NovelToon NovelToon
Ketika Takdir Berbicara

Ketika Takdir Berbicara

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Perjodohan
Popularitas:19.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Hidup Zheana berubah di saat harus menggantikan sang Kakak menikah. Niken kabur di saat hari pernikahan dengan Khadafi.

Ibunya mengamuk dan malah menyalahkan Zheana atas apa yang terjadi. Zheana bahkan di maki dan di siksa ibunya, Khadafi yang tak tega melihat Zheana membawa dia pergi dari sana.

Mereka tinggal di Apartemen milik Khadafi yang sudah di persiapkan sebelumnya. Rupanya kelembutan Zheana mengubah hati Khadafi dan mulai mencintai istrinya. seperti yang di katakan Umi dan Abinya, jika ini adalah jalan Allah SWT untuk menunjukkan jodoh Khadafi.

Selama pernikahan tak semulus itu, karena ibunya Zheana masih terus membencinya. saat Zheana hamil, rupanya Niken kembali. Apakah Khadafi akan kembali kepada Niken?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zheana 26

"Mas Khadafy! Kita mau ke mana?!" bisik Zheana panik, tangannya refleks menahan lengan kemeja Khadafy.

"Membeli kebutuhan bulananmu," jawab Khadafy santai tanpa beban, seolah-olah sedang membahas laporan keuangan kuartalan.

"Gak usah, Mas! Yang ini beneran Zhea bisa beli sendiri nanti di minimarket dekat rumah!" Zheana mencoba menarik Khadafy mundur, namun tubuh tegap pria itu sama sekali tak bergeser.

Khadafy menghentikan trolinya tepat di depan deretan raksasa berbagai merek pembalut. Pria tegap berwajah tegas dengan kemeja kantor mewah itu berdiri tenang di tengah-tengah lorong penuh kemasan merah muda dan ungu. Pemandangan kontras yang membuat beberapa pengunjung wanita di lorong itu menoleh seraya berbisik kagum.

Zheana ingin rasanya menghilang ditelan bumi saat itu juga. Ia menutup separuh wajahnya dengan tas tangan. Sungguh malu setengah mati, bahkan saat membeli pembalut di mini market saja dia harus menunggu kasirnya perempuan atau meminta tolong kepada Airian. Dan sekarang dia harus membeli benda itu bersama dengan pria yag tiba-tiba jadu suaminya.

"Zhea," panggil Khadafy tenang. Pria itu mengamati deretan kemasan di rak dengan dahi berkerut halus, membaca label-label yang tak asing baginya. Karena selama ini dia sudah terbiasa membelikan untuk Niken.

"Merek apa yang biasa kamu pakai? Yang bungkusnya warna biru ini, atau yang ada sayapnya?"

"Mas Khadafy, suaranya kecilin!" cicit Zheana hampir menangis karena malu. Matanya bergerak liar, takut ada rekan kantornya yang mendadak muncul dari balik rak.

"Aku cuma bertanya hal yang wajar," sahut Khadafy lempeng. Pria itu membungkuk sedikit, mengambil satu pak ukuran besar dan menunjukkannya tepat di depan wajah Zheana.

"Yang ini? Atau kamu butuh yang untuk malam hari?"

"Mas Khadafy, demi Allah, Zhea malu banget..." bisik Zheana seraya menutupi dadanya dengan kedua tangan.

"Ambil aja yang bungkus pink itu dua, terus kita pindah ke lorong lain, plis..."

Khadafy terkekeh melihat reaksi istrinya yang sudah matang kepanasan. Tanpa banyak bicara, ia menyambar tiga pak sekaligus, dua ukuran biasa dan satu ukuran malam lalu meletakkannya di dasar troli dengan santai.

"Nah, begitu dari tadi," ujar Khadafy puas seraya meraih jemari Zheana yang dingin karena panik, menautkannya erat-erat.

"Kebutuhanmu adalah tanggung jawabku. Dari ujung rambut sampai hal sekecil ini."

