ibuku.”

Satu kalimat itu membuat Henry terdiam.

Kendra melanjutkan dengan suara yang tetap tenang. “Selama ini aku masih menghormati Kakek. Karena itu aku membiarkan perusahaan-perusahaan keluarga mendapatkan bantuan dari perusahaanku.”

Ia melirik Richard, kemudian berpindah kepada Henry. “Bukan karena aku takut kepada Ayah atau Paman.”

Richard mengepalkan tangannya semakin kuat.

“Jadi jangan salah mengira,” lanjut Kendra. “Aku membantu keluarga karena menghormati Kakek. Kalau suatu hari kalian melakukan satu kesalahan saja terhadapku atau orang yang berada di bawah perlindunganku, aku tidak akan segan menarik kembali semuanya.”

Tatapan Kendra kemudian berhenti pada Kirana.

“Termasuk jika kalian mencoba menyentuh istriku.”

Kirana sedikit terkejut mendengar kalimat tersebut. Tapi ia tidak mengatakan apa-apa dan hanya memandang Kendra dengan tatapan tenang.

Wajah Henry berubah merah. Harry yang berada di sampingnya juga mengepalkan tangan, sementara Ivy terlihat menahan amarah.

Richard, Selena, Erick, dan Elina pun tidak kalah kesal. Mereka tidak menyangka Kendra yang selama ini mereka anggap sudah kehilangan kemampuan setelah kecelakaan ternyata masih memiliki kekuatan sebesar itu.

Tuan Tua Wu mengetukkan tongkatnya sekali. “Sudah.”

Suaranya langsung membuat semua orang kembali diam.

“Pertemuan malam ini selesai,” katanya tegas. “Aku tidak ingin mendengar satu pun dari kalian bertengkar lagi.”

Kendra tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya memberi hormat singkat kepada sang kakek sebelum Marco mulai mendorong kursi rodanya keluar dari ruangan.

Kirana berjalan di sampingnya bersama Cassia. Sebelum keluar, Kirana sempat menoleh kepada keluarga cabang ketiga yang sejak tadi diam.

Kevin memberikan senyum kecil kepadanya. “Hati-hati di jalan, Kakak ipar”

Kirana mengangguk sebagai jawaban.

Olivia juga tersenyum. “Jangan terlalu memikirkan ucapan mereka. Lain kali, kita bisa pergi berbelanja bersama.”

Kirana mengangkat ibu jarinya sebagai tanda mengerti.

Setelah mereka pergi, keluarga yang tersisa masih terdiam di ruang makan. Tuan Tua Wu hanya menatap mereka satu per satu dengan tatapan kecewa sebelum akhirnya meninggalkan ruangan.

***

Di dalam mobil, suasana jauh lebih tenang. Cassia duduk di samping Kirana dan sesekali menatap menantunya dengan senyum hangat.

Beberapa menit kemudian, wanita itu menepuk pelan tangan Kirana. “Begitulah kondisi keluarga Wu.”

Kirana menoleh.

“Mereka memang selalu bersaing,” lanjut Cassia. “Sejak dulu, masing-masing ingin terlihat paling hebat, paling kaya, dan paling pantas menjadi penerus keluarga.”

Kirana mengangguk kecil.

“Tapi kau tidak perlu khawatir,” ujar Cassia. “Keluarga cabang ketiga itu orang-orang baik. Mereka tidak tertarik merebut milik orang lain dan hubungan mereka dengan Kendra juga cukup baik.”

Kirana mengetik sesuatu di ponselnya. “Kalau yang lain?”

Cassia langsung tertawa kecil. “Kalau mereka menggertakmu, mencoba menindasmu, atau membuatmu tidak nyaman, katakan kepada Mami.”

Ia menggenggam tangan Kirana lebih erat. “Mami yang akan melindungimu.”

Kirana menatap wajah Cassia beberapa saat. Senyum kecil kemudian muncul di bibirnya.

“Terima kasih, Mami. Aku tidak apa-apa kok.”

Cassia mengusap kepala Kirana dengan penuh kasih. “Mami tahu kau bisa menjaga dirimu sendiri. Tapi menjadi kuat bukan berarti kau harus menghadapi semuanya sendirian.”

Kirana terdiam.

Kalimat sederhana itu membuat hatinya terasa hangat. Setelah bertahun-tahun hidup tanpa perhatian keluarga kandungnya, sekarang ada seseorang yang justru mengatakan bahwa dirinya tidak perlu menghadapi semuanya sendirian.

Di kursi depan, Kendra mendengar percakapan tersebut tanpa ikut campur.

Sementara itu, di mansion keluarga utama Wu, suasana justru jauh berbeda. Begitu pintu ruang keluarga tertutup, Ivy langsung melemparkan tas tangannya ke atas sofa dengan wajah penuh kekesalan.

“Aku benar-benar tidak menyangka kalau perusahaan Kendra sudah sebesar itu,” kata Harry dengan suara geram.

Ivy menatap putranya. “Mama juga tidak menyangka.”

Harry berjalan mondar-mandir. Tangannya mengepal setiap kali mengingat kejadian di mansion tua tadi.

“Sialan!” gerutunya. “Bagaimana bisa dia lebih unggul dariku?”

