NovelToon NovelToon
Life After Marriage With Zidan

Life After Marriage With Zidan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Persahabatan
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira Ramadhani

Shakira Naomi hanya ingin lulus kuliah tataboga dengan tenang. Namun, mimpinya terusik saat ia dipaksa menikah dengan Zidan Ardiansyah, sahabat masa kecilnya yang paling tengil dan tidak bisa diam.
Bagi Shakira, pernikahan ini adalah bencana. Bagi Zidan, ini adalah kesempatan emas untuk memenangkan hati gadis yang selama ini ia puja secara ugal-ugalan. Di antara sekat guling dan aturan "aku-kamu" yang dipaksakan, mampukah Zidan meruntuhkan tembok dingin Shakira? Atau justru status "sahabat jadi suami" ini malah merusak segalanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Intimidasi Zidan

Asap mengepul tipis dari panci besar di bagian depan kedai mie ayam legendaris di sudut perempatan jalan. Aroma kaldu ayam yang gurih bercampur minyak bawang yang sedap menusuk penciuman, membuat perut siapa pun keroncongan. Tempatnya sederhana, hanya meja-meja kayu panjang dan kursi plastik merah, namun pelanggannya selalu penuh sesak.

Zidan memarkirkan motor besarnya di samping gerobak. Ia membantu Shakira melepas helm, lalu menggandeng tangan istrinya masuk ke dalam kedai yang cukup riuh dengan suara denting sendok dan obrolan pelanggan.

"Nggak apa-apa kan kita makan di sini, Ra? Agak panas sih, tapi mie ayam di sini juaranya," tanya Zidan sambil menyeka permukaan meja kayu dengan tisu sebelum Shakira duduk.

Shakira tersenyum manis, ia duduk dengan anggun meski hanya di kursi plastik. "Iya, nggak apa-apa kok, Mas. Aku kan bukan picky eater. Malah seru makan di pinggir jalan gini, berasa balik jaman SMA lagi."

"Nah, itu yang aku kangenin. Dulu kan aku sering traktir kamu mie ayam depan sekolah biar kamu nggak galak terus," goda Zidan sambil memesan dua porsi mie ayam komplit dengan bakso dan pangsit basah.

"Dulu kan aku galak karena kamu tengil banget, Mas!" balas Shakira sambil tertawa kecil.

Saat mereka sedang asyik berbincang, menertawakan masa-masa di mana Zidan sering sengaja merusak rantai sepeda Shakira hanya agar bisa memboncengnya pulang, tiba-tiba sebuah suara melengking tinggi menyela tawa mereka.

"Eh, Shakira? Zidan? Kalian di sini juga?"

Keduanya menoleh serentak. Berdiri di samping meja mereka, seorang wanita dengan pakaian yang cukup mencolok dan riasan wajah yang tebal tampak menatap mereka dengan mata membelalak. Itu Maya. Teman sekelas mereka dulu saat SMA.

Dulu, Maya adalah salah satu gadis yang paling gencar mengejar Zidan. Ia selalu berusaha duduk di dekat Zidan, membawakan bekal, hingga rela menunggu di bengkel tempat Zidan dulu belajar secara otodidak. Namun, bagi Zidan, dunia hanya berputar pada satu poros: Shakira Naomi. Maya baginya hanyalah "gangguan" yang sering membuatnya malas ke sekolah.

"Maya? Wah, pangling ya," sapa Shakira ramah. Ia berdiri sebentar untuk bersalaman, mencoba bersikap sopan meski ia tahu betul sejarah Maya dan suaminya.

"Apa kabar kalian? Udah lama banget ya kita nggak ketemu, sejak lulus kayaknya langsung lost contact semua," ujar Maya, matanya terus melirik ke arah Zidan yang hanya menanggapi dengan anggukan kepala singkat dan dingin.

"Baik kok, Maya. Kamu juga apa kabar? Sibuk apa sekarang?" tanya Shakira mencoba mencairkan suasana yang mendadak jadi kaku karena sikap Zidan yang kembali ke mode "indiferen".

"Aku baik. Sekarang aku lagi rintis bisnis online shop sih. Eh, Zidan... kamu masih di bengkel ya? Terakhir aku denger kamu buka tempat sendiri," Maya mencoba mengalihkan pembicaraan sepenuhnya pada Zidan, mengabaikan kehadiran Shakira di sana.

Zidan hanya menjawab pendek tanpa ekspresi. "Iya, masih."

Maya tampak tidak menyerah. Ia melihat posisi duduk mereka yang sangat dekat. "Wah, seru ya liat kalian berdua masih barengan gini. Eh, kalian masih sahabatan ya? Awet banget persahabatannya dari SMA sampe sekarang masih nempel terus."

Mendengar kata "sahabatan", Zidan yang tadinya asyik memainkan ponselnya langsung meletakkan benda itu di meja dengan bunyi tuk yang cukup keras. Ia mengangkat kepalanya, menatap Maya dengan tatapan yang sangat tegas, lalu tangannya bergerak merangkul pundak Shakira dengan sangat posesif.

"Bukan sahabatan lagi, May," sapa Zidan dengan suara baritonnya yang mantap. "Gue udah nikahin dia."

Maya tersentak. Wajahnya yang penuh riasan itu seketika berubah pucat, lalu memerah karena malu. "Ni... nikah? Serius? Kapan?"

"Udah dua bulan yang lalu," jawab Zidan singkat. Ia menarik Shakira lebih dekat ke pelukannya, seolah ingin menunjukkan pada seluruh dunia—terutama pada Maya—bahwa wanita di sampingnya ini adalah miliknya seutuhnya. "Sekarang dia bukan cuma sahabat gue, tapi Nyonya Zidan Ardiansyah. Jadi, sapaan 'sahabat' itu udah nggak berlaku lagi."

