NovelToon NovelToon
Gulungan Dewa Naga

Gulungan Dewa Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:20k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Setelah tewas dalam invasi brutal yang meluluhlantakkan kotanya, Yang Zhen tiba-tiba terbangun kembali ke masa remaja saat ia masih menjadi murid akademi yang selalu dicap sebagai pecundang.

Namun, berbekal ingatan masa depan dan pusaka kuno Gulungan Dewa Naga yang memberinya kekuatan, ia kini bersumpah untuk memutarbalikkan takdir dan menginjak-injak siapa pun yang berani meremehkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Lorong-lorong sempit di bawah tanah Kota Awan Merah selalu dipenuhi oleh bau apak dan asap tembakau murahan. Tempat ini adalah pusat pasar gelap di mana segala macam barang ilegal diperjualbelikan tanpa tersentuh hukum.

Wang Hao berjalan menyusuri lorong yang becek itu dengan langkah kaki yang sedikit gemetar. Ia menarik tudung jubah abu-abunya lebih dalam untuk menyembunyikan wajah bulatnya dari tatapan orang-orang mencurigakan di sekitarnya.

"Kenapa Yang Zhen selalu memberiku tugas yang mempertaruhkan nyawa seperti ini?" keluh Wang Hao dalam hatinya.

"Hanya untuk mencari rumput pakan babi saja aku harus masuk ke sarang penyamun." batin pemuda gemuk itu dengan perasaan was-was.

Ia akhirnya berhenti di depan sebuah tenda kumuh yang dijaga oleh seorang pria berwajah penuh bekas luka. Berbagai macam toples berisi organ monster dan tanaman beracun berjejer berantakan di atas meja kayu lapuk.

"Apa yang kau cari, Bocah?" tegur penjual itu dengan suara serak yang tidak ramah. "Tempat ini bukan tempat anak-anak."

Wang Hao menelan ludahnya dengan susah payah dan berusaha menegakkan dadanya agar terlihat lebih berani.

"Aku mencari Rumput Babi Gila dalam jumlah besar." jawab Wang Hao sambil meletakkan sekantung koin emas ke atas meja.

Tring!

Suara dentingan koin emas murni itu seketika mengubah raut wajah sang penjual menjadi jauh lebih bersahabat. Mata pria berbekas luka itu berbinar serakah melihat jumlah uang yang dibawa oleh pelanggannya.

"Rumput Babi Gila? Tuan muda ini pasti sedang ingin meracuni peternakan musuhnya ya?" kekeh sang penjual sambil mengambil kantung emas tersebut.

"Bukan urusanmu." balas Wang Hao meniru nada bicara Yang Zhen yang dingin dan arogan. "Berikan semua stok yang kau miliki sekarang juga."

Penjual itu mengangguk cepat dan segera mengeluarkan tiga karung goni besar dari bawah mejanya. Wang Hao langsung memasukkan ketiga karung itu ke dalam tas raksasanya dengan napas terengah-engah.

Tanpa Wang Hao sadari, sepasang mata tajam sedang mengawasinya dari celah gelap di antara dua bangunan kayu. Seorang pria berpakaian hitam legam tersenyum sinis melihat transaksi tersebut.

"Jadi itu sahabat karib si keparat Yang Zhen." batin mata-mata Keluarga Zhao tersebut.

"Membeli Rumput Babi Gila dalam jumlah besar? Apakah mereka berencana meracuni sumur air Keluarga Zhao?" gumam mata-mata itu mencoba menebak.

Mata-mata itu segera berbalik dan menghilang ke dalam bayangan untuk melaporkan temuan berharga ini kepada Patriark Zhao Tian. Ia merasa yakin bahwa informasi ini akan memberinya hadiah besar.

Di saat yang sama, di atas tanah yang terang benderang, suasana di Akademi Bela Diri Awan Merah terasa sedikit tegang.