Zheana menggigit bibir bawahnya, membiarkan jemarinya digenggam erat oleh Khadafy saat mereka berjalan menuju kasir. Di balik rasa malu yang nyaris meledakkan dadanya, ada kehangatan luar biasa yang merayap perlahan. Pria yang ditakuti seluruh karyawan di gedung Mumtaz Group ini, ternyata rela berdiri kaku di lorong pembalut supermarket hanya demi memastikan kebutuhan istrinya terpenuhi.

"Nanti di kasir, Zhea yang bayar bahan makanan supnya ya, Mas?" bisik Zheana perlahan saat antrean mulai dekat.

Khadafy menoleh, menatap Zheana dari atas dengan binar mata yang tajam namun penuh kasih.

"Kalau kamu berani mengeluarkan dompetmu yang isinya tak seberapa di depan kasir, besok pagi surat promosi jabatanmu jadi Manajer Marketing langsung aku tanda tangani."

"Mas Khadafy!" pekik Zheana tertahan, membuat sang suami kembali menyunggingkan senyum kemenangan yang amat menawan. Sudah dua kali sebenarnya Zheana mendapatkan promosi menjadi Manager Marketing, tapi selalu dia tolak dengan alasan belum siap. Padahal kemampuan Zhea sudah banyak yang mengakui.

Begitu kasir selesai memproses seluruh belanjaan, Khadafy langsung menyodorkan kartu hitamnya tanpa memberi ruang bagi Zheana untuk berkutik. Dengan cekatan, sang CEO mengangkat dua kantong belanjaan besar di tangan kanannya, sementara tangan kirinya menggenggam erat jemari Zheana hingga mereka tiba di dalam mobil.

Perjalanan menuju penthouse diwarnai keheningan yang hangat. Sesampainya di hunian mewah lantai teratas itu, Zheana buru-buru melepas sepatu dan membawa kantong belanjaan menuju dapur bersih bertema modern minimalist.

"Biar Zhea aja yang rapikan, Mas," ujar Zheana cepat seraya merapikan lengan bajunya.

"Mas Khadafy ganti baju dulu aja, pasti capek kan seharian di kantor?"

Namun, Khadafy tak bergeming. Pria itu justru melepas jam tangan mewahnya, meletakkannya di atas meja bar, lalu menggulung lengan kemeja biru gelapnya hingga batas siku. Pria tegap itu melangkah santai mendekati meja dapur.

"Aku bantu," sahut Khadafy singkat namun tak tertawar.

"Eh? Nggak usah, Mas!" Zheana panik, membendung langkah Khadafy dengan kedua tangannya.

"Zhea biasa ngerjain sendiri kok. Mas nggak usah ikut ngerapikkan sayur dan potongan daging?"

Khadafy menatap istrinya dengan sebelah alis terangkat, memunculkan sudut bibir yang terangkat tipis.

"Jangan menolak bantuan suami yang sedang ingin membantu, Zhea..."

Zheana membeku. Tenggorokannya mendadak mengering mendengar penuturan santai namun menghantam relung hatinya itu. Sebelum sempat menyusun kata-kata, Khadafy sudah meraih kantong plastik berisi bahan sup dan mengeluarkannya satu per satu ke atas kitchen island.

"Wortel dan kentang ini dipotong seperti apa?" tanya Khadafy, jemari kokohnya meraih pisau dapur dan papan pemotong.

Zheana menelan ludah, melangkah canggung mendekati Khadafy. Berada sejarak beberapa sentimeter dari suaminya yang bertubuh tegap di dapur sempit itu membuat debar dadanya kembali tak beraturan.

"Bulat-bulat aja, Mas... Tapi agak tebal, jangan tipis-tipis."

"Seperti ini?" Khadafy mulai memotong wortel dengan gerakan yang lumayan tangkas.

Zheana memperhatikan jemari Khadafy. Ada rasa canggung yang mendalam membelenggu dirinya, sepanjang hidupnya, ia terbiasa mandiri dan menyiapkan segalanya sendiri tanpa merepotkan siapa pun. Melihat sosok yang ditakuti satu gedung Mumtaz Group kini sibuk mengupas kentang demi sup dinner mereka membuat matanya agak memanas karena haru.

"Mas..." bisik Zheana lirih.

"Ya?" Khadafy merespons tanpa menghentikan potongannya.