Ivy tidak menjawab.

Harry berhenti dan menatap ibunya. “Mama lihat sendiri ekspresi Ayah tadi. Dia mulai membandingkanku dengan Kendra.”

Ivy menghela napas. “Tenang. Jangan sampai emosimu membuat kita melakukan kesalahan.”

“Bagaimana aku bisa tenang?” balas Harry. “Selama ini aku pikir setelah kecelakaan itu, dia tidak akan bisa melakukan apa-apa lagi.”

Ivy terdiam.

Harry menatap ibunya dengan sorot mata penuh kebencian. “Kita pikir dia sudah kehilangan masa depannya. Kita pikir dia tidak akan mampu mengembangkan perusahaan sendiri.”

Ivy perlahan duduk. Wajahnya menjadi semakin serius.

“Ternyata dia justru membangun perusahaan sebesar itu dari belakang layar,” gumamnya.

Harry menggertakkan gigi. “Dan sekarang Kakek malah memberikan lebih banyak saham kepadanya.”

Ivy menatap putranya. “Kalau Kendra tetap dibiarkan berkembang, posisi kita akan semakin sulit.”

Harry mengangguk. “Karena itu kita harus melakukan sesuatu.”

Ruangan mendadak terasa lebih sunyi.

Ivy menatap pintu untuk memastikan tidak ada pelayan yang berada di dekat sana. Setelah yakin keadaan aman, ia menurunkan suaranya.

“Jangan terburu-buru.”

Harry mendekat. “Lalu apa yang harus kita lakukan, Ma?”

Ivy menatap putranya cukup lama sebelum berkata, “Kita sudah pernah berhasil membuat Kendra jatuh sekali.”

Harry langsung diam.

Tidak perlu penjelasan panjang. Keduanya sama-sama mengetahui rahasia yang selama ini mereka sembunyikan dari keluarga.

Kecelakaan yang membuat Kendra kehilangan kemampuan berjalan beberapa tahun lalu bukanlah musibah biasa.

Ada tangan mereka di baliknya.

Harry menelan ludah. “Jangan bilang Mama ingin .…”

“Bukan sekarang,” potong Ivy cepat. “Kalau kita bergerak gegabah, semua yang kita lakukan bertahun-tahun akan terbongkar.”

Harry mengangguk perlahan, tetapi matanya masih dipenuhi kemarahan.

“Kalau begitu, kita harus mencari kelemahan lainnya.”

Ivy menatap putranya dengan dingin. “Cari tahu siapa Kirana sebenarnya.”

Harry mengerutkan kening. “Kirana?”

“Ya,” jawab Ivy. “Kendra sekarang tidak sendirian. Kalau kita ingin menjatuhkannya, kita harus tahu apa yang paling dia lindungi.”

Harry terdiam beberapa saat. Kemudian senyum tipis muncul di wajahnya. “Kalau begitu, kita mulai dari istrinya.”

1
Patrish
waahh...sadis juga ya Kirana
Patrish
aku sudah menebak...jarum perak beraksi
Patrish
lhaaahhhh...dasar serigala busuk
Tiara Bella
aku suka cerita nya bangus bngt.....
Tiara Bella
wow thor 6 bab sehari ini aku pdmu pkknya..../Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss/
Maria Lina
mksihhh bnyķk"thor ud up double"🙏🙏🙏😘😘
syh 03
seperti biasa selalu bagus novel authornya
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis: Kak bantu Komen yang plagiat Guo Mei. Judul plagiat itu "Balas dendam sang Putri"
total 1 replies
Hary Nengsih
wah kirana 👍👍👍ternyata
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
wahhh, merindingnya nih pembalasan dari Kirana🤭, tapi tapi, kalian cocok banget, semoga nanti gak ada kata cerai di antara mereka /Determined/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
Nah kan, fix ini, si Meylan bukan ibu kandungnya kan? eh atau... Meylan ini ibu kandungnya, namun sepertinya dia tidak menyukai keberadaan Kirana karena ia merasa akan menjadi penghalang bagi Shania🤔
mama_im
iblis wanita mulai beraksi 😈😈😈🤣🤣🤣
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Kendra dan Kirana cocok karna mereka sama" kuat dan tegas jngn lupa cerdas 😏☺️
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kok saya curiga kl yg ngasih racun itu Meylan ibu nya Kirana sendiri 😏😏
teh tubruk
nah kan bener ternyata sudah tidak bisa di pakai lagi,sudah impoten kau julian😂😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
si minyak goreng emang stres dia sendiri yg cari masalah tp malah nyalahin Kirana ampun dah 🤦😏😡
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
ahh bilang saja mau mangku kirana kan wekkk gitu aja repot Kendra
🤭🤭🤭🤭
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
malukan kan kalian gara" si minyak goreng 😏😏 jd jngn trus nyalahin Kirana dan bilang pembawa sial karna faktanya si minyak goreng itu yg pembawa sial 😏😏
mama_im
makin yakin kalo si meylan yg racunin.
teh tubruk
nyamperin Kirana mau membuat ulah & berakhir dengan mempermalukan diri sendiri kau nanti shania
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mereka pd gak punya otak ya kenapa tiap ada kejadian selalu Kirana yg di salahkan ampun dah 🤦😏😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!