Shakira yang merasa suasana semakin tegang, mencoba memberikan senyum tipis. "Iya, Maya. Kita udah nikah."

"Oh... selamat ya. Nggak nyangka aja, kirain Zidan bakal milih orang lain setelah lama ngejar kamu," ujar Maya dengan nada sedikit sinis yang sulit disembunyikan.

Zidan menyipitkan mata. Ia paling tidak suka jika ada orang yang meremehkan usahanya mendapatkan Shakira. "Gue nggak pernah punya pilihan lain selain Shakira, May. Dari dulu sampe sekarang, pusat dunia gue cuma dia. Jadi buat apa gue cari orang lain kalau yang terbaik udah ada di depan mata?"

Jawaban telak Zidan membuat Maya benar-benar kehilangan kata-kata. Ia hanya bisa tersenyum kaku sambil meremas tas tangannya. "Ya... baguslah kalau gitu. Eh, pesenan temen aku kayaknya udah siap di depan. Aku duluan ya, selamat makan mie ayamnya."

Maya hampir tersandung kakinya sendiri saat berbalik pergi dengan terburu-buru. Zidan menatap punggung Maya sampai menghilang di balik kerumunan, lalu ia menghela napas panjang dan kembali menatap Shakira.

"Mas... kamu galak banget sama dia," bisik Shakira sambil melepaskan rangkulan Zidan, meski ia merasa sangat senang dibela seperti itu.

"Abisnya dia nggak sopan, Ra. Masih aja nanya 'sahabatan'. Jelas-jelas aku udah pake cincin di jari manis begini," omel Zidan sambil menunjukkan tangannya. "Lagian, aku nggak mau dia punya harapan lagi. Kamu tahu sendiri kan dia dulu se-nekat apa?"

Shakira tertawa geli, ia mencubit pipi Zidan yang masih tampak kesal. "Iya, iya, Suami aku yang paling protektif. Tapi makasih ya udah tegas gitu. Aku jadi berasa kayak ratu barusan."

"Kamu emang ratu di hidup aku, Ra. Mie ayam ini cuma pelengkapnya aja," Zidan menyeringai, mode tengilnya kembali muncul saat pesanan mie ayam mereka akhirnya mendarat di meja.

Mereka pun makan dengan lahap, mengabaikan drama singkat dengan Maya tadi. Bagi Zidan, tidak ada ruang untuk masa lalu yang tidak penting. Baginya, masa depan adalah setiap suapan mie ayam yang dinikmati bersama Shakira, setiap tawa yang tercipta di kedai sederhana ini, dan setiap malam yang mereka lalui tanpa lagi ada batas "sahabat".

"Enak mienya?" tanya Zidan sambil menyeka sedikit bumbu yang menempel di sudut bibir Shakira dengan jarinya.

"Enak banget, Mas. Tapi kayaknya lebih enak kalau habis ini kita cari es campur ya?" pinta Shakira manja.

"Apa pun buat kamu, Sayang. Asal jangan minta aku traktir Maya aja," canda Zidan yang disambut cubitan gemas di lengannya oleh Shakira.

Malam itu, di bawah lampu jalanan yang remang, Zidan kembali membuktikan bahwa meskipun ia seorang mekanik dengan tangan yang sering kotor oleh oli, hatinya adalah tempat paling bersih dan paling setia yang pernah dimiliki oleh Shakira.

***

Baca Ceritaku yang ini juga..masih anget nih😝

1
Nurminah
jarang2 makan favorit di novel pempek Palembang kapal selam pulok asli ini bibik ni wong palembang
tinggal daerah mano nyo Thor
di palembang jugo soalnyo
Nurminah: si ajudan kan sdh baca
total 8 replies
apiii
suka bngt sama dua bucin mas karat ini❤️
Rita Rita
bener bener si mas suami kejar setoran 🤭🤣🤣🤣
apiii
eps yg bikin senyum" sendiri 🤭
Rita Rita
apakah mas karatan dan istri sedang bikin adonan debay 🤔🤭🤣
apiii
aduh mas karatan🤣
Rita Rita
semangat boss,,, terus dapet asupan wkwkwk 🤭🤣🤣
apiii
wkwkwk
apiii
wah bisa bisa besok pagi di bengkel gimna ya
Rita Rita
akhirnya si mas karatan go' unboxing kalo go public udah 🤭🤣 asyik, guling udah kadaluarsa,,,
apiii
Lucu bngt pasangan baut karatan ini wkwk btw bisa kali thor triple up🤭
Nadhira Ramadhani: menyala otakku nanti kalo triple haha
total 1 replies
Rita Rita
si mas suami udah ada visual nya,, kasih visual kuntilanak cantik dong Thor,,,
Nadhira Ramadhani: ada saran?
total 1 replies
apiii
kiw kiww ada yg mulai bucin nih🤣
Rita Rita
cieee yg mau kencan 🤭🤣🤣 mas karatan dengan mbak Kunti cantik,, semoga lancar ya,,
apiii
doain ya aku lolos bab 1 bimbingan skripsi
Rita Rita
sangat contrast pasutri muda dengan panggilan sayang,,, mas karatan dan kuntilanak cantik 🤭🤣😍
Nadhira Ramadhani: POV: genz kalo nikah kak🤣
total 1 replies
apiii
semangat up nya thor aki tunggu tiap hari thor semangattt❤️
apiii
lucu bangt pasangan ini asli❤️
Rita Rita
sabar si mas suami jadi membawa bahagia,,,
Rita Rita
🤣🤣🤣 si mas Zidan udah terinfeksi rabies bucin, makanya senyum sendiri luar kendali 🤭🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!