"Kenapa Mas Khadafy baik banget sama Zhea? Padahal... Kita ini kan..."

"Kita suami istri, tak ada yang salah dengan semua yang aku lakukan, Zhea... Kita belajar dari awal, pernikahan bukan permainan, dan aku menikahi kamu bukan karena terpaksa, tapi karena aku dan kedua orang tuaku yakin jika semua yang terjadi pada kita adalah kehendak Yang Maha Kuasa..."

1
Fitria Syafei
nah ..nah ..kan ..posisi Zheana mau di tukar KK 🙄 KK cantik kereen 😍 kereen 🥰
Siti Kamisah Hasnul
plizz buat zheana jangan terlalu lemah thor....masa mudah kali diintimudasi sama direndahkan
Ambu Rinddiany Thea
jangan d dengerin suara suara ghoib ya zhea , tp dengerin apa kata hati dan suami kamu , lagian emak bapanya Khadafi jg kaga mau lah besanan dan punya mantu modela jenglot ma dajal.. mening kamu sok ngomong jujur ma suami kamu apa yg d omongin nene lampir tadi ..
Sri Angga
zheana terlalu cengeng Kadafi tidak punya ketegasan
sunaryati jarum
Emak nggak suka karakter Zhea yang lemah. Kamu tidak salah , bangkit dan lawan ibu tirimu. Kamu punya penghasilan sendiri,rumah yang di tempati nenek sihir dan Niken itu rumah ayahmu.Semoga Kadaffi menyusul dan melihat perlakuan mama Niken pada Zheana
Ade Chubi: author nya yg bikin Zhea lemah 😁😁
total 1 replies
sunaryati jarum
Makin lama.kalian dekat, dan jadi suami istri seutuhnya.Kslian ini malah pacaran halal.Seperti putra emak, kenalan ,dilamar dan langsung dinikahi, pacarannya halal seperti harapan emak.
ryuka
aduuhhh khadafy semoga kamu cepwt tau klo zhea di tekan sma emak lampir
sunaryati jarum
Ya jelas beda,beda orang tua.Didikan Zhea dari bapaknya sesuai syariat agama yang diyakini.Lha Niken kan model yang terbiasa memamerkan tubuhny..
ryuka
bapak kamu juga kok lemah bgt sihh sma istri kurang sjar kaya gitu
ryuka
duuhhh zheeaaaa kamu tuhhh berharga jgn dengerin omongan mak lampir itu
sunaryati jarum
Kalian berjodoh Zhea ,terima perlakuan manis suamimu . Bersyukurlah kamu di rumah ayahmu diperlukan seperti pembantu sekarang kamu sedikit diratukan
Oma Gavin
zheana sekalian aja kamu manfaatkan khadafi sekarang kamu istri sah nya buat kamu hamil itu balas dendam tercantik buat bu irma biarkan keluarga khadafi yg menghadapi sikap bu irma dari pada kamu cuma dituduh lebih baik sekalian dimanfaatkan
ryuka
eaaaaaa... pelan pwlan tapi pasti ya khadafy 🤣🤭🤭🤭🤭🤭
Yam_zhie: iya atuh... 🤣
total 1 replies
nely_48
khadafy shok lah, zhea org baru sehari dekat sm dia malah zhea yg paling efort perhatian semua kebutuhan nya khadafy,, lah apa kabarnya niken yg pacaran 2th dia apa pernah nanyain makana kesukaan khadafy, paling jg klau tlp minta uang buat shoping
Ninik Sumarni
kak jangan pisahkan mereka
Fitria Syafei
wow mereka KK dan semoga kedepannya mereka selalu bersama dan bersatu 🫠 KK cantik mantaf 🥰 terimakasih 😍
Ambu Rinddiany Thea
hayoooh we bahas zheaaa ke bisi murka gera s Khadafi saking ku bosen ngabejaaan .. jalani we hela da s niken balik mah samemeh nepi k s khadafi ge , yeh emak2 netijen siap terjun payung terjun bebas ..🤭
Fitria Syafei
wow Khadafi 😍 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😘
ryuka
baguuussss.. keren aku suka thooorrr
ryuka
tuuhhh zheaaa dengerin suami kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!