Yang Zhen sedang berjalan santai melintasi halaman utama akademi menuju gedung administrasi. Beberapa murid yang berpapasan dengannya langsung menyingkir dan menundukkan kepala dengan rasa hormat bercampur takut.

"Sepertinya berita tentang aku melumpuhkan Zhao Wei masih sangat hangat." batin Yang Zhen sambil tersenyum tipis melihat reaksi mereka.

"Sayangnya, mereka tidak tahu bahwa aku baru saja memenggal tiga pembunuh elit semalam." ucap Yang Zhen di dalam hatinya sambil menguap pelan.

Langkahnya terhenti tepat di depan sebuah pintu kayu jati ganda yang dihiasi ukiran lambang akademi. Ini adalah ruang kerja Kepala Akademi, orang paling berkuasa di sekolah ini.

Tok tok.

Yang Zhen mengetuk pintu itu dua kali dengan santai tanpa menunggu jawaban dari dalam. Ia langsung mendorong pintu itu dan melangkah masuk ke dalam ruangan yang luas tersebut.

Kriet.

Kepala Akademi yang bernama Master Feng sedang duduk membelakangi pintu sambil menatap ke luar jendela. Pria paruh baya itu memancarkan aura Tahap Inti Emas yang sangat menekan.

"Aku tidak ingat mengizinkanmu langsung masuk, Yang Zhen." tegur Master Feng tanpa membalikkan badannya.

"Dan saya tidak ingat ada aturan yang melarang murid masuk saat dipanggil oleh Kepala Akademinya." balas Yang Zhen santai.

Pemuda itu berjalan mendekati meja kerja Master Feng dan langsung duduk di kursi tamu tanpa dipersilakan. Ia bahkan meraih teko porselen di atas meja dan menuangkan teh hangat untuk dirinya sendiri.

Gluk gluk.

Master Feng memutar kursinya dan menatap Yang Zhen dengan kening berkerut dalam. Ia merasa sangat terhina melihat sikap tidak sopan dari murid yang sedang berada di ujung tanduk ini.

"Kau benar-benar tidak tahu rasa takut, Bocah." ucap Master Feng dengan nada berat dan penuh peringatan.

"Rasa takut hanya diperuntukkan bagi mereka yang tidak memegang kendali, Kepala Akademi." jawab Yang Zhen setelah menyesap tehnya. "Dan saat ini, saya yang memegang kendalinya."

Brak!

Master Feng menggebrak mejanya hingga cangkir teh Yang Zhen bergetar hebat. Kesabarannya telah habis menghadapi kesombongan pemuda berusia lima belas tahun di depannya ini.

"Kau yang memegang kendali?!" bentak Master Feng dengan marah. "Zhao Tian baru saja datang ke sini dan mengancam akan mencabut seluruh dana akademi jika aku tidak mengeluarkanmu hari ini juga!"

"Keluarga Zhao adalah tulang punggung finansial sekolah ini." lanjut Master Feng dengan napas memburu. "Dan kau dengan bodohnya memancing amarah mereka di depan umum!"

Yang Zhen tidak berkedip sedikit pun melihat kemarahan pria paruh baya yang memiliki kultivasi jauh di atasnya itu. Ia malah meletakkan cangkir tehnya dan tersenyum rubah yang sangat menyebalkan.

1
Sansalina
Mulai 👍👍👍
Sansalina
Gas Thorrr👍👍👍
Sansalina
Takutnya muridku mati konyol sebelum menguasai es dengan sempurna💪💪💪
alexander
bagus ceritanya
Sansalina
Bantaiii💪💪💪
Sansalina
Buktikan 👍👍👍
Sansalina
Bantai nih keluarganya👍👍👍
Sansalina
Bantaiii💪💪💪
Sansalina
Belum tahu dia👍👍👍
Sansalina
Bantaiii💪💪💪
Sansalina
Lanjuttt💪💪💪
Sansalina
Lanjuttt 👍👍👍
Sansalina
Gas Thprrr💪💪💪
Dianrp
💪💪💪💪💪